Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me

Kantor Baru Rasa Lama.

with 4 comments
Hello Bloggers! Sudah punya Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden baru, ya? Syelamat! Dan setelah dilantiknya mereka, semoga Negeri kita tercinta ini, juga bisa memberikan hal-hal baru yang positif buat kita semua. Amiiiin.. Nah, selain hal-hal baru yang saya tuliskan di atas, saya juga mau bilang kalau.. saya juga punya kantor baru, yang bakal saya ceritain di blogpost kali ini, loh. Baiklah. Sila lanjut yang mau baca. Eh, ya harus pada mau lanjut, dong. Nanggung tauk! *maksa* :D
 Kantor Baru Rasa Lama.
Semua pasti setuju kalau saya bilang kegiatan pindahan itu sesuatu yang amat sangat ribet. Pindah dari mantan sandaran hati, ke calon sandaran hati yang baru, misalnya. Terlebih, pindah dari kantor lama ke kantor yang baru. Kita dituntut dan harus pintar-pintar memilah dan memilih berkas-berkas yang sekiranya masih sangat diperlukan, yang banyaknya sudah bisa dipastikan bisa bikin tangan keder milihinnya, dan setelahnya kita harus menyisihkan berkas-erkas yang sekiranya nggak perlu-perlu banget, buat dimasukin museum pemberkasan. Tapi.. karena perbandingan antara berkas yang diperlukan dan yang nggak diperlukan itu 8.37 : 1.63, jadi ya.. mau nggak mau harus siap kretekin jari berulang-ulang kali. Tau sendiri, kan, kalau kelengkapan berkas KPR itu nggak cukup selembar-dua lembar.

Jalan-Jalan ala Ekspedisi Warisan Kuliner

with 7 comments
Jalan-jalan. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan orang-orang dalam sebuah "perjalanan". Mulai dari menjelajah daerah tersembunyi agar bisa mendapatkan spot foto terbaik yang diinginkan, mengunjungi daerah tertentu hanya sekadar untuk bisa menikmati keindahan yang ditawarkan, dan juga menelusuri suatu daerah dengan tujuan untuk mencicipi beragam kuliner khas yang terdapat di daerah tersebut.

Belakangan ini, banyak orang melakukan "perjalanan" untuk bisa mencicipi beragam kuliner khas yang ada di seluruh penjuru Nusantara Indonesia. Bahkan salah seorang pegiat kuliner, Mas Arie Parikesit, saat ini sedang menjalankan program Ekspedisi Warisan Kuliner bersama tim-nya. Ekspedisi Warisan Kuliner sendiri adalah program yang diadakan dengan tujuan menelusuri warisan-warisan kuliner yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, yakni mulai dari Indonesia bagian barat, tengah, sampai Indonesia bagian timur, dengan 100 kota yang akan menjadi tujuan ekspedisi. Dalam program ini, tim ekspedisi tidak hanya sekadar jalan-jalan atau menilai enak/tidaknya suatu makanan, tim ekspedisi akan melakukan penelusuran lebih dalam lagi, mengenai sejarah, bahan otentik, dan cara pengolahan kuliner khas suatu daerah, melalui fixer (penghubung lokal) yang telah mengarahkan tim ekspedisi kepada narasumber, yang  dalam hal ini adalah sesepuh dan/atau pengolah kuliner khas yang dicicipi di setiap daerah. 

Ek Villain [Movie Review]

with 2 comments
Ek Villain. [Movie Review]
Ek Villain : Guru - Aisha
Film Bollywod selalu identik dengan polisi yang datang sekian menit setelah si lakon berhasil mengalahkan lawan. Merujuk dari setiap filmnya, orang india ini bisa dibilang jauh dari kata galau, tentu saja, mereka selalu terlihat menyanyi dan menari dengan lincahnya, meski dalam keadaan sedih, susah, senang, ataupun bahagia, patut untuk ditiru. Ya, itu film bollywod pada zaman dulu, kalau sekarang? Beda. Kalau film bollywod zaman dulu, di setiap adegannya selalu menampilkan nyanyian serta tarian dengan jangka durasi yang, saya rasa, terlalu pendek, berbeda dengan film bollywod saat ini, salah satunya adalah film yang bakal saya review pada blog post kali ini; Ek Villain : Penjahat. Duh, judulnya saja Ek Villain alias penjahat, ya.. Pasti ada Inspektur Sing, sama Tuan Takur, nih? Sama saja, dong, kayak film bollywod zaman dulu? Tenang, bisa dipastikan nggak bakal ada jejak mereka di film Ek Villain ini.

Send Me Your Questions Here!

elisa.fariesta@gmail.com

. . . . . .