Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Wujudkan Impianmu Jadi Pro-Gamer Bersama digibank by DBS!

with Leave a Comment
Wujudkan Impianmu Jadi Pro-Gamer

Gaming memang jadi hobby yang bikin addicted. Apalagi di zaman sekarang di mana teknologi semakin canggih, banyak games baru bermunculan dan membuat kamu para gamer serasa semakin dimanjakan, misalnya saja kemunculan e-sports yang popularitasnya sedang meningkat di beberapa tahun terakhir.

Buat kamu yang memang serius menekuni hobby ini dan berniat untuk menjadi pro-gamer, ada beberapa peralatan gaming yang wajib kamu miliki, seperti:

1. Komputer khusus gaming

Banyak games biasanya memiliki size yang besar dan tidak bisa dimainkan di laptop atau komputer dengan spec biasa. Harga kumputer khusus gaming memang jauh lebih mahal dari laptop biasa, tetapi mampu menawarkan pengalaman gaming maksimal tanpa masalah.

2. Headset

Dalam dunia gaming, menggunakan headset yang berkualitas sangat diperlukan, terutama kalau kamu memainkan games interaktif. Headset yang baik juga harus nyaman digunakan di kepala kamu dan tidak menekan terlalu keras supaya kepala kamu tidak sakit.

3. Kursi Gaming

Walaupun kamu tentu bisa bermain game menggunakan kursi biasa, tapi sebaiknya kamu membeli kursi gaming yang berkualitas. Hal ini karena saat bermain game, kamu akan duduk cukup lama, dan bisa berakibat buruk bagi postur tubuh kamu apabila menggunakan kursi biasa. Selain itu, kursi gaming pun mampu memberikan kenyamanan yang lebih sehingga kamu bisa lebih fokus saat bermain games.

4. Microphone and webcam

Bagi kamu yang juga senang bermain game sambil melakukan live streaming, jangan lupa untuk membeli microphone dan webcam. Pilih yang sudah mendapatkan banyak review bagus dari penggunanya agar kamu dapat menghasilkan kualitas gambar dan suara yang jernih.

Baik kamu bermain game hanya sebagai hobby atau kamu tekuni dengan serius, nggak ada salahnya kan untuk membekali diri dengan gaming equipment yang high quality? Nah, digibank by DBS mengerti banget kebutuhan kamu itu, makanya ada produk digibank KTA di mana kamu bisa mengajukan pinjaman sampai sebesar Rp 80 juta.

Ada banyak banget keunggulan digibank KTA yang bisa kamu rasakan lho, misalnya saja:

- Bebas ribet karena kamu cuma butuh 2 dokumen saja, yaitu e-KTP dan NPWP
- Bisa apply online di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi digibank by DBS atau melalui website go.dbs.com/kta
- Approval cepat dalam 60 detik
- Dana langsung cair ke rekening digibank by DBS hingga Rp 80 juta
- Bunga kompetitif mulai dari 0.95%,
- Aman dan terpercaya sudah terdaftar di OJK

Nah, langkah selanjutnya adalah mengajukan proses aplikasi digibank KTA. Bagi kamu yang belum menjadi nasabah, caranya adalah:
1. Apply di go.dbs.com/kta
2. Persetujuan kredit cepat dalam 60 detik
3. Download Aplikasi digibank by DBS
4. Verifikasi Biometrik dengan agen digibank by DBS
5. Cair langsung ke rekening digibank hingga 80 juta

Sementara bagi kamu yang sudah menjadi nasabah, cukup melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Klik Personal Loan di menu utama Aplikasi digibank by DBS
2. Lengkapi data diri
3. Tunggu konfirmasi persetujuan kredit dalam 60 detik
4. Pilih limit pinjaman dan tenor yang diinginkan
5. Dana cair secara real-time hingga Rp 80 juta

Selain kemudahan proses peminjaman, kamu pun akan dipermudah saat akan membayar tagihan setiap bulannya. Ada beberapa tempat di mana kamu bisa melakukan pembayaran, yaitu:

— Layanan Autodebit

> Isi saldo rekening tabungan digibank kamu melalui menu transfer / pemindahbukuan antar bank di ATM Bersama / Prima atau Mobile / Internet Banking
> Pilih bank tujuan PT Bank DBS Indonesia atau masukkan kode bank 046 dan masukan kode bank 046 diikuti nomor rekening tabungan digibank kamu. Contoh: 046 + Nomor rekening tabungan digibank-mu
> Ikuti instruksi berikutnya.
> Untuk melihat nomor rekening tabungan digibank kamu, klik "Lihat Rekening" pada halaman utama di Aplikasi digibank by DBS

— Jaringan ATM Bersama / Prima

Pilih "Transfer/Pemindahbukuan" dan masukkan Kode Bank diikuti Nomor Rekening Tujuan. Contoh: 046 + Nomor Rekening Pinjaman digibank KTA-mu
Ikuti Instruksi selanjutnya

— Outlet Indomaret

Sebutkan nomor rekening tabungan digibank atau nomor pinjaman digibank KTA kamu kepada kasir Indomaret.
Konfirmasi nomor rekening tabungan digibank atau nomor pinjaman digibank KTA dan pastikan jumlah yang ditagihkan sudah sesuai.
Lakukan pembayaran dengan uang tunai atau kartu debit.
Simpan struk yang diberikan oleh kasir sebagai bukti pembayaran digibank KTA
Pembayaran dapat dilakukan di seluruh outlet Indomaret di Indonesia, dan akan diproses paling cepat dalam waktu 3 hari kerja
Kamu dapat memeriksa riwayat pembayaran terakhir kamu melalui aplikasi digibank by DBS.

Mulai dari proses pengajuan kredit cepat cair sampai proses pembayaran yang mudah adalah bukti bahwa DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan digibank sebagai digital banking terbaik. Oleh karena itu, yuk segera ajukan aplikasi kredit kamu bersama digibank by DBS supaya kamu bisa terus bermain game dengan seru!



Sincerely,
Wujudkan Impianmu Jadi Pro-Gamer











***

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

with 16 comments

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

Keresahan akan corona outbreak akhirnya berhasil membuat saya kembali curhat di blog ini. Keresahan tentang physical distance, quarantine, lockdown, dan istilah-istilah asing lainnya yang menjadi booming di tengah merajalelanya wabah ini namun seakan kurang cukup untuk bisa menyampaikan makna sesungguhnya dari pesan tersebut. Antara masyarakatnya yang masih menganggap remeh, atau karena tuntutan hidup yang memang harus terus berjalan bagi pejuang sesuap nasi. 

Pekerja. Tentu saja ada berbagai macam reaksi pekerja dalam menghadapi situasi yang menegangkan ini, ada pekerja yang seharusnya dengan leluasa bisa memilih untuk #DiamDiRumah tapi mereka justru melanjutkan buka lapak tanpa peduli pada situasi-kondisi, ada pula pekerja yang benar-benar khawatir dan ingin #DiamDiRumah atau paling enggak #KerjaDariRumah demi sedikit membantu memutus penyebaran virus corona agar nggak semakin meluas tapi terhalang kebijakan atau karena kerjaannya memang nggak bisa dibawa pulang. Mau resign? Yakali, menentukan keputusan seperti ini nggak segampang membalik telapak tangan, Nder.. 

Selanjutnya, kembali ke alasan saya menulis postingan kali ini; curhat, curhat mengenai kegiatan saya selama melakoni pekerjaan di tengah wabah yang semakin parah. First of all, kalau belum tau saya kerja di industri apa, mungkin bisa mengintip di laman profil saya. 

Pertama kali kasus COVID-19 positif 1 dan 2 dipublikasikan oleh Bapak Presiden, jujur saya masih terbilang santai, menjalani kegiatan pergi dan pulang kerja pakai ojol seperti hari-hari biasa, pun makan siang di luar seakan semua sedang baik-baik saja. Bahkan sekitar 1 minggu setelah kasus konfirmasi tersebut diumumkan, kantor masih mengadakan agenda realisasi serah-terima kunci yang saat itu mengumpulkan 50+ orang, tapi pikir saya, dan mungkin user yang ikut agenda realisasi beserta notaris dan pihak bank-nya juga mikir kalau "belanda masih jauh", jadi nggak apa-apa lah lanjut realisasi, toh jauh hari user juga sudah melengkapi persyaratannya, daripada membatalkan undangan dan berujung nggak kebagian kuota KPR Subsidi, lebih baik menyiapkan alat pelindung diri dan banyak berdoa saja minta perlindungan Allah SWT. 

Alhamdulillah agenda realisasi berjalan lancar, dan tiba lah waktu saya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga, mengingat banyaknya user dari luar kota yang berhubungan face-to-face dengan saya pas realisasi, konsumsi vitamin C, yogurt, dan meminum air hangat jelas menjadi andalan selama akhir pekan demi kembalinya sistem imun yang sempat terganggu [read: mikirin agenda realisasi di tengah corona], sembari bermain dengan bocil sekaligus memindai lini masa Twitter yang penuh dengan update informasi tentang corona. Yang saya perhatikan saat itu adalah akun-akun yang digawangi oleh dokter mulai banyak bermunculan dan membagikan info terkait Covid-19, tapi satu yang selalu saya ingat: CUCI TANGAN PAKAI SABUN! Yak, intruksi itulah yang akhirnya selalu saya gemborkan ke anak-anak, ibu-bapak, dan adik-adik saya, nggak lupa membagikan berbagai info grafik yang berisi tips apa saja yang harus dilakukan selama corona outbreak. 
Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Senin tiba, kasus positif bertambah, ODP dan PDP mulai bermunculan, serta simpang-siur langkah pemerintah dalam menangani pandemik ini membuat saya sedikit kacau. Beberapa warga twitter dan media online pun ada yang membagikan hasil penelitian tentang virus corona yang bisa bertahan hidup selama berjam-jam di benda mati, mulai dari kayu, stainless, kaca, plastik dan beberapa benda mati lainnya, yang paling membuat saya stress adalah virus tersebut juga bisa bertahan hidup pada uang kertas... sementara... [tolong bacanya sambil dagdigdug berasa penasaran gitu ya, Gaes]. .. pada saat agenda realisasi, saya menerima begitu banyak pembayaran tunai dari user. Down? Banget! Tapi show must go on.. Bos saya senin datang dan jelas saya harus membuat rekap laporan biaya realisasi sekaligus serah-terima uang tersebut, dan meski sudah ada konfirmasi kasus positif, saat itu saya belum begitu peduli dengan pemakaian masker, mengingat gencarnya himbauan dari Bapak Yuri selaku Jubir penanganan Corona, bahkan WHO yang juga nggak merekomendasikan penggunaan masker bagi yang merasa badannya sehat karena akan mengganggu supply masker bagi yang benar-benar membutuhkan. Dan tentu, sebagai warga negara yang baik saya nurut dong nggak pakai masker. Tapi setelah membaca hasil penelitian tentang siklus hidup corona pada benda mati tersebut..  seketika saya kembali drop. Jelas saya langsung kepikiran kalau- kalau tanpa saya sadari saya adalah seorang carrier mengingat agenda realisasi yang saya ikuti sebelumnya mengumpulkan begitu banyak orang bahkan ada yang dari luar kota juga,  dan apakah uang tunai yang saya terima tanpa pelindung diri yang kurang [read: masker] itu benar-benar steril? Mbuhlah.. Akhirnya saya kembali pasrah dengan keadaan, tapi.. 

Yamasa baru berjuang setengah jalan sudah kalah duluan? Oke, waktunya kembali menyusun strategi untuk memulihkan pikiran saya yang sebelumnya bener-bener drop hanya karna uang kertas. Heran, kan, biasanya kalau pegang uang banyak itu yang ada hati berbunga-bunga, eh ini malah drop XD. Skip. 

Strategi saya saat itu adalah dengan mengurangi konsumsi berita negatif yang disebabkan oleh corona dan mengisinya dengan informasi yang lebih positif seperti penemuan - penemuan alat deteksi virus, jenis makanan apa yang harus dikonsumsi untuk menjaga imunitas tubuh, jumlah kasus yang sudah sembuh, dan tentu nggak ketinggalan info mengenai tanda-tanda yang menunjukkan infeksi gejala virus corona itu bagaimana, biar bisa antisipasi kalau-kalau orang di sekitar ada yang mengalami gejala tersebut, ya maklum Negara kita lagi masuk musim batuk-pilek juga kan, jadi harus tetap waspada.

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Credit: twitter @AnissSaadah / @InfoLMG

Salah satu website kesehatan yang menjadi sumber informasi mengenai COVID-19 bagi saya sendiri adalah Halodoc, mengingat sebelumnya ada mutual twitter yang retweet percakapan tentang bagaimana penularan virus saat terjadi banjir di layanan Chat dengan Dokter di aplikasinya — iya, selain harus antisipasi terhadap virus corona, beberapa daerah di tempat tinggal saya juga mengalami banjir setelah turun hujan 3 hari berturut-turut —, alhasil saya juga penasaran apa saja fitur yang ada di dalamnya dan ikut mengunduh Halodoc di playstore. Karena baru pertama kali menggunakan aplikasi kesehatan seperti Halodoc ini, jadi agak takjub juga sih, karena ternyata layanan yang ada di sana beragam dan membantu sekali, bahkan ada layanan chat dengan dokter yang menawarkan konsultasi gratis juga, tapi kalau menurut saya untuk hasil konsultasi yang maksimal dan biar nggak malu kalau banyak tanya, dengan membayar sekian rupiah pun sepertinya worth it, dan nilai plus lainnya adalah.. Dokternya muda-muda, Gaes [bacanya sambil bisik-bisik ya]. 


Dengan strategi sederhana ala saya ini, paling enggak seimbang lah asupan antara berita positif dan negatif yang dikonsumsi, tetap update perkembangan sekaligus bisa mengontrol emosi jiwa dan raga biar nggak terus-terusan stress baca berita negative vibes dari virus corona yang nggak ada habisnya. Toh salah satu faktor agar imun tetap kuat itu harus selalu berfikir positif dan tetap bahagia. Jadi... JANGAN LUPA BAHAGIA GAES!! Jangan lupa minum vitamin dan suplemen makanan juga, yaaa! 

Last.. Sebenarnya saya penasaran juga sih gimana cerita atau strategi teman-teman yang masih harus bekerja keluar rumah sementara corona outbreak masih menghantui ini.. Gimana? Cerita dong!


Sincerely,





Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan

with 43 comments

Media Sosial dan Pencitraan. Wah.. serem juga ya bahasannya ^^", tentunya sudah bukan hal baru bagi pegiat dunia maya saat dihadapkan dengan konten-konten berbau pencitraan, kelincahan jari netizen lebih dewa dibanding skenario ciptaan akun yang gemar bikin drama penuh halusinasi dan syarat akan sensani. Heran saja sih, padahal menjalani hidup apa adanya kan lebih asyique, ya nggak? Oke, kalau kamu belum tau bagaimana nikmatnya menjalani hidup apa adanya, cuek dan nggak FOMO untuk ketinggalan sebuah trend terbaru.. nih saya akan sedikit berbagi cerita bagaimana santai dan bahagianya hidup ketika kamu berhasil menjauh dari dunia yang penuh pencitraan dan menjalani hidup tanpa kepura-puraan:

Firstly. Jujur, saya sendiri sudah hampir 2 tahun ini sedikit melakukan social media distancing #ehehe, posting sewajarnya, apa adanya dan nggak terlalu memaksakan diri untuk mengikuti setiap konten yang sedang trend. Cukup menikmati setiap kelucuan dari konten kreatif para pegiat media sosial. Kenapa? Ya, karena saya nggak mau, sudah capek maksain diri membuat konten dengan konsep yang sedang trend biar dibilang up-to-date, pun nggak mau hidup dalam kepura-puraan. Pura-pura lucu padahal garing, pura-pura trendy padahal bikin kontennya setengah hati, pura-pura jatuh hati padahal sudah tak cinta lagi #skip

Selama menjalani social media distancing saya memiliki lebih banyak waktu luang untuk bersantai [read: nonton drakor, baca fanfiction, dan scrolling timeline-nya akun alter sebelah >.<], kembali lebih sering berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, terlebih saya nggak lagi hectic sendiri atau merasa terkucilkan ketika ketinggalan update timeline/feed media sosial yang sedang viral. Pokoknya santae kayak di pantae gitu deh..

Memanfaatkan benda/barang di sekitar sebagai konten
Memang, sih.. Konsisten membagikan konten di media sosial itu bisa dibilang keren, tapi.. ketika kamu nggak bisa mengatur management waktu sekaligus finansial-mu, itu akan menjadi boomerang tersendiri bagimu. Yup! Kalau versi saya, waktu saya benar-benar berantakan. Mungkin karena jadwal saya yang terlalu padat merayap sebagai pekerja 8 jam per hari, jadi seringkali bolos dan nggak konsisten mengerjakan to-do-list yang sudah disiapkan sebelumnya. Nah.. daripada stress gara-gara ngejar deadline to-do-list serta mikirin konsep seperti apa yang bakal disajikan untuk konten, saya lebih memilih untuk sedikit vakum dari hectic-nya menjadi pegiat media sosial dan menikmati tenangnya menjadi silent reader; tertawa bahagia ketika melihat konten video atau gambar yang lucu dan mengangguk-ngangguk serius ketika membaca konten yang informatif sekaligus kreatif dari pegiat media sosial lain. Atau paling mepet kalau kangen update ya, manfaatin gambar hasil jepretan yang sudah ada di galeri hp. Sungguh, bahagia itu sederhana sekali, bukan?

Kalau dari segi financial management, nggak sedikit pegiat media sosial yang terlibat utang-piutang hanya demi konten yang menawan. Menurut kalian, perlu banget nggak sih, pinjam uang sana-sini demi memperoleh konten keren yang dipercaya bisa menggaet impression dan engagement tinggi? Karena sependek pengetahuan saya, beberapa pegiat media sosial yang kena spill soal utang-piutang itu justru akun-akun dengan gaya hidup mevvah ala sosialita yang suka jalan-jalan keliling dunia. Dari gambaran tersebut saja, sedikit-banyak kalian pasti tau kan gimana seramnya tanggung jawab dan resikonya kalau terlalu menjunjung tinggi pencitraan di media sosial tanpa dibarengi dengan kemampuan finansial yang oke?

Membuat quote dengan aplikasi edit gambar
Padahal banyak konsep sederhana yang bisa dijadikan konten selain gaya hidup mevvah, kalau konsep sederhana versi saya adalah: mengambil gambar dari benda-benda yang ada di sekitar kita, cukup menatanya sedikit agar terlihat menarik atau bisa dengan mencoba kemampuan mengambil gambar agar menghasilkan foto yang lovable. Selain mengambil gambar benda di sekitar, bisa juga memanfaatkan template yang disediakan oleh aplikasi edit gambar atau desain grafis seperti canva, kita tinggal edit nambahin kata-kata bijak atau kalau mau repot sedikit bisa input gambar pribadi buat jadi kolase atau moodboard gitu.

Memanfaatkan pemandangan di sekitar sebagai konten
Nah, setelah mengambil gambar benda dan memanfaatkan aplikasi edit gambar atau desain grafis, target favorit saya berikutnya adalah pemandangan di sekitar. Mengambil gambar  desain interior suatu tempat yang menurut penglihatan saya estetik dan menarik, salah satu contohnya adalah gambar interior salah satu galeri IM3 Ooredoo di Kabupaten Lamongan yang pernah saya kunjungi ini

Menarikya, IM3 Ooredoo ini juga mendukung gaya hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan serta tanpa pencitraan ini melalui programnya yang bernama Freedom Internet. Wagelaseh.. saya pribadi sebagai pengguna program ini sangat terbantu, dari segi kecepatan internet maupun kuota yang membuat saya leluasa dalam berjelajah di berbagai social media. Bahkan produk telekomunikasi ini juga membuat video khusus untuk menunjukan dukungan mereka terhadap gaya hidup sederhana dengan menjadi diri sendiri dan tanpa kepura-puraan.



Pesan yang disampaikan dan dapat kita ambil dari video di atas adalah.. Mari kita menciptakan hidup bahagia secara sederhana dengan jalani hidup apa adanya. Tanpa pura-pura, tanpa pencitraan, dan tanpa syarat ketentuan!! Lego!!



Sincerely,




Treatment Wajah Beruntusan & Minyak Berlebih dengan Love Nature

with Leave a Comment


Treatment Wajah Beruntusan & Minyak Berlebih pada Area Hidung dengan Love Nature
Skincare, bahasan yang sekarang ini lagi banyak digemari perempuan maupun laki-laki, mengingat perubahan ekstrem iklim cuaca yang bisa berpengaruh ke kesehatan kulit, berbagai jenis produk perawatan kulit pun mulai banyak dicari, terlebih bagi mereka yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Alhasil, puluhan thread skincare di twitter seketika menjadi primadona di tab bookmark saya, ya.. meski sama sekali belum pernah ada yang saya coba. Tapi tentu, saya bukan skincare expert yang bakal membahas seluk-beluk skincare secara mendalam.

Melalui tulisan pertama di tahun 2020 ini, saya bakal cerita tentang skincare treatment yang baru pertamakali saya coba, yakni paket skincare lengkap dari produk Oriflame Love Nature untuk Oily Skin: gel wash, mask & scrub, toner, dan face lotion. Jujur, baru kali ini saya bener-bener rajin merhatiin perawatan kulit wajah, hal tersebut karena munculnya beruntus di rahang kiri-kanan serta area T di wajah saya yang belakangan lagi pengen dimanjah, pori-pori, minyak berlebih dan komedo yang biasanya hilang hanya dengan sekali facial biasa di salon, mereka nggak mau pergi ketika saya sudah melakukan facial untuk kali ke dua dalam kurun waktu dua minggu. Jelas saya insecure sekali, takut kenapa-kenapa, apalagi ditambah beruntusan di area rahang akibat penggunaan produk aloe vera yang ternyata nggak semua jenis kulit cocok dengan produk terkenal asal negeri gingseng berbahan lidah buaya di mana adek-adek gemasku yang jadi BA-nya tersebut.

Berbagai thread skincare di tab bookmark twitter saya baca, tips yang dibagikan akun kecantikan di Instagram saya kumpulkan, namun nggak ada 1 pun dari mereka yang saya praktikkan, alasannya? Takut nggak cocok dan semakin parah :(. Yah.. setakut itu saya untuk mencoba keluar dari zona nyaman. :')

Tapi berhubung sekitar awal desember lalu saya mendapat tawaran untuk mencoba produk Oriflame dari salah satu teman blogger Lamongan, akhirnya saya memberanikan diri beranjak dari zona nyaman yang saya agung-agungkan dan memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Setelah sedikit melakukan "sesi konsultasi", katalog online Oriflame pun dikirim melalui chat whatsapp. Meski bisa memilih sesuka hati, tetap kebutuhan harus lebih didahulukan daripada keinginan, fokus saya saat itu adalah permasalahan beruntus di rahang dan area T zone yang lagi parah-parahnya, jadi produk yang masuk dalam incaran tentu hanya pada varian yang memang disediakan untuk permasalahan kulit wajah tersebut. Dan pasti yang sudah menyediakan 1 paket produk perawatan tanpa saya harus pusing cari padu-padannya.

Setelah membaca dan membolak-balik katalog online oriflame, pilihan saya jatuh kepada set produk dengan Varian Love Nature with Organic Tea Tree & Lime. Saat menetapkan pilihan pada varian ini, tentu sebelumnya saya sudah sedikit melakukan penelitian kecil-kecilan (read: browsing), apa saja kandungan dan manfaat dari Daun Teh dan Jeruk Nipis bagi kulit wajah.

Manfaat dari tea tree oil seperti yang sudah saya baca di beberapa website kecantikan sendiri adalah untuk;

- Membuka kelenjar minyak yang tersumbat sehingga bisa mencegah bakal tumbuhnya jerawat. Pikir saya, mungkin salah satu penyebab beruntus di rahang adalah tersumbatnya kelenjar minyak yang dimaksud, jadi masuklah 1 poin untuk Love Nature with Organic Tea Tree & Lime dari Oriflame ini.

- Selain itu, beberapa juga menyebutkan bahwa tea tree oil bisa membersihkan minyak berlebih di wajah berjerawat, ya meskipun di sini kondisi wajah saya hanya pada tahap beruntusan, tapi manfaatnya yang bisa membersihkan minyak berlebih sudah cukup menarik perhatian, cukuplah untuk dijadikan poin tambahan #halah.

- Yang paling penting adalah.. tea tree oil juga memiliki kemampuan untuk mengeringkan komedo serta noda hitam yang ada di area hidung, sekaligus menenangkan pori-pori penyebab jerawat. Duh, kira-kira bisa bikin hati yang galau jadi tenang juga nggak, ya? #skip.

Dari banyaknya manfaat tea tree oil yang sudah saya baca, Love Nature with Organic Tea Tree & Lime ini sudah bisa dibilang berhasil memikat separuh hatiku, lho #uhuk. Lalu bagaimana dengan kombinasi lime-nya? Baiklah.. time to jadi detektif dadakan lageee.. Kali ini dengan target "apa sih manfaat serta khasiat lime atau dalam bahasa biasa dinamakan jeruk nipis ini?" Ingat, jeruk nipis dan bukan lemon!

Jadi setelah baca review dari beberapa website kecantikan maupun kesehatan, manfaat jeruk nipis ini hampir sama dengan tea tree oil; membersihkan minyak berlebih di wajah, mengecilkan por-pori kulit, menyamarkan bekas jerawat & flek hitam, dan nilai lebihnya adalah.. jeruk nipis juga memiliki manfaat untuk meremajakan kulit serta mencerahkan wajah.  Nah, paket lengkap banget, kan!

Dari sekian banyak manfaat yang ditawarkan, jadilah produk oriflame dengan varian Love Nature with Organic Tea Tree & Lime ini masuk dalam "keranjang belanja" saya. Lalu, bagaimana dengan hasil pemakaian yang sudah saya rasakan selama hampir 3 bulan ini? Yes. Dengan 1 set produk yang masing-masing berisi; Purifying Gel Wash 125ml, Purifying Toner 150ml, Mattifying Face Lotion 50ml, Purifying 2in1 Mask & Scrub paket tersebut bisa digunakan selama hamlir3 3 bulan dengan pemakaian wajar pagi dan sore. Untuk hasil yang saya peroleh sendiri terbilang bervariasi dari masing-masing produk,

- Purifying Gel Wash 125ml
Karena cuci muka adalah urutan pertama ketika akan memakai skincare, maka purifying gel wash love nature menempati posisi ke 1 dalam review kali ini. Jadi selama pemakaian kurleb 3 bulan, hasil yang saya rasakan cukup oke, dan mungkin karena dia teksturnya agak cair, jadi setelah cuci muka pakai purifying gel wash ini wajah terasa licin, meski demikian, setelah dikeringkan efek licin tersebut hilang dan wajah berubah jadi lebih lembab. Sebenarnya saya kurang suka dengan after effect-nya yang membuat wajah jadi licin, tapi asal hasil akhirnya cukup mendekati ekspektasi.. It's not a big deal lah.

- Purifying Toner 150ml, 
Nah, dari ke 4 produk Love Nature Organic Tea Tree & Lime by Oriflame ini, paling favorit versi saya adalah produk dengan urutan pemakaian ke 2: Purifying Toner. Hasil yang saya peroleh dari produk ini terasa nyata banget. Untuk after effect pemakaiannya, kalau botol toner diguncang/dikocok terlalu keras sebelum pemakaian, maka efek di wajah akan sedikit berbusa, jadi saran saya kalem aja guncangin botolnya, dan secukupnya juga ngasih cairan tonernya di kapas. Karena.. kalau kebanyakan bisa-bisa busanya makin banyak, terus kayak balik cuci muka lagi -__-. Tapi overall saya cukup puas dengan hasil yang diberikan oleh toner ini, beruntusan di rahang sedikit demi sedikit jadi kering dan gampang dibersihkan. Bintang 4 lah pokonya. 

- Mattifying Face Lotion 50ml, 
Setelah mengaplikasikan toner, produk ke 3 yang digunakan adalah face lotion. Yak, seperti lotion pada umumnya, face lotion ini juga memiliki tekstur yang agak cair [semacam body lotion], dan sama dengan after effect pemakaian Gel Wash, wajah jadi terasa licin bahkan setelah face lotion sudah diaplikasikan secara merata. Untuk hasil pemakaian yang saya rasakan sendiri nggak begitu signifikan, hanya saja.. selama kulit wajah nggak menunjukkan respon negatif, it's okay lah buat lanjut pemakaiannya. 

- Purifying 2in1 Mask & Scrub
Last review, neh.. Masker dan Scrub wajah! Pemakaiannya cukup 1-3 kali dalam seminggu, akan tetapi.. ketika pemakaian ke 2, kulit wajah saya menunjukkan tanda-tanda ketidak cocokan, jadi mau-nggak-mau saya harus rela untuk berhenti setelah pemakaian ke 2 tersebut. Tapi.. Dalam hal ini, seperti yang sudah kita tahu pada umumnya, kulit wajah masing-masing orang kan berbeda, tuh. Meskipun nggak cocok untuk kulit wajah saya, nggak menutup kemungkinan kalau Masker & Scrub Love Nature Organic Tea Tree & Lime by Oriflame ini bisa berjodoh dengan kulit wajahmu, Beb. Jadi nggak ada salahnya mencoba, barangkali dengan sedikit berani beranjak dari zona nyaman, kamu jadi punya pengalaman yang bisa dibagikan. Just like the reason of this blogpost #halah.

Baiklah, sekian review skincare ala #DigitaLife. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat buat para pembaca yang budiman.


Salam :)
Treatment Wajah Beruntusan & Minyak Berlebih dengan Love Nature
















Yeay! Akhirnya Kakak Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

with 6 comments
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

Sempat pasrah..


Itu yang saya rasakan ketika Kakak menjadi salah satu anak yang ketinggalan jauh juz ngajinya dibanding sama teman-teman seangkatannya.



Dulu pas awal-awal mulai ngaji, dia emang sering banget diajakin ayah sambang ke rumah mbah buk-nya di Tuban, bahkan nggak cuma di awal saja, bisa dibilang hampir tiap sore. Dan karena jadwal ngajinya juga habis ashar, jadi mau ndak mau kakak bolos ngaji. Sempat kesel sama ayahnya, tapi ya kalau nggak sambang, kasihan mbah buk juga tinggal sendirian di rumah. Akhirnya saya yang harus mengalah, belajar berdamai dengan emosi dan keadaan. Tapi tetap saja, pas kenaikan kelas 5, saya balik galau lagi, lihat teman-teman kakak mulai naik tingkat dari Tilawati ke Al Qur'an. Seketika itu juga, saya mulai memberi pengertian dan bilang ke ayahnya, karena sudah kelas 5, jangan sering-sering diajak perginya, biar dia bisa lebih fokus ngaji mengejar ketertinggalan, kasihan juga kalau ketinggalan jauh sendiri.



Akhirnya setelah sedikit adu argumen sambil bermanja-manja ria #uhuk, titik terang mulai ditemukan: kita ikut sambang mbah buk-nya pas libur sabtu-minggu saja, jadi nggak sering-sering bolos. Saatitu jadwal ngajinya juga diubah dari habis ashar menjadi habis maghrib, istirahat sepulang sekolah pun bisa sedikit agak lama dan cukup untuk mempersiapkan diri menerima "pelajaran" baru, kakak mulai rajin juga dong berangkat ngajinya. Sampai suatu hari saya baru tahu, di tas ngaji kakak sudah ada Al Qur'an dan bukan lagi Tilawati. Waktu itu sudah mepet waktu sholat maghrib, jadi saya nggak bisa langsung mengintrogasi dia, karena mau jamaah di musholla, alhasil cuma bisa menebak-nebak saja. Setelah jamaah isya' dan sepulang dia ngaji, saya akhirnya bertanya ke kakak. "Kak, kok yang dibawa di tas ngaji sekarang Al Qur'an, kak? Kok bukan Tilawati?".. Soalnya terakhir saya lihat buku prestasi ngajinya itu dia masih Tilawati Juz 5 akhir, Si kakak jawab, sambil malu-malu dia bilang kalau sama ustadzah-nya sudah disuruh pindah ke Al Qur'an. Setelah saya simak baca tilawatinya, ternyata memang bacaanya sudah lumayan lancar, baca hijaiyah bersambung pun nggak putus-putus kayak dulu, meski tajwidnya masih perlu diasah lagi, tapi kata ustadzah bisa belajar pelan-pelan sambil memulai juz 1 Al Quran. Buibu, Pasti faham bagaimana bahagianya saya setelah ber-galau-galau ria karena ketertinggalannya #halah.



Kabar  bahagia nggak berhenti di situ saja, beberapa hari kemudian saya menerima kabar yang membuat hati saya kembali berbunga-bunga, setelah mendadak naik tingkat ke Al Quran, kakak katanya mau diikutkan wisuda TPQ/TPA juga. Duh.. terharu akutuuuh. Baru.. saja naik tingkat Al Quran, eh.. nggak lama kemudian dapat kabar kalau mau diikutsertakan wisuda.. campur aduk banget, takut kakak nggak bisa tes-nya, takut ini - takut itu.. tapi tetap, kebahagiaan mengalahkan segalanya.



Karena nggak lama kemudian, segala ketakutan saya terjawab ketika saya tahu ada jam ngaji tambahan setelah sholat subuh, termasuk adanya jadwal "penggemblengan" kakak selama kurang-lebih 9 bulan. Ya.. meskipun bolos tetap kadang dilakukan. Tapi saya salut sama si kakak yang seketika jadi rajin banget, tanpa "digremengi" mamah-nya dia sudah paham akan tanggung jawabnya untuk bangun pagi, sholat subuh dan dilanjut ikut ngaji.

Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ




Btw.. sudah ada yang tau proses yang harus dilakukan sebelum wisuda TPQ/TPA itu seperti apa nggak sih? Apa??? Sudah???

Okelah, meskipun sudah pada tahu, saya tetap mau cerita tentang wisuda ini #lah. Jadi seperti halnya pendidikan formal (sekolah ataupun kuliah), sebelum wisuda TPQ/TPA ini dilaksanakan, para santriwan-santriwati harus mengikuti test munaqosah. Apa itu tes munaqosah? Kalau versi cerita dari kakak, peserta test harus bisa menghafal surat-surat pendek yang terdapat pada juz 30 di Al Qur'an. Nggak semua, tergantung ustadz/ustadzah-nya minta dibacakan surat apa, jadi semacam acak gitu, kalau kakak sendiri mendapat tugas untuk membaca 4 surat, yakni: Do'a Iftitah versi panjang (Seperti yang dibaca di film Hafalan Sholat Delisa), Al-Mu'minuun, Al-Lahab dan surat terakhir adalah An Naba'.

Untuk Jadwal munaqosah-nya sendiri dilaksanakan 2 minggu sebelum wisuda, bertepatan pada hari Jumat, 1 November 2019. Saya yang saat itu nggak bisa menyaksikan langsung test munaqosah-nya, hanya bisa berdoa semoga kakak diberi kelancaran. Setelah munaqosah selesai, saatnya hari yang dinanti tiba, Wisuda XXVII Santriwan - Santriwati Taman Pendidikan Al Qur'an yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 November 2019 di Gedung Olah Raga kabupaten Lamongan. Duh, deg-deg-an-nya itu, lho..

Sempat mellow pas malamnya nyetrika jubah wisuda si kakak, keinget gimana dulu resahnya saya pas kakak ngajinya tertinggal jauh, dan akhirnya sadar diri juga sih, absensi kakak saja berantakan, mau sejajar sama yang rajin ngaji gimana?? Tetap sajayang penting bisa ngaji lancar, tajwidnya baik, mau butuh waktu berapa lama pun nggak masalah, toh belajar memang nggak sekali baca langsung bisa, belajar nggak pernah ada batasnya. Bahkan pepatah bilang "Belajarlah Sampai ke Negeri Cina". Dan ada juga kata-kata bijak yang mengungkapkan bahwa belajar itu tak mengenal batas usia..

Wah.. jadi panjang nih curhatnya. Baiklah sekian curhat dari mamak-mamak yang lagi bahagia banget. Proud of You Son!!


Sincerely,
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ










You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com