Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Gula Aren Bisa Memperkecil Hasil Reaktif Rapid Test? Baca Tips Berikut!

with 2 comments
4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Rapid Test

Kesehatan, sekarang yang menjadi fokus utama sebagian orang di tengah masa yang serba terbatas dan nggak pasti ini adalah bagaimana cara agar tubuh bisa selalu dalam keadaan sehat, mengingat efek pandemi atau virus lain yang akan menjadi semakin seram ketika dia menyerang orang yang sedang tidak baik-baik saja. Contohnya saya sendiri. Bukan, meski saya telah melakukan rapid dan hasil test-nya adalah reaktif IgG, ketika melakukan SWAB hasil yang saya peroleh bukanlah positif. Dan itu cukup membuat saya stres, saya benar-benar dibuat penasaran dengan penyebab hasil reaktif dari rapid test yang saya sudah saya ikuti.

Selain saya, ada beberapa teman saya yang juga mendapat hasil reaktif setelah melakukan rapid test, padahal mereka sama sekali nggak merasakan gejala-gejala yang banyak dialami para kasus positif, atau tanda-tanda ketika virus corona menyerang daya tahan tubuh seseorang. Dan setelah sedikit mendengar cerita dari mereka, hasil reaktif yang mereka terima kemungkinan disebabkan oleh alasan-alasan sebagai berikut;

1. Merasa Cemas, Panik, dan Takut 
Rasa cemas, panik, dan takut biasanya membuat seseorang menjadi lebih rentan untuk terserang berbagai macam penyakit, dan tentunya berpengaruh pada kesehatan mental kita juga yang menjadi salah satu faktor penyebab turunnya imun atau daya tahan tubuh. Jadi meskipun merasa super sehat ketika akan melakukan rapid test, kalau sebelum tes kita keduluan cemas, panik, atau takut, akhirnya kita bisa stres sendiri dan berpengaruh pada lemahnya imun kita. Jadi kita harus stay positive. Biar hasilnya juga positif, positif bersih dari virus-virus yang bisa menyerang imunitas tubuh kita. Terutama virus yang saat ini menjadi momok menyeramkan bagi orang di belahan dunia mana pun, virus corona.

2. Begadang Sampai Pagi 
Nah, ini juga benar-benar nggak baik ya, terlebih di tengah pandemi yang membuat orang rentan merasa stres karena fikiran mereka yang bekerja lebih ekstra dari hari-hari biasa, entah itu berfikir tentang masa depan yang serba nggak pasti ataupun tentang gebetan yang ghosting lagi ghosting lagi, jangan sampai tingkat ke-stres-an semakin bertambah karena kurangnya waktu tidur, jadi.. kalau kamu ada agenda untuk melakukan rapid test dalam waktu dekat, pola tidur harus benar-benar dijaga, Gaes! 

3. Kurang Konsumsi Buah dan Sayur
Seperti yang sudah kita tau, sayur dan buah merupakan salah satu sumber serat yang berperan penting dalam tubuh. Lalu apa jadinya kalau kandungan serat dalam tubuh kita kurang? Dari beberapa artikel yang saya baca di website halodoc, dampak kurang serat pada tubuh dapat membuat kita menjadi lebih mudah lelah dan juga mual karena kurang lancarnya BAB. Lagi-lagi.. hal tersebut berpengaruh juga pada kesehatan mental kita, kalau istilah bekennya sih Physically and Mentally Exhausted. Dan kenapa kesehatan mental juga kembali dibawa-bawa? Oke, bayangin aja kamu nggak bisa BAB berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Stres nggak tuh? Jadi balik lagi.. kalau kamu kurang konsumsi sayur dan buah yang notabene banyak mengandung serat, perpaduan antara tubuh yang mudah lelah dan stres karena sulit BAB bakal menurunkan daya tahan tubuhmu secara drastis. Oke ini pengalaman pribadi sebelum saya melakukan rapid test sih, jadi.. terserah kalian mau percaya atau enggak :)

4. Minum Kopi Berlebihan 
Ehem, jadi.. sudah pada tau kan, kalau minum kopi berlebihan itu merupakan kebiasaan yang buruk? #uhuk, apalagi kalau minum kopinya terus-menerus sebelum melakukan rapid test, duh, sudah kandungan kafeinnya bisa bikin asam lambung menangis, ditambah konsumsi gula dalam kopi yang berlebihan juga. Meskipun sekarang sudah banyak varian kopi yang mengganti gula pasir dengan gula aren, tetap saja, ketika akan melakukan rapid test konsumsi kopi harus benar-benar dikondisikan. Selain bisa bikin mata melek semalaman, paginya pun kita akan merasa lelah karena kurang tidur dan seketika akan membuat daya tahan tubuh kita melemah.

Btw, kenapa sekarang banyak kedai kopi yang menawarkan varian kopi gula aren? Karena gula aren sendiri dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan strukturnya yang baik untuk tubuh. Emang apa saja sih manfaatnya. Berikut beberapa manfaat gula aren yang saya baca di artikel halodoc:
  • Jika dibandingkan dengan gula putih, jenis gula ini akan menjadi salah satu pilihan tepat bagi orang yang sedang menjalankan diet gula.
  • Selain itu gula aren juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh
  • Gula Aren dipercaya bisa menurunkan glukosa atau kadar gula dalam darah yang sangat memicu penyakit diabetes
  • Memberi pasokan tenaga dengan kandungan kalori yang ada di dalamnya
  • Sarat dengan antioksidan yang bisa menangkal dampak negatif dari radikal bebas, sekaligus mampu menjaga kekebalan tubuh
Nah, kayaknya gula aren ini cocok juga dikonsumsi sebagai pengganti gula pasir kalau kamu akan melakukan rapid test, karena.. siapa sangka kandungan gula aren bisa memberi pasokan tenaga dan menjaga kekebalan tubuh juga kan? Mungkin karena cara pengolahannya yang alami, jadi manfaatnya juga tetap alami karena tidak adanya "campur tangan" dari bahan kimia. Tapi tetap.. balik lagi.. konsumsi secukupnya, karenaaa.. apapun yang berlebihan itu enggak baik bagi tubuh ;)

Oke, sekian dulu cerita saya yang mendapat hasil reaktif ketika melakukan rapid test, dan alhamdulillah negatif setelah di-SWAB. Anyway.. Ada nggak dari kalian yang pernah  dapat hasil reaktif padahal merasa sehat-sehat saja? Sharing juga dong kemungkinan penyebabnya apa?! 


Sincerely,
Gula Aren untuk menjaga kekebalan tubuh








Rekomendasi 5 Film Noah Centineo yang Harus Kamu Tonton

with Leave a Comment
Rekomendasi 5 Film Noah Centineo yang Harus Kamu Tonton


Bagi yang merayakannya, Valentine merupakan momen yang tepat untuk saling membaurkan dan menyatakan rasa sayang masing-masing. Untuk mendukung hari spesial ini, banyak diproduksi berbagai film dengan genre romantis atau komedi romantis. Salah satu yang sedang booming saat ini adalah film-film yang dibintangi oleh Noah Centineo yang telah banyak dirilis.

5 Film Noah Centineo Layak Ditonton 

Untuk mengisi hari valentine anda, berikut adalah rekomendasi film Noah centineo yang perlu untuk Anda tonton. 

1. Swiped (2018)

Walaupun tidak sebooming To All The Boys, Swiped harus masuk ke dalam wishlist film dari Noah Centineo yang harus Anda tonton. Film dengan genre komedi romantis ini, sebetulnya telah digarap 2 tahun lebih awal dari To All The Boys I've Loved Before. Namun dirilis pada tahun yang sama.

Berperan sebagai Lance Black yang memiliki wajah tampan. Namun ia tidak sepandai teman sekamarnya yaitu James, yang diperankan oleh Kendall Ryan Sanders. Film ini menceritakan tentang kedua tokoh yang mencoba aplikasi dating atau hookup, di mana nyatanya tidak berjalan seindah dan semulus sepertinya, justru lebih banyak konsekuensinya.

2. To All The Boys I’ve Loved Before (2018)

Di tahun yang sama, sebelum dirilis Swiped, film Noah Centineo To All The Boys I've Loved Before dirilis dengan genre komedi romantis tahun 90-an yang cukup booming pada tahun 2018. Noah Centineo berperan sebagai heartthrob Peter Kavinsky dan mengisahkan kisah cinta dua sejoli.

3. Sierra Burgess is a Loser (2018)

Rekomendasi 5 Film Noah Centineo yang Harus Kamu Tonton
Sierra Burgess's Quote

Masih di tahun yang sama, film yang dibintangi Noah Centineo selanjutnya memiliki pesan moral untuk mengajarkan makna tentang body positivity. Film dengan tema yang menjunjung tinggi persahabatan walaupun dengan konflik cinta, memberikan alur cerita yang sangat menarik untuk ditonton. 

4. The Perfect Date (2019)

Di tahun berikutnya,Noah Centineo membintangi film dengan genre komedi romantis yang berjudul The Perfect Date. Film Noah Centineo ini memberinya peran sebagai Brooks Rattigan yaitu seorang murid SMA yang tampan dan juga pintar. Film ini mengisahkan tentang Brooks.

Ia yang memiliki impian untuk melanjutkan sekolah menuju jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu ke Universitas Yale namun harus terus terhalang oleh financial. Selain menjalani kuliah di Yale, Brooks memiliki impian untuk dapat berkencan dengan gadis cantik di sekolahnya dan menjadi seseorang yang sukses sebagai pacar idaman. 

Namun dia malah dapat melakukan dating sembari mencari uang dengan aplikasi Stand-In yang dibuatnya dengan seorang perempuan kaya bernama Celia Lieberman.

5. To All The Boys P.S. I Still Love You (2020)

Setelah sempat booming di tahun 2018, Februari 2020 Netflix kembali merilis sekuel kedua dari film Noah Centineo dengan judul To All the Boys P.S. I Still Love You yang merupakan sekuel kedua dari To All The Boys I've Loved Before. 

Masih dengan perannya sebagai Peter kavinsky, film ini mengisahkan tentang hubungan Peter Kavinsky yang penuh dengan lika-liku termasuk hadirnya orang ketiga yaitu John ambrose dalam kehidupan Lara.

Itulah lima rekomendasi film Noah Centineo yang belum masuk ke dalam wishlist Anda agar dapat Mengisi waktu luang dengan film komedi romantis yang sangat cocok ditonton ketika hari Valentine. Jangan lupa untuk menjadi penonton yang bijak dengan mengambil hal-hal positif dan menikmati alur cerita dengan baik.


Sincerely,
Rekomendasi 5 Film Noah Centineo yang Harus Kamu Tonton













Transaksi Non Tunai di Era New Normal dengan Mesin Kasir Gobiz

with 65 comments

Transaksi Non Tunai di Era New Normal Dengan Mesin Kasir Gobiz

New Normal dan Pandemi yang belum berakhir adalah kenyataan yang harus kita hadapi sekarang. Setelah beberapa bulan “rehat” dari segala aktivitas di luar rumah dan lebih banyak #StayAtHome, sekarang sudah waktunya kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Salah satunya Work From Office, misalnya.

Sebenarnya saya masih khawatir saat berada di luar rumah. Ya, mengingat Covid-19 bukan wabah biasa, kalau dibayangkan memang ngeri banget penularannya, kan? Tapi ya mau gimana lagi. Kita harus tetap melanjutkan hidup dengan segala aktivitas yang harus kita lakukan di luar rumah.

Untuk menekan angka penularan Covid-19, berbagai upaya dilakukan pemerintah agar kita tetap bisa "hidup normal" . Ini yang juga harus selalu kita taati di masa pandemic ini. Selain wajib bermasker, cuci tangan dan social distancing, salah satu protokol kesehatan yang harus kita lakukan adalah menggunakan metode pembayaran non tunai saat bertransaksi agar terhindar dari penularan yang tersebar melalui uang kertas. Makanya, tidak heran kalau sekarang banyak yang memilih menggunakan transaksi non tunai, seperti Gopay hingga penggunaan kartu debit.

Melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih, saya benar-benar dibuat kagum saat mengetahui Alat Kasir atau Mesin Kasir yang biasa digunakan mitra Gojek Indonesia yang bergabung dengan GoBiz.. Semua berawal ketika saya hendak membayar makanan yang saya beli dengan metode pembayaran non tunai.

Transaksi Non Tunai di Era New Normal Dengan Mesin Kasir Gobiz

Selain untuk menampilkan barcode untuk pembayaran non tunai, ternyata alat kasir ini memiliki banyak fungsi dalam satu genggaman. Padahal, saya pikir kecanggihan teknologi ini hanya bisa dimiliki dan dinikmati kalangan atas dan menengah saja seperti restoran di Mall atau para pengusaha yang memiliki bangunan toko yang besar. Tapi ternyata saya salah, adanya alat Kasir Gobiz menjadi bukti bahwa kecanggihan teknologi pun bisa dimiliki siapapun, termasuk UMKM atau para pengusaha dan pedagang biasa.

Apa Sih Kecanggihan Alat Kasir Gobiz?

Pasti kalian pernah melihat mesin kasir, kan? Umumnya, alat kasir punya layar/tablet, keyboard dan mesin printer. Dan tentu, harga yang harus dibayar untuk sebuah mesin printer ini gak murah. Makanya, mesin kasir hanya dimiliki pelaku usaha tertentu.

Tapi berbeda dengan alat Kasir Gobiz. Dengan harga ratusan ribu, wirausahawan bisa mengembangkan bisnis mereka melalui alat kasir ini tanpa perlu membeli tablet, keyboard atau printer. Harganya sekitar Rp. 490.000, atau ada juga yang bisa mendapatkan alat kasir ini dengan gratis. Alat kasir Gobiz juga memiliki bentuk yang kecil dengan teknologi “layar sentuh”, sangat praktis dan portable sehingga bisa dibawa kemana-mana dengan mudah dan tidak harus selalu tersambung dengan aliran listrik. 

Apa aja sih Fungsi alat Kasir Gobiz?

Menerima Transaksi Non Tunai - Di Era New Normal, sebisa mungkin kita harus mengurangi penggunaan uang kertas. Saat melakukan pembayarani di Mitra Gobiz, kita bisa bertransaksi dengan non tunai dengan menggunakan QRIS atau dengan dengan scan barcode seperti saat kita membayar dengan saldo Gopay. Nantinya, alat kasir ini akan menampilkan barcode yang bisa kita scan melalui aplikasi GOJEK.

Begitupun nanti kalau keadaan sudah normal kembali. Kita gak perlu ribet membawa uang cash atau mencari mesin ATM untuk Tarik tunai karena dengan Mesin Kasir ini, kita bisa membayar semua tagihan atau biaya pembelian dengan pembayaran non tunai. 

Gak hanya itu, alat kasir ini juga bisa melakukan pembayaran dengan kartu debit layaknya mesin EDC. Di bagian samping alat kasirnya ini terdapat bagian untuk “swipe” kartu dan di bagian bawah bisa untuk insert kartu debit yang menggunakan chip juga.

Mencetak Struk Pembelian - Biasanya, struk pembelian hanya bisa kita dapatkan saat berbelanja atau melakukan transaksi di restoran besar. Tapi kalau kita makan di salah satu Mitra Gofood, kita pun bisa menerima struk. Dan alat kasir Gobiz bisa mencetak struk pembelian dengan instan dan cepat tanpa perlu menggunakan printer Bluetooth. 

Benar-benar Multifungsi ya? Meskipun bentuknya tidak seperti mesin kasir, tapi alat kasir ini punya banyak manfaatnya! Dari alat kasir ini juga kita bisa merasakan serunya beli bakso atau pecel ayam tanpa harus membawa uang kertas, karena di Mitra Gobiz, bayarnya bisa menggunakan non tunai dan bisa dapat struk pembelian juga!

Transaksi Non Tunai di Era New Normal Dengan Mesin Kasir Gobiz

Awalnya, saya pikir alat kasir ini hanya bisa digunakan untuk menampilkan kode barcode saat kita ingin melakukan pembayaran. Tapi lagi-lagi saya salah. Ternyata Mesin Kasir Gobiz ini memiliki banyak fungsi dengan teknologi tinggi yang sangat memudahkan pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

Untuk mengatur alat kasir ini pun mudah. Para Mitra hanya perlu mengunduh aplikasi Gobiz dari Playstore yang ada di Smartphone. Nah, di aplikasi ini pula pelaku usaha bisa melihat laporan penjualan, transaksi harian, mencatat pesanan, dan mengatur menu yang ada di GoFood.

Adanya teknologi yang dimiliki alat kasir ini bisa menunjang usaha dan meningkatkan penghasilan, apalagi saat New Normal ini. Banyak orang yang tetap merasa aman saat bertransaksi karena menggunakan pembayaran non tunai. Usaha dan penjualan pun jadi tetap lancar.

Karena kecanggihan teknologi ini pula salah satu mitra Gobiz pernah bercerita, adanya pembayaran non tunai membuat penghasilan mereka bisa “tersimpan rapi” , dan bisa dijadikan sebagai “uang tabungan” atau simpanan tanpa perlu harus repot mendatangi Bank untuk menyetor hasil penjualan.

Saya Pun turut senang, mereka yang mungkin dulu tidak paham dengan teknologi sekarang bisa semakin berkembang dengan bantuan dan dukungan perangkat multifungsi dari Gobiz. Jadi semakin mudah mengembangkan usaha, terutama dalam mengatur keuangan dan penjualan. Jangkauan pemasaran atau membeli pun bisa semakin luas..

Ya, semoga nanti semakin banyak pelaku usaha yang mau bergabung dengan Gobiz, ya!


Sincerely,
Transaksi Non Tunai di Era New Normal dengan Dukungan Teknolodi Mesin Kasir












Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

with 16 comments

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

Keresahan akan corona outbreak akhirnya berhasil membuat saya kembali curhat di blog ini. Keresahan tentang physical distance, quarantine, lockdown, dan istilah-istilah asing lainnya yang menjadi booming di tengah merajalelanya wabah ini namun seakan kurang cukup untuk bisa menyampaikan makna sesungguhnya dari pesan tersebut. Antara masyarakatnya yang masih menganggap remeh, atau karena tuntutan hidup yang memang harus terus berjalan bagi pejuang sesuap nasi. 

Pekerja. Tentu saja ada berbagai macam reaksi pekerja dalam menghadapi situasi yang menegangkan ini, ada pekerja yang seharusnya dengan leluasa bisa memilih untuk #DiamDiRumah tapi mereka justru melanjutkan buka lapak tanpa peduli pada situasi-kondisi, ada pula pekerja yang benar-benar khawatir dan ingin #DiamDiRumah atau paling enggak #KerjaDariRumah demi sedikit membantu memutus penyebaran virus corona agar nggak semakin meluas tapi terhalang kebijakan atau karena kerjaannya memang nggak bisa dibawa pulang. Mau resign? Yakali, menentukan keputusan seperti ini nggak segampang membalik telapak tangan, Nder.. 

Selanjutnya, kembali ke alasan saya menulis postingan kali ini; curhat, curhat mengenai kegiatan saya selama melakoni pekerjaan di tengah wabah yang semakin parah. First of all, kalau belum tau saya kerja di industri apa, mungkin bisa mengintip di laman profil saya. 

Pertama kali kasus COVID-19 positif 1 dan 2 dipublikasikan oleh Bapak Presiden, jujur saya masih terbilang santai, menjalani kegiatan pergi dan pulang kerja pakai ojol seperti hari-hari biasa, pun makan siang di luar seakan semua sedang baik-baik saja. Bahkan sekitar 1 minggu setelah kasus konfirmasi tersebut diumumkan, kantor masih mengadakan agenda realisasi serah-terima kunci yang saat itu mengumpulkan 50+ orang, tapi pikir saya, dan mungkin user yang ikut agenda realisasi beserta notaris dan pihak bank-nya juga mikir kalau "belanda masih jauh", jadi nggak apa-apa lah lanjut realisasi, toh jauh hari user juga sudah melengkapi persyaratannya, daripada membatalkan undangan dan berujung nggak kebagian kuota KPR Subsidi, lebih baik menyiapkan alat pelindung diri dan banyak berdoa saja minta perlindungan Allah SWT. 

Alhamdulillah agenda realisasi berjalan lancar, dan tiba lah waktu saya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga, mengingat banyaknya user dari luar kota yang berhubungan face-to-face dengan saya pas realisasi, konsumsi vitamin C, yogurt, dan meminum air hangat jelas menjadi andalan selama akhir pekan demi kembalinya sistem imun yang sempat terganggu [read: mikirin agenda realisasi di tengah corona], sembari bermain dengan bocil sekaligus memindai lini masa Twitter yang penuh dengan update informasi tentang corona. Yang saya perhatikan saat itu adalah akun-akun yang digawangi oleh dokter mulai banyak bermunculan dan membagikan info terkait Covid-19, tapi satu yang selalu saya ingat: CUCI TANGAN PAKAI SABUN! Yak, intruksi itulah yang akhirnya selalu saya gemborkan ke anak-anak, ibu-bapak, dan adik-adik saya, nggak lupa membagikan berbagai info grafik yang berisi tips apa saja yang harus dilakukan selama corona outbreak. 
Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Senin tiba, kasus positif bertambah, ODP dan PDP mulai bermunculan, serta simpang-siur langkah pemerintah dalam menangani pandemik ini membuat saya sedikit kacau. Beberapa warga twitter dan media online pun ada yang membagikan hasil penelitian tentang virus corona yang bisa bertahan hidup selama berjam-jam di benda mati, mulai dari kayu, stainless, kaca, plastik dan beberapa benda mati lainnya, yang paling membuat saya stress adalah virus tersebut juga bisa bertahan hidup pada uang kertas... sementara... [tolong bacanya sambil dagdigdug berasa penasaran gitu ya, Gaes]. .. pada saat agenda realisasi, saya menerima begitu banyak pembayaran tunai dari user. Down? Banget! Tapi show must go on.. Bos saya senin datang dan jelas saya harus membuat rekap laporan biaya realisasi sekaligus serah-terima uang tersebut, dan meski sudah ada konfirmasi kasus positif, saat itu saya belum begitu peduli dengan pemakaian masker, mengingat gencarnya himbauan dari Bapak Yuri selaku Jubir penanganan Corona, bahkan WHO yang juga nggak merekomendasikan penggunaan masker bagi yang merasa badannya sehat karena akan mengganggu supply masker bagi yang benar-benar membutuhkan. Dan tentu, sebagai warga negara yang baik saya nurut dong nggak pakai masker. Tapi setelah membaca hasil penelitian tentang siklus hidup corona pada benda mati tersebut..  seketika saya kembali drop. Jelas saya langsung kepikiran kalau- kalau tanpa saya sadari saya adalah seorang carrier mengingat agenda realisasi yang saya ikuti sebelumnya mengumpulkan begitu banyak orang bahkan ada yang dari luar kota juga,  dan apakah uang tunai yang saya terima tanpa pelindung diri yang kurang [read: masker] itu benar-benar steril? Mbuhlah.. Akhirnya saya kembali pasrah dengan keadaan, tapi.. 

Yamasa baru berjuang setengah jalan sudah kalah duluan? Oke, waktunya kembali menyusun strategi untuk memulihkan pikiran saya yang sebelumnya bener-bener drop hanya karna uang kertas. Heran, kan, biasanya kalau pegang uang banyak itu yang ada hati berbunga-bunga, eh ini malah drop XD. Skip. 

Strategi saya saat itu adalah dengan mengurangi konsumsi berita negatif yang disebabkan oleh corona dan mengisinya dengan informasi yang lebih positif seperti penemuan - penemuan alat deteksi virus, jenis makanan apa yang harus dikonsumsi untuk menjaga imunitas tubuh, jumlah kasus yang sudah sembuh, dan tentu nggak ketinggalan info mengenai tanda-tanda yang menunjukkan infeksi gejala virus corona itu bagaimana, biar bisa antisipasi kalau-kalau orang di sekitar ada yang mengalami gejala tersebut, ya maklum Negara kita lagi masuk musim batuk-pilek juga kan, jadi harus tetap waspada.

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Credit: twitter @AnissSaadah / @InfoLMG

Salah satu website kesehatan yang menjadi sumber informasi mengenai COVID-19 bagi saya sendiri adalah Halodoc, mengingat sebelumnya ada mutual twitter yang retweet percakapan tentang bagaimana penularan virus saat terjadi banjir di layanan Chat dengan Dokter di aplikasinya — iya, selain harus antisipasi terhadap virus corona, beberapa daerah di tempat tinggal saya juga mengalami banjir setelah turun hujan 3 hari berturut-turut —, alhasil saya juga penasaran apa saja fitur yang ada di dalamnya dan ikut mengunduh Halodoc di playstore. Karena baru pertama kali menggunakan aplikasi kesehatan seperti Halodoc ini, jadi agak takjub juga sih, karena ternyata layanan yang ada di sana beragam dan membantu sekali, bahkan ada layanan chat dengan dokter yang menawarkan konsultasi gratis juga, tapi kalau menurut saya untuk hasil konsultasi yang maksimal dan biar nggak malu kalau banyak tanya, dengan membayar sekian rupiah pun sepertinya worth it, dan nilai plus lainnya adalah.. Dokternya muda-muda, Gaes [bacanya sambil bisik-bisik ya]. 


Dengan strategi sederhana ala saya ini, paling enggak seimbang lah asupan antara berita positif dan negatif yang dikonsumsi, tetap update perkembangan sekaligus bisa mengontrol emosi jiwa dan raga biar nggak terus-terusan stress baca berita negative vibes dari virus corona yang nggak ada habisnya. Toh salah satu faktor agar imun tetap kuat itu harus selalu berfikir positif dan tetap bahagia. Jadi... JANGAN LUPA BAHAGIA GAES!! Jangan lupa minum vitamin dan suplemen makanan juga, yaaa! 

Last.. Sebenarnya saya penasaran juga sih gimana cerita atau strategi teman-teman yang masih harus bekerja keluar rumah sementara corona outbreak masih menghantui ini.. Gimana? Cerita dong!


Sincerely,





Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan

with 41 comments

Media Sosial dan Pencitraan. Wah.. serem juga ya bahasannya ^^", tentunya sudah bukan hal baru bagi pegiat dunia maya saat dihadapkan dengan konten-konten berbau pencitraan, kelincahan jari netizen lebih dewa dibanding skenario ciptaan akun yang gemar bikin drama penuh halusinasi dan syarat akan sensani. Heran saja sih, padahal menjalani hidup apa adanya kan lebih asyique, ya nggak? Oke, kalau kamu belum tau bagaimana nikmatnya menjalani hidup apa adanya, cuek dan nggak FOMO untuk ketinggalan sebuah trend terbaru.. nih saya akan sedikit berbagi cerita bagaimana santai dan bahagianya hidup ketika kamu berhasil menjauh dari dunia yang penuh pencitraan dan menjalani hidup tanpa kepura-puraan:

Firstly. Jujur, saya sendiri sudah hampir 2 tahun ini sedikit melakukan social media distancing #ehehe, posting sewajarnya, apa adanya dan nggak terlalu memaksakan diri untuk mengikuti setiap konten yang sedang trend. Cukup menikmati setiap kelucuan dari konten kreatif para pegiat media sosial. Kenapa? Ya, karena saya nggak mau, sudah capek maksain diri membuat konten dengan konsep yang sedang trend biar dibilang up-to-date, pun nggak mau hidup dalam kepura-puraan. Pura-pura lucu padahal garing, pura-pura trendy padahal bikin kontennya setengah hati, pura-pura jatuh hati padahal sudah tak cinta lagi #skip

Selama menjalani social media distancing saya memiliki lebih banyak waktu luang untuk bersantai [read: nonton drakor, baca fanfiction, dan scrolling timeline-nya akun alter sebelah >.<], kembali lebih sering berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, terlebih saya nggak lagi hectic sendiri atau merasa terkucilkan ketika ketinggalan update timeline/feed media sosial yang sedang viral. Pokoknya santae kayak di pantae gitu deh..

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan
Memanfaatkan benda/barang di sekitar sebagai konten

Memang, sih.. Konsisten membagikan konten di media sosial itu bisa dibilang keren, tapi.. ketika kamu nggak bisa mengatur management waktu sekaligus finansial-mu, itu akan menjadi boomerang tersendiri bagimu. Yup! Kalau versi saya, waktu saya benar-benar berantakan. Mungkin karena jadwal saya yang terlalu padat merayap sebagai pekerja 8 jam per hari, jadi seringkali bolos dan nggak konsisten mengerjakan to-do-list yang sudah disiapkan sebelumnya. Nah.. daripada stress gara-gara ngejar deadline to-do-list serta mikirin konsep seperti apa yang bakal disajikan untuk konten, saya lebih memilih untuk sedikit vakum dari hectic-nya menjadi pegiat media sosial dan menikmati tenangnya menjadi silent reader; tertawa bahagia ketika melihat konten video atau gambar yang lucu dan mengangguk-ngangguk serius ketika membaca konten yang informatif sekaligus kreatif dari pegiat media sosial lain. Atau paling mepet kalau kangen update ya, manfaatin gambar hasil jepretan yang sudah ada di galeri hp. Sungguh, bahagia itu sederhana sekali, bukan?

Kalau dari segi financial management, nggak sedikit pegiat media sosial yang terlibat utang-piutang hanya demi konten yang menawan. Menurut kalian, perlu banget nggak sih, pinjam uang sana-sini demi memperoleh konten keren yang dipercaya bisa menggaet impression dan engagement tinggi? Karena sependek pengetahuan saya, beberapa pegiat media sosial yang kena spill soal utang-piutang itu justru akun-akun dengan gaya hidup mevvah ala sosialita yang suka jalan-jalan keliling dunia. Dari gambaran tersebut saja, sedikit-banyak kalian pasti tau kan gimana seramnya tanggung jawab dan resikonya kalau terlalu menjunjung tinggi pencitraan di media sosial tanpa dibarengi dengan kemampuan finansial yang oke?

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan
Membuat quote dengan aplikasi edit gambar
Padahal banyak konsep sederhana yang bisa dijadikan konten selain gaya hidup mevvah, kalau konsep sederhana versi saya adalah: mengambil gambar dari benda-benda yang ada di sekitar kita, cukup menatanya sedikit agar terlihat menarik atau bisa dengan mencoba kemampuan mengambil gambar agar menghasilkan foto yang lovable. Selain mengambil gambar benda di sekitar, bisa juga memanfaatkan template yang disediakan oleh aplikasi edit gambar atau desain grafis seperti canva, kita tinggal edit nambahin kata-kata bijak atau kalau mau repot sedikit bisa input gambar pribadi buat jadi kolase atau moodboard gitu.

Memanfaatkan pemandangan di sekitar sebagai konten
Nah, setelah mengambil gambar benda dan memanfaatkan aplikasi edit gambar atau desain grafis, target favorit saya berikutnya adalah pemandangan di sekitar. Mengambil gambar  desain interior suatu tempat yang menurut penglihatan saya estetik dan menarik, salah satu contohnya adalah gambar interior salah satu galeri IM3 Ooredoo di Kabupaten Lamongan yang pernah saya kunjungi ini

Menarikya, IM3 Ooredoo ini juga mendukung gaya hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan serta tanpa pencitraan ini melalui programnya yang bernama Freedom Internet. Wagelaseh.. saya pribadi sebagai pengguna program ini sangat terbantu, dari segi kecepatan internet maupun kuota yang membuat saya leluasa dalam berjelajah di berbagai social media. Bahkan produk telekomunikasi ini juga membuat video khusus untuk menunjukan dukungan mereka terhadap gaya hidup sederhana dengan menjadi diri sendiri dan tanpa kepura-puraan.



Pesan yang disampaikan dan dapat kita ambil dari video di atas adalah.. Mari kita menciptakan hidup bahagia secara sederhana dengan jalani hidup apa adanya. Tanpa pura-pura, tanpa pencitraan, dan tanpa syarat ketentuan!! Lego!!



Sincerely,




You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com