Personal Blog

Personal Lifestyle Blogger, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Ketulusan Hati Seorang Istri

with 16 comments
Cinta...

Memang, tidak akan pernah ada habisnya jika kita membedah segala partikel-partikel yang tumbuh di dalam kata "cinta". Begitu banyak kisah tentang cinta dalam hidup ini. Mulai dari yang paling sedih ataupun yang paling bahagia. Cinta bisa membuat orang tertawa, entah itu karena gembira, karena terlalu luka, bahkan mungkin karena cinta telah membuat orang jadi gila.

Tante An, Om Prase Dan Wanita Itu, Risna.



Bukan baru setahun, dua tahun, umur pernikahan Om Prase dengan Tante An. Pernikahan yang sampai saat ini telah dikaruniai 2 anak. Om Prase adalah seorang pengusaha, pekerjaan menuntutnya untuk mengikuti perkembangan lapangan, setiap waktu. Sesekali Tante An memergoki isi pesan dalam blackberry masagger Om Prase yang terlihat agak mesra dengan wanita lain. "Mungkin itu sekadar gurauan suamiku, yang memang adalah seorang pengusaha, jadi harus pandai mengambil hati kliennya yang seringkali memiliki sifat berbeda". "Atau mungkin pekerjaannya yang selalu mengharuskan dia untuk terjun lebih dekat dengan dunia luar. Dan, tentunya di sana banyak sekali godaan, wanita, misalnya." Dan itu hal yang biasa. Pikir Tante An. 

*****

Suatu ketika, Om Prase mengajak Tante An untuk pergi berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan kota, di sana Om Prase "bertemu" dengan salah seorang temannya, wanita dengan umur sekitar 27 tahunan. Om Prase memperkenalkan Tante An dengan wanita itu, "Saya Risna, senang bertemu dengan Ny. Prase" demikian sambutan wanita itu, tanpa terbersit rasa curiga sedikitpun, dalam benak Tante An. Semingu, dua minggu, berlalu, Om Prase sering mengundang Risna untuk ikut bergabung dalam acara makan malamnya dengan Tante An. Tanpa rasa canggung, Risna selalu memenuhi undangan dari Om Prase dengan senyum yang tidak dapat ditebak, senyum kemenangan, mungkin. Dan, Tante An, masih dengan rasa percayanya terhadap Om Prase, sehingga semua itu masih tampak wajar di matanya.


***** 

Sampai kemudian, Om Prase menyampaikan niatnya kepada Tante An. Inilah, kali pertama Tante An tidak dapat mempercayai ucapan Om Prase. Om Prase meminta izin kepada Tante An, untuk menjadikan Risna sebagi istri keduanya. Aliran air yang terasa hangat membasahi pipi Tante An, tetap dengan sikapnya yang tenang. Ia merasa, semua kewajaran-kewajaran yang selama ini menjadi pilihan hatinya, hanya ilusi semata, atau memang ia terlalu takut dengan kenyataan sebenarnya, yang sama sekali tidak ia inginkan, mungkin. Tak disangka, Tante An meng-iya-kan semua permintaan Om Prase. Om Prase tersenyum, tapi sebenarnya ia merasa aneh, "Lalu kenapa istriku menangis?" Gumamnya dalam hati. Namun tak pernah ia sampaikan kepada Tante An. Tante An terlihat begitu antusias dengan rencana pernikahan kedua Om Prase, ia bahkan siap untuk membantu dan menyediakan apa saja yang dibutuhkan Risna sebelum hari Akad Nikahnya, tiba. Meskipun sebenarnya dalam hati, ia merasakan sedikit luka. Om Prase yang melihat ketulusan Tante An, tiba-tiba teringat akan tetesan air mata Tante An, waktu itu. Om Prase seketika merasa bersalah. "Apakah yang aku lakukan ini benar? Atau aku terlalu jahat, memilih untuk menikah lagi? Menyakiti istriku yang.. Lihatlah, tiada wanita sesempurna istriku." Semua pikiran berkecamuk dalam hatinya. "Ya Tuhan. Apa yang sudah aku lakukan?" sesalnya.

*****

Risna meraih telepon genggamnya yang berbunyi, senyum tidak dapat ditebaknya, mengembang, ketika melihat nama yang tertera di layar telepon genggamnya saat ini. "Iya, Mas. Nanti sekitar jam 5 sore aku sudah selesai dengan pekerjaanku. Kita ketemu di Restocoffee, ya." tut.. tut.. tut.. Setelah Om Prase mengakhiri percakapannya, lagi-lagi Risna tersenyum, kali ini jelas terlihat, senyum itu adalah senyum kemenangan. Memenangkan "hati" Om Prase. Yang berhasil ia rebut dari Tante An. Om Prase mengajak Risna untuk bertemu. Sedikit cerita tentang Risna. Risna adalah seorang karyawan, sekertaris lebih tepatnya, di sebuah perusahaan swasta, di mana, Om Prase merupakan relasi kerja dari atasannya. Seringkali Om Prase datang ke kantornya, untuk membicarakan hubungan kerja dengan atasannya. Di sanalah, Risna mulai melirik Om Prase yang terlihat menawan di hatinya. Dan hal yang tak diduga adalah, Om Prase menyambut semua arti lirikan Risna yang ditujukan padanya. Singkat cerita, mereka memulai hubungan, yang sampai sekarang ini telah berjalan 5 bulan lamanya. Di belakang Tante An, tentunya.

*****

Risna sudah duduk di salah satu kursi Restocoffee, dengan lemon tea dingin di hadapannya. Sesekali ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam 5 lewat 15 menit. "Mungkin Mas Prase terjebak macet." pikirnya. Ia meminum lemon tea dingin di hadapannya, sambil memainkan gadget yang terlihat sangat menarik minatnya. Tanpa ia sadari Om Prase sudah duduk di sampingnya. Risna sedikit kaget, dengan agak terburu-buru dia memeluk hangat tubuh Om Prase, yang disambut dengan hangat pula oleh Om Prase. Ajakan Om Prase untuk bertemu dengan Risna kali ini adalah untuk membicarakan kelanjutan rencana pernikahannya bulan depan. "Tidak!" teriak Risna seketika itu juga. Risna berteriak histeris, saat Om Prase menyampaikan rencana pembatalan pernikahannya dengan Risna. Dengan alasan yang jelas tentunya. Tante An lebih berharga dari segalanya. Om Prase sedikit ber-empati pada Risna, memberi motivasi padanya, bahwa ia masih bisa mendapatkan lebih dari yang diinginkannya sekarang. Meyakinkan bahwa Risna mencintai orang yang salah saat ini. Risna menyangkal "Tidak ada yang salah dalam cinta!' pekiknya dengan air yang terus membasahi pipinya. "Maafkan aku, Risna." Kata terakhir yang diucapkan Om Prase, yang kemudian meninggalkan Risna dengan segala kekecewaan serta luka hatinya.

*****

Om Prase merasa lebih tenang sekarang. Di sisi lain, Risna terluka. Dan. Senyum kemenangan itu, kembali menjadi milik Tante An.

Apa inspirasi yang bisa diteladani dalam kisah singkat ini? Mungkin hal itu yang menjadi pertanyaan pembaca. Bisa saya sampaikan, bahwa amarah bukanlah pilihan yang selalu tepat untuk seorang istri ketika mendapati suami yang begitu ia cintai, sehingga tidak ada lagi rasa curiga, bahkan kepercayaan seakan menjadi harga mati. Memiliki hubungan lagi dengan wanita lain. Sakit? Rasa itu tidak dapat dipungkiri. Tapi amarah hanya akan membawa masalah menjadi lebih rumit.

Lihatlah, kesabaran Tante An, ketulusan serta keikhlasan hatinya. Dan apa hasilnya? Om Prase yang awalnya menganggap tidak ada salahnya menikah lagi. Toh, istrinya mengizinkan dan merasa tidak tersakiti. Setelah mencoba memahami arti dari segala ketulusan Tante An. Ternyata apa yang menjadi pemikirannya adalah sesuatu yang salah. Lalu Risna? Memang tidak ada yang salah dalam cinta. Tapi hal itu bisa dijadikannya sebagai pengalaman, terlebih pelajaran. Agar lebih memahami inginnya dan tidak mengulangi tindakan tergesanya, yang mengakibatkan hatinya luka.

16 comments:

  1. ya Ampun mak, aku mewek baca ceritanya, ga kuat...


    Saya jg ada postingan baru mak, mungkin berkenan menyimak...
    http://mieagoblog.blogspot.com/2014/04/sembuhkan-tb-tanpa-bayar-alias-gratis_18.html

    ReplyDelete
  2. hmmm kenapa aku jdemosi jiwa gini hukzzzz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih.. jangan emosi jiwa dong, mbak.. Aku kan takut.. *salah fokus*

      Delete
  3. kerennnnnnnnnnnnn.... kata katanya apik banget, visit juga ya http://katapai.blogspot.com/2014/04/hallo-bapak-tua.html

    ReplyDelete
  4. Oh noo, memang betul, ketika kita mengambil keputusan dengan tergesa-gesa maka terlukalah akibatnya! salut buat tante An!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih dari Tante An..

      Harus benar-benar mempraktekan kalimat "Berfikir Sebelum Bertindak" lah pokoknya.

      Delete
  5. semoga sukses GA nya mbak, oya sekalian aja mbak ikutan lomba blog BBblog hadiahnya oke lho disini mak http://moocensusan.blogspot.com/2014/04/b-blogs-i-am-blogger.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak..
      Iya.. Ini rencananya mau ikutan GA BBblog juga mbak.. *kuis hunter banget*

      Delete
  6. Cinta tak harus memiliki ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mak.. Cinta pun kadang gak bisa dimengerti. Karna gak ada yang salah dalam cinta. Jadi tidak ada yang harus dimengerti dalam cinta. *halah*

      Delete
  7. Aduh Mak... aku kok malah mewek ya.... huhuhhu....
    Tulisan yang keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahh.. Mak.. Nanti aku sediain tisu deh, di sini.. hihihi

      Makasih ya mak..

      Delete

Spamming? Nope!

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com