Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me

Ruang Terbuka Hijau untuk Hajar #SelimutPolusi

with 6 comments
Polusi dan Dampaknya Pada Perubahan Iklim


Memasuki musim hujan, tentu banyak sekali yang harus dipersiapkan, selain menjaga kesehatan agar badan tetap fit, kebersihan lingkungan juga perlu dijaga agar orang-orang tersayang nggak terdampak #SelimutPolusi yang belakangan ini menyebabkan iklim di sekitar jadi nggak menentu dan bisa berdampak pada terjadinya banjir juga.

Polusi Tanah yang Menyebabkan Perubahan Iklim

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), polusi memiliki arti pengotoran atau pencemaran (tentang air, udara, lingkungan, dan sebagainya) di mana dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai bentuk polusi seperti polusi suara, polusi udara, polusi air, ataupun polusi lingkungan lainnya.

Proses dari polusi sendiri adalah berupa bercampurnya bahan pencemar dengan lingkungan karena kegiatan yang dilakukan oleh manusia atau dari alam itu sendiri.

Selanjutnya, berbicara tentang polusi yang menyebabkan perubahan iklim, tentu banyak sekali jenisnya. Dan yang nyata terjadi di sekitar kita adalah terjadinya polusi tanah  melalui hal-hal sebagai berikut:
  1. Pencemaran lingkungan dengan membuang sampah sembarangan,
  2. Penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang berpotensi menyebabkan banjir apabila tidak dikelola dengan baik,
  3. Penggunaan lahan secara berlebihan sehingga menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau
Hal-hal di atas dapat menyebabkan perubahan iklim karena saat sampah berada pada lapisan paling bawah mengalami pembusukan, maka akan terbentuk gas metana, dan akan merusak lapisan ozon bumi, hal tersebut karena gas metana sendiri termasuk pada jenis gas-gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan perubahan iklim (src: https://envihsa.fkm.ui.ac.id/2020/02/28/ehi-feb-march/)

Ruang Terbuka Hijau - Taman Rumah

Dampak Perubahan Iklim Bagi Manusia.

Dari beberapa pencemaran lingkungan di atas, dampak perubahan iklim yang sudah kita rasakan sendiri adalah terjadinya banjir di berbagai daerah karena curah hujan yang kadang tidak bisa diprediksi.

Dan itu diperparah dengan limbah sampah yang bisa saja menyumbat aliran air sungai akibat pembuangan sampah yang sembarangan. Selain itu penggunaan lahan secara berlebihan tanpa adanya ruang terbuka hijau pun sangat berpotensi menyebabkan banjir karena tidak adanya pohon ataupun tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk penyerapan air hujan.

Solusi Untuk Mengatasi Polusi Tanah dan Perubahan Iklim.

1. Ruang Terbuka Hijau

Seperti yang kita tahu, adanya tanaman hijau sangat bermanfaat bagi lingkungan kita, fungsinya yang dapat menghasilkan oksigen, menurunkan suhu dan memberikan suasana sejuk serta menjadi area resapan air, menjadikan tanaman hijau dan pepohonan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara sederhana untuk kita para #MudaMudiBumi yang tinggal di daerah padat penduduk sendiri adalah dengan tetap menyediakan ruang terbuka hijau di sekitar kita, misal dengan menanam tanaman atau bunga di pekarangan rumah, dan memberikan usulan-usulan untuk pengadaan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan secara umum di lingkungan sekitar kita.

Selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim, namun apabila kita bisa #TeamUpForImpact dengan ide-ide yang sekiranya dapat sedikit mengurangi perubahan iklim, tentu hal tersebut dapat meminimalisir dampak negatifnya bagi bumi juga.

2. Kurangi Penggunaan Kemasan Sekali Pakai 

Selain Ruang Terbuka Hijau, hal yang bisa kita lakukan untuk membatasi dampak polusi tanah dan perubahan iklim sendiri adalah dengan meminimalisir penggunaan kemasan sekali pakai. Misalnya dengan membawa botol minum atau tumbler di tempat kerja atau setiap keluar rumah, buat jaga-jaga, siapa tau pas beli minuman di luar bisa request pakai botol sendiri dan menghindari penggunaan gelas plastik sekali pakainya. 

3. Memanfaatkan Kemasan Sekali Pakai


Duh.. bicara soal kemasan sekali pakai, saya tuh sebenarnya gemes banget sama tren jualan minuman zaman sekarang yang sering menggunakan gelas plastik sekali pakai. Memang sih kadang gambar gelasnya tuh lucu-lucu, tapi.. potensi limbah sampah plastik akan semakin meningkat kalau gelas-gelas plastik tersebut tidak dikelola dengan baik.

Jadinya, saya simpan deh gelas-gelas plastiknya, kadang kalau ada tugas sekolah anak-anak, saya manfaatkan juga gelas-gelas tersebut. Tapi yang paling sering saya praktikan di rumah sih, saya tumpuk gelas-gelas tersebut setelah dicuci bersih dan dijual lagi ke tengkulak yang mungkin gelas-gelas tersebut bisa didaur dengan lebih baik lagi di tangan mereka.

Baik lah beberapa cara sederhana di atas adalah hal yang bisa saya lakukan #UntukmuBumiku, meski mungkin efeknya mungkin tidak akan berasa, tapi semoga apa yang saya lakukan dapat membatu dalam membatasi perubahan iklim dan #SelimutPolusi yang saat ini tak terkendali.

Sincerely,
Lifestyle Blogger






. . .

6 Komentar:

Agustina Purwantini mengatakan... Reply Comment

Polusi oh polusi.Memang jika hendak menghilangkannya kita wajib melakukan reboisasi alias penghijauan. Plus hal-hal lain terkait.

Siti Mustiani mengatakan... Reply Comment

Aku salah satu orang yang juga senang tinggal di tempat yang banyak ruang terbuka hijau kayak gini, pastinya sejuk dan bebas polusi karena banyak pohon ❤️

Tukang Jalan Jajan mengatakan... Reply Comment

senang banget melihat banyak ruang terbuka hijau yang dibuat oleh pemerintah daerah ditempatku. bisa dijadikan tempat wisata dan olahraga yang menyenangkan serta bisa membantu menyeimbangkan ekosistem ya

Naqiyyah Syam mengatakan... Reply Comment

Betul aku sepakat dengan memanfaatkan barang sekali pakai, aku pun gitu kadang buat menanam dan juga buat tempat bumbu

Diah Alsa mengatakan... Reply Comment

Polusi ini ada dimana-mana dan terkadang kita sendiri sih ya yang menyebabkan polusi tanpa kita sadari :(
Saya belakangan memaksa diri untuk bisa menanam ataupun regrow sayur/buah yang dikonsumsi meski di rumah udah gak ada pekarangan yang bisa dipakai sih tapi coba aja dulu gunakan wadah bekas yang udah bocor atau rusak, daripada tanaman yang sebenarnya masih bisa tumbuh kembali jadi terbuang percuma sih ya.
Kalau untuk kemasan sekali pakai biasanya saya bawa ke bank sampah.

Rudi G. Aswan mengatakan... Reply Comment

Perubahan iklim memang udah ga terelakkan lagi dampaknya ya Mbak. AKu pun merasakan cuaca yang berubah tak tentu gini, hujan panas silih berganti ga jelas. Polusi apalagi, bikin waswas karena pencemaran udara dan tanah makin meluas saja. Udah gitu, ruang terbuka hijau makin sempit, ya bisa kita dukung lingkungan dengan penggunaan kemasan yang eco-friendly.

Send Me Your Questions Here!

elisa.fariesta@gmail.com

. . . . . .