Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me
Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

ZenCore; Senyata-nyata "Jalaran Tresno Soko Kulino"

with 21 comments
ZenCore


Halo Buibu yang setiap hari harus siap siaga memantau anak-anak selama PJJ alias Pelajaran Jarak Jauh atau istilah kekiniannya sekolah online.. Masih sehat jiwa dan raga, kah? Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT ya, Buibu, biar bisa selalu ikut mendampingi perkembangan buah hati sekaligus dalam memahami puluhan materi sekolah yang diberikan selama PJJ.

Pilihan antara PJJ dan Sekolah tatap muka ini bagi saya sendiri bagai makan buah simalakama, pengennya sekolah segera kembali normal, masuk Senin sampai Jumat agar anak bisa mengikuti pelajaran dan menerima materi seperti biasa, tapi.. gimana dong keadaan masih seperti ini, malah bikin resah juga kalau dipaksa masuk sekolah. Terus kalau PJJ juga saya berasa kurang maksimal penyampaian materinya, jadi setiap kali Kakak yang sekarang ini ada di kelas 8 bilang "Mah.. Aku belum paham materinya ini, ngerjain tugasnya gimana, Mah?", biasanya kalau sudah begitu saya auto mikir buat cari materi tambahan di Google atau Youtube. 

Akhirnya Kakak Munaqosah TPQ!

with 6 comments
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

Sempat pasrah..


Itu yang saya rasakan ketika Kakak menjadi salah satu anak yang ketinggalan jauh juz ngajinya dibanding sama teman-teman seangkatannya.



Dulu pas awal-awal mulai ngaji, dia emang sering banget diajakin ayah sambang ke rumah mbah buk-nya di Tuban, bahkan nggak cuma di awal saja, bisa dibilang hampir tiap sore. Dan karena jadwal ngajinya juga habis ashar, jadi mau ndak mau kakak bolos ngaji. Sempat kesel sama ayahnya, tapi ya kalau nggak sambang, kasihan mbah buk juga tinggal sendirian di rumah. Akhirnya saya yang harus mengalah, belajar berdamai dengan emosi dan keadaan. Tapi tetap saja, pas kenaikan kelas 5, saya balik galau lagi, lihat teman-teman kakak mulai naik tingkat dari Tilawati ke Al Qur'an. Seketika itu juga, saya mulai memberi pengertian dan bilang ke ayahnya, karena sudah kelas 5, jangan sering-sering diajak perginya, biar dia bisa lebih fokus ngaji mengejar ketertinggalan, kasihan juga kalau ketinggalan jauh sendiri.



Akhirnya setelah sedikit adu argumen sambil bermanja-manja ria #uhuk, titik terang mulai ditemukan: kita ikut sambang mbah buk-nya pas libur sabtu-minggu saja, jadi nggak sering-sering bolos. Saatitu jadwal ngajinya juga diubah dari habis ashar menjadi habis maghrib, istirahat sepulang sekolah pun bisa sedikit agak lama dan cukup untuk mempersiapkan diri menerima "pelajaran" baru, kakak mulai rajin juga dong berangkat ngajinya. Sampai suatu hari saya baru tahu, di tas ngaji kakak sudah ada Al Qur'an dan bukan lagi Tilawati. Waktu itu sudah mepet waktu sholat maghrib, jadi saya nggak bisa langsung mengintrogasi dia, karena mau jamaah di musholla, alhasil cuma bisa menebak-nebak saja. Setelah jamaah isya' dan sepulang dia ngaji, saya akhirnya bertanya ke kakak. "Kak, kok yang dibawa di tas ngaji sekarang Al Qur'an, kak? Kok bukan Tilawati?".. Soalnya terakhir saya lihat buku prestasi ngajinya itu dia masih Tilawati Juz 5 akhir, Si kakak jawab, sambil malu-malu dia bilang kalau sama ustadzah-nya sudah disuruh pindah ke Al Qur'an. Setelah saya simak baca tilawatinya, ternyata memang bacaanya sudah lumayan lancar, baca hijaiyah bersambung pun nggak putus-putus kayak dulu, meski tajwidnya masih perlu diasah lagi, tapi kata ustadzah bisa belajar pelan-pelan sambil memulai juz 1 Al Quran. Buibu, Pasti faham bagaimana bahagianya saya setelah ber-galau-galau ria karena ketertinggalannya #halah.



Kabar  bahagia nggak berhenti di situ saja, beberapa hari kemudian saya menerima kabar yang membuat hati saya kembali berbunga-bunga, setelah mendadak naik tingkat ke Al Quran, kakak katanya mau diikutkan wisuda TPQ/TPA juga. Duh.. terharu akutuuuh. Baru.. saja naik tingkat Al Quran, eh.. nggak lama kemudian dapat kabar kalau mau diikutsertakan wisuda.. campur aduk banget, takut kakak nggak bisa tes-nya, takut ini - takut itu.. tapi tetap, kebahagiaan mengalahkan segalanya.



Karena nggak lama kemudian, segala ketakutan saya terjawab ketika saya tahu ada jam ngaji tambahan setelah sholat subuh, termasuk adanya jadwal "penggemblengan" kakak selama kurang-lebih 9 bulan. Ya.. meskipun bolos tetap kadang dilakukan. Tapi saya salut sama si kakak yang seketika jadi rajin banget, tanpa "digremengi" mamah-nya dia sudah paham akan tanggung jawabnya untuk bangun pagi, sholat subuh dan dilanjut ikut ngaji.

Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ




Btw.. sudah ada yang tau proses yang harus dilakukan sebelum wisuda TPQ/TPA itu seperti apa nggak sih? Apa??? Sudah???

Okelah, meskipun sudah pada tahu, saya tetap mau cerita tentang wisuda ini #lah. Jadi seperti halnya pendidikan formal (sekolah ataupun kuliah), sebelum wisuda TPQ/TPA ini dilaksanakan, para santriwan-santriwati harus mengikuti test munaqosah. Apa itu tes munaqosah? Kalau versi cerita dari kakak, peserta test harus bisa menghafal surat-surat pendek yang terdapat pada juz 30 di Al Qur'an. Nggak semua, tergantung ustadz/ustadzah-nya minta dibacakan surat apa, jadi semacam acak gitu, kalau kakak sendiri mendapat tugas untuk membaca 4 surat, yakni: Do'a Iftitah versi panjang (Seperti yang dibaca di film Hafalan Sholat Delisa), Al-Mu'minuun, Al-Lahab dan surat terakhir adalah An Naba'.

Untuk Jadwal munaqosah-nya sendiri dilaksanakan 2 minggu sebelum wisuda, bertepatan pada hari Jumat, 1 November 2019. Saya yang saat itu nggak bisa menyaksikan langsung test munaqosah-nya, hanya bisa berdoa semoga kakak diberi kelancaran. Setelah munaqosah selesai, saatnya hari yang dinanti tiba, Wisuda XXVII Santriwan - Santriwati Taman Pendidikan Al Qur'an yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 November 2019 di Gedung Olah Raga kabupaten Lamongan. Duh, deg-deg-an-nya itu, lho..

Sempat mellow pas malamnya nyetrika jubah wisuda si kakak, keinget gimana dulu resahnya saya pas kakak ngajinya tertinggal jauh, dan akhirnya sadar diri juga sih, absensi kakak saja berantakan, mau sejajar sama yang rajin ngaji gimana?? Tetap sajayang penting bisa ngaji lancar, tajwidnya baik, mau butuh waktu berapa lama pun nggak masalah, toh belajar memang nggak sekali baca langsung bisa, belajar nggak pernah ada batasnya. Bahkan pepatah bilang "Belajarlah Sampai ke Negeri Cina". Dan ada juga kata-kata bijak yang mengungkapkan bahwa belajar itu tak mengenal batas usia..

Wah.. jadi panjang nih curhatnya. Baiklah sekian curhat dari mamak-mamak yang lagi bahagia banget. Proud of You Son!!


Sincerely,
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ










Tinggalkan Akun Drama, Penuhi Timeline dengan Konten yang Lebih Berguna

with 1 comment
Tinggalkan Akun Drama, Penuhi Timeline dengan Konten yang Lebih Berguna

Instagram merupakan salah satu media sosial yang di dalamnya banyak sekali terdapat konten kreatif, inspiratif dan juga penuh motivasi, tentunya apabila kita benar-benar bijak dalam menggunakannya, banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh. Istilah tepatnya mungkin "sambil menyelam minum air" dari kegiatan yang awalnya hanya sekedar mencari hiburan kita bisa mendapatkan pelajaran serta pengetahuan baru yang lebih luas.


Media sosial yang berfokus pada ide kreatif berupa gambar dan video ini menjadi wadah yang sangat mendukung bagi para kreator pun mereka yang sedang membutuhkan banyak ide kreatif. Yang perlu diingat adalah, jangan follow, atau tinggalkan akun drama dan penuhi timeline-mu dengan konten-konten yang lebih berguna. Tapi susah, sih, ya, kadang yang drama itu emang yang lebih menggoda.

Sejak memutuskan untuk kembali menulis di blog, hal tersebut mengharuskan saya untuk aktif di media sosial juga, tentunya agar nggak ketinggalan update terkini dari para blogger. Namun, saya berusaha untuk membersihkan timeline saya yang dulu follow-nya akun gosip lah, akun selebgram atau artis dadakan yang suka drama lah, dan menggantikannya dengan akun komunitas parenting, mereka para orang bijak yang tanpa harus bikin drama sudah bisa mengajak orang untuk berfikir positif dengan kalimat-kalimatnya, serta beberapa akun hiburan lain yang bagi saya cukup bisa membuat otot-otot pipi saya jadi rileks.

Jadi menurut saya itu, kreativitas bukan satu-satunya patokan untuk bisa dijadikan panutan, harus ada pesan positif yang bisa disampaikan dari hasil kreativitas tersebut, dan bagi selebgram yang followernya sudah jutaan lebih, tolonglah.. berikan konten yang nggak hanya kreatif tapi juga yang mendidik. Memang, sih, orang ngomong gampang, padahal yang ngomong belum tentu bisa bikin konten yang kayak gitu juga. Tapi bagi selebgram yang menamakan diri mereka konten kreator, pasti bisa dong mengembangkan ide sederhana seperti itu. Saya bukan tipe orang yang follow selebgram musiman yang mendadak viral gitu sih, tapi kadang miris lihat yang cuma demi popularitas mereka jadi membenarkan segala cara. Buat adek-adek nih, ya, harus pintar-pintar buat milih akun instagram yang benar-benar menyajikan konten kreatif namun tetap positif.

Beberapa akun yang akan saya sebutkan di bawah ini merupakan akun yang menurut saya bisa dijadikan rekomendasi buat kalian. Konten mereka penuh dengan hal positif yang bisa kita jadikan pelajaran pun beberapa gambar atau cara penyampaiannya yang menghibur. se-positif-positif-nya, kita tetap butuh hiburan demi kewarasan, kan.. Asal menghibur diri-nya jangan sampai kebablasan saja, sih.

Oke, ini dia 10 akun instagram yang akhir-akhir ini memiliki efek positif dalam diri saya..

1. Rainbowcastleid

Akun ini bertema parenting,  konten yang disajikan oleh akun ini pun nggak jauh dari tips psikologi ibu dan anak. Jujur, saya sangat bersyukur menemukan akun ini, dengan konten yang dibagikan, saya bisa mendapatkan banyak pelajaran tentang bagaimana saya sebagai ibu harus bisa mengendalikan emosi dan memberikan arahan-arahan untuk anak agar bisa tersampaikan secara tepat, tanpa menimbulkan trauma-trauma yang nggak diinginkan.

2. Letsplayandlearn

Selain saya suka dengan blog dan si empunya yang kalem, akun instagram-nya pun jadi pilihan stalking buat saya, update-nya memang jarang sih, tapi konten sederhana tentang kegiatan sehari-hari Rayyaan dan Razqa yang dibagikan benar-benar memiliki kesan tersendiri buat saya. Karena kadang nggak semua ibu paham kalau ternyata di setiap kegiatan bermain anak itu memiliki rangsangan terhadap tumbuh kembang mereka, baik dari segi sosial, emosi, ataupun pendidikan.

3. Islamicmontessori_

Masih tentang parenting, akun ini banyak membagikan konten tentang tips serta metode montessori untuk anak, bagaimana lingkungan memiliki peran penting bagi tumbuh kembang anak. Tentang makna dari setiap perilaku anak yang kadang menurut kita, "wah, adek kok jadi makin susah diatur, sih" Padahal hal tersebut merupakan proses dari fase tumbuh kembangnya.

4. Amrazing

Koko satu ini, selain caption-nya yang selalu panjang dan memiliki pesan yang super lebar, jepretan fotonya juga aduhai banget. Belajar menjadi bijak dan banyaknya pengetahuan tentang keindahan alam serta budaya dari belahan bumi lain selalu dapat kita serap dari setiap gambar yang dia bagikan, kisah-kisah yang ditulis melalui #LetMeTellYouAStory nya pun, bisa kita jadikan pelajaran hidup tersendiri.

5. 9gag

Okay. Namanya orang tetap butuh hiburan dong, ya. Biasanya konten darI 9gag ini yang sering bikin saya ketawa-ketawa sendiri. Nggak perlu penjelasan panjang-lebar semua sudah pasti tau akun fenomenal ini kan. Yang belum tau, gih follow, nggak bakal nyesel kok.

6. Movieshowtime

Akun ini baruuu saja saya temukan. Dan saya langsung suka. Sesuai dengan nama akunnya, movieshowtime ini menyajikan konten tentang cuplikan film-film bagi followers-nya. Dan sejauh iní film yang direkomendasikan dan yang sudah saya tonton memang seru semua. Jadi sekarang kalau selesai nonton drakor gitu dan ingin cari tontonan lain yang nggak memakan durasi terlalu lama biasanya saya cari rekomendasi film dari akun ini.

7. Blossom

Life Hack, konten yang disajikan sama tim blossom ini sangat menghibur, selain tip dan trik tentang life hack, mereka juga kadang bikin video parodi lucu dan tutorial DIY simple yang kadang nggak pernah kepikiran sama saya sebelumnya.

8. 5.min.crafts 

Hampir sama dengan Blossom, akun ini menyajikan konten berupa tip & trik, serta DIY sederhana yang berhubungan dengan kebutuhan atau kegiatan sehari-hari dan sangat bisa dipraktikkan sendiri di rumah.

9. Flatlay

Kalau flatlay ini saya sekedar menikmati hasil fotonya saja, sih.. Kadang niru juga berbagai konsep foto dari akun tersebut, tapi tetep, mau dibikin konsep seperti apa juga hasilnya nggak bisa yang se-daebak gambar-gambar di sana ^^"

10. Uploadkompakan

Saya kadang kagum dengan orang-orang yang ikut serta dalam challenge yang diadakan oleh tim uploadkompakan setiap harinya ini, dengan tema yang mungkin kalau saya yang ikut dan dikasih tema serupa pasti kelabakan mau pakai konsep seperti apa, bahan pendukung cari di mana, dan keraguan-keraguan lain yang bikin saya mikir "mundur teratur dari pada bingung". Tapi kalau sudah lihat hasil gambar dari para kompakers, saya baru ngeh "duh ternyata pakai ini aja sudah bisa toh" Oh.. seperti ini caranya, oh begini.. oh begitu.. Sekarang malah kalau saya lihat banyak teman blogger yang ikut challenge uploadkompakan ini. Tentunya bukan hanya faktor dari alat pendukung saja, teknik fotografinya juga bikin iri.

Oke, di atas adalah 10 akun instagram yang bisa kalian stalking, follow, dan siapkan hati kalian untuk jatuh cinta sama mereka #halah. Tentunya bukan hanya hiburan dan kesenangan saja yang bakal didapat, kita juga bisa mengambil pesan positif dari masing-masing akun dan juga menyerap berbagai pengetahuan baru yang disajikan oleh mereka.

#BPN30dayChallenge2018 day 15, Tema; "10 Akun Instagram Favorit".

Sàlam ^^
Rekomendasi 10 Akun Instagram Favorit


Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial

with 5 comments
 Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial, strategi menghadapi pembaca generasi millenial. Tips digital parenting.


Dalam beberapa artikel yang ada, Gen Y atau Generasi Millenial merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebut para generasi yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000. Karakteristik dari generasi millenial sendiri cenderung lebih aktif, kreatif, serta memiliki keinginan atau kemampuan dalam menggunakan kecanggihan teknologi semaksimal mungkin. Bisa kita lihat banyaknya pengguna teknologi dari generasi tersebut yang mulai memanfaatkan penggunaan media sosial sebagai sarana berbagi pengalaman dan informasi, sarana untuk menyalurkan hobi, serta sarana dalam melakukan riset bagi sebagian orang.

Tak terkecuali para ibu muda masa kini yang begitu antusias dalam mengumpulkan informasi melalui banyaknya artikel parenting yang tersebar, sebagai pedoman dalam memberi perawatan terbaik bagi anak mereka. Dari beberapa karakter generasi millenial dan antusiasme ibu muda masa kini tersebut, bisa dibilang bahwa teknologi memiliki pengaruh yang lumayan penting dalam penerapan gaya parenting generasi millenial. 

Lalu seperti apa dan bagaimana cara generasi millenial dalam menerapkan gaya parenting dengan dukungan teknologi?

- Gadget. Ibu muda dari generasi millenial cenderung lebih memilih untuk memperkenalkan cara menggunakan teknologi seperti gadget dalam memenuhi hiburan serta menambah pengetahuan si kecil. Saya sendiri kadang berlaku demikian, beberapa alasannya sih, biar si kecil mainnya di rumah saja, kalau siang kan panas, tuh, terus bisa mantau juga apa saja yang dia lakukan saat menggunakan gadget, serta berapa lama waktu yang digunakan untuk dia bermain sehingga nggak mengganggu istirahat siangnya. Bukan berarti mengekang, toh, masing-masing sudah seharusnya sesuai porsi, antara bermain sebagai hiburan, belajar untuk menambah pengetahuan, dan istirahat sebagai upaya menjaga ketahanan badan. Tapi hal tersebut juga harus seimbang, karena pada dasarnya tugas seorang ibu adalah mengarahkan atau membimbing, namun kebebasan anak dalam menentukan pilihan juga tetaplah yang utama. Selama hal tersebut baik, rasanya bukan masalah.

- Open Minded. Memiliki keterbukaan pemikiran dalam memberi dan menerima informasi tentang cara mengasuh atau merawat anak. Jadi sebagai ibu muda generasi millenial yang dikenal super hati-hati dalam menerapkan cara parenting pada anak-anaknya, mereka tentu nggak hanya menelan satu-dua artikel secara mentah, melainkan selalu siap menerima opini berbeda sebagai pembanding untuk kemudian disaring, karena bisa dipastikan akan ada banyak informasi metode parenting berbeda. Dan sudah seharusnya sebagai ibu, kita bisa menyesuaikan ragam informasi yang diterima dengan kondisi anak sebenarnya. Tentunya dengan keterbukaan seperti itu, akan membuat seorang ibu lebih bijaksana dalam menentukan gaya parenting terbaik bagi anaknya.

- Cashless. Dalam memenuhi kebutuhan si kecil, ibu muda generasi millenial cenderung lebih memilih belanja secara online dengan pembayaran CC atau bank transfer daripada harus berpayah-payah ngajak anak keliling pasar dan membayar secara tunai, belum lagi kalau si kecil rewel karena bosan berdesak-desakan di dalam pasar. Hal ini dianggap lebih efektif dan efisien, mengingat e-commerce sekarang juga sudah sangat begitu mudah digunakan. Tapi nggak harus setiap belanja juga, sih. Kalau menurut saya, mengajak anak ke pasar juga penting untuk dilakukan, dari sana kita bisa sedikit demi sedikit mengenalkannya bagaimana cara bersosialisasi secara "guyub dan rukun".

- Media Sosial. Melalui media sosial, segala bentuk rupa aktifitas dan keadaan orang dapat diketahui hanya dengan melihat layar HP. Ada satu ketika kiriman dari teman di grup Buibu facebook yang membahas tentang MPASI bertanya "anak saya susah pup nih, sudah 5 hari belum pup. Kasian :(. Buibu yang pernah punya masalah serupa bisa share solusi atau pengalamannya? Setelah pertanyaan tersebut muncul, bisa dipastikan akan banyak yang berkumpul untuk menyampaiakan beragam pengalaman serta solusi. Tentunya si penanya harus benar-benar pandai untuk memilih jawaban yang sesuai dengan keadaan anaknya. Di sini peran media sosial akan sangat membantu dalam mencari solusi dari masalah yang dihadapai ibu muda generasi millenial.

Sebagai blogger yang notabene masuk dalam generasi millenial, ibu muda, dan juga ikut serta menerapkan beberapa cara di atas. Dalam menerbitkan tulisan perihal parenting, saya rasa harus benar-benar sesuai pengalaman. Karena seperti yang sudah tertulis di atas, generasi millenial itu orangnya aktif, dalam hal ini ibu muda yang aktif dalam mencari informasi tentang parenting serta kreatif dalam menentukan artikel mana yang akan dijadikan pedoman gaya parenting. Jadi.. bukan nggak mungkin nantinya salah seorang dari sekian banyak ibu muda generasi millenial tersesat dalam tulisan parenting yang kita hasilkan, untuk membuat mereka tertarik dan membaca tulisan lebih lanjut, biasanya akan lebih mudah difahami kalau tulisannya dikemas dengan gaya curhat. Kenapa curhat? Karena pada dasarnya generasi millenial itu orangnya juga kepo, jadi kalau baca tulisan yang berbau-bau curhat gitu pasti pada antusias, tapi tetap kembali pada keabsahan tulisan juga, jangan sampai kita buat artikel hoax tanpa tahu kebenarannya.

Sincerely,

 Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial, strategi menghadapi pembaca generasi millenial. Tips digital parenting.







Kenali Alergi Anak Lebih Dini

with 4 comments


Tumbuh kembang anak merupakan hal penting bagi orang tua, sehingga mereka benar-benar memberi konsumsi makanan yang bergizi dan memiliki nutrisi tinggi bagi anak. Selain itu, banyak juga orang tua yang memberi tambahan berupa susu sapi agar tumbuh kembang anak semakin optimal. Namun, nggak jarang beberapa anak memberikan reaksi, salah satunya berupa alergi yang ditandai dengan mual, muntah bahkan diare setelah konsumsi susu sapi. Untuk itu wajib bagi kita sebagai orang tua agar lebih dulu kenali alergi, entah itu tanda, gejala, ataupun pemicunya.

Alergi susu pada masa pertumbuhan memang sangat membingungkan. Hal ini lantaran kebutuhan anak akan nutrisi yang terkandung di dalam susu cukup besar. Maka dari itu, agar kita bisa mendeteksi alergi susu sapi lebih dini, kita terlebih dulu harus tahu informasi tentang tanda gejala alergi serta cara mengatasinya. Selain informasi yang kita peroleh, pemeriksaan ke dokter untuk memastikannya pun harus dilakukan. Dokter sendiri akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan seperti cek darah, fesses atau tes alergi pada anak.

Dan kalau anak kita positif mengalami alergi, maka kita sebagai orang tua bisa melakukan beberapa hal berikut sebagai upaya penanganan tambahan;
  • Hindarkan anak dari segala makanan yang mengandung susu sapi. 
  • Produk susu dan segala olahan yang berasal dari susu sapi juga harus dihindari oleh sang Ibu jika buah hati masih dalam masa menyusui. Hal ini karena protein pada susu sapi bisa saja menyatu dalam ASI sehingga membahayakan si kecil. 
  • Gantilah konsumsi susu sapi dengan susu kedelai. 
Tiga poin di atas adalah beberapa hal yang perlu kita lakukan ketika si kecil positif alergi susu sapi. Seperti yang kita tahu, ketika anak mengalami alergi, perut mual atau gatal di beberapa bagian tubuh akan sangat berpengaruh terhadap nafsu makan atau waktu tidur anak, itulah mengapa penting sekali untuk mengetahui tanda/gejala alergi lebih dini serta segera memeriksakan ke dokter ketika anak mengalami gejala alergi, agar sebab alergi bisa diketahui dan orang tua pun bisa mencari solusi alergi anak sejak dini.

Dengan begitu, penanganan pun bisa dilakukan lebih cepat yaitu dengan mengganti susu sapi dan memberikan susu kedelai bagi anak, misalnya. Susu kedelai juga memiliki banyak kandungan yang nggak kalah besar dibanding susu sapi. Salah satu produk susu yang mungkin bisa dijadikan pilihan mungkin susu SGM Soya yang dalam komposisinya mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan si kecil. Tentunya dengan ketentuan waktu minum yang sudah tertera dalam kemasan susu.

Yuk, buibu, kita deteksi alergi pada anak lebih dini..


Arisan Link: Me Time! Cara Tepat Ketika Kesabaran Ibu Berada di Ujung Batas

with 10 comments
Mengatasi kesabaran ibu yang mulai menguap

Being mother is not easy. Apalagi mother of two boys yang super aktif, super jahil, dan super banget bikin emaknya pijetin kening. Ketika si kakak masih belum bisa sepenuhnya mengalah terhadap sesuatu yang diinginkan adiknya, sehingga nggak jarang keduanya saling berebut mainan, beugh. Memang, sih, selisih usia kedua bocil saya terpaut banyak, tapi si kakak yang notabene lebih gedhe suka bener godain Qeis yang taunya cuma nangis kalau kakak pura-pura rebut mainannya. Dasarnya usil, mau dibilangin gimana juga tetap saja, seneng lihat adiknya nangis. Dan di situ saya merasa senewen. Ada nggak, sih, buibu yang punya two boys dan mereka saling usil gitu?

Selain contoh kecil di atas, sebenernya masih banyak lagi kelakuan-kelakuan bocil yang bisa sangat menguji kesabaran ibunya. Seperti yang pernah ditulis oleh salah satu teman blogger; Nova Violita di blog Nashhah yaitu tentang beberapa tingkah laku anak yang bisa menjadikan kesabaran berada di level puncak.

Dilema Musim Hujan, Ruam Merah, dan Popok Sekali Pakai.

with 2 comments
Mengatasi Ruam Merah Karena Popok dan Mengobati Iritasi ringan pada kulit bayi saat musim hujan. Rekomendasi Bedak dan baby cream untuk iritasi ringan pada kulit bayi.
Source: Hujan, Ruam, dan Diapers
Musim hujan. Musim yang bisa jadi musuh buibu penganut paham "Ah, laundry sih buang-buang duit, mending cuci sendiri di rumah, ya.. anggap saja nyambi olahraga". Jangan salah, di zaman yang serba instan ini, masih ada loh, buibu yang lebih memilih mengerjakan pekerjaan rumah macam mencuci baju secara manual. Meskipun di musim hujan seperti ini nantinya pakaian kotor bisa saja menumpuk, atau jemuran yang nggak kering-kering karena mataharinya enggan muncul, tapi namanya kebiasaan, mereka pasti memiliki 1001 alasan biar nggak perlu repot-repot bawa pakaian kotor ke tempat laundry.

Permasalahan bagi sebagian buibu yang biasa mencuci secara manual di musim hujan dan ketika itu juga memiliki balita adalah.. popok atau celana dalam balita yang nggak kering-kering sementara cuaca dingin di musim hujan yang bikin balita pipis lebih sering dari biasanya. Di sini pospak akan sangat membantu meringankan beban cucian buibu, bagi yang belum terbiasa dan belum tau apakah kulit balita rentan terkena iritasi, atau malah yang terlalu sering pakai pospak tanpa memerhatikan waktu gantinya, bukan nggak mungkin ruam merah akan mencari celah pada lipatan paha atau area sensitif lain yang tertutup pospak, sehingga kulit balita akan menjadi merah-merah disertai rasa gatal sekaligus perih, dan itu sungguh sangat menyiksa balita kita. Hiks.

Arisan Link; A Happy Project Plan.

with Leave a Comment
A Happy Project Plan. Bahagia itu Sederhana.

Bahagia itu sederhana. Gegulingan di kasur yang meskipun nggak empuk-empuk banget, tapi kalau formasinya lengkap; Pak Suami - Ezha - Qeis - Saya, sambil rangkul-rangkulan, senyum simpul seakan tanpa kendali menghias di wajah saya dan suasana hangat pun tanpa ragu menyelimuti hati saya.

Bahagia itu sederhana. Karena hanya dengan tersenyum saja, kadang seseorang sudah bisa merasakan makna bahagia yang sesungguhnya. Seperti bagaimana mudahnya kita bisa merasa bahagia, cara untuk menciptakan sebuah kebahagiaan melalui senyuman sendiri bukanlah sesuatu yang rumit.

Arisan Link; Ragam Kado Bermanfaat Bagi Bayi Baru Lahir.

with 4 comments
Ragam Kado Bermanfaat Bagi Bayi Baru Lahir.

Kado terindah yang saya dapat di hari ulang tahun saya; Oktober 2014 kemarin adalah.. saya positif hamil. Kehamilan yang sudah saya tunggu-tunggu. Bahagia dan Terharu. Itu yang saya rasakan. Kehamilan yang penuh dengan drama khas ibu hamil. Dari bulan pertama sampai bulan ke sembilan, gejala-gejala akibat perubahan hormon mulai menampakkan diri, hampir tiap malam saya merengek, ada saja yang terasa sakit lah, nggak nyaman lah, untung suami tercintah selalu siap siaga #lopelope..

Setelah melewati masa-masa penuh drama sembilan bulan lamanya, kado yang lebih indah kembali saya terima, kelahiran bayi mungil yang luar biasa lucunya. Sebagai Ibu, menimang bayi baru lahir dalam dekapan adalah golden moment banget, kehadiran bayi mungil yang tumbuh dan menggeliat di dalam perut saya seakan menjadi penawar rasa sakit yang selama sembilan bulan mewarnai kehamilan saya. Drama selama kehamilan sampai hari lahiran? Lewat lah, pokoknya.

Perkara Idealisme Ibu Muda Masa Kini

with 10 comments
Perkara Idealisme Ibu Muda Masa Kini


"Anaknya nggak full ASI ya, Bund? Kenapa? Padahal bla bla bla.. bla bla bla.." setiap mendengar atau membaca obrolan seperti itu, seketika saya merasa menjadi Ibu yang paling buruk. Yang terlintas di benak saya adalah; betapa sempurnanya ibu A yang berhasil memberi bayinya full ASI, atau ibu B yang dengan rajinnya menyiapkan segala macam kebutuhan untuk MPASI anaknya.

Kalau kata Mbak Noni di postingan "Belajar Menjadi Tidak Sempurna" itu merupakan salah satu bentuk Idealisme ibu-ibu muda masa kini, padahal tanpa mereka tahu idealisme yang kadang berlebihan itu bisa menyinggung perasaan ibu lain yang memiliki cara berbeda dalam merawat bayinya. Sebenarnya mudah saja, biar nggak tersinggungg, mending jangan ikut nimbrung sama obrolan serupa, tapi ya, namanya ibu, meskipun belum bisa jadi yang "sempurna" tetap saja membutuhkan banyak informasi penting mengenai bayi, jadilah saya masuk dalam percakapan-percakapan yang kadang menyayat hati tersebut. Baperan, yak.

Arisan Link; Siap Menghadapi Ancaman Media Digital Terhadap Anak.

with Leave a Comment
Siap Menghadapi Ancaman Media Digital Terhadap Anak.

Media Digital, sekarang ini media digital bukanlah sesuatu yang awam. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi informasi juga semakin mengalami kemajuan, hal tersebut berpengaruh terhadap maraknya media digital, salah satu teknologi yang saat ini digandrungi banyak orang, bahkan bukan hanya orang dewasa saja yang gemar menggunakan media digital, anak-anak pun mulai menjadikannya sebagai "area bermain".

Seperti yang kita tahu, berbagai macam informasi yang kita butuhkan, bisa dengan mudah didapat. bahkan, media digital bisa menjadi senjata ampuh ketika anak lagi rewel-rewelnya. Sisi positifnya, media digital akan mudah membuat anak anteng hanya dengan mengakses channel youtube dengan video-video animasinya yang menarik perhatian anak. Kita juga nggak perlu terlalu ngoyo ketika membutuhkan informasi tertentu dalam keadaan mendesak, google akan secara cepat menyuguhkan ragam informasi yang kita butuhkan, selain itu, kita juga bisa terhubung dengan sanak-famili, bahkan untuk pasangan LDR, semua menjadi lebih efisien dengan adanya media digital.

Arisan Link: Ketika "Huru-Hara" Terjadi

with 2 comments
Cara Mengatasi perselisihan pada anak
Memiliki banyak anak dalam satu rumah adalah hal yang paling memabukkan. Setuju? Saya sih, yes! Selain kondisi rumah yang layaknya kapal pecah, kita juga akan dipusingkan dengan teriakan, tangisan, pertengkaran, serta aksi rebut-rebutan khas anak kecil yang hampir nggak pernah absen setiap harinya. Di rumah, saya memiliki 1 adik dan 1 anak usia SD ditambah 1 balita yang selalu bikin gemas tapi nggak jarang juga bikin pusing. Ocehan, tangisan dan/atau pertengkaran kecil akibat rebutan mainan bahkan remote TV sudah menjadi makanan sehari-hari, kadang mereka bisa diam hanya dengan satu kali pencegahan, kadang juga "huru-hara" akan semakin sengit ketika bujukan demi bujukan nggak menunjukan hasil.

Salah satu penyebabnya mungkin karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda, sehingga akan berpengaruh pada tanggapan mereka ketika mengartikan sikap atau arahan yang kita sampaikan, ada yang dengan mudah menerima nasehat yang disampaikan, ada pula yang butuh waktu dan melalui drama berkepanjangan untuk mengerti arahan dari kita. Dari sini, rasanya saya harus bisa menemukan solusi untuk sedikit mengurangi intensitas "huru-hara" yang terjadi di rumah. Padahal.. sebagai ibu, Ilmu Parenting sendiri merupakan salah satu bidang yang sampai sekarang belum bisa saya selami secara penuh. Mengutip istilah salah satu Blogger Parenting
 Mbak Wiwid Wadmira "Orang Tua dengan 1001 Keterbatasan" dan saya merupakan bagian dari kutipan tersebut. Selain menjadi Blogger Parenting, Mbak Wiwid sendiri merupakan sosok Ibu dengan dua anak kembar yang dulunya identik dengan tingkah-polah yang sudah saya tuliskan di atas, ada beberapa cara yang diterapkannya dan bisa kita lakukan ketika dihadapkan dengan situasi tersebut. Berikut sedikit ringkasannya;

Wow! Manfaat Mengikuti Ekstrakurikuler Sekolah Ternyata Banyak Banget! :)

with 5 comments
Tahun ajaran baru telah dimulai, teman baru, seragam baru, perlengkapan sekolah baru, kelas baru, dan tentunya sekolah baru sudah siap untuk dijelajahi. Terlepas dari semua hal baru yang saya sebut di atas, sebenarnya ada satu lagi hal baru yang sama pentingnya bagi pelajar, ekstrakurikuler.

"Eks·tra·ku·ri·ku·ler /ékstrakurikulér/ a berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum, seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa - KBBI"

Seperti penjelasan singkat di atas, ekstrakurikuler merupakan kegiatan tambahan di luar mata pelajaran yang terdapat dalam jadwal kelas, bisa berupa kegiatan olahraga; basket, futsal, beladiri, Kegiatan seni; tari, lukis, marching band, dan/atau kegiatan pramuka. Memilih ekstrakurikuler yang kadang wajib untuk diikuti itu.. bisa serumit memilih calon mantu buat mamah kamu #yakali. Ya gimana, kadang nggak ada yang diminati tapi harus tetap menentukan pilihan, kadang juga banyak yang diminati tapi dikasih batasan. Kan pusing.

Sedikit pesan saja buat kalian wahai pelajar baru. Kalau misal kamu nggak minat sama ekstrakurikuler yang ada di sekolahmu, mungkin bisa menjadikan hal-hal berikut sebagai bahan pertimbangan. Karena jujur, saya sendiri agak nyesel dulu pas masih jadi pelajar unyu nggak ngikutin ekstrakurikuler sama sekali di sekolah, padahal manfaatnya banyak banget. Nah, berikut manfaat ekstrakurikuler yang bisa jadi bahan pertimbangan buat kamu.

- Menambah Wawasan

Dengan mengikuti ekskul, sedikit-banyak kamu akan memperoleh pengetahuan dari ekskul tersebut, misal dengan mengikuti ekskul olahraga basket, kamu akan mendapat pengetahuan tentang dunia basket mulai dari yang paling dasar; "bagaimana cara melempar bola basket dengan benar", misalnya.

manfaat mengikuti ekstrakurikuler sekolah

- Melatih Ketrampilan

Ekskul menuntut kamu untuk bisa terampil, paling enggak kamu bisa belajar sedikit demi sedikit agar bisa terampil. Misal nih, ya, ketika mengikuti ekskul seni lukis dan kamu diberi satu tema untuk dijadikan sebuah lukisan, mau nggak mau, kamu harus mengerahkan keterampilan yang kamu miliki agar bisa menuangkan tema tersebut dalam bentuk lukisan.

- Kesempatan Menambah Prestasi

Namanya ekskul ya, kadang ada saja kegiatan yang dilombakan, dari sana kamu bisa berpartisipasi untuk mengikuti lomba-lomba tersebut dan memiliki kesempatan untuk menambah prestasi.

- Menambah Pengalaman

Nggak sedikit pengalaman yang bisa kamu peroleh ketika mengikuti ekskul di sekolah. Misal ekskul pramuka yang nggak jarang mengadakan kegiatan antar peserta pramuka dari berbagai sekolah, kota, bahkan sampai antar negara, serta pengalaman-pengalaman nggak terduga dari ekskul lainnya.

- Mengembangkan Minat dan Bakat

Dari ekskul yang kamu ikuti, kamu bisa tahu minat serta bakat apa yang kamu miliki, misal kamu memiliki minat di bidang seni tapi bakatmu lebih mengarah ke bidang olahraga, kamu bisa mengembangkan minat kamu tanpa mengabaikan bakat yang ada dengan cara mengikuti ekskul di bidang masing-masing.

Wow! Manfaat Mengikuti Ekstrakurikuler Sekolah Ternyata Banyak Banget! :)
Sebelum tampil Marching Band, Aurel & Ezha Cekrek dulu :D

- Melatih Kerjasama Tim dan Rasa Tanggung Jawab

Salah satu manfaat ekskul adalah melatih kemampuan kerjasama tim serta rasa tanggung jawab. Seperti ekskul marching band yang membutuhkan kerjasama serta tanggung jawab penuh agar bisa menghasilkan sebuah musik yang maksimal. Karena.. kalau satu orang melakukan kesalahan, akan timbul kekacauan dalam tim marching band. Alunan musiknya berantakan, misalnya. Dengan begitu rasa tanggung jawabmu akan sedikit terlatih dengan cara nggak bolos waktu latihan.

- Menjadi Penghibur

Saat merasa bosan dengan jadwal kelas yang itu-itu saja, kegiatan ekskul akan sangat membantu, dengan mengeksplor ketrampilan yang kamu miliki, kamu bisa mengalihkan rasa bosan kamu dan sedikit membuat fikiran lebih fresh setelahnya.

- Menambah Teman

Kesempatan mendapat teman baru pun akan semakin bertambah, nggak hanyak dalam lingkup ruang dan tingkatan kelas. Jaringan pertemanan akan semakin luas ketika kamu mengikuti ekskul, entah itu dari antar kelas atau antar sekolah. Silaturrahmi lancar, rizki lancar, ketemu calon jodohnya pun semakin terbuka lebar. Bukan begitu?

Beberapa di atas adalah sebagian dari manfaat mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Dan pasti sudah jelas kan, ya, kalau mengikuti ekstrakurikuler itu nggak ada ruginya, yang ada malah banyak kebahagiaan yang akan didapat. Jadi.. buat kamu yang masih malas atau belum menentukan ekstrakurikuler yang akan kamu ikuti.. yakin, mau mengabaikan kebahagiaan-kebahagiaan di atas? :)



Sincerely,
















Menjadi Event Organizer Dadakan di Acara Tasyakuran Khitan dan Ultah Bocil.

with 5 comments

Event Organizer. Sekarang ini banyak orang terbantu dengan adanya Event Organizer. Mulai dari pesta pernikahan, promosi suatu produk, sampai dengan acara anak-anak pun sekarang sudah tersedia Event Organizer untuk mempersiapkan segala macam keperluannya. Jadi penyelenggara tinggal duduk manis dan terima jadi tanpa pusing riwa-riwi.


Dengan mengesampingkan semua kemudahan-kemudahan tersebut, saya mencoba menjadi EO dadakan untuk acara kecil-kecilan yang akan saya adakan akhir pekan ini. Acara Tasyakuran Khitan dan Ultah anak pertama saya. Jadi sebelum saya terjun menjadi Event Organizer dadakan,terlebih dulu saya mengumpulkan informasi apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sebuah acara Tasyakuran dengan kurang lebih 150 undangan anak-anak.

Dan akhirnya, inilah beberapa persiapan yang sudah saya susun dalam rangka menjadi Event Organizer dadakan:
  • Anggaran. Pertama adalah menyiapkan anggaran. Ini sangat penting, karena dari awal saya memang memiliki niat untuk mengadakan tasyakuran dengan mengundang teman-teman bocil. Tentunya saya harus mematok anggaran yang disediakan agar nggak kebablasan waktu membeli atau membayar segala keperluan yang dibutuhkan.
  • Tanggal Pelaksanaan. Menentukan kapan acara tersebut akan berlangsung. Nggak seperti orangtua lain yang sengaja meng-khitan anaknya pas liburan sekolah agar nggak mengganggu pelajaran, saya lebih memilih hari lahir bocil untuk meng-khitannya, dan itu tepat 2 minggu sebelum UTS di sekolahnya berlangsung. Nekat banget, yak. Sebenernya waktu yang tepat untuk khitan anak sendiri adalah pas musim libur sekolah, selain nggak mengganggu pelajaran, biasanya kalau musim libur sekolah beberapa bidan/dokter memberikan harga khusus untuk biaya khitannya.
  • Undangan dan Hiasan Dinding. Saya lebih memilih undangan jadi yang sekarang ini sangat mudah didapat. Alasannya sih, saya nggak berhasil menemukan percetakan undangan yang sesuai dengan keinginan saya, dan kalau misal ada kekurangan nanti tinggal beli lagi yang seragam. Kebetulan di sekitar rumah saya ada minimarket yang sedia perlengkapan untuk acara anak-anak, seperti balon, topi ulang tahun untuk undangan, cetakan tulisan khas acara ulang tahun dan berbagai hiasan dinding lucu bisa saya dapatkan di sana. Untuk dinding-dindingnya, saya menggunakan banner yang sudah saya desain sendiri jauh-jauh hari, dan tinggal dibawa ke percetakan banner terdekat.
  • Souvenir dan Snack. Jujur, masalah souvenir ini saya agak bingung, banyak sekali pilihan dengan beragam harga. Sengaja saya cari online untuk menghemat waktu juga, dan setelah tanya sana-sini, stalking akun-akun online shop di Instagram serta website jasa souvenir, akhirnya saya menemukan satu online shop di Instagram yang barangnya, tas punggung, sesuai dengan keinginan saya, pengirimannya pun dari kota tetangga, ini jadi pertimbangan banget karena mempengaruhi biaya ongkir, ya.. barang yang dikirim kan, nggak cuma 1-2 kilogram. Untuk snack, mengingat ini acara untuk anak-anak, saya memilih 5 jenis snack untuk dibawa pulang setelah acara selesai, ke 5 snack tersebut nantinya akan saya masukkan ke dalam tas punggung dengan full print karakter kartun kesukaan anak-anak.
  • Konsumsi. Karena yang akan jadi seksi sibuk di dapur adalah koki andalan keluarga, yakni Ibu saya sendiri, tentunya saya berunding lebih dulu dengan beliau. Dan pilihan kami jatuh pada Makanan Khas dari Lamongan, bukan, bukan boranan, melainkan Soto Ayam Lamongan dan nggak ketinggalan koyah gurihnya. Untuk minumannya saya memilih Es Kopyor dengan sirup pandan hijau. Beugh.. Syeger banget pastinya.
  • Hiburan. Kebetulan saya memiliki teman yang punya usaha di bidang jasa hiburan anak-anak, jadi nggak ada salahnya saya coba tanya-tanya dulu, mengenai paket harga yang ditawarkan, dan ternyata harganya sesuai dengan anggaran yang saya siapkan. Jadi, ya.. Jadilah saya pakai jasa hiburan anak milik teman saya tersebut. 
Semoga dengan kiprah saya sebagai Event Organizer dadakan dan beberapa persiapan di atas, rencana saya untuk mengadakan Tasyakuran Khitanan dan Ultah Bocil dapat berjalan dengan lancar. Amin! :D


Sincerely, 

Menjadi Event Organizer Dadakan di Acara Tasyakuran Khitan dan Ultah Bocil.

Send Me Your Questions Here!

elisa.fariesta@gmail.com

. . . . . .