Personal Blog

Personal Lifestyle Blogger, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Cara Praktis Menghadapi HOAX!

with 6 comments
Cara Praktis Menghadapi HOAX!
Headline, salah satu poin penting yang bisa menjadi penentu apakah seseorang akan melanjutkan untuk membaca isi dari artikel atau melewati artikel begitu saja. Banyak kita temui portal berita yang mengemas headline artikel secara heboh, sehingga sangat menarik minat seseorang untuk membuka link yang disebarkan. Namun, tak sedikit dari headline heboh tersebut penuh dengan tipu daya; judulnya ABC isi artikelnya XYZ, di situ pembaca akan merasa kecewa, waktu yang digunakan untuk membaca jadi sia-sia, kuota yang terlanjur dimakan data, pun manfaat yang didapat nggak sesuai yang dikira. 

Selain penulisan headline yang heboh, poin lain yang begitu menarik perhatian netizen adalah soal isu agama, politik, kesehatan, parenting, dan isu kemanusiaan. Ketika sekumpulan buibu berdebat soal mitos-mitos working mom vs stay-at-home mom, atau gambar-gambar penuh luka dengan caption yang juga penuh duka agar netizen memberi komentar amin kemudian bisa masuk surga, atau debat mengenai tokoh politik idola, dan ragam hot issue lainnya. Semua seakan terbawa dan rela menyisihkan waktu berharga hanya demi bisa memenangkan argumen masing-masing melalui kolom kecil di layar gadget mereka, padahal apa yang diperdebatkan sendiri belum jelas kebenarannya.

Hal tersebut di atas hanya beberapa contoh alasan kenapa orang mudah terperangkap dalam berita hoax, kadang ada netizen yang dengan mudah percaya dan langsung menekan "Bagikan", tapi ada juga yang terangsang naluri keponya ketika membaca artikel yang nggak masuk akal. Saya pribadi sebagai blogger, begitu risih dengan share artikel di beranda sosial media yang penuh dengan kesan negatif, yang kalau dilihat dari nama domainnya saja sudah kurang meyakinkan.

Tindakan pertama saya ketika melihat share artikel yang kurang meyakinkan tapi headline yang dikemas begitu menarik perhatian adalah.. Saya cek-ricek dulu profil orang yang membagikan artikel tersebut, lihat track record timeline-nya, kalau di timeline ybs penuh dengan share artikel "serupa" saya akan mengurungkan niat untuk membacanya. Toh dari awal emang nggak meyakinkan cuma headline-nya saja yang menarik perhatian.

Di sisi lain kalau saya sudah terlanjur kepo, saya akan baca artikel tersebut dan mencoba menangkap poin pentingnya, kalau menurut saya ada yang kurang sesuai, saya akan memanfaatkan Google untuk mencari artikel serupa, tentu akan ada beragam artikel dengan bahasan yang sama namun dari sudut pandang berbeda. Dari sana paling nggak saya akan mendapat tambahan info sebagai pembanding, mana artikel yang sesungguhnya dan mana artikel yang hoax.

Selain kedua cara sederhana di atas, nggak lupa juga saya unfollow akun-akun yang hobi sebar berita yang kurang jelas kebenarannya. Ya.. paling enggak isi berita hoax di beranda saya sedikit berkurang. Dan dari ketiga cara yang saya lakukan, cara ini merupakan yang paling mudah, kalau memang ragu dengan artikel yang seringkali disebar ya, tinggal klik unfollow di profilnya saja. Mudah dan nggak buang-buang waktu.

Mudah sekali bukan cara-cara yang saya lakukan di atas? Tentunya upaya dari pemerintah untuk melawan HOAX juga sudah mulai dijalankan melalui pengaduan ke website  http://trustpositif.kominfo.go.id atau melalui email ke aduankonten@kominfo.go.id. Jadi, monggo yang nemu-nemu berita hoax di timeline sosial medianya, bisa diadukan ke website atau email yang saya sebutkan di atas.

Sincerely,

6 comments:

  1. Trus positif pun tergantung siapa yang melaporkan. masa situsnya Aa Gym pernah diblok sama mereka, hehe :D

    ReplyDelete
  2. Saya sudah melatih jari untuk tidak ikut gegabah share informasi apapun tanpa tahu benar atau salahnya

    ReplyDelete
  3. Istilahnya news framing, berita dipoles untuk menggiring opini pembaca. Setelah unfollow perlu unfriend juga gak?
    Btw, baru tau ada situs trustpositif. Nice info.
    Semoga ke depan ada perubahan dan banyak berita penyeimbang positif.
    Ulasan yang menarik :-) @ge1212y

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah, sekarang sudah ada web dan email khusus untuk mengantisipasi haox. Mulai dari diri kita sendiri, itu kuncinya.

    ReplyDelete
  5. Biasanya kalau udah ceki-ceki profil yang nyebar dan banyak berita begituan yang dia sebar aku langsung unfriend mba. Apalagi yang gak kenal di dunia nyata :D by the way aku juga sebel tuh kalau ada yang sebar foto penuh luka. Kasian yang ada di foto itu T_T

    ReplyDelete
  6. Sejauh ini, aku belum menemukan di temlenku yang menyebar hoax. JAdi aku belum pernah unfollow akun yang hobi sebar berita yang kurang jelas kebenarannya. eh pernah sih, akun yg bolak-balik meng-add akun ku ke grup2 yg gak jelas, tapi sebelumnya ta confirm dulu ke FB yg bersangkutan (ternyta FBnya di bajak orang )

    ReplyDelete

Spamming? Nope!

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com