Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me

Mochaddicted [Sedikit Tentang Sejarah Mocha]

with 10 comments
Kopi. Semua lidah orang Indonesia memiliki kecocokan dengan rasa pahit kopi, maybe. Mulai dari lelaki-perempuan, pria-wanita, serta tua maupun muda. Bahkan, jika saja kopi tidak memiliki efek tertentu, atau baik untuk semua umur. Anak kecil pun pasti akan suka dengan rasa dan aroma kopi yang menenangkan. Tapi, sayangnya, untuk batasan umur dan beberapa orang yang belum terbiasa mengkonsumsi kopi, kopi akan menimbulkan rasa kembung di perut. Selain karena kesalahan dalam pengolahan yang kurang tepat, bisa saja di karenakan, waktu penyeduhan, air yang digunakan belum cukup panas atau matang. Setidaknya itulah yang pernah saya alami.

"Pondok Bambu" A Place To Remember

with 12 comments
Ada yang pernah menuntut ilmu di Pondok Pesantren nggak? Pondok Pesantren. Identik dengan kebersamaan. Identik dengan keceriaan. Identik dengan kesedihan. Dan.. Di sana, kita bisa saling berbagi. Tentang segala hal. Agar kita bisa saling mengerti.

Pondok Bambu
Source: Ilustrasi I
Al-Ishlah Islamic Boarding School. Pondok pesantren (yang dalam blogpost kali ini akan saya sebut dengan Pondok Bambu. Alasannya... Baca sampai selesai, dong.. :p) sekaligus Instansi Pendidikan SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung-Paciran-Lamongan. Tempat di mana saya menuntut ilmu dari tahun 2001 s/d 2004. Waktu itu saya memasuki Sekolah Menengah Pertama atau biasa disebut dengan SMP. Dengan wajah yang masih imut-imut sekali tentunya *insert accomplised emot here*. Saya menemukan banyak teman di sana, dari luar daerah di sekitar tempat tinggal saya. Dari 14 kamar yang digunakan santriwati, Dar Khadijah 3, adalah Dar yang menjadi kamar pertama saya di pondok. Dar sendiri merupakan sebutan untuk kamar bagi santriwati pondok. Di sana saya bertemu dengan Rif, Estri, Yusri, Wati, Zila, Melin, Wulan, dan masih banyak lagi teman baru lainnya. Mereka yang pertama kali menjadi teman sekamar saya di Dar Khadijah 3. Seperti orang yang tidak punya beban, hampir setiap malam di kamar, kita habiskan dengan guyonan-guyonan ringan yang menenangkan. Untuk teman yang masih belum sepenuhnya kerasan, saya dan teman-teman yang lain berusaha untuk menghiburnya. Karena kita semua memang jauh dari keluarga. Jadi sekarang, kita akan membangun keluarga baru, keluarga kecil yang penuh dengan kesederhanaan di pondok bambu. Untuk saling mendukung, saling menguatkan, dan saling membantu. Jauh dari orang tua, jauh dari sanak saudara, teman adalah kerabat di sana, teman adalah segalanya. Melengkapi perjuangan yang wajib ditempuh dalam sebuah kehidupan. Pendidikan.

Ketulusan Hati Seorang Istri

with 14 comments
Cinta...

Memang, tidak akan pernah ada habisnya jika kita membedah segala partikel-partikel yang tumbuh di dalam kata "cinta". Begitu banyak kisah tentang cinta dalam hidup ini. Mulai dari yang paling sedih ataupun yang paling bahagia. Cinta bisa membuat orang tertawa, entah itu karena gembira, karena terlalu luka, bahkan mungkin karena cinta telah membuat orang jadi gila.

Tante An, Om Prase Dan Wanita Itu, Risna.


Berantas Blogger Copast: Say No 2 Copast.

with Leave a Comment
Hampir semua orang di Indonesia ini suka sama yang namanya copy. Bener, gak? Eh, kopi maksudnya. Jadi, wajar dong, buat dapetin kopi yang nikmat. Orang berpindah dari satu warung kopi, ke warung kopi lain, buat bisa merasakan kopi yang pas di lidah. Terus, kalo kopi dikombinasikan sama yang namanya past(e)a, enak, gak, ya? Yang aku tau, Past(e)a itu lebih enak dikasih saos. Baru deh, lezat, dan pasti bakal bikin kenyang.

Nah, kalo yang tadi kan bahasnya soal minuman dan makanan. Kopi dan past(e)a. Dua nama makanan dan minuman yang hampir mirip dengan tema postinganku kali ini.  "BerantasBlogger Copast". Mari kita simak pembahasan menarik dariku, berikut ini:  

Sebuah Ungkapan Untuk Ibu.

with 4 comments
Apa yang akan kamu lakukan, jika melihat orang yang kamu kasihi, kamu hormati, kamu cintai dan yang telah menjadikan dirimu hidup dengan semua yang kamu miliki, dengan segala kehebatanmu yang sekarang ini, dalam keadaan lemah dan tetesan air yang tak kunjung henti membasahi wajah yang penuh kasih?

Jangan katakan, ungkapan untuk menghadapi semua itu adalah.. Dengan kamu menangis di hadapannya, menyesali keadaannya, merutuki kesalahanmu yang sebelumnya terlalu mengabaikannya tanpa kamu sengaja. Jangan. Itu bukan bentuk ungkapan yang terbaik. Juga bukan bentuk ungkapan yang harus kamu tunjukan, kamu lakukan, dan kamu lampiaskan.

Tangis hanya akan menghadirkan luka. Membuatnya semakin berduka. Melihat setiap tetes air mata di wajah kita, tidak akan membuatnya kembali tertawa. Sebaliknya, air matanya akan mengalir lebih daripada yang kita kira. Dan itu adalah hal tersulit, tersakit, yang harus kita terima.

Penyesalan tidak akan mengembalikan kita kepada apa yang telah kita lewatkan. Dan dia akan ikut tertekan dengan melihat kita dalam keadaan menyesal, tanpa bisa dia mengingatkan kita akan adanya masa depan, tanpa bisa dia menguatkan kita dengan kata-katanya yang mampu membawa tenang. Bukan. Bukan tanpa bisa dia menguatkan kita, karena dalam keadaan apapun, selamanya dia akan menjadi pengingat di saat kita lupa, penguat di saat kita jatuh, dan penyemangat di segala lekuk kehidupan kita. Dia hanya sedang tidak mampu, melihat rasa sesal menguasai diri kita, karena keadaan yang saat ini mengalahkan dirinya.

Merutuki diri karena terlalu mengabaikannya saat dia kuat, meskipun tanpa kita sengaja. Dan, meskipun memang begitu adanya. Tapi, itu adalah hal terbodoh. Bahkan dia selalu merasakan kehadiran kita, menyambut hangat setiap kata sedih atapun bahagia dari kita, menyertakan diri kita dalam setiap do'anya. Menyebut nama kita setiap mengingat hal-hal yang tidak diinginkannya terjadi pada diri kita. Kita selalu ada dalam hatinya. Dan, bukan rutukan itu yang dia inginkan. Bukan.

Dia adalah senyum, tawa, bahagia, dalam setiap tetes air mata di kehidupan kita. Dia adalah pengingat, penguat serta penyemangat saat kita terjatuh dalam lubang penyesalan yang kelam. Dan,dia adalah orang yang selamanya akan mendekap hangat diri kita di dalam hatinya.

Source: Do'a Untuk Kedua Orang Tua
Dari sana aku belajar. Tegar adalah hal terbaik untuk kembali menguatkan hatinya. Tidak menangis, bukan berarti tidak sedih saat melihat dia terkulai lemah menghadapi rasa sakitnya. Diam bukan berarti membiarkannya jatuh bersama luka yang sedang menguasai dirinya. Itu hanya sebuah ungkapan, sebuah pengendalian diri yang mungkin menjadi hal tersulit untukku. Karena sekali aku meneteskan air mata. Maka saat itulah aku akan semakin terluka, melihat air matanya ikut mengalir deras yang seakan menjawab setiap derai tetes air mataku. Dan. Aku tidak mau itu terjadi.

Aku mengharap, lekaslah kembali senyum hangatmu itu, Ibu. Tunjukan pada dunia, bahwa kamulah wanita terhebat di sepanjang hidupku. Sakitmu bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidupmu. Dengan segala yang kamu miliki. Kamulah wanita kuat. Kamulah wanita hebat. Lekas sembuh, Ibu.

Pengalaman Baru? Nervous Bukanlah Solusi!

with 2 comments
Hhmmm.. Mau cerita dikit, boleh nggak? Boleh dong..

Aku mau cerita tentang ke-nervous-an yang melanda diriku --halah-- selama 6 bulan terakhir ini. Memasuki kesibukan yang baru, dengan hal-hal yang baru, lingkungan baru, dan.. Sama sekali aku belum tau apa yang akan aku hadapi dengan segala sesuatu yang baru itu. Pernah ada yang ngerasain yang seperti ini gak, sih? Pasti ada!

Sekitar awal September 2013 ada "tawaran" yang datang dan begitu menarik minatku. Diluar pekerjaan utamaku. Bisa di bilang kalo ini kesempatan untukku buat mencicipi bagaimana rasanya menjadi seorang "freelancer". Eits.. Tapi yang ini bukan sembarang "freelancer" loh, ya.. Freelancer yang aku maksud disini bukan seperti freelancer untuk menjadi Book Writers ataupun Travelers. -- kalo ini, sik, aku double mau-pake-banget -- Ini beda. Freelancer dengan tanggung jawab yang luar biasa dan aku rasa ini di luar passion-ku. --ciegitu-- Emang sih, pada pekerjaanku yang sekarang ini, aku udah berhadapan dengan berbagai jenis manusia-manusia yang.. Oh-so-Randomable. Mulai dari yang tersombong. tergalak. ter-iya-aja-kalo-dijelasin-tapi-ujung-ujungnya-gagalpaham, juga ada. Ada yang gak bunyi juga kalo gak lempar dulu pake palunya Thor. Oke ini ngelantur. Baiklah. Freelance ku kali ini adalah sebuah profesi, maybe, Yang harus berhadapan dengan ribuan orang serta orang-orang yang --ngakunya-- "berkuasa". Berbentuk Tim dengan 4 anggota. 3 Lelaki dan 1 Wanita. Dan akulah si Wanita itu. Sampai sekarang aku belum tau, apakah selama 6 bulan terakhir ini.. Pekerjaanku sebagai "freelancer" ini sudah bisa dikategorikan memuaskan. Karena aku sendiri ngerasa belum puas dengan apa yang aku kerjakan. Jadi rasanya, udah 6 bulan dan masih aja ngerasa deg-degan aja, pas lagi ada rakor, atau meeting lah kalo kebanyakan orang bilang. Karena aku ngerasa sama sekali belum melakukan sesuatu yang "WAH" selama masa kerjaku. Apa mungkin karena timku tidak terlalu membebankan pekerjaan padaku? Mungkin saja. Mendengar kabar dari berbagai media kalo di daerah lain ada orang yang se-profesi denganku --sebenarnya agak berlebihan sih kalo di bilang profesi, tapi yaudah, terserah aku ya, aku yang nulis juga. #lah-- dapat perlakuan keras dari orang yang --ngakunya-- berkuasa. Aku jadi merinding sendiri, bayangin gimana kalo salah satu dari timku dapat perlakuan yang sama? Naudzubillah deh.

Sekarang ini aku lagi nunggu puncak dari 6 bulan masa freelance ini. April, bulan yang akan menentukan seberapa besar keberanianku untuk berhadapan dengan banyak orang. Dan seberapa besar kemampuanku untuk menghadapi orang-orang yang notabene lebih BERPENGALAMAN dariku, dalam hal ini. Aku sadar, yang menciptakan kegalauan yang menyerang pikiranku sendiri itu, aku. --halah-- Mau se-galau, se-kalut dan se, se, lainnya, aku tetep harus jalanin itu. Entah bagaimana nanti hasilnya. Tapi tetep dong, aku tetap ingin mencoba. Belajar pengalaman baru lebih menarik dari pada harus berdiam diri dan menenggelamkan diri dari hal-hal yang baru. Ya, semoga di puncaknya nanti, aku bisa menjalankan semua tugasku dengan lancar sesuai harapan, lah. Dan pastinya aku harus menghadapi ke-nervous-an ku dengan pengendalian diri yang.. Terkontrol --apaansik--. Karena aku tau, kalo ke-nervous-an itu, bakal lebih memperunyam pekerjaanku lagi.

And now... Welcome to the new experience. *drumrolldrumrolldrumroll*

Indonesia Hebat Dengan Alam Yang Memikat

with 2 comments
Indonesia Hebat. Memiliki keindahan alam yang memikat. Pantai, gunung, serta keberagaman alam lain yang hanya bisa diungkap dengan rasa puji dan syukur atas keagungan Tuhan. Destinasi wisata yang tersebar diseluruh pelosok negeri, saat ini bukanlah sesuatu yang tersembunyi. Anak bangsa berlomba-lomba menunjukan kepada dunia, tentang betapa indahnya alam Indonesia yang memikat dan sangat layak untuk dinikmati.

Indonesia Hebat. Dengan ribuan pulau dan pantai-pantai indah di dalamnya. Gunung-gunung berapi yang aktif maupun tidak aktif, menjulang tinggi dikelilingi bukit-bukit di sekitarnya. Air terjun yang menghempas deras bebatuan di bawahnya. 

Send Me Your Questions Here!

elisa.fariesta@gmail.com

. . . . . .