Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me
Tampilkan postingan dengan label Lamongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamongan. Tampilkan semua postingan

Akhirnya Kakak Munaqosah TPQ!

with 6 comments
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

Sempat pasrah..


Itu yang saya rasakan ketika Kakak menjadi salah satu anak yang ketinggalan jauh juz ngajinya dibanding sama teman-teman seangkatannya.



Dulu pas awal-awal mulai ngaji, dia emang sering banget diajakin ayah sambang ke rumah mbah buk-nya di Tuban, bahkan nggak cuma di awal saja, bisa dibilang hampir tiap sore. Dan karena jadwal ngajinya juga habis ashar, jadi mau ndak mau kakak bolos ngaji. Sempat kesel sama ayahnya, tapi ya kalau nggak sambang, kasihan mbah buk juga tinggal sendirian di rumah. Akhirnya saya yang harus mengalah, belajar berdamai dengan emosi dan keadaan. Tapi tetap saja, pas kenaikan kelas 5, saya balik galau lagi, lihat teman-teman kakak mulai naik tingkat dari Tilawati ke Al Qur'an. Seketika itu juga, saya mulai memberi pengertian dan bilang ke ayahnya, karena sudah kelas 5, jangan sering-sering diajak perginya, biar dia bisa lebih fokus ngaji mengejar ketertinggalan, kasihan juga kalau ketinggalan jauh sendiri.



Akhirnya setelah sedikit adu argumen sambil bermanja-manja ria #uhuk, titik terang mulai ditemukan: kita ikut sambang mbah buk-nya pas libur sabtu-minggu saja, jadi nggak sering-sering bolos. Saatitu jadwal ngajinya juga diubah dari habis ashar menjadi habis maghrib, istirahat sepulang sekolah pun bisa sedikit agak lama dan cukup untuk mempersiapkan diri menerima "pelajaran" baru, kakak mulai rajin juga dong berangkat ngajinya. Sampai suatu hari saya baru tahu, di tas ngaji kakak sudah ada Al Qur'an dan bukan lagi Tilawati. Waktu itu sudah mepet waktu sholat maghrib, jadi saya nggak bisa langsung mengintrogasi dia, karena mau jamaah di musholla, alhasil cuma bisa menebak-nebak saja. Setelah jamaah isya' dan sepulang dia ngaji, saya akhirnya bertanya ke kakak. "Kak, kok yang dibawa di tas ngaji sekarang Al Qur'an, kak? Kok bukan Tilawati?".. Soalnya terakhir saya lihat buku prestasi ngajinya itu dia masih Tilawati Juz 5 akhir, Si kakak jawab, sambil malu-malu dia bilang kalau sama ustadzah-nya sudah disuruh pindah ke Al Qur'an. Setelah saya simak baca tilawatinya, ternyata memang bacaanya sudah lumayan lancar, baca hijaiyah bersambung pun nggak putus-putus kayak dulu, meski tajwidnya masih perlu diasah lagi, tapi kata ustadzah bisa belajar pelan-pelan sambil memulai juz 1 Al Quran. Buibu, Pasti faham bagaimana bahagianya saya setelah ber-galau-galau ria karena ketertinggalannya #halah.



Kabar  bahagia nggak berhenti di situ saja, beberapa hari kemudian saya menerima kabar yang membuat hati saya kembali berbunga-bunga, setelah mendadak naik tingkat ke Al Quran, kakak katanya mau diikutkan wisuda TPQ/TPA juga. Duh.. terharu akutuuuh. Baru.. saja naik tingkat Al Quran, eh.. nggak lama kemudian dapat kabar kalau mau diikutsertakan wisuda.. campur aduk banget, takut kakak nggak bisa tes-nya, takut ini - takut itu.. tapi tetap, kebahagiaan mengalahkan segalanya.



Karena nggak lama kemudian, segala ketakutan saya terjawab ketika saya tahu ada jam ngaji tambahan setelah sholat subuh, termasuk adanya jadwal "penggemblengan" kakak selama kurang-lebih 9 bulan. Ya.. meskipun bolos tetap kadang dilakukan. Tapi saya salut sama si kakak yang seketika jadi rajin banget, tanpa "digremengi" mamah-nya dia sudah paham akan tanggung jawabnya untuk bangun pagi, sholat subuh dan dilanjut ikut ngaji.

Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ




Btw.. sudah ada yang tau proses yang harus dilakukan sebelum wisuda TPQ/TPA itu seperti apa nggak sih? Apa??? Sudah???

Okelah, meskipun sudah pada tahu, saya tetap mau cerita tentang wisuda ini #lah. Jadi seperti halnya pendidikan formal (sekolah ataupun kuliah), sebelum wisuda TPQ/TPA ini dilaksanakan, para santriwan-santriwati harus mengikuti test munaqosah. Apa itu tes munaqosah? Kalau versi cerita dari kakak, peserta test harus bisa menghafal surat-surat pendek yang terdapat pada juz 30 di Al Qur'an. Nggak semua, tergantung ustadz/ustadzah-nya minta dibacakan surat apa, jadi semacam acak gitu, kalau kakak sendiri mendapat tugas untuk membaca 4 surat, yakni: Do'a Iftitah versi panjang (Seperti yang dibaca di film Hafalan Sholat Delisa), Al-Mu'minuun, Al-Lahab dan surat terakhir adalah An Naba'.

Untuk Jadwal munaqosah-nya sendiri dilaksanakan 2 minggu sebelum wisuda, bertepatan pada hari Jumat, 1 November 2019. Saya yang saat itu nggak bisa menyaksikan langsung test munaqosah-nya, hanya bisa berdoa semoga kakak diberi kelancaran. Setelah munaqosah selesai, saatnya hari yang dinanti tiba, Wisuda XXVII Santriwan - Santriwati Taman Pendidikan Al Qur'an yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 November 2019 di Gedung Olah Raga kabupaten Lamongan. Duh, deg-deg-an-nya itu, lho..

Sempat mellow pas malamnya nyetrika jubah wisuda si kakak, keinget gimana dulu resahnya saya pas kakak ngajinya tertinggal jauh, dan akhirnya sadar diri juga sih, absensi kakak saja berantakan, mau sejajar sama yang rajin ngaji gimana?? Tetap sajayang penting bisa ngaji lancar, tajwidnya baik, mau butuh waktu berapa lama pun nggak masalah, toh belajar memang nggak sekali baca langsung bisa, belajar nggak pernah ada batasnya. Bahkan pepatah bilang "Belajarlah Sampai ke Negeri Cina". Dan ada juga kata-kata bijak yang mengungkapkan bahwa belajar itu tak mengenal batas usia..

Wah.. jadi panjang nih curhatnya. Baiklah sekian curhat dari mamak-mamak yang lagi bahagia banget. Proud of You Son!!


Sincerely,
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ










Coffeshop; Borjuis Food and Drink

with 5 comments
Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Jadi.. sekarang ini resto dan kafe dengan konsep yang instagram-able mulai menjamur di daerah saya, Paciran - Lamongan, mulai awal tahun 2017 kemarin banyak kafe bermunculan dan langsung penuh sesak dengan sekumpulan anak muda nan ceria di setiap sorenya, tapi nggak tau kenapa saya yang ikut senang dengan adanya perkembangan tersebut malah sama sekali belum minat buat sekadar icip-icip air putih di kafe-kafe tersebut. Oke. Sebenarnya bukan masalah nggak minat, cuma waktunya saja yang belum ada yang klop buat duduk-duduk manis di salah satu kafe tersebut.

Sampai pada pekan 14 #LBI2017 yang mengeluarkan tema tantangan "Review Rumah Makan di Daerahmu", dan di sini lah saya, menjadi bagian dari para anak muda yang sedang asik-asiknya menikmati siang mendung dengan aneka hidangan di Borjuis Food and Drink; salah satu kafe minimalis yang terletak di daerah Kranji - Paciran. Yah.. akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengambil jatah istirahat singkat saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Sesuai dengan nama Borjuis Food and Drink, kafe tersebut menyediakan beragam menu minuman dan makanan ringan, tapi yang saya tangkap dari handlettering yang menghiasi sebagian dinding kafe tersebut adalah; di sana hanya menyajikan aneka minuman dengan fokus kopi-kopian #halah. Tapi ternyata minumannya pun beragam banget, mulai dari beberapa jenis jus buah, minuman dengan tema tropical hawai seperti lemon tea, lecy tea, minuman besoda, dan tentunya nggak ketinggalan Hot/Ice mocha, cappucino, white coffe, dan ragam menu kopi-kopian lainnya, dan untuk menu makanannya sendiri ada mie borju, beef steak, chicken kebab, pizza beef untuk menu salty favour, serta banana split, pancake, waffle float dan crepes untuk menu makanan manisnya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Waktu berkunjung ke kafe tersebut saya memilih beef steak yang kelihatannya memiliki ukuran porsi cukup sebagai pengganti makan siang dan untuk minumannya alih-alih memesan minuman favorit beraroma kopi, saya lebih ingin mencoba minuman baru yakni pattaya ling di mana pada pamflet menu digambarkan dengan semangkuk minuman dengan cairan berwarna putih entah itu susu atau santan, dengan toping irisan buah-buahan segar, namun karena stok pattaya ling-nya lagi kosong, saya beralih ke lecy punch, overall makanan dan minumannya sesuai dengan lidah pemilih saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Untuk tempatnya sendiri, meskipun kadang terlalu bising dengan suara kendaraan karena jarak antar kafe dan jalan raya bisa dibilang terlalu dekat, tapi pelanggan cukup dibikin betah dengan konsep desain tempat yang seperti saya sebut sebelumnya, instagram-able.

Dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan wall-art berisi kutipan-kutipan inspiratif sekaligus menarik dan penataan bangku yang rapi meski tempatnya kecil. Tampilan depan yang memilih warna monochrome sebagai background menjadi dara tarik tersendiri pagi calon pelanggan, apalagi teras yang cukup minimalis tersebut dilengkapi dengan hiasan televisi tabung dan mesin tik antik yang entah kenapa menurut saya menambah nilai seni dari kafe tersebut, ya.. meskipun cuma sedikit sih.

Buat teman-teman yang kebetulan main-main ke WBL dari arah Gresik/Surabaya atau yang sedang melewati jalur pantura Lamongan - Paciran, bisa banget mampir ke The Borjuis Food and Drink ini, letak dan harganya dijamin terjangkau, dan yang pasti bisa sedikit menghilangkan lapar dahaga ketika melakukan perjalanan jauh di siang hari. Jam operasionalnya dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Nah, sekian ulasan singkat dari saya, sampai ketemu di pekan Liga Blogger Indonesia selanjutnya.. bye-bye.. *kissbye*


Sincerely,


Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!

with Leave a Comment


Nggak seperti minggu biasanya, pagi itu pak suami tiba-tiba menyalakan mesin kendaraan dan bergegas untuk mengantar kakak pergi sekolah, tumben pikir saya, toh biasanya kakak ikut kendaraan antar-jemput dari sekolah. Tapi, kapan lagi pak suami bangun pagi pas hari libur begini. Saya nemplok saja, gitu, langsung sok manis duduk di kursi depan, padahal dianya belum tentu ngajakin saya.

Dan ternyata ke-PD-an saya nggak sia-sia, setelah kakak sampai di sekolah, kami tetap melanjutkan perjalanan, saya urun ide untuk cari udara segar di WBA (Wisata Bom Anyar) atau kalau versi resminya Pelabuhan Perikanan Brondong. Eits jangan salah, namanya memang pelabuhan perikanan, tapi.. tempatnya seriusan jauh... banget dari kata amis. Lebih mirip kayak taman bermain malah, bedanya ini merupakan taman bermain dengan background laut, bukan tanaman hijau. Alhamdulillah banget pak suami setuju dengan ide saya.

Tempat Pelelangan Ikan di Lamongan


Setelah melewati pintu masuk dengan hanya membayar karcis Rp. 1.500,- mata sudah dimanjakan dengan deretan Kapal Nelayan yang berjajar rapih. Nggak jauh dari tempat parkir kapal, terdapat masjid lucu dengan taman depan yang dihiasi miniatur perahu, namanya Masjid Al Bahri. Sesaat, tempat tersebut terasa sepi, hanya terlihat hamparan laut, ladu(?), dan jalanan ber-paving yang amat panjang. Kendaraan saya melaju sangat pelan, menikmati sempurnanya ciptaan Allah yang Maha Indah. Ah, sejuknya udara dan aroma laut pagi hari benar-benar menghadirkan sensasi tenang, damai, dan rileks.

Tapi, setelah melewati jalanan utama yang sepi, mata saya tiba-tiba dikejutkan dengan keramaian orang yang ternyata lebih berpusat pada beberapa area lapang yang dikelilingi oleh stand-stand toko yang masih pada tutup. Ada yang sekedar jalan-jalan bersama keluarga, anak kecil yang begitu leluasa bermain dengan sepatu rodanya, atau dedek-dedek gemes kekinian yang duduk-duduk cantik dan nggak lupa dengan memakai pakaian super modis mulai dari atasan sampai sepatu macam nike air max KW 100 *yaiyalah harga sepatu nike air max yang asli kan mahal, Cyin. mending buat beli kuota biar bisa sebar-sebar #POTD di Instagram, ye, nggak? #eh XD*, serta beragam kegiatan menyehatkan lainnya. Saya yang tanpa persiapan alias main cuss saja, terlihat begitu kucel, jadi sedikit malu sama tampilan mereka yang mungkin sudah dipersiapkan di malam sebelumnya.

Tempat Parkir Kapal dan Perahu Nelayan


Tapi.. ya masak saya nggak turun dan memanfaatkan kesempatan yang belum tentu minggu depannya bisa saya rasakan lagi, sih? Yakali.. Khas orang bangun tidur dan belum menyentuh air sama sekali, tisu basah dan bedak tabur Qeis menjadi penyelamat saya waktu itu. Biar nggak kelihatan muka bantal banget lah ya. Masalahnya saya masih pakai baju tidur yang semalam dan bajunya lengan pendek. Duh. Bongkar-bongkar bagasi ternyata ada jaket punya pak suami dan jilbab siap pakai yang entah kapan saya tinggal di sana. Ya.. meskipun jaketnya kedodoran, tapi sama sekali bukan masalah, toh akhirnya saya bisa ikut serta menikmati suasana pagi yang cerah nan ceria tersebut.

Saya menelusuri tempat demi tempat yang ada di WBA. beberapa kegiatan begitu menarik perhatian saya, seperti; anak-anak muda dengan ide memanfaatkan area lapang untuk bermain futsal, dedek-dedek yang waktu itu main lompat tali dan seketika mengingatkan saya pada masa-masa kecil saya, bahkan muda-mudi abg yang main pdkt-pdkt-an pun nggak kalah banyak di sana. Lihat mereka kok ya, lucu-lucu.

Nah, buat kakak-kakak sekalian, barangkali ada yang punya kesempatan berkunjung ke Lamongan bagian Pantura Paciran - Brondong dan sekitarnya, WBA atau Pelabuhan Perikanan Brondong ini bisa jadi rekomendasi tempat buat hirup-hirup udara segar, loh. Selain di pagi hari untuk kegiatan olahraga, biasanya di sore hari juga ada beberapa komunitas yang unjuk gigi di sana. Ya.. meskipun nggak tiap hari ada, sih. Yang jelas tempatnya nyaman dan bikin hati senang pokoknya, sih.

Sincerely,

Lifestyle Blogger Indonesia




Griya Permata Insani: Pilihan Tepat untuk Hunian Nyaman, Murah, Namun Tetap Berkualitas.

with 9 comments
Griya Permata Insani: Pilihan Tepat untuk Hunian yang Nyaman, Murah, Namun Tetap Berkuakitas. Sungguh Hunian Idaman di Kota Lamongan

Bertepatan dengan hari kamis, 12 Mei 2016 kemarin, developer PT. Cipta Griya Insani resmi membuka penjualan untuk proyek perumahan terbarunya, yakni Griya Permata Insani, proyek rumah subsidi dengan total -/+ 1075 kaveling (update per tanggal 12 Mei 2016) yang berlokasi di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Meski masih dalam bentuk soft launching, antusias warga yang ingin memiliki salah satu kaveling di perumahan Griya Permata Insani sangat terlihat nyata. Memang, sih, di hari pertama kemarin, nggak terlalu banyak yang hadir pada acara soft launching yang diadakan di Ruko Lamongan Trade Centre Kav. B-12 tersebut, namun dari sekian tamu undangan dan beberapa warga sekitar yang datang, potensi closing-nya mencapai sekitar 50% - 75%. Kalau menurut saya itu sudah wow, ketimbang tamu bejibun tapi ujung-ujungnya php. Kan adek sedih, Bang.. :(

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan.

with 18 comments
Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Judulnya sudah menohok, belum? Di Tikung, bukan ditikung, ya. Tikung sendiri adalah nama kecamatan yang terletak di hati yang galau karena banyak saingan mendapatkan gebetan Kabupaten Lamongan, dan di sana juga akan berdiri sebuah proyek perumahan subsidi baru dengan lahan yang cukup luas, yakni +/- 13 hektar.

Seperti yang bisa dibaca di laman Author blog ini, saat ini saya bekerja sebagai salah satu karyawan swasta di sebuah developer properti yang sebentar lagi stok rumahnya bakal habis dan akan membuka proyek perumahan subsidi baru yang terletak di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Peluang masa kerja yang semakin panjang, namun penuh pertimbangan, itulah yang menjadi kegalauan saya. Tapi di sini saya nggak akan bahas soal perpanjangan masa kerja beserta kegalauannya. Kali ini saya akan memperkenalkan lahan properti baru tersebut di atas, yakni perumahan subsidi "Griya Permata Insani" sebuah Hunian Idaman yang terletak di Tikung. Dan tentunya akan menjadi Hunian Idaman bagi orang-orang Lamongan. 

Griya Permata Insani sendiri merupakan proyek perumahan subsidi dengan total kaveling kurang-lebih 900 unit (masih dalam tahap pengavelingan, tapi sejauh ini jumlah tersebut yang sampai di telinga saya) Kebayang, kan, berapa lama proyek tersebut akan berjalan, dan saya masih harus banyak pertimbangan, gitu? CK! Oke, skip.

Sebelum proyek perumahan ini sendiri, terdapat beberapa proyek properti yang sudah sukses berdiri dan terjual habis di tangan-tangan ahli yang berada di dalamnya. Seperti Ruko Permata, Lamongan Trade Center (LTC), Graha Indah Lamongan dan Graha Indah Paciran. Warga Lamongan pasti nggak asing dengan nama-nama tersebut.

Dengan luasnya lahan dan banyaknya unit, Griya Permata Insani memiliki lima tipe rumah yang akan ditawarkan, dan dua di antaranya akan dijual dengan memanfaatkan program subsidi dari pemerintah, yakni program FLPP (Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan). Lalu, tipe apa saja yang ditawarkan?

Tipe Diamond [30-66] - Rumah Subsidi


Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Rumah dengan luas bangunan 30 dan Luas Tanah 66 meter persegi, 6 x 11. Tipe Diamond ini memiliki 2 kamar yang masing-masing berukuran 2.5 x 3 meter persegi, ruang tamu berukuran 3 x 3 meter persegi, dengan kamar mandi di belakang/samping ruang tamu. Tipe ini merupakan salah satu tipe rumah yang akan memanfaatkan program subsidi dari pemerintah. Dengan harga dan uang muka yang terjangkau, tipe Diamond ini akan menjadi hunian ideal untuk keluarga dengan statra menengah ke bawah.

Tipe Ruby [30-66] - Rumah Subsidi

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Rumah dengan luas bangunan 30 dan Luas Tanah 66 meter persegi, 6 x 11. Tipe Ruby sendiri menyediakan 2 kamar dengan luas 2.5 x 3 meter persegi, ruang tamu 3 x 3 meter persegi, dan 1 kamar mandi di belakang/samping ruang tamu. Spesifikasinya sama dengan rumah tipe Diamond sebelum ini, perbedaannya terdapat pada desain eksterior rumah subsidi tersebut, namun perbedaan itu sama sekali nggak mempengaruhi program subsidi, juga harga jual, uang muka, dan biaya lain yang ditawarkan.

Tipe Sapphire [38-84]

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Rumah dengan bangunan 38 dan luas tanah 84 meter persegi, 6 x 14. Tipe Sapphire, tipe di atas rumah subsidi, yakni tipe Ruby dan tipe Diamond, tipe ini menawarkan spesifikasi bangunan dengan 2 kamar tidur masing-masing berukuran 3 x 3 meter persegi, ruang tamu yang tergabung dengan ruang makan seluas 4.5 x 3 meter persegi, dan kamar mandi di belakang/samping ruang makan. Dengan spesifikasi tanah dan bangunan yang lebih luas dibanding tipe rumah subsidi sebelumnya, harga yang ditawarkan pun, akan memiliki selisih yang lumayan.

Tipe Amethyst [38-99]

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Rumah dengan bangunan 38 dan luas tanah 99 meter persegi, 9 x 11. Tipe Amethyst, tipe ini memiliki luas bangunan yang sama dengan rumah tipe Sapphire, yakni dengan 2 kamar berukuran 3 x 3 meter persegi, ruang tamu tergabung dengan ruang makan seluas  4.5 x 3 meter persegi, dan kamar mandi di belakang/samping ruang makan. Namun, meskipun rumah tipe Amethyst memiliki spesifikasi bangunan yang sama dengan tipe Sapphire, panjang dan lebar tanah yang ditawarkan memiliki ukuran lebih luas, dan harga yang dipatok pun, tentunya akan lebih tinggi.

Tipe Emerald [60-120]

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Rumah dengan bangunan 60 dan luas tanah 120 meter persegi, 8 x 15 meter persegi. Tipe Emerald, tipe rumah paling besar yang terdapat pada perumahan "Griya Permata Insani". Spesifikasi yang ditawarkan juga akan semakin menarik, yakni 2 kamar berukuran 3 x 3 meter persegi, 1 kamar berukuran 2.5 x 3 meter persegi, ruang tamu berukuran 3 x 3 meter persegi, ruang makan berukuran 2.5 x 3 meter persegi, beserta kamar mandi dan dapur. Dapat dilihat dari kelebihan spesifikasi yang ditawarkan, yakni tambahan 1 kamar tidur dan dapur, harga yang akan ditawarkan jelas akan semakin meningkat, mengingat tipe Emerald adalah tipe rumah paling tinggi.

Beragam tipe rumah dengan lingkungan asri dan lokasi strategis akan menyajikan keleluasaan dalam menentukan pilihan hunian idaman masa depan.  Selain kelima tipe yang ditawarkan, perumahan yang terletak di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan ini juga akan menyediakan dukungan fasilitas yang lengkap, mulai dari sarana ibadah, taman bermain, air bersih, dan beberapa fasilitas lain. Mengingat kesuksesan proyek perumahan dan ruko yang dijalankan sebelum ini, perumahan "Griya Permata Insani" sepertinya akan menempuh jalur yang sama seperti sesepuh-sesepuhnya di tangan para ahli yang sama. Termasuk saya, cie gitu.

Perumahan Griya Permata Insani ini akan menjadi rekomendasi tepat bagi warga Lamongan yang berencana membeli rumah dengan program subsidi dari pemerintah, beragam tipe rumah dengan desain elegan akan menyajikan kenyamanan dan ketenangan sebuah tempat tinggal, selain berbagai kenyamanan, keleluasaan, serta ketenangan yang disajikan, uang muka rumah subsidi yang ditawarkan pun, sangat ringan dan terjangkau.

Dengan program perumahan subsidi ini juga mereka akan mendapatkan angsuran flat/fixed, yakni nominal angsuran yang sama dari bulan awal angsuran sampai dengan bulan akhir angsuran, dengan masa angsuran minimal 7 tahun dan maksimal 20 tahun, dan yang lebih menarik lagi adalah suku bunga yang ditawarkan akan memiliki selisih jauh di bawah suku bunga komersil.  Untuk suku bunga rumah subsidi pertulisan ini terbit sendiri adalah 5% perbulannya.

Untuk persyaratan pengajuan rumah subsidi sendiri bisa dibaca di tulisan saya sebelum ini di Syarat Mengajukan Rumah dengan KPR Subsidi. Dan yang ingin mengetahui tips sebelummembeli rumah subsidi sila baca tulisan saya di Tips Membeli Rumah dengan Program FLPP - Subsidi Pemerintah.

Any questions? Feel free to contact me by email at elisa.fariesta@gmail.com. :D

Sincerely,
Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Lamongan Kota Bahari

with 16 comments
Lamongan Kota Bahari

Lamongan Kota Bahari. Ya, Lamongan adalah Kota Bahari, mengingat potensi kelautan memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi dan pariwisata di Lamongan. Duh, saya kok jadi bahas yang berat-berat gini, ya? Jelasnya saya mau menggeser kata kunci yang nggak banget sewaktu orang mengetik kata "Lamongan Kota Apa" di kotak penelusuran Google, nggak perlu saya sebutkan kata kunci apa yang keluar, karena kalian bisa mencobanya sendiri, pokoknya bikin greget.

Jadi, kenapa saya tuliskan di awal bahwa Lamongan itu Kota Bahari? Ya.. selama ini potensi bahari/kelautan emang sangat berpengaruh bagi kehidupan warga Lamongan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah pantura, Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran. Semua mata pencaharian warga Lamongan pantura seakan berpusat pada potensi lautnya.

Dari potensi bahari, Lamongan jadi punya tempat wisata yang saat ini berdiri kokoh dan ramai pengunjung hampir setiap harinya. Wisata Bahari Lamongan. Bisa dilihat, berapa banyak warga Lamongan yang menjadi bagian dari kegiatan ekonomi di sana, mulai dari karyawan WBL sendiri sampai dengan rekanan penyewa ratusan stand di WBL.

Perpaduan keindahan bahari dengan wahana fantasi seolah menarik perhatian orang-orang dari luar Lamongan untuk menikmati tempat wisata yang dulunya bernama Tanjung Kodok tersebut. Selain Wisata Bahari Lamongan, keindahan pesisir pantai di sepanjang jalan pantura juga nggak kalah anggunnya, warga Paciran biasa menyebutnya dengan nama Plengsengan, nggak jarang pengendara ketika menyempatkan berhenti sejenak untuk menikmati pantai yang indah tersebut, bukan pantai, sih, cuma trotoar yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga pengendara seakan terhipnotis untuk berhenti menghampiri, kemudian menikmati pemandangannya #halah. Bahkan saat air laut sedang surut, orang-orang yang berhenti pun bisa turun langsung menikmati karang-karang laut yang mendukung buat foto-foto #okeskip.

Mata pencaharian warga Lamongan pantura juga kebanyakan memanfaatkan potensi baharinya. Mulai dari Nelayan yang sudah pasti kalian tahu mereka pergi mencari ikan di tengah laut demi bisa menghidupi keluarganya, selain itu adanya TPI (Tempat Pelelangan Ikan), salah satu sumber lapangan pekerjaan bagi warga Lamongan pantura, di mana sebelum ikan-ikan hasil tangkapan Nelayan itu layak diperjual-belikan, para pekerja seperti pengorek (pemilah) ikan akan memilah dan memilih ikan sesuai jenisnya, kemudian tukang panggul ikan akan mengantarkan hasil pilihan ikan dari satu pemborong ke pemborong lain dan nantinya akan dimasukkan ke dalam pabrik pengolah masing-masing, dan setelah masuk ke pabrik pun, ikan masih perlu diolah sesuai olahan yang diproduksi oleh pabrik, tentunya untuk beroperasi, pabrik tersebut akan membutuhkan banyak pekerja di sana.

Dan, for your information, ya.. Pengaruh kegiatan ekonomi ini sungguh warbiyasa bagi para pengusaha di bidang lainnya. Apalagi musim hujan-angin begini, jarang Nelayan berani melaut, sehingga TPI juga sepi dan pasokan ikan berkurang, alhasil para pekerja di pabrik ikan bakal ambil cuti, ya nggak ada yang dikerjain juga, penghasilan dari tiap mata pencaharian pun akan menipis, dan tentunya akan berpengaruh pada penjual makanan, penjual pakaian, dan penjual-penjual lain. Ya.. berhubung penghasilan lagi seret, jadi harus agak irit selama musim hujan-angin begini.

Industri Perkapalan mulai bermunculan dari awal tahun 2010, hal tersebut semakin memperkuat Lamongan sebagai Kota Bahari, sampai dengan tahun 2016 ini, terdapat beberapa pelabuhan yang meliputi; Pelabuhan Sedayu sebagai pelabuhan kapal barang, Pelabuhan Paciran atau Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang notabene adalah cabang dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ada juga PT. DOK dan Perkapalan Surabaya yakni industri yang bergerak dalam bidang galangan (perbaikan kapal dan pernak-perniknya) terletak di Desa Kemantren, galangan kapal lain yang terletak di Desa Tunggul Paciran Lamongan, adalah Santosa Marine, dan beberapa industri perkapalan lainnya.

Nah, dari sedikit penjelasan tersebut di atas, sudah tahu dong, ya, seberapa berpengaruhnya Potensi Bahari bagi Kota Lamongan? Makanya saya bilang bahwa Lamongan adalah kota Bahari dan bukan Kota seperti kata kunci yang keluar di kotak penelusuran Google. Jadi, kalian sudah tahu belum, Kota kalian merupakan kota apa kalau menurut Mbah Google? Coba deh, kalian cek!


Sincerely,

lamongan, Lamongan Kota Bahari, Wisata Bahari Lamongan, Bahari Lamongan,

Send Me Your Questions Here!

edigitalife.id@gmail.com

. . . . . .