Personal Blog

Personal Lifestyle Blogger, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Restocoffee [DRAFT I] -CERPEN-

with Leave a Comment
-PROLOG-


Dengan suara parau aku memesan mocacinno kesukaanku, ketika seseorang menghampiriku, tepat saat aku memilih untuk duduk di kursi pojokan Restocoffee.
 
Rest To Coffee
Source: Mocadiccted
Mocacinno satu, mas. Pake es, ya.” segera aku memesan minuman favoritku, tanpa aku melihat orang yang aku pikir, dia memang pramusaji. Mungkin dengan minuman dingin, bisa sedikit menetralisir rasa panas yang sekarang hinggap di kepalaku. “Hmm.. Tapi, Mbak.” Aku berusaha untuk tetap tidak menoleh ke arah pramusaji tersebut, sedikit merasa malu karena mata sembabku. “Ya, udah. Buatin pesenanku sekarang.” Bentakku. “Mbaknya galak, ya. Nanti cepet tua loh, Mbak.” Betapa geramnya aku saat itu. Pramusaji macam apa ini, menggoda pengunjung dengan percaya dirinya. Baru saja, aku mau memaki pramusaji itu, tapi ternyata.. “Damar.” Aku terkejut dengan kehadirannya. Kehadiran seseorang yang selama ini aku tunggu untuk menuntaskan janjinya. “apa kabar, Lan?” suara itu terdengar berat, bersamaan dengan tetesan air yang terasa hangat di pipiku. “Damar, aku kangen sama kamu” tanpa peduli pandangan orang di sekitar, tangisku semakin menjadi, dan seketika aku membenamkan wajahku di dada Damar yang hangat, dan yang aku rindukan.

“Sudah, Lan, banyak orang, diliatin, kan malu” Aku tak menghiraukan ucapan Damar yang berusaha untuk menenangkanku. “Mar, kamu tau, betapa aku sangat menantikan momen ini? Aku nunggu janjimu yang belum kamu tuntasin, merindukan aroma wangimu yang setiap kali bikin aku ngerasa nyaman..” Tanpa jeda, aku mengungkapkan semua kekalutanku selama ini. Namun, kecupan hangat yang terlalu singkat di bibirku, menjawab semua keraguanku. Damar masih mencintaiku. Di sini, di Kedai Kopi ini, aku memulai lagi, sesuatu yang pernah tertunda, bersama Damar.


DRAFT II ®

0 Komentar:

Post a Comment

Spamming? Nope!

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com