Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me

Kenali Alergi Anak Lebih Dini

with 4 comments


Tumbuh kembang anak merupakan hal penting bagi orang tua, sehingga mereka benar-benar memberi konsumsi makanan yang bergizi dan memiliki nutrisi tinggi bagi anak. Selain itu, banyak juga orang tua yang memberi tambahan berupa susu sapi agar tumbuh kembang anak semakin optimal. Namun, nggak jarang beberapa anak memberikan reaksi, salah satunya berupa alergi yang ditandai dengan mual, muntah bahkan diare setelah konsumsi susu sapi. Untuk itu wajib bagi kita sebagai orang tua agar lebih dulu kenali alergi, entah itu tanda, gejala, ataupun pemicunya.

Alergi susu pada masa pertumbuhan memang sangat membingungkan. Hal ini lantaran kebutuhan anak akan nutrisi yang terkandung di dalam susu cukup besar. Maka dari itu, agar kita bisa mendeteksi alergi susu sapi lebih dini, kita terlebih dulu harus tahu informasi tentang tanda gejala alergi serta cara mengatasinya. Selain informasi yang kita peroleh, pemeriksaan ke dokter untuk memastikannya pun harus dilakukan. Dokter sendiri akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan seperti cek darah, fesses atau tes alergi pada anak.

Dan kalau anak kita positif mengalami alergi, maka kita sebagai orang tua bisa melakukan beberapa hal berikut sebagai upaya penanganan tambahan;
  • Hindarkan anak dari segala makanan yang mengandung susu sapi. 
  • Produk susu dan segala olahan yang berasal dari susu sapi juga harus dihindari oleh sang Ibu jika buah hati masih dalam masa menyusui. Hal ini karena protein pada susu sapi bisa saja menyatu dalam ASI sehingga membahayakan si kecil. 
  • Gantilah konsumsi susu sapi dengan susu kedelai. 
Tiga poin di atas adalah beberapa hal yang perlu kita lakukan ketika si kecil positif alergi susu sapi. Seperti yang kita tahu, ketika anak mengalami alergi, perut mual atau gatal di beberapa bagian tubuh akan sangat berpengaruh terhadap nafsu makan atau waktu tidur anak, itulah mengapa penting sekali untuk mengetahui tanda/gejala alergi lebih dini serta segera memeriksakan ke dokter ketika anak mengalami gejala alergi, agar sebab alergi bisa diketahui dan orang tua pun bisa mencari solusi alergi anak sejak dini.

Dengan begitu, penanganan pun bisa dilakukan lebih cepat yaitu dengan mengganti susu sapi dan memberikan susu kedelai bagi anak, misalnya. Susu kedelai juga memiliki banyak kandungan yang nggak kalah besar dibanding susu sapi. Salah satu produk susu yang mungkin bisa dijadikan pilihan mungkin susu SGM Soya yang dalam komposisinya mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan si kecil. Tentunya dengan ketentuan waktu minum yang sudah tertera dalam kemasan susu.

Yuk, buibu, kita deteksi alergi pada anak lebih dini..


Arisan Link: Me Time! Cara Tepat Ketika Kesabaran Ibu Berada di Ujung Batas

with 10 comments
Mengatasi kesabaran ibu yang mulai menguap

Being mother is not easy. Apalagi mother of two boys yang super aktif, super jahil, dan super banget bikin emaknya pijetin kening. Ketika si kakak masih belum bisa sepenuhnya mengalah terhadap sesuatu yang diinginkan adiknya, sehingga nggak jarang keduanya saling berebut mainan, beugh. Memang, sih, selisih usia kedua bocil saya terpaut banyak, tapi si kakak yang notabene lebih gedhe suka bener godain Qeis yang taunya cuma nangis kalau kakak pura-pura rebut mainannya. Dasarnya usil, mau dibilangin gimana juga tetap saja, seneng lihat adiknya nangis. Dan di situ saya merasa senewen. Ada nggak, sih, buibu yang punya two boys dan mereka saling usil gitu?

Selain contoh kecil di atas, sebenernya masih banyak lagi kelakuan-kelakuan bocil yang bisa sangat menguji kesabaran ibunya. Seperti yang pernah ditulis oleh salah satu teman blogger; Nova Violita di blog Nashhah yaitu tentang beberapa tingkah laku anak yang bisa menjadikan kesabaran berada di level puncak.

Sejernih Layar, Secantik Tampilan, dan Semaksimal Kinerja yang Dihadirkan Zenfone 3 Laser ZC551KL

with 9 comments


Menggenggam si laser dengan jemari tangan ini merupakan hal yang sama sekali nggak terlintas dalam fikiran saya, pasalnya dari awal saya lebih tertarik untuk menggandeng si selfie. Memang, keduanya memiliki penawaran yang sama-sama daebak, tapi.. rasanya terlalu berlebihan mahar yang harus saya keluarkan untuk si laser, toh keduanya memiliki daya pikat yang nggak jauh berbeda. Rencana yang awalnya bakal manfaatin harinya para online shoppers untuk menggaet si selfie ini pun gagal, karena pada akhirnya saya menemukannya di ruko sekitar kota, dan lebih mengagetkannya lagi, bukan incaran pertama saya; si selfie, yang ikut serta pulang bersama saya, melainkan saudaranya yang baru lahir beberapa bulan kemarin ini. Si Laser.


Duh, itu cerita apaan sih yang di atas.. mbulet bae. Oke, Jadi lebih sederhananya, saya itu berniat buat upgrade hp kucel saya dan beralih ke Asus Zenfone Selfie ZD551KL, eh.. dapetnya malah Zenfone 3 Laser ZC551KL antara seneng banget dan sedikit nggak rela, sih, toh spesifikasi keduanya hampir sama, sama-sama memiliki internal 32 GB, primary kameranya pun sama 13 Mega Pixel-nya, tapi harganya sudah terpaut -/+ Rp. 500.000,- bayangin, emak-emak yang ketika beli cabe kemahalan 1.500 rupiah saja bakal galau 7 hari 7 malam, apalagi itu yang selisih maratus rebu yassalam.. Tapi, meski nggak sesuai rencana, bersyukur tetap nggak boleh dilupakan. Iya, setelah mupeng lihat ragam smartphone handalnya asus betebaran di mana-mana, akhirnya hp saya upgrade ke salah satu smartphone keluaran asus juga :'), kameranya, internal 32 GB-nya, duh! Dengan kapasitas internal tersebut, rasanya saya bisa sepuasnya download, simpan berjudul-judul drakor. Selain itu, dengan dukungan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow, saya juga bisa download berbagai macam aplikasi kekinian tanpa batas serta tanpa takut notifikasi "free your space" menghantui.



Memang, beberapa spesifikasi yang dimiliki si selfie hampir sama dengan Zenfone 3 laser ini, tapi sebagai gadget keluaran terbaru dengan harga yang lebih tinggi, tentunya ZenFone 3 Laser ZC551KL harus bisa menyuguhkan kinerja yang lebih unggul dong, ya. Kamera beserta internal boleh memiliki kapasitas yang sama, tapi RAM tentu satu poin di atasnya, keunggulan lain yang membuat saya terkagum adalah ketika pertama kali mencoba fitur kamera depan, siapa sangka wajah yang nggak pernah ke-urus ini berubah bak wajah-wajah glowing gadis korea ketika kekuatan kamera depan 8 Mega Pixel milik si laser mulai beraksi *tutup muka*, itu jelas pembohongan publik tapi kenapa saya seneng gitu lihat hasilnya, padahal sendirinya nggak suka selfie, loh, nggak tau, deh, pasca hadirnya kamera depan si laser ini XD. Meskipun kalau dibandingkan sama si selfie yang kapasitas kamera depannya lebih tinggi 5 MP, tapi dari info yang saya peroleh, hasil jepretan si selfie ini meski mega pixel kamera depannya gedhe, hasil fotonya kayak rada-rada kuning gitu, saya belum tahu kebenarannya, sih, lawong punya saja enggak, jadi nggak bisa coba langsung. Terlepas dari besar-kecil kapasitas kameranya, hasil kamera depan maupun kamera belakang ZenFone 3 Laser ini tetap layak mendapat nilai 8.9 dari 10 bintang setara lah sama tagline yang diusung "Built for Photography". Alasan utama saya move on dari hp lama itu sendiri karena kameranya yang nggak support banget buat dokumentasi gambar bekal ngeblog, hasilnya selalu blur, jadi.. pilihan tepat ketika sang suami memberi restu untuk meminang zenfone 3 laser ini *ketjup manjah abang sayang*. Untuk foto/gambar hasil dari kamera atau editan pakai Zenfone 3 Laser ini, bisa dilihat di Instagram @elisafariesta per-tanggal 12 Desember 2016, bisa stalking saja.. atau disentuh tombol follow nya juga sama sekali nggak masalah, saya ikhlas #selaluadacelah #eaaa
Kalau menurut informasi hasil baca user experience di fanspage asus serta rekomendasi sales yang standby di ruko, seri zenfone sebelum ini baterainya sih mudah panas sedangkan dalam Zenfone 3 laser sudah ditambahkan komponen tertentu yang menjadikan baterainya stay cool meski dipakai multitask dsb, saya yang excited dari awal pun berusaha buktiin keabsahan beragam ulasan yang saya peroleh, hasilnya.. setelah semalaman saya ubek-ubek sosial media, download macem-macem aplikasi pendukung ngeblog, sampai edit-edit foto pakai aplikasi yang biasanya makan banyak space dan mudah bikin panas baterai, bisa dibilang si laser ini nggak cukup bikin saya menyerah, punggungnya pun nggak sampai bikin telapak tangan saya "terbakar". Multitasking antara download, stalking lambe_turah, sampai edit foto berjalan lancar selancar air terjun yang jatuh bebas menghempas bebatuan alam di bawahnya #halah. RAM si laser ini kan 4GB tuh, jadi harap maklum kalau saya kelewat lebay dalam memaparkan kelancaran multitask yang saya lakukan bersama ZenFone 3 Laser ZC551KL ini. Selain RAM yang leluasa tersebut, mungkin dukungan prosesor CPU 64-bit Qualcomm® Quad-Core Snapdragon™ 430 dan GPU Adreno™ 505 juga memiliki andil atas kelancaran dan ketidak panasan baterai meski dipakai multitasking secara bertubi-tubi. Ya.. meskipun saya belum begitu paham fungsi dari prosesor CPU dan GPU secara menyeluruh, tapi saya yakin kalau kedua komponen tersebut saling mendukung dalam melancarkan kinerja si laser. Kalau GPU yang bikin lancar pekerjaan versi saya, sih, Gosok-Pijat-Urut. Waks.
Sebagai smartphone user, saya bukan tipe pengguna yang "terima saja" ketika tema, aplikasi, wallpaper, font dan segala bentuk user interface (UI) dalam keadaan standart/bawaan pabrik, kalau hp yang dulu-dulu mesti melalui rooting ketika ingin mengubah tatanan UI, ZenUI 3.0 yang tersemat di ZenFone 3 Laser ini sudah menyediakan fitur tema yang sumpah lucu-lucu banget tanpa harus merusak "tatanan awal". Beberapa font bawaan yang terpasang pun, enak dipandang mata. Dengan dukungan layar 5.5 ", HD 1920 x 1080, dan Bluelight Filter for Eye Care bisa dipastikan bikin betah berlama-lama nge-draft di aplikasi blogger mobile. Tingkat kesensitifan touchscreen yang dilapisi Corning Gorilla Glass 3 pun 11/12 dengan mood wanita PMS, mudah tersentuh tapi nggak mudah tergores #apeu, jadi saya fikir aman saja kalau tetiba Qeis garuk-garuk layarnya pas bosen nonton video seri diva dan minta ganti video kisah-kisah nabi. Kan anti baret layarnya. Ehehe. Cuma kudu tetep hati-hati, sih, pasalnya material casing yang digunakan super licin, pun layarnya, saya saja kalau pegang hati-hati banget, takut selip, kalau jatuh pas lagi sayang-sayangnya kan nggak lucu.

Intinya.. selisih harga yang maratus ribu tadi tuh sama sekali bukan jadi masalah, toh kinerja yang diberikan memang sebanding dengan harga yang di bandrol. Dan apa itu "sedikit nggak rela" setelah memutuskan beli Asus ZenFone 3 Laser ZC551KL? Sudah lupa, tuh! XD



Sincerely,







Mengatasi Galau Akibat Kemahalan Beli Sembako di Pasar.

with 6 comments
cek harga sembako mudah pakai aplikasi boneprice
Source: Traditional Market

Jadwal saya setiap sabtu-minggu pagi adalah mengunjungi pasar tradisional yang terletak nggak jauh dari rumah. Entah itu untuk membeli sarapan, icip jajanan pasar, atau hanya sekadar ngekor ibuk yang lagi belanja sembako. Saya sendiri sebagai mahmudah memang jarang belanja sembako di pasar tradisional, alasannya simple, saya paling malas kalau harus melakukan transaksi tawar-menawar yang ribet, di mana calon pembeli dan penjual harus berbasa-basi dengan sikap manisnya masing-masing.

Dari sekian banyak pengunjung pasar, hampir semua melakukan proses tawar-menawar setiap mau membeli barang yang diinginkan. Bisa dibilang, kegiatan tawar-menawar ini sudah jadi kebiasaan, jadwal rutin ibu-ibu setiap datang ke pasar. Kecuali saya. Iya, kecuali saya. Kenapa? Karena kalau barang yang ditawarkan menurut saya mahal, ya, dadah. Kalau murah saya baru beli. Tapi tergantung kualitas, kuantitas, dan kebutuhan. Beda saya, beda pula Ibuk saya. Ibuk merupakan salah satu pembeli yang paling diwaspadai sama penjual, waspada karena kalau nawar barang paling makjleb, bisa hampir 25% dari harga yang ditawarkan, dan di situ saya merasa malu. Iya, malu kalau ibuk nawarnya kebangetan macam itu. Tapi bukan tanpa alasan juga ibuk kalau nawar selalu jauh dari harga yang ditawarkan, pasalnya ibuk sendiri selalu rutin cek harga sembako dari penjual yang satu ke penjual yang lain, dan sudah pasti ibuk bakal ambil harga terendah lah, ya. Cek sembako dari satu penjual ke penjual lain di pasar yang lumayan njelimet letak kiosnya. Nggak capek, buk? Saya sih, yang notabene cuma ngekor, ampun capeknya, belum lagi pas musim hujan gini, becek iya, dusel-duselan iya. Tapi, ya.. tahu sendiri lah, bagaimana galaunya wanita pas beli barang kemahalan meski selisihnya cuma lima ratus perak.

Send Me Your Questions Here!

elisa.fariesta@gmail.com

. . . . . .