Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan

with 41 comments

Media Sosial dan Pencitraan. Wah.. serem juga ya bahasannya ^^", tentunya sudah bukan hal baru bagi pegiat dunia maya saat dihadapkan dengan konten-konten berbau pencitraan, kelincahan jari netizen lebih dewa dibanding skenario ciptaan akun yang gemar bikin drama penuh halusinasi dan syarat akan sensani. Heran saja sih, padahal menjalani hidup apa adanya kan lebih asyique, ya nggak? Oke, kalau kamu belum tau bagaimana nikmatnya menjalani hidup apa adanya, cuek dan nggak FOMO untuk ketinggalan sebuah trend terbaru.. nih saya akan sedikit berbagi cerita bagaimana santai dan bahagianya hidup ketika kamu berhasil menjauh dari dunia yang penuh pencitraan dan menjalani hidup tanpa kepura-puraan:

Firstly. Jujur, saya sendiri sudah hampir 2 tahun ini sedikit melakukan social media distancing #ehehe, posting sewajarnya, apa adanya dan nggak terlalu memaksakan diri untuk mengikuti setiap konten yang sedang trend. Cukup menikmati setiap kelucuan dari konten kreatif para pegiat media sosial. Kenapa? Ya, karena saya nggak mau, sudah capek maksain diri membuat konten dengan konsep yang sedang trend biar dibilang up-to-date, pun nggak mau hidup dalam kepura-puraan. Pura-pura lucu padahal garing, pura-pura trendy padahal bikin kontennya setengah hati, pura-pura jatuh hati padahal sudah tak cinta lagi #skip

Selama menjalani social media distancing saya memiliki lebih banyak waktu luang untuk bersantai [read: nonton drakor, baca fanfiction, dan scrolling timeline-nya akun alter sebelah >.<], kembali lebih sering berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, terlebih saya nggak lagi hectic sendiri atau merasa terkucilkan ketika ketinggalan update timeline/feed media sosial yang sedang viral. Pokoknya santae kayak di pantae gitu deh..

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan
Memanfaatkan benda/barang di sekitar sebagai konten

Memang, sih.. Konsisten membagikan konten di media sosial itu bisa dibilang keren, tapi.. ketika kamu nggak bisa mengatur management waktu sekaligus finansial-mu, itu akan menjadi boomerang tersendiri bagimu. Yup! Kalau versi saya, waktu saya benar-benar berantakan. Mungkin karena jadwal saya yang terlalu padat merayap sebagai pekerja 8 jam per hari, jadi seringkali bolos dan nggak konsisten mengerjakan to-do-list yang sudah disiapkan sebelumnya. Nah.. daripada stress gara-gara ngejar deadline to-do-list serta mikirin konsep seperti apa yang bakal disajikan untuk konten, saya lebih memilih untuk sedikit vakum dari hectic-nya menjadi pegiat media sosial dan menikmati tenangnya menjadi silent reader; tertawa bahagia ketika melihat konten video atau gambar yang lucu dan mengangguk-ngangguk serius ketika membaca konten yang informatif sekaligus kreatif dari pegiat media sosial lain. Atau paling mepet kalau kangen update ya, manfaatin gambar hasil jepretan yang sudah ada di galeri hp. Sungguh, bahagia itu sederhana sekali, bukan?

Kalau dari segi financial management, nggak sedikit pegiat media sosial yang terlibat utang-piutang hanya demi konten yang menawan. Menurut kalian, perlu banget nggak sih, pinjam uang sana-sini demi memperoleh konten keren yang dipercaya bisa menggaet impression dan engagement tinggi? Karena sependek pengetahuan saya, beberapa pegiat media sosial yang kena spill soal utang-piutang itu justru akun-akun dengan gaya hidup mevvah ala sosialita yang suka jalan-jalan keliling dunia. Dari gambaran tersebut saja, sedikit-banyak kalian pasti tau kan gimana seramnya tanggung jawab dan resikonya kalau terlalu menjunjung tinggi pencitraan di media sosial tanpa dibarengi dengan kemampuan finansial yang oke?

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan
Membuat quote dengan aplikasi edit gambar
Padahal banyak konsep sederhana yang bisa dijadikan konten selain gaya hidup mevvah, kalau konsep sederhana versi saya adalah: mengambil gambar dari benda-benda yang ada di sekitar kita, cukup menatanya sedikit agar terlihat menarik atau bisa dengan mencoba kemampuan mengambil gambar agar menghasilkan foto yang lovable. Selain mengambil gambar benda di sekitar, bisa juga memanfaatkan template yang disediakan oleh aplikasi edit gambar atau desain grafis seperti canva, kita tinggal edit nambahin kata-kata bijak atau kalau mau repot sedikit bisa input gambar pribadi buat jadi kolase atau moodboard gitu.

Memanfaatkan pemandangan di sekitar sebagai konten
Nah, setelah mengambil gambar benda dan memanfaatkan aplikasi edit gambar atau desain grafis, target favorit saya berikutnya adalah pemandangan di sekitar. Mengambil gambar  desain interior suatu tempat yang menurut penglihatan saya estetik dan menarik, salah satu contohnya adalah gambar interior salah satu galeri IM3 Ooredoo di Kabupaten Lamongan yang pernah saya kunjungi ini

Menarikya, IM3 Ooredoo ini juga mendukung gaya hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan serta tanpa pencitraan ini melalui programnya yang bernama Freedom Internet. Wagelaseh.. saya pribadi sebagai pengguna program ini sangat terbantu, dari segi kecepatan internet maupun kuota yang membuat saya leluasa dalam berjelajah di berbagai social media. Bahkan produk telekomunikasi ini juga membuat video khusus untuk menunjukan dukungan mereka terhadap gaya hidup sederhana dengan menjadi diri sendiri dan tanpa kepura-puraan.



Pesan yang disampaikan dan dapat kita ambil dari video di atas adalah.. Mari kita menciptakan hidup bahagia secara sederhana dengan jalani hidup apa adanya. Tanpa pura-pura, tanpa pencitraan, dan tanpa syarat ketentuan!! Lego!!



Sincerely,




41 Komentar:

Ainun said...

setujuu mbak
menjalani hidup apa adanya, tanpa syarat ketentuan & tanpa paksaan lingkungan atau orang lain
plus harus bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki atau diperoleh

Li Partic said...

Kalau bisa menjelajah dunia maya dengan leluasa bisa bahagia ya. Sampe anak2 pun gitu. Asal ada internet udah bahagia, ga perlu jalan2 :D

Lia Yuliani said...

Saya pengguna IM3 juga. Sudah pakai freedom internet. Mencari bahagia, mungkin setiap orang memaknainya berbeda-beda, ya. Asal jangan menampilkan pencitraan saja. Social media kontrol atau bahkan puasa medsos saya pun pernah melakukannya, habis merasa baikan bisa come back lagi.

Andiyani Achmad said...

aku salfok sama cover foto tulisannya mba, itu mangga seger banget deh

eruvierda said...

jadi diri sendiri apa adanya... dan bahagia itu adalah ketika di lantai berpuluh2 kantor, sinyal IM3 masih ngacir

Kartika said...

Tos Mbak! Aku juga udah gak mau terlalu nyandu IG. Kadang kalau lagi bosan banget, aku log out selama seminggu. Bisa banget waktunya dipakai buat yang lain. Ntar kalau kangen ya login lagi hehehe dibikin santuy aja deh pokoknya

Gita Siwi said...

Zaman teknologi dimana yang maya kadang bikin halu yang nyata hahaha...nikmat deh kalau.hidup.apa.adanya

Maria G Soemitro said...

Nampaknya keblenger deh tuh yang sampai pinjam duit demi konten medsos
Keblenger pujian maksudnya
Kalo udah gitu emang ngga bisa seperti kita yang apa adanya 😁😁😁

Ida said...

iya setuju nih dengan campaignnya..saya sudah nonton videonya keren ngajak kita untuk hidup jujur.. yuk hidup lebih baik :D

Shanty febrianti said...

Setuju banget.. dengan tanpa tipu-tipu dan tanpa beli followers jadi medsos kita real sehingga byk yg perusahaan yang akan menawarkan kita job

Triani Retno said...

Aku tiap hari buka media sosial karena nyari duitnya di sana, termasuk jualan online :D Tapi amit-amitlah kalo sampai ngutang demi konten kece doang mah. Utang itu perampas kebahagiaan loh.

Artha Amalia said...

kalau saya sih cm punya hari libur gak main sosmed. ada kalanya gak pengen pegang hp gitu loh. lebih rileks sih emang

Rosanna Simanjuntak said...

Aku percaya setiap orang punya prioritas dalam hidupnya.

... dan aku memilih respek!

Mulai dari yang sosmed addict atau bahkan yang alergi.
Yep, I have to respect.

Bisa jadi yang sosmed addict, mungkin karirnya adalah content creator, pegiat digital marketing strategist, dll.

Aku juga percaya, bahagia itu kita yang cipta.
Bukan hadiah
Bukan turun dari langit sana.

... dan aku juga setuju banget, bahagia itu sederhana!
Menikmati playlist, saja sudah buat bahagia.
Retjeh buat sebagian orang, but terbaik untuk kita. Hmmm.


diane said...

Begitulah.. dibalik hingar bingar media sosial banyak hal diluar dugaan kita ya.. Semoga kita tergolong orang2 yang biasa saja dalam bermedsos.. hehe

ria buchari said...

Sampai ada yg utang piutang demi konten ya mba, ampun dh itu mah terlalu berlebihan.
Hidup apa adanya memang lebih menyenangkan apalagi ditemani net yang kenceng ya mba, bikin betah deh :)

Eva De said...

Bener, gaperlu berpura-pura. Cuku menikmati hidup apa adanya tanpa dorongan menjadi lebih dengan meninggalkan jati diri...

Mpo Ratne said...

Ngeri dan seem banget campaigning pencitraan. Utang di manan-mana demi mendapatkan foto/video cakep

Bai Ruindra said...

Banyak cara menuju kebahagiaan dan hanya kita yang paham bagaimana meraih sebuah kebahagiaan itu sendiri tanpa perlu bantuan orang lain

N Firmansyah said...

Nah iya, aku juga udah mulai social media distancing sejak setahun terakhir. Terutama di Instagram, aktif cuma pada waktu-waktu tertentu. Kadang malah berhari-hari gak buka. Kalau Twitter masih sering buka buat nyari yang lucu-lucu, tapi ngetwitnya mulai dibatasi. Dan jadi punya lebih banyak waktu buat baca buku atau nonton film atau hal lain yang lebih ada nilainya aja. Hehe

Mutia Nurul Rahmah said...

yang masih aku coba untuk rapikan adalah keuangan, tapi sebisa mungkin untuk tidak berhutang

Lina Muryani said...

Hidup kl g apa adanya malah bingung n tersiksa lahir batin

Tukang Jalan Jajan said...

semakin banyak kita bersyukur maka semakin bahagia kita. Janagn lupa untuk lepas topeng dan kepurapuraan agar ngga lelah untuk menjadi orang lain. hempaskan kepura puraaaan

Mutia Ramadhani said...

Hidup dengan cara sendiri, tanpa syarat dan ketentuan berlaku, apalagi yang S&K-nya nyelip pakai tanda bintang kecil di sudut kanan bawah itu nyebelin emang. Kekeke.

Okti Li said...

Hidup apa adanya memang lebih nyaman. Gak akan dibayangi rasa ketakutan. Apalagi kalau sekaligus bebas dari hutang. Makin Maan hehehe

Elly Nurul said...

Memang sebaiknya kebahagiaan itu tanpa syarat dan ketentuan ya.. bahagia itu harus tulus apa adanya.. dari hati tanpa dibuat buat apalagi ada paksaan ya.. semoga kita senantiasa bahagia ya mbak

Linda Nur Muhaimin said...

Duh serem amat ya pinjam sana-sini demi konten dan pencitraan diri. Bikin cape aja. Mendingan apa adanya jadi diri sendiri biar gak ribet sama masalah yang seharusnya gak ada.

Amalia Rachmawati said...

Be your self.
Apa adanya tanpa ada apanya, bahagia menjadi diri sendiri.

Rizkha andhini said...

Serem jg sih yaa.. cuma klu aq sih, diri kita yg harus diperbaiki terlebih dahulu, terlepas apapun kehidupan org lain sehingga kita bisa jadi role mode yg positif bagi org byk

Kartika said...

Gak capek ya harus pura-puran demi citra di sosmed. Seiring pertambahan usia juga sih, peer pressure sudah gak ada, jadi makin percaya diri.

Juliastri Sn said...

Setiap orang berhak untuk bahagia, karena menjadi bahagia adalah pilihan. Salah satunya menjalani hidup apa adanya, menjadi diri sendiri, tanpa pura-pura dan selalu bersyukur..

Irena Faisal said...

Bahagia itu sederhana yang berat adalah gengsinya wkwkwk hidup apa adanya justru bikin kebahagiaan lebih mudah diraih :)

Kiki Ayu said...

Wah, bagi saya sih kak bahagia sederhana banget... bisa rebahan dari hingar-bingar kerjaan rumah aja itu sudah bisa buat saya bahagia...

Shyntako said...

Btw salfok sama mango smoothienya, seger banget. Btw hari gini emang semua org itu kerjanya mentingin pencitraan tp kadang kebablasan malah fake dan ga jd diri sendiri

kabarilman said...

Bener juga sih ya kak, hidup dalam ketenaran padahal semu. Cape hidup dikejar conten, serasa hidup cuma itu-itu aja. Tapi, kaka keren juga bisa menulis, meski bekerja full kantoran bisa meluangkan waktu dengan menulis seperti ini.

Sriw_sw said...

Aku juga pake indosat nih kak, Kalo dah cocok dan bahagia Sama Satu provider, ya ga bisa diganggu gugat deh :)

Marfa Umi said...

Samaaaa kak kadang overwhelmed sendiri di media sosial rasanya berisik banhet dan aku ketinggalan banyak hal, jadi FOMO gitu terus maksa diri jadi budak konten. Pdhl kalau sekadar entertain enak jg, malanya skrg socmed distancing biar tetep bahagia :D

Asih Mufisya said...

Untuk bahagian sebenarnya simple ya, jadi diri sendiri aja. Jadi natural dan tidak di buat-buat.

ike nurha25 said...

Pengen banget pandemi ini segera berakhir
Biar bisa beraktivitas normal seperti biasanya

Nyk Mlg said...

Sepakat banged ini hidup tanpa syarat itu bikin hati adem. Gak bnyk nuntut bikin hidup damai. Bersyukur dan ikhlas serta semangat.
.

Riski Saputra said...

sepakat banget kak, terkadang kebahagiaan itu bisa muncul dari hal-hal sederhana dan apa adanya. dan aku sepekat banget dengan social media distancing, karena dengan menjaga jarak kita bisa melakukan hal-hal produktif di real life. tentunya lebih banyak bersosialisasi dengan dunia luar. btw, ga kepikiran loh ada istilah social media distancing hehe

Firdaus said...

Bahagia tanpa embel embel

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com