Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

The Thrilling Memories; Tersesat di Antara Indahnya Karang dan Luasnya Lautan

with Leave a Comment
The Thrilling Memories; Tersesat di Antara Indahnya Karang dan Luasnya Lautan

Kenangan masa kecil merupakan kenangan yang paling berharga bagi saya, kenangan yang di dalamnya hanya ada kebahagiaan, taunya cuma main, main, dan sedikit belajar, iya, sebebas itu masa kecil saya. Kalau ditanya soal kenangan masa kecil yang paling melekat, saya bakal jawab ragam permainan tradisionalnya yang selalu bikin saya jadi seperti orang sibuk, hari-hari isinya main... terus... istirahat sekolah main obak sodor, pulang sekolah istirahat sebentar terus main orang-orangan kertas, saya menyebutnya rawongan (kalau di daerah teman-teman kira-kira namanya apa, ya?), pulang ngaji main lompat tali, pokoknya adaaa aja jadwal padat merayap yang harus saya susun dengan baik agar bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan #halah. Maklum anak kecil zaman dulu kan masih nggak kenal apa itu galau mikirin paketan habis sementara music video favorit sebentar lagi bakal rilis.


Zaman saya madrasah dulu, bisa dibilang saya itu termasuk atlit permainan tradisional pada zamannya *iyain aja*. Kenapa? Soalnya saya itu suka menang kalau lagi main-main gitu, girang banget kalau kebagian kasih hukuman ke yang kalah. Kaki jenjang dan tangan yang panjang menjadi salah satu faktor pendukung kemenangan saya. Dari mulai lompat tali yang selalu berada di urutan teratas, obak sodor dengan tim handal yang selalu keluar sebagai pemenang, blentik pun pernah saya cicipi kemenangannya, padahal permainan blentik itu semacam khusus buat anak laki-laki. Dan tau sendiri kan, siapa sih anak kecil yang nggak senang kalau di setiap permainan dia selalu menang?

Selain kenangan bermain permainan tradisional yang mungkin sekarang ini sudah hampir habis terkikis oleh zaman, saya punya kenangan yang paling mendebarkan lain yang kalau bukan anak yang super duper bandel, nggak bakalan ngalamin kenangan ini.

Jadi dulu itu, sore sehabis ngaji gitu biasanya saya nggak langsung pulang, main dulu kan sama teman, terus rumah saya kan di daerah pesisir pantura tuh, kebetulan kalau sore pas air laut surut banyak yang turun ke laut buat nyari kerang, saya yang waktu itu masih nggak paham mana timur ke barat selatan ke utara, mau aja diajakin turun sama teman saya buat nyari kerang, padahal skill mencari kerang saya juga nol besar.

Akhirnya sore itu kita berdua yakin untuk turun ke laut, mainan air, tiap lihat lubang kecil diintip siapa tau ada kerang di dalamnya tapi ternyata nihil, akhirnya cuma muter-muter laut buat cari batu karang kecil yang syantik-syantik, mengagumi eksotisnya pemandangan laut yang airnya sedang surut, sambil jalan-jalan sambil mainan pasir di tengah laut juga, kalau sudah ada hp kayak zaman sekarang ini, nih, pasti sudah banyak foto kenangannya. Tanpa terasa kita berdua sudah berada di tengah-tengah laut yang saya dan teman saya jadi bingung, mana titik poin pertama kita turun tadi. Waktu sudah semakin sore sementara kita benar-benar tersesat di tengah laut dalam keadaan buta arah, oke, sampai sini rasanya pengen ketawa sendiri, kenapa juga dulu saya begitu nekatnya turun laut tanpa rasa takut.

Sementara kita sudah kayak orang yang hopeless, jalan ke kiri nggak tau menuju mana, jalan ke arah kanan juga rasanya semua tempat itu isinya cuma air, sampai akhirnya kita maju terus lurus pantang mundur dan ketemulah kita dengan anak lelaki seumuran kita yang sama-sama sedang cari kerang juga, dan ternyata dia teman sekelas kita. Lega? BANGET!. Astagah... Bayangin aja ya, tersesat di tengah laut, terus kalau tiba-tiba air lautnya mendadak pasang kan nggak ada lucu-lucunya. Setelah cerita ke teman cowok tadi, akhirnya kita diarahkan buat pulang lewat jalur darat saja, mengingat sudah sore banget menjelang maghrib, dan air laut juga tanda-tanda sudah mau penuh lagi. Kita langsung nurut aja, toh teman cowok tadi memang lebih hafal rute lautnya kayak gimana. Maghrib sampai rumah? Dijewer sana-sini sama bapak-ibuk #ngakak. Sebandel itu ternyata masa kecil saya astaga... XD

Oke, kayaknya itu deh, kenangan masa kecil yang benar-benar paling mengharukan, mendebarkan, dan memang sangat patut untuk dikenang. Kalau punya teman-teman kenangan paling berkesannya bagaimana? Cerita, yuk!

#BPN30dayChallenge2018 day 25, Tema "Kenangan Masa Kecil".

Salam ^^
The Thrilling Memories; Tersesat di Antara Indahnya Karang dan Luasnya Lautan

0 Komentar:

Post a Comment

Spamming? Nope!

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com