Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Berdamai dengan Diri Sendiri

with 23 comments
Berdamai dengan Diri Sendiri

Hal yang paling sulit bagi seseorang adalah ketika dia harus berhadapan dengan ego atau sisi negatif yang ada dalam dirinya. Kadang, nggak sedikit orang yang terpuruk, mengalami depresi karena terus meratapi kesalahan yang pernah dilakukan ataupun kekurangan yang ada dalam dirinya. Tapi sebenarnya bukan hal seperti itu yang seharusnya dilakukan, karena semakin meratapi hal-hal tersebut, maka pada akhirnya akan semakin terpuruk.

Memang bukan perkara mudah untuk begitu saja mengabaikan sisi negatif yang ada dalam diri kita. Berbeda dengan sisi positif yang selalu menumbuhkan rasa percaya diri, butuh proses yang bisa menguras fikiran dan emosi ketika harus menghadapi sisi negatif yang ada dalam diri kita. Dan, ketika saya merasa sangat terpuruk, terkucilkan sampai merasa nggak ada seorang pun yang menyadari keberadaan saya, layaknya semut yang terinjak begitu saja oleh pejalan kaki, sekecil itu, saya selalu menghadapinya dengan cara..

Menyibukkan Diri.
Dengan menyibukkan diri, kita bisa berhenti untuk memikirkan hal-hal negatif yang sedang mengganggu fikiran. Bisa dengan cara mengerjakan pekerjaan rumah; bagi yang di rumah saja, atau menyelesaikan pekerjaan kantor; membuat rekap laporan pekerjaan yang dirasa sudah mendekati masa tenggang. Dan, nanti kita akan merasa lebih lega karena bisa menyelesaikan satu tugas lebih awal, fikiran pun jadi lebih tenang karena beban sedikit berkurang.

Melakukan Kegiatan Positif.
Melakukan kegiatan yang sekiranya bisa membuat fikiran lebih rileks. Melakukan kegiatan seperti halnya hobi; menggambar atau mewarnai, membuat DIY dengan modal tutorial yang sekarang ini sudah sangat mudah untuk didapat, atau dengan menulis blog dan mengeluarkan uneg-uneg seperti yang sedang saya lakukan saat ini #eh. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa membuat hati senang dan fikiran pun tenang

Instropeksi Diri.
Melakukan peninjauan kembali tentang apa saja yang sudah diperbuat, sehingga nantinya kita akan tahu, apa saja kekurangan yang menjadikan kita merasa kecil. Setelah itu, tugas kita adalah mencoba memperbaiki sebisa dan semaksimal mungkin. Hasilnya? Apa yang kita dapatkan, itulah hasil yang terbaik.

Ikhlas dan Syukur.
Sesungguhnya akar dari semua permasalahan adalah kurangnya rasa ikhlas serta syukur. Ya, dengan keikhlasan dan rasa syukur, kita nggak bakal merasa kekurangan suatu apapun, karena semua sudah memiliki porsinya masing-masing. Jadi, berhentilah membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Seperti kata Si Fulan (saya nggak tau siapa pencetus kalimat bijak ini)
"Bahagia secukupnya, Sedih Sewajarnya, Bersyukur Sebanyak-banyaknya"

Kadang, saat kita berada dalam titik terendah dalam hidup, yang harus kita lakukan adalah berdamai dengan diri kita sendiri. Berhenti mengeluh, memberi maaf dan kesempatan kepada diri sendiri untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.

Pesan terakhir dari saya; Jangan lupa bahagia! :D


Sincerely,
Berdamai dengan Diri Sendiri - www.elisa-blog.com

23 Komentar:

N Firmansyah said...

Damai itu memang indah, Jeung. *kirim pahlawan bertopeng ke Timur Tengah*

Irawati Hamid said...

perang yang paling besar adalah perang melawan diri sendiri (ego) yah Mbak.. :)
terimakasih sudah berbagi tips :)

Elisa said...

Iya, Sinchan. Damai itu Indah. Dan Indah itu nama temen SMP gue. Gitu.

Elisa said...

Iya, Mbak. Terlebih sisi negatif yang ada di diri kita. Kadang sampai bikin jenuh. :)

fanny fristhika nila said...

khlas dan syukur, itu yg buatku paling penting sih utk bisa berdamai dgn diri sndiri... gmn bisa nerima kenyataan kalo kitanya sndiri ga ikhlas ama takdir yg udh ditetapin ke kita :)

Aprie said...

Jangan lupa berbahagia!
Buat saya cara melupakan yang paling ampuh itu menyibukan diri.
Hobi baru / kegiatan sosial / pekerjaan, tidak pernah mengecewakan. :)

Elisa said...

Hehehe.. Bener, Mbak. Dengan ikhlas dan syukur, kita pasti bisa menerima dan bener-bener bisa menikmati apa yang sudah kita miliki. :)

Elisa said...

Yup. Saya juga seringnya melakukan hal-hal tersebut. Jadi agak tenang fikiran. :D

puputs said...

ikhlas dan berukur yg paling manjur.. gak ada yg ngalahin deh

Kresnoadi DH said...

Tapi emang bener sih, harus ikhlas dulu awalnya. Kalo nggak ikhlas agak susah yaa mau nyibukin diri atau yang lain-lain. *sotoy* \(w)/

Elisa said...

Iya, cara lainnya bisa sebagai penyedap, biar nggak terlalu fokus sama fikiran negatif seperti di atas. :)

Elisa said...

Terkadang orang lupa untuk lebih mendahulukan rasa ikhlas dan syukur karena keburu emosi. Hehehe ^^

Kanianingsih said...

nah itu, belajar berdamai dengan diri sepanjang hidup

Irwin Andriyanto said...

bendera putihhhh berkibarrrr

sutopo sasuke said...

#Janganlupabahagia hehe :v
mantab hehe

Dini Febia said...

Wah ini benar. Saya setuju. :D

Bunda Saladin said...

betul itu mba..kadang pengen getokin pala sendiri ke tembok..kalo ingat ikesalahan2 di amsa lalu
kalau sekarang ya sudahlah..yg penting ga diulangi lagi
anyway, salam kenal dari malang :D

Elisa said...

Ini malah baru nyiapin bendera merah menyala, loh, Mas. >.<

Elisa said...

Jangan lupa bahagia, Mastah :D

Elisa said...

Berarti kita sehati ya, Mbak... #yakali hehehhe :))

Elisa said...

Wah.. Kalau getokin kepala sendiri ke tembok janganlah, Mbak.. Sakit tauuu.. :D
Salam kenal dari Lamongan, Mbak! :D

Nurri said...

Wihhh, tulisan lama nih..
NYasar di sini disaat yang tepat.
Terima kasih, Mba Els!

Tira Soekardi said...

memang bahagia itusederhana asal bia memaknai hidup

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com