Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me
Tampilkan postingan dengan label Liga Blogger Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Blogger Indonesia. Tampilkan semua postingan

Cara Sederhana Menarik Minat Baca Pengunjung Blog

with 5 comments
Cara Menarik Minat Baca Pengunjung Blog

Menarik perhatian pembaca blog itu gampang-gampang susah, bagi sebagian blogger yang sudah memiliki tema serta memiliki khas tersendiri, biasanya memang lebih berhasil memiliki pembaca tetap yang kadang malah 'menuntut' nggak sabar menanti update dari blog tersebut. Berbeda dengan blog yang masih memiliki tema yang belum pasti alias gado-gado, blogger harus menerapkan cara-cara out-of-box agar tulisannya berhasil menarik minat pembaca.

Beberapa cara sederhana ini mungkin bisa diterapkan untuk sedikit menarik perhatian pembaca;

Pertama bisa dengan menentukan nama domain yang mudah diingat, sehingga ketika ada pembaca yang pernah mampir blog kita dan sewaktu-waktu mau cari artikel lain yang related sama postingan yang pernah dia baca di blog kita, dia bisa dengan mudah mengingat dan tentunya mengetik nama domain blog kita.

Kemudian paling tidak, kita memiliki beberapa postingan yang bisa masuk halaman utama penelusuran google ketika pembaca mengetikkan "kata kunci" yang sesuai dengan postingan kita, tentunya dari salah satu postingan tersebut bisa mengarahkan pembaca dari laman utama google ke blog kita. Lalu bagaimana agar postingan kita bisa masuk laman utama google? Duh, sebenarnya saya nggak paham-paham banget juga, sih soal beginian.

Tapi dari materi-materi online yang saya pelajari sependek menjadi blogger, kita bisa memanfaatkan SEO atau dengan menulis tema postingan yang banyak dibutuhkan orang, postingan yang benar-benar menyajikan informasi secara lengkap serta fokus bahasannya nggak lari ke sana-sini dan tentunya postingan tersebut dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang dimiliki pembaca. Selain 2 cara tersebut, kita juga bisa menjadikan bahasan tertentu yang sedang viral di waktu tertentu juga sebagai tema tulisan, ya.. biasanya yang sedang viral begitu kan banyak yang cari.

Dan yang sedang saya coba terapkan sekarang ini adalah dengan membuat tampilan blog sesederhana mungkin, penempatan widget yang rapi dan mudah dimengerti, menjadikan tampilan postingan lebih dominan agar pembaca nggak keganggu sama penampakan lain ketika sedang fokus membaca, menyuguhkan tampilan blog yang lebih fresh dengan paduan warna lebih ceria dari template lama saya yang mengemas warna monochrome.

Karena, kadang biasanya pembaca masuk blog itu yang diperhatikan lebih dulu adalah tampilan blog-nya. Kalau enak dipandang mata biasanya dia nggak bakal buru-buru close tab. Terakhir tentunya dari tampilan yang sederhana tersebut bisa membuat loading blog lebih ringan.

Gambar pendukung yang menarik dan sesuai dengan tema pembahasan sebuah postingan juga bisa membantu untuk mendatangkan pembaca. Seperti yang saya sebut sebelumnya pembaca itu kadang lebih melihat tampilannya dulu dari pada isinya. Kalau dia nyaman dengan tampilan yang disuguhkan, kemungkinan dia akan dengan leluasa juga membaca postingan-postingan kita.

Blogwalking. Jujur saya sendiri jaraaang sekali blogwalking, tapi saya lihat di blog teman-teman blogger yang kolom komentarnya selalu ramai itu biasanya mereka yang rajin jalan-jalan ke blog tetangga, dan cara tersebut menurut saya sangat efektif buat mendatangkan pembaca dari.... sesama blogger(?). Tapi... sayang banget kegiatan tersebut kurang efisien buat saya. ~~~~\o/

Terakhir dari saya adalah membagikan link tulisan di semua media sosial yang kita punya. Ini biasanya yang paling banyak mendatangkan pembaca. Tapi bukan cara mudah juga sih, karena pembaca nggak asal klik link begitu saja, Judul Postingan yang mengundang rasa penasaran biasanya sering menjadi daya tarik ketika kita sedang membagikan postingan di media sosial, tentunya selain preview gambar pendukung yang biasanya muncul ketika link dibagikan.

Beberapa cara di atas adalah cara yang biasa saya terapkan dan menurut saya merupakan cara yang paling sederhana atau bisa dibilang mudah untuk menarik perhatian pembaca agar masuk ke blog kita. Tapi saya percaya, selain cara-cara yang saya sebutkan di atas, pasti teman-teman blogger memiliki banyak cara lain yang bisa diterapkan. Mungkin bisa ditambahkan di kolom komentar saya?


Sincerely,
Cara Sederhana Menarik Minat Baca Pengunjung Blog













Mengobati Demam Drama Korea dengan Layanan Video on Demand

with Leave a Comment
Mengobati Demam Drama Korea dengan Layanan Video on Demand

Video on Demand, sebenarnya saya kurang tau apa itu Video on Demad atau yang biasa disebut VoD, dan dengan dijadikannya VoD sebagai tema pekan ke 20 oleh LBI, akhirnya saya browsing juga, dan akhirnya saya juga tau kalau saya juga hampir sering memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh Video on Demand ini. Jadi, Video on Demand [VoD] merupakan sistem televisi interaktif yang memfasilitasi pengguna untuk mengontrol atau memilih sendiri pilihan program video dan klip yang ingin ditonton, tentunya sistem tersebut akan memudahkan pengguna ketika ingin menikmati progam favorit atau yang menjadi highlight pada waktu tertentu, dari sedikit penjelasan di atas, bisa dibilang sistem VoD ini hampir sama dengan ketika kita sedang menonton televisi biasa, tapi bedanya kalau ingin menikmati program-progam di VoD ini harus melalui streaming, selain itu program yang ada juga nggak hanya program yang sedang tayang pada saat itu saja, melainkan kita bisa mencari program-progam lawas yang sudah pernah tayang sebelumnya, dan dari beragam program tersebut juga bisa di download melalui device yang digunakan.

Mengadopsi Nama Hari Jawa untuk Pasar Tradisional

with 1 comment
Pasar Tradisional


Pasar Tradisional kadang memiliki nama yang unik, mulai dari pasar yang mengambil nama dari lokasi pasar itu sendiri, nama pasar yang diusung dari barang-barang yang dijual, dan nggak terkecuali pasar yang menggunakan nama-nama hari jawa.

Kalau di ibu kota sana ada pasar senen dan pasar rabu, di tempat saya ada yang namanya pasar wage dan pasar kliwon. Kenapa pasar wage dan pasar kliwon? Ya karena pasar itu bukanya cuma pas kedua hari jawa itu datang. Lalu apa bedanya sih, kedua pasar tersebut dengan pasar-pasar yang biasanya?

Pasar Kliwon sendiri memang hampir sama dengan pasar blimbing yang buka di hari biasa, lokasi dan waktu bukanya juga sama-sama pagi, bedanya adalah.. kalau di pasar kliwon ini lebih dikenal dengan semua barang yang dijual itu super lengkap, mulai dari seragam sekolah sampai dengan bahan-bahan yang nggak bisa ditemui di pasar hari biasa, terlebih harga barang di pasar kliwon itu murah-murah banget.

Tentunya buibu bakal sangat memanfaatkan moment ketika pasar kliwon ini datang, meski harus berdesak-desakkan, mereka bakal dengan semangatnya borong barang-barang yang memang memiliki selisih harga yang lebih rendah ketimbang harga barang di pasar biasa. 

Terus untuk pasar wage sendiri, meskipun tempatnya juga memanfaatkan pasar di hari biasa yang terletak di pasar paciran, tapi dia jam operasionalnya siang. Pasar wage ini lebih dikenal dengan pasarnya anak muda kalau di tempat saya, soalnya barang-barang yang dijual itu identik dengan barang kesukaan anak muda, harga dari barang yang dijual pun ramah banget sama kantong mereka.

Karena pasar ini memang lebih menargetkan anak muda sebagai customernya, barang yang dijual pun nggak selengkap barang di pasar kliwon. Sebenarnya untuk pasar wage sendiri ada dua sesi, pagi dan siang, yang pagi ini buka lapaknya di daerah Banjarwati dan memanfaatkan lahan parkir pasar utama (Pasar biasa) dan ada juga yang buka lapak di sisi jalan raya, menurutku meski agak riskan dan kadang mengganggu pengguna jalan, tapi sejauh ini aman, sih.

Kalau di tempat kalian ada pasar yang namanya unik-unik nggak?


Sincerely,
Lifestyle Blogger



Kamu Pakai Provider Apa untuk Koneksi Internetmu?

with 3 comments


Bicara soal aktifitas di dunia maya, kita juga perlu memperhatikan beberapa poin penting yang mendukung kelancaran aktifitas dunia maya tersebut. Dan salah satu poin yang akan saya bahas kali ini adalah tentang koneksi internet. Bisa dibilang, koneksi internet sekarang ini sudah bisa dimasukkan dalam kategori kebutuhan primer ketimbang sekunder, mengingat kebutuhan akan koneksi internet semakin tumbuh berkembang seiring dengan bertambahnya orang-orang yang melek akan betapa penting dan banyaknya manfaat yang diperoleh dari kemudahan yang dihadirkan oleh adanya koneksi internet.

Sebagai blogger yang tiap nge-draft seringnya malah nyasar ke insta, youtube, dan media sosial lain yang bikin fakir kuota internet sendiri saya menggunakan dua provider yang masing-masing memiliki nilai plus-minusnya. Yang satu bikin tongpes dan yang satu kadang bikin garing nunggu loading. Tapi tetep paling klop sama 2 provider ini, sih.

Provider yang pertama itu.. yang katanya harganya mahal terus alhasil website-nya kemarin kena hack, tapi di kampung saya, cuma provider itu yang sinyalnya nggak bikin greget pas lagi online. Kata hackernya sih, makin ke sini, bundling paket internet punya si merah ini makin mahal, tapi kalau menurutku, justru sebaliknya, si merah ini murahan banget, ya masak satu bundling paket internet sudah bisa dibagi-bagi jadi beberapa fitur, macam slogan salah satu tv nasional saja kan jadinya, "Satu untuk Semua..." Errr.. Jadi maksudnya, okelah harga sekian mahal tapi mbokyo nggak usah yang murahan gitu, satu paket dibagi-bagi buat paket video lah, paket 4G lah, midnight lah, oke buat paket 4G yang wilayahnya sudah ter-cover sama jaringan tersebut, la.. Tapikan di kampung saya mentok cuma sampe 3G, lalu paket 4G saya yang makin luber ke mana-mana ini fungsi dan manfaatnya apaaah? Yang disayangkan adalah.. Meskipun murahan, tapi saya tetap saja setia sama Telkomsel ini. Ya.. Mau gimana lagi, yang lain koneksi internetnya macam kura-kura. Ckckck.

Terus pilihan provider kedua, yang dipakai orang serumah juga, adalah provider dengan logo robot merah kecil, provider yang murahnya bukan cuma murahan tapi murah beneran #apeu. Yang jelas sejak saya pakai produk Mifi dari provider ini, budget buat beli paket internet kerasa banget berkurangnya. Cuma, ya.. kadang koneksi internetnya lumayan bikin mesem-mesem sendiri, tapi meski begitu, provider ini tetap bisa dipakai meski di daerah terpencil, tapi ya.. stok kesabarannya harus seluas samudera lah, ya, kalau memang ada sesuatu yang urgent dan ketika itu pas koneksi internet lagi pengen leyeh-leyehan bentar. Yang jelas setelah pakai Mifi dari Smartfren ini pengeluaran buat beli paket internet jadi sedikit lebih hemat.

Kalau kalian, provider mana yang dipake buat internet? Harga paketnya murah, nggak? Terus koneksi internetnya lancar jaya atau bikin garing? Kasih tau, dong...

Sincerely,














Mudahnya Bertransaksi Hanya dengan FinTech Aplikasi

with 1 comment
Mudahnya Bertransaksi Hanya dengan FinTech Aplikasi Android PayTren

Mengulas tentang pertumbuhan teknologi yang semakin canggih memang nggak bakal pernah ada habisnya, terlebih teknologi digital yang katakanlah saat ini memiliki peran yang begitu besar terhadap kelangsungan dalam bidang pendidikan, informasi, hiburan, dan bisnis perbelanjaan online nasional. Dengan banyaknya aktifitas dalam dunia digital teknologi, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pertumbuhan layanan berbasis teknologi digital lainnya, salah satunya seperti FinTech. FinTech sendiri menurut pemahaman saya adalah sistem layanan keuangan yang ikut menghadirkan kemudahan dalam mengatur keuangan, transaksi, dan proses finansial lainnya dalam bentuk digital teknologi.

Seperti hari biasa, saat itu saya sedang menikmati alunan musik sambil sedikit merapikan data pekerjaan yang memang harus saya laporkan setiap hari kamis, beberapa user/calon user keluar-masuk kantor untuk membayar tagihan uang muka, atau sekedar bertanya tentang info stok kavling yang masih tersedia, sampai ada salah satu calon user yang sedikit mengajak saya berbincang di luar informasi yang ditanyakan sebelumnya. Calon user tersebut menjelaskan kepada saya tentang sebuah aplikasi android yang bergerak dalam bidang financial technology, nama aplikasi tersebut adalah PayTren, "wah mbaknya "jualan" juga ternyata" pikir saya. Sebenarnya saya kurang begitu tertarik dengan penjelasan tersebut, tapi demi tata krama kehidupan dan sopan santun antar sesama, saya dengan seksama mendengarkan penjelasan dari mbaknya mengenai apa saja yang bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi FinTech bernama PayTren tersebut.

Seperti halnya aplikasi atau website yang bergerak dalam bidang teknologi finansial lainnya, PayTren dapat menyuguhkan kemudahan-kemudahan dalam melakukan transaksi bulanan seperti pembayaran kredit pinjaman, asuransi syariah, tagihan listrik, PDAM, TV kabel, bisa juga untuk pembelian token listrik, pulsa prabayar, voucher game, bahkan untuk pembelian tiket pesawat sekalipun. Selain transaksi pembayan dan pembelian beberapa item di atas, pada aplikasi PayTren juga terdapat fitur yang memungkinkan pengguna untuk membeli aneka kuliner atau kebutuhan rumah tangga lain yang terdapat dalam daftar mitra PayTren tersebut. Jadi bisa dibilang juga, dengan aplikasi ini, pengguna bisa menjalankan bisnis berupa pelayanan jasa pembayaran dan pembelian dari fitur yang disediakan dengan begitu mudah.

Daebak banget nggak sih, ragam layanan yang ditawarkan. Saya yang awalnya agak ogah-ogahan dengerin penjelasan dari Mbak PayTren jadi sedikit memasang telinga biar bisa menangkap lebih jelas pembicaraan tentang PayTren tersebut. Ya.. meskipun pada akhirnya saya juga sama sekali nggak minat, atau mungkin belum minat, untuk bergabung dalam jajaran pengguna PayTren. Tapi paling enggak saya jadi tahu, apa itu PayTren, dan bagaimana sebuah aplikasi FinTech bekerja. Dari sini saya jadi pengen berkata kasar ke orang yang suka bilang "main hp mulu, kerjanya kapan?" Ckckck. Dan poin yang paling penting dari percakapan saya dengan Mbak PayTren adalah... *drumbroll*... Saya jadi punya bahan buat ngerjain tantangan tema pekan ke 15 Liga Blogger Indonesia kali ini. Oke, sekian bahasan tentang FinTech a.k.a Financial Technology kali ini. Mari bertemu pada postingan tema #LBI2017 pekan selanjutnya.. *kissbye*

Sincerely,
Mudahnya Bertransaksi Hanya dengan FinTech Aplikasi Android PayTren



Coffeshop; Borjuis Food and Drink

with 5 comments
Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Jadi.. sekarang ini resto dan kafe dengan konsep yang instagram-able mulai menjamur di daerah saya, Paciran - Lamongan, mulai awal tahun 2017 kemarin banyak kafe bermunculan dan langsung penuh sesak dengan sekumpulan anak muda nan ceria di setiap sorenya, tapi nggak tau kenapa saya yang ikut senang dengan adanya perkembangan tersebut malah sama sekali belum minat buat sekadar icip-icip air putih di kafe-kafe tersebut. Oke. Sebenarnya bukan masalah nggak minat, cuma waktunya saja yang belum ada yang klop buat duduk-duduk manis di salah satu kafe tersebut.

Sampai pada pekan 14 #LBI2017 yang mengeluarkan tema tantangan "Review Rumah Makan di Daerahmu", dan di sini lah saya, menjadi bagian dari para anak muda yang sedang asik-asiknya menikmati siang mendung dengan aneka hidangan di Borjuis Food and Drink; salah satu kafe minimalis yang terletak di daerah Kranji - Paciran. Yah.. akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengambil jatah istirahat singkat saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Sesuai dengan nama Borjuis Food and Drink, kafe tersebut menyediakan beragam menu minuman dan makanan ringan, tapi yang saya tangkap dari handlettering yang menghiasi sebagian dinding kafe tersebut adalah; di sana hanya menyajikan aneka minuman dengan fokus kopi-kopian #halah. Tapi ternyata minumannya pun beragam banget, mulai dari beberapa jenis jus buah, minuman dengan tema tropical hawai seperti lemon tea, lecy tea, minuman besoda, dan tentunya nggak ketinggalan Hot/Ice mocha, cappucino, white coffe, dan ragam menu kopi-kopian lainnya, dan untuk menu makanannya sendiri ada mie borju, beef steak, chicken kebab, pizza beef untuk menu salty favour, serta banana split, pancake, waffle float dan crepes untuk menu makanan manisnya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Waktu berkunjung ke kafe tersebut saya memilih beef steak yang kelihatannya memiliki ukuran porsi cukup sebagai pengganti makan siang dan untuk minumannya alih-alih memesan minuman favorit beraroma kopi, saya lebih ingin mencoba minuman baru yakni pattaya ling di mana pada pamflet menu digambarkan dengan semangkuk minuman dengan cairan berwarna putih entah itu susu atau santan, dengan toping irisan buah-buahan segar, namun karena stok pattaya ling-nya lagi kosong, saya beralih ke lecy punch, overall makanan dan minumannya sesuai dengan lidah pemilih saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Untuk tempatnya sendiri, meskipun kadang terlalu bising dengan suara kendaraan karena jarak antar kafe dan jalan raya bisa dibilang terlalu dekat, tapi pelanggan cukup dibikin betah dengan konsep desain tempat yang seperti saya sebut sebelumnya, instagram-able.

Dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan wall-art berisi kutipan-kutipan inspiratif sekaligus menarik dan penataan bangku yang rapi meski tempatnya kecil. Tampilan depan yang memilih warna monochrome sebagai background menjadi dara tarik tersendiri pagi calon pelanggan, apalagi teras yang cukup minimalis tersebut dilengkapi dengan hiasan televisi tabung dan mesin tik antik yang entah kenapa menurut saya menambah nilai seni dari kafe tersebut, ya.. meskipun cuma sedikit sih.

Buat teman-teman yang kebetulan main-main ke WBL dari arah Gresik/Surabaya atau yang sedang melewati jalur pantura Lamongan - Paciran, bisa banget mampir ke The Borjuis Food and Drink ini, letak dan harganya dijamin terjangkau, dan yang pasti bisa sedikit menghilangkan lapar dahaga ketika melakukan perjalanan jauh di siang hari. Jam operasionalnya dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Nah, sekian ulasan singkat dari saya, sampai ketemu di pekan Liga Blogger Indonesia selanjutnya.. bye-bye.. *kissbye*


Sincerely,


Send Me Your Questions Here!

edigitalife.id@gmail.com

. . . . . .