Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me
Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

with 16 comments

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

Keresahan akan corona outbreak akhirnya berhasil membuat saya kembali curhat di blog ini. Keresahan tentang physical distance, quarantine, lockdown, dan istilah-istilah asing lainnya yang menjadi booming di tengah merajalelanya wabah ini namun seakan kurang cukup untuk bisa menyampaikan makna sesungguhnya dari pesan tersebut. Antara masyarakatnya yang masih menganggap remeh, atau karena tuntutan hidup yang memang harus terus berjalan bagi pejuang sesuap nasi. 

Pekerja. Tentu saja ada berbagai macam reaksi pekerja dalam menghadapi situasi yang menegangkan ini, ada pekerja yang seharusnya dengan leluasa bisa memilih untuk #DiamDiRumah tapi mereka justru melanjutkan buka lapak tanpa peduli pada situasi-kondisi, ada pula pekerja yang benar-benar khawatir dan ingin #DiamDiRumah atau paling enggak #KerjaDariRumah demi sedikit membantu memutus penyebaran virus corona agar nggak semakin meluas tapi terhalang kebijakan atau karena kerjaannya memang nggak bisa dibawa pulang. Mau resign? Yakali, menentukan keputusan seperti ini nggak segampang membalik telapak tangan, Nder.. 

Selanjutnya, kembali ke alasan saya menulis postingan kali ini; curhat, curhat mengenai kegiatan saya selama melakoni pekerjaan di tengah wabah yang semakin parah. First of all, kalau belum tau saya kerja di industri apa, mungkin bisa mengintip di laman profil saya. 

Pertama kali kasus COVID-19 positif 1 dan 2 dipublikasikan oleh Bapak Presiden, jujur saya masih terbilang santai, menjalani kegiatan pergi dan pulang kerja pakai ojol seperti hari-hari biasa, pun makan siang di luar seakan semua sedang baik-baik saja. Bahkan sekitar 1 minggu setelah kasus konfirmasi tersebut diumumkan, kantor masih mengadakan agenda realisasi serah-terima kunci yang saat itu mengumpulkan 50+ orang, tapi pikir saya, dan mungkin user yang ikut agenda realisasi beserta notaris dan pihak bank-nya juga mikir kalau "belanda masih jauh", jadi nggak apa-apa lah lanjut realisasi, toh jauh hari user juga sudah melengkapi persyaratannya, daripada membatalkan undangan dan berujung nggak kebagian kuota KPR Subsidi, lebih baik menyiapkan alat pelindung diri dan banyak berdoa saja minta perlindungan Allah SWT. 

Alhamdulillah agenda realisasi berjalan lancar, dan tiba lah waktu saya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga, mengingat banyaknya user dari luar kota yang berhubungan face-to-face dengan saya pas realisasi, konsumsi vitamin C, yogurt, dan meminum air hangat jelas menjadi andalan selama akhir pekan demi kembalinya sistem imun yang sempat terganggu [read: mikirin agenda realisasi di tengah corona], sembari bermain dengan bocil sekaligus memindai lini masa Twitter yang penuh dengan update informasi tentang corona. Yang saya perhatikan saat itu adalah akun-akun yang digawangi oleh dokter mulai banyak bermunculan dan membagikan info terkait Covid-19, tapi satu yang selalu saya ingat: CUCI TANGAN PAKAI SABUN! Yak, intruksi itulah yang akhirnya selalu saya gemborkan ke anak-anak, ibu-bapak, dan adik-adik saya, nggak lupa membagikan berbagai info grafik yang berisi tips apa saja yang harus dilakukan selama corona outbreak. 
Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Senin tiba, kasus positif bertambah, ODP dan PDP mulai bermunculan, serta simpang-siur langkah pemerintah dalam menangani pandemik ini membuat saya sedikit kacau. Beberapa warga twitter dan media online pun ada yang membagikan hasil penelitian tentang virus corona yang bisa bertahan hidup selama berjam-jam di benda mati, mulai dari kayu, stainless, kaca, plastik dan beberapa benda mati lainnya, yang paling membuat saya stress adalah virus tersebut juga bisa bertahan hidup pada uang kertas... sementara... [tolong bacanya sambil dagdigdug berasa penasaran gitu ya, Gaes]. .. pada saat agenda realisasi, saya menerima begitu banyak pembayaran tunai dari user. Down? Banget! Tapi show must go on.. Bos saya senin datang dan jelas saya harus membuat rekap laporan biaya realisasi sekaligus serah-terima uang tersebut, dan meski sudah ada konfirmasi kasus positif, saat itu saya belum begitu peduli dengan pemakaian masker, mengingat gencarnya himbauan dari Bapak Yuri selaku Jubir penanganan Corona, bahkan WHO yang juga nggak merekomendasikan penggunaan masker bagi yang merasa badannya sehat karena akan mengganggu supply masker bagi yang benar-benar membutuhkan. Dan tentu, sebagai warga negara yang baik saya nurut dong nggak pakai masker. Tapi setelah membaca hasil penelitian tentang siklus hidup corona pada benda mati tersebut..  seketika saya kembali drop. Jelas saya langsung kepikiran kalau- kalau tanpa saya sadari saya adalah seorang carrier mengingat agenda realisasi yang saya ikuti sebelumnya mengumpulkan begitu banyak orang bahkan ada yang dari luar kota juga,  dan apakah uang tunai yang saya terima tanpa pelindung diri yang kurang [read: masker] itu benar-benar steril? Mbuhlah.. Akhirnya saya kembali pasrah dengan keadaan, tapi.. 

Yamasa baru berjuang setengah jalan sudah kalah duluan? Oke, waktunya kembali menyusun strategi untuk memulihkan pikiran saya yang sebelumnya bener-bener drop hanya karna uang kertas. Heran, kan, biasanya kalau pegang uang banyak itu yang ada hati berbunga-bunga, eh ini malah drop XD. Skip. 

Strategi saya saat itu adalah dengan mengurangi konsumsi berita negatif yang disebabkan oleh corona dan mengisinya dengan informasi yang lebih positif seperti penemuan - penemuan alat deteksi virus, jenis makanan apa yang harus dikonsumsi untuk menjaga imunitas tubuh, jumlah kasus yang sudah sembuh, dan tentu nggak ketinggalan info mengenai tanda-tanda yang menunjukkan infeksi gejala virus corona itu bagaimana, biar bisa antisipasi kalau-kalau orang di sekitar ada yang mengalami gejala tersebut, ya maklum Negara kita lagi masuk musim batuk-pilek juga kan, jadi harus tetap waspada.

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Credit: twitter @AnissSaadah / @InfoLMG

Salah satu website kesehatan yang menjadi sumber informasi mengenai COVID-19 bagi saya sendiri adalah Halodoc, mengingat sebelumnya ada mutual twitter yang retweet percakapan tentang bagaimana penularan virus saat terjadi banjir di layanan Chat dengan Dokter di aplikasinya — iya, selain harus antisipasi terhadap virus corona, beberapa daerah di tempat tinggal saya juga mengalami banjir setelah turun hujan 3 hari berturut-turut —, alhasil saya juga penasaran apa saja fitur yang ada di dalamnya dan ikut mengunduh Halodoc di playstore. Karena baru pertama kali menggunakan aplikasi kesehatan seperti Halodoc ini, jadi agak takjub juga sih, karena ternyata layanan yang ada di sana beragam dan membantu sekali, bahkan ada layanan chat dengan dokter yang menawarkan konsultasi gratis juga, tapi kalau menurut saya untuk hasil konsultasi yang maksimal dan biar nggak malu kalau banyak tanya, dengan membayar sekian rupiah pun sepertinya worth it, dan nilai plus lainnya adalah.. Dokternya muda-muda, Gaes [bacanya sambil bisik-bisik ya]. 


Dengan strategi sederhana ala saya ini, paling enggak seimbang lah asupan antara berita positif dan negatif yang dikonsumsi, tetap update perkembangan sekaligus bisa mengontrol emosi jiwa dan raga biar nggak terus-terusan stress baca berita negative vibes dari virus corona yang nggak ada habisnya. Toh salah satu faktor agar imun tetap kuat itu harus selalu berfikir positif dan tetap bahagia. Jadi... JANGAN LUPA BAHAGIA GAES!! Jangan lupa minum vitamin dan suplemen makanan juga, yaaa! 

Last.. Sebenarnya saya penasaran juga sih gimana cerita atau strategi teman-teman yang masih harus bekerja keluar rumah sementara corona outbreak masih menghantui ini.. Gimana? Cerita dong!


Sincerely,





Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan

with 41 comments

Media Sosial dan Pencitraan. Wah.. serem juga ya bahasannya ^^", tentunya sudah bukan hal baru bagi pegiat dunia maya saat dihadapkan dengan konten-konten berbau pencitraan, kelincahan jari netizen lebih dewa dibanding skenario ciptaan akun yang gemar bikin drama penuh halusinasi dan syarat akan sensani. Heran saja sih, padahal menjalani hidup apa adanya kan lebih asyique, ya nggak? Oke, kalau kamu belum tau bagaimana nikmatnya menjalani hidup apa adanya, cuek dan nggak FOMO untuk ketinggalan sebuah trend terbaru.. nih saya akan sedikit berbagi cerita bagaimana santai dan bahagianya hidup ketika kamu berhasil menjauh dari dunia yang penuh pencitraan dan menjalani hidup tanpa kepura-puraan:

Firstly. Jujur, saya sendiri sudah hampir 2 tahun ini sedikit melakukan social media distancing #ehehe, posting sewajarnya, apa adanya dan nggak terlalu memaksakan diri untuk mengikuti setiap konten yang sedang trend. Cukup menikmati setiap kelucuan dari konten kreatif para pegiat media sosial. Kenapa? Ya, karena saya nggak mau, sudah capek maksain diri membuat konten dengan konsep yang sedang trend biar dibilang up-to-date, pun nggak mau hidup dalam kepura-puraan. Pura-pura lucu padahal garing, pura-pura trendy padahal bikin kontennya setengah hati, pura-pura jatuh hati padahal sudah tak cinta lagi #skip

Selama menjalani social media distancing saya memiliki lebih banyak waktu luang untuk bersantai [read: nonton drakor, baca fanfiction, dan scrolling timeline-nya akun alter sebelah >.<], kembali lebih sering berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar, terlebih saya nggak lagi hectic sendiri atau merasa terkucilkan ketika ketinggalan update timeline/feed media sosial yang sedang viral. Pokoknya santae kayak di pantae gitu deh..

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan
Memanfaatkan benda/barang di sekitar sebagai konten

Memang, sih.. Konsisten membagikan konten di media sosial itu bisa dibilang keren, tapi.. ketika kamu nggak bisa mengatur management waktu sekaligus finansial-mu, itu akan menjadi boomerang tersendiri bagimu. Yup! Kalau versi saya, waktu saya benar-benar berantakan. Mungkin karena jadwal saya yang terlalu padat merayap sebagai pekerja 8 jam per hari, jadi seringkali bolos dan nggak konsisten mengerjakan to-do-list yang sudah disiapkan sebelumnya. Nah.. daripada stress gara-gara ngejar deadline to-do-list serta mikirin konsep seperti apa yang bakal disajikan untuk konten, saya lebih memilih untuk sedikit vakum dari hectic-nya menjadi pegiat media sosial dan menikmati tenangnya menjadi silent reader; tertawa bahagia ketika melihat konten video atau gambar yang lucu dan mengangguk-ngangguk serius ketika membaca konten yang informatif sekaligus kreatif dari pegiat media sosial lain. Atau paling mepet kalau kangen update ya, manfaatin gambar hasil jepretan yang sudah ada di galeri hp. Sungguh, bahagia itu sederhana sekali, bukan?

Kalau dari segi financial management, nggak sedikit pegiat media sosial yang terlibat utang-piutang hanya demi konten yang menawan. Menurut kalian, perlu banget nggak sih, pinjam uang sana-sini demi memperoleh konten keren yang dipercaya bisa menggaet impression dan engagement tinggi? Karena sependek pengetahuan saya, beberapa pegiat media sosial yang kena spill soal utang-piutang itu justru akun-akun dengan gaya hidup mevvah ala sosialita yang suka jalan-jalan keliling dunia. Dari gambaran tersebut saja, sedikit-banyak kalian pasti tau kan gimana seramnya tanggung jawab dan resikonya kalau terlalu menjunjung tinggi pencitraan di media sosial tanpa dibarengi dengan kemampuan finansial yang oke?

Bahagia Secara Sederhana Tanpa Syarat dan Ketentuan
Membuat quote dengan aplikasi edit gambar
Padahal banyak konsep sederhana yang bisa dijadikan konten selain gaya hidup mevvah, kalau konsep sederhana versi saya adalah: mengambil gambar dari benda-benda yang ada di sekitar kita, cukup menatanya sedikit agar terlihat menarik atau bisa dengan mencoba kemampuan mengambil gambar agar menghasilkan foto yang lovable. Selain mengambil gambar benda di sekitar, bisa juga memanfaatkan template yang disediakan oleh aplikasi edit gambar atau desain grafis seperti canva, kita tinggal edit nambahin kata-kata bijak atau kalau mau repot sedikit bisa input gambar pribadi buat jadi kolase atau moodboard gitu.

Memanfaatkan pemandangan di sekitar sebagai konten
Nah, setelah mengambil gambar benda dan memanfaatkan aplikasi edit gambar atau desain grafis, target favorit saya berikutnya adalah pemandangan di sekitar. Mengambil gambar  desain interior suatu tempat yang menurut penglihatan saya estetik dan menarik, salah satu contohnya adalah gambar interior salah satu galeri IM3 Ooredoo di Kabupaten Lamongan yang pernah saya kunjungi ini

Menarikya, IM3 Ooredoo ini juga mendukung gaya hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan serta tanpa pencitraan ini melalui programnya yang bernama Freedom Internet. Wagelaseh.. saya pribadi sebagai pengguna program ini sangat terbantu, dari segi kecepatan internet maupun kuota yang membuat saya leluasa dalam berjelajah di berbagai social media. Bahkan produk telekomunikasi ini juga membuat video khusus untuk menunjukan dukungan mereka terhadap gaya hidup sederhana dengan menjadi diri sendiri dan tanpa kepura-puraan.



Pesan yang disampaikan dan dapat kita ambil dari video di atas adalah.. Mari kita menciptakan hidup bahagia secara sederhana dengan jalani hidup apa adanya. Tanpa pura-pura, tanpa pencitraan, dan tanpa syarat ketentuan!! Lego!!



Sincerely,




Yeay! Akhirnya Kakak Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

with 6 comments
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

Sempat pasrah..


Itu yang saya rasakan ketika Kakak menjadi salah satu anak yang ketinggalan jauh juz ngajinya dibanding sama teman-teman seangkatannya.



Dulu pas awal-awal mulai ngaji, dia emang sering banget diajakin ayah sambang ke rumah mbah buk-nya di Tuban, bahkan nggak cuma di awal saja, bisa dibilang hampir tiap sore. Dan karena jadwal ngajinya juga habis ashar, jadi mau ndak mau kakak bolos ngaji. Sempat kesel sama ayahnya, tapi ya kalau nggak sambang, kasihan mbah buk juga tinggal sendirian di rumah. Akhirnya saya yang harus mengalah, belajar berdamai dengan emosi dan keadaan. Tapi tetap saja, pas kenaikan kelas 5, saya balik galau lagi, lihat teman-teman kakak mulai naik tingkat dari Tilawati ke Al Qur'an. Seketika itu juga, saya mulai memberi pengertian dan bilang ke ayahnya, karena sudah kelas 5, jangan sering-sering diajak perginya, biar dia bisa lebih fokus ngaji mengejar ketertinggalan, kasihan juga kalau ketinggalan jauh sendiri.



Akhirnya setelah sedikit adu argumen sambil bermanja-manja ria #uhuk, titik terang mulai ditemukan: kita ikut sambang mbah buk-nya pas libur sabtu-minggu saja, jadi nggak sering-sering bolos. Saatitu jadwal ngajinya juga diubah dari habis ashar menjadi habis maghrib, istirahat sepulang sekolah pun bisa sedikit agak lama dan cukup untuk mempersiapkan diri menerima "pelajaran" baru, kakak mulai rajin juga dong berangkat ngajinya. Sampai suatu hari saya baru tahu, di tas ngaji kakak sudah ada Al Qur'an dan bukan lagi Tilawati. Waktu itu sudah mepet waktu sholat maghrib, jadi saya nggak bisa langsung mengintrogasi dia, karena mau jamaah di musholla, alhasil cuma bisa menebak-nebak saja. Setelah jamaah isya' dan sepulang dia ngaji, saya akhirnya bertanya ke kakak. "Kak, kok yang dibawa di tas ngaji sekarang Al Qur'an, kak? Kok bukan Tilawati?".. Soalnya terakhir saya lihat buku prestasi ngajinya itu dia masih Tilawati Juz 5 akhir, Si kakak jawab, sambil malu-malu dia bilang kalau sama ustadzah-nya sudah disuruh pindah ke Al Qur'an. Setelah saya simak baca tilawatinya, ternyata memang bacaanya sudah lumayan lancar, baca hijaiyah bersambung pun nggak putus-putus kayak dulu, meski tajwidnya masih perlu diasah lagi, tapi kata ustadzah bisa belajar pelan-pelan sambil memulai juz 1 Al Quran. Buibu, Pasti faham bagaimana bahagianya saya setelah ber-galau-galau ria karena ketertinggalannya #halah.



Kabar  bahagia nggak berhenti di situ saja, beberapa hari kemudian saya menerima kabar yang membuat hati saya kembali berbunga-bunga, setelah mendadak naik tingkat ke Al Quran, kakak katanya mau diikutkan wisuda TPQ/TPA juga. Duh.. terharu akutuuuh. Baru.. saja naik tingkat Al Quran, eh.. nggak lama kemudian dapat kabar kalau mau diikutsertakan wisuda.. campur aduk banget, takut kakak nggak bisa tes-nya, takut ini - takut itu.. tapi tetap, kebahagiaan mengalahkan segalanya.



Karena nggak lama kemudian, segala ketakutan saya terjawab ketika saya tahu ada jam ngaji tambahan setelah sholat subuh, termasuk adanya jadwal "penggemblengan" kakak selama kurang-lebih 9 bulan. Ya.. meskipun bolos tetap kadang dilakukan. Tapi saya salut sama si kakak yang seketika jadi rajin banget, tanpa "digremengi" mamah-nya dia sudah paham akan tanggung jawabnya untuk bangun pagi, sholat subuh dan dilanjut ikut ngaji.

Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ




Btw.. sudah ada yang tau proses yang harus dilakukan sebelum wisuda TPQ/TPA itu seperti apa nggak sih? Apa??? Sudah???

Okelah, meskipun sudah pada tahu, saya tetap mau cerita tentang wisuda ini #lah. Jadi seperti halnya pendidikan formal (sekolah ataupun kuliah), sebelum wisuda TPQ/TPA ini dilaksanakan, para santriwan-santriwati harus mengikuti test munaqosah. Apa itu tes munaqosah? Kalau versi cerita dari kakak, peserta test harus bisa menghafal surat-surat pendek yang terdapat pada juz 30 di Al Qur'an. Nggak semua, tergantung ustadz/ustadzah-nya minta dibacakan surat apa, jadi semacam acak gitu, kalau kakak sendiri mendapat tugas untuk membaca 4 surat, yakni: Do'a Iftitah versi panjang (Seperti yang dibaca di film Hafalan Sholat Delisa), Al-Mu'minuun, Al-Lahab dan surat terakhir adalah An Naba'.

Untuk Jadwal munaqosah-nya sendiri dilaksanakan 2 minggu sebelum wisuda, bertepatan pada hari Jumat, 1 November 2019. Saya yang saat itu nggak bisa menyaksikan langsung test munaqosah-nya, hanya bisa berdoa semoga kakak diberi kelancaran. Setelah munaqosah selesai, saatnya hari yang dinanti tiba, Wisuda XXVII Santriwan - Santriwati Taman Pendidikan Al Qur'an yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 November 2019 di Gedung Olah Raga kabupaten Lamongan. Duh, deg-deg-an-nya itu, lho..

Sempat mellow pas malamnya nyetrika jubah wisuda si kakak, keinget gimana dulu resahnya saya pas kakak ngajinya tertinggal jauh, dan akhirnya sadar diri juga sih, absensi kakak saja berantakan, mau sejajar sama yang rajin ngaji gimana?? Tetap sajayang penting bisa ngaji lancar, tajwidnya baik, mau butuh waktu berapa lama pun nggak masalah, toh belajar memang nggak sekali baca langsung bisa, belajar nggak pernah ada batasnya. Bahkan pepatah bilang "Belajarlah Sampai ke Negeri Cina". Dan ada juga kata-kata bijak yang mengungkapkan bahwa belajar itu tak mengenal batas usia..

Wah.. jadi panjang nih curhatnya. Baiklah sekian curhat dari mamak-mamak yang lagi bahagia banget. Proud of You Son!!


Sincerely,
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ










Tersesat Gara-gara Tutorial

with 6 comments

Jadi ceritanya minggu lalu saya dibuat pusing dengan instalasi wifi di laptop yang tetiba hilang, bukan hilang juga, sih, lebih tepatnya saya hapus sendiri. Yak, itulah hasil dari grasa-grusu dan rasa penasaran mendalam kenapa hotspot smartphone saya nggak ke-detect sama wifi laptop, bukannya case closed malah nambah lagi masalahnya, kerasa banget sudah jatuh tertimpa tangga nya #halah.

Tentunya saya pun nggak asal hapus dong ya, kalau nggak ada inisiator, petunjuk, arahan, atau bahasa keren versi content creator-nya adalah TUTORIAL!! Jadi korban tutorial itu ternyata nyesek, dan nggak cuma cari pasangan, cari tutorial pun harus yang benar-benar cocok dengan kita #uhuk. Permasalahan baru membuat saya bertekad harus bisa menyelesaikannya sebelum jam kerja berakhir, browsing dari pagi sampai siang, gimana cara balikin instalasi wifinya, ya meskipun tutorial sebelumnya justru malah menjerumuskan saya ke problem unexpected ini, tetap pantang menyerah adalah koentji. Oke, kalau soal hapus-menghapus instalasi wifi, mungkin karena saya yang harus lebih teliti lagi ketika membaca dan memahami tutorialnya, yatapi saya sudah baca berulang-ulang kali dan memang seperti itu petunjuknya ya lord -_-". 

Dari hasil misi browsing pemecahan masalah, saya menemukan berpuluh-puluh tutorial yang mengarahkan untuk download ulang driver a, b, c, dst.. jadilah saya mengunduh berbagai macam driver wlan dari berbagai versi dan brand, mulai dari Qualcomm, Broadcom, Ralink, dan arahan-arahan untuk menggunakan driver wlan utility pihak ketiga pun saya iya-in saja, ya maklum bukan ahlinya kan.. Di sini saya sengaja nggak coba pakai driver dari intel, soalnya laptop asus saya itu pake prosesor AMD, dan saya melompat ke kesimpulan bahwa driver intel nggak bakal compatible. Dan.... dari semua driver yang sudah saya unduh, dan sekaligus saya instal, saya praktikan tutorialnya juga, semua nggak berhasil dan berujung nihil #sigh.


Hampir mengibarkan bendera putih dan menyerahkan permasalahan tersebut ke tukang servis laptop dengan bertanya-tanya ke WAG blogger lamongan, barangkali ada yang punya info servis laptop panggilan, akhirnya saya menemukan titik terang. Bukan, bukan tempat servis, meskipun setelahnya juga Mbak Triana, salah satu member di grup WhatsApp Blogger Megilan Community - BMC [ini nama komunitas Blogger asli Lamongan, lho..], merekomendasikan salah satu tempat servis laptop atau lebih dikenal dengan Specialist Service Computer yang bernama Poetra COMPUTER, tapi alamatnya lumayan bagi saya yang tinggal di Lamongan, alamat tempat servisnya di Jl. Siwalankerto Timur, Surabaya sana. Sementara saya carinya malah yang bisa dipanggil, alhasil meskipun sudah diiming-imingi kalau tempat servis tersebut pasti bakal memberikan pelayanan maksimal mulai dari ketelatenan para staff dalam mendengar keluhan serta menangani permasalahan laptop saya, saya harus bisa merelakan penawaran tersebut karna terhalang jarak Surabaya - Lamongan yang lumayan membentang #halah.


Oke lanjut, jadi titik terang yang saya peroleh adalah... masukan dari Mas Rudi [atau kalau nggak salah lebih sering beredar di dunia maya dengan nama Belalang Cerewet (?), member di grup WhatsApp BMC juga]. Beliau mengarahkan untuk cek cd driver bawaan asus, oke noted, tapi masalahnya driver asus saya ketinggalan di kantor lama saya, ya nggak mungkin juga harus ke Paciran dulu buat ambil driver, bisa bener-bener mandek dong nanti pekerjaan saya #soksibuk. Tanpa pikir panjang, masuklah saya ke website resmi asus dan mencari-cari driver wifi / wlan yang support dengan tipe laptop asus saya.

[insert clappings hand sounds]

Alhamdulillah ya Allah.. case closed!! Ternyata driver yang sebenarnya dan yang cocok, compatible dengan laptop saya, dengan antengnya bertengger di laman driver website asus sendiri. Astaga, emang ya, orang kalau sudah keduluan panik, hal yang sederhana seperti ini pun menjadi rumit, yang ada malah terlihat drama, ck. Akhirnya saya menemukan file yang compatible dengan laptop asus yang saya miliki, nama file-nya; WLAN_Ralink_Win7_64_Ver50380. Finally saya berhasil menyelesaikan permasalahan yang sudah bikin saya pusing seharian. Wifi sudah kembali normal, pekerjaan beres dan.. siap kembali berselancar di dunia digital versi #DigitaLife


Sincerely,






Memanfaatkan Wisata Lokal Sebagai Konten Media Sosial

with 1 comment
Memanfaatkan Wisata Lokal Sebagai Konten Media Sosial

Ketika galeri hp isinya cuma gambar hasil screenshot timeline twitter, feed instagram, dan percakapan-percakapan kocak yang un-faedah.. itu adalah tanda bahwa kamu butuh piknik!!

Ya. Belakangan saya dibikin heran sama galeri hp yang isinya cuma beragam screenshot-an nggak jelas, mau update instagram sampai kebingungan nggak ada gambar yang apik.. Padahal sekarang ini, kalau sesuai dengan berbagai tips dan tutorial yang pernah saya baca, menciptakan konten untuk media sosial itu bukanlah sesuatu yang sulit, kamu kepikiran lagi pengen makan bakso saja sudah bisa dijadikan sebagai konten XD. Namun, namanya dunia media sosial ya, yang segalanya ingin terlihat "woah" di mata para followers, banyak yang memilih untuk lebih memperlihatkan imej sosialita secara maksimal yang terkesan mahal. Kalau versi saya, menciptakan konten itu nggak harus "wah-wah" banget sih, ya, toh sekarang ini justru konsep hidup secara minimalis yang sedang hype, dan.. boleh juga dong hal tersebut diterapkan dalam kehidupan bermedia sosial. Misal nih ya, kita pengennya membagikan konten bertema traveling tipis-tipis nan minimalis, sudah banyak kok tempat wisata instagramable dan nggak harus menjadikan kantong kembang-kempis.


Taman Hutan Kota Keputih Surabaya
credit: Love Suroboyo Fanpage
Dan.. bicara soal tempat wisata yang instragamable dengan budget minimalis, saya akan menjadikan kota Surabaya sebagai salah satu kota tujuan yang tepat bagi saya yang notabene adalah warga negara Indonesia yang tinggalnya di Lamongan, mengingat pada akhir 2018 lalu, Surabaya terpilih sebagai salah satu kota terindah di dunia, tentu nggak perlu ragu lagi dong, apa saja keindahan yang dapat ditemukan di sana.. dengan  keelokan tata kota, tempat wisata kuliner berkonsep ruang terbuka seperti Food Junction Grand Pakuwon, serta banyaknya taman ramah lingkungan yang tersebar di beberapa daerah seperti Taman Keputih atau Taman Ekspresi , menjadikan Surabaya masuk dalam daftar kota tujuan sempurna untuk kita mengumpulkan konten ciamik sebanyak-banyaknya.

Selain berbagai tujuan wisata menarik yang ditawarkan, transportasi menuju Surabaya pun nggak harus mengeluarkan banyak biaya, jadi.. meskipun banyak pilihan tiket pesawat ke Surabaya dan promo di e-commerce tiket pesawat seperti pegipegi pun lagi menarik-menariknya, tapi maap, dari Lamongan nggak ada itu bandara buat menuju ke Surabaya adanya stasiun kereta aja XD, mau nggak mau harus pasrah dan merelakan tiket-tiket tersebut bisa dimanfaatkan sama mereka yang memang berhak, sanggup, dan membutuhkan, saya cukup naik mobil atau kereta lah.

Promo Tiket Pesawat Surabaya


Tapi.. meski nggak lagi berencana bepergian menggunakan pesawat dalam waktu dekat ini, gara-gara sekilas lihat tabel promo bulan juli di website pegipegi, saya jadi kepoin yang lain, ternyata banyak sekali tawaran tiket pesawat murah ke Surabaya dan sering juga e-commerce tiket pesawat memanfaatkan promo tersebut untuk menarik minat user, bahkan.. sesuai dengan yang saya pantau melalui tabel promo pegipegi ini, setiap 1 minggu ada 2 kali promo untuk perjalanan Jakarta-Surabaya. Ehem.. angan-angan buat jalan ke Jakarta jadi kembali membuncah kan kalau kayak gini..

Baiklah, sekian untuk bahas masalah per-tiket-an, toh nggak tau juga mau naik pesawat lagi apa enggak XD. Intinya.. Menciptakan konten media sosial itu nggak harus mahal kok, kalaupun mau mempertahankan konsep dan konsitensi tema, misal lebih ke arah traveling.. kita bisa memanfaatkan atau mengeksplore wisata-wisata lokal atau yang terjangkau di sekitar kita, pun yang terjangkau dengan isi kantong kita. Nggak mau dong kalau jadi korban bully kaum milenial pada era media sosial saat ini. Gaya sosialita, jalan-jalan keliling dunia, tapi hutang di mana-mana. Pffft!!



Salam ^^

Memanfaatkan Wisata Lokal Sebagai Konten Media Sosial

Cerita Lebaran; Menjadi Tuan Rumah Halal Bihalal Keluarga

with Leave a Comment
Cerita Lebaran; Menjadi Tuan Rumah Halal Bihalal Keluarga

Welcome to my lebaran post again. /guaya pake again segala. baru juga 2 ini -_-/

Masih seputar lebaran nih.. Meskipun sudah lewat sebulan lebih, energi positif hari kemenangan seakan masih terasa, bukan? semangat untuk terus berbuat kebaikan pun semoga tetap tumbuh dalam diri kita setiap harinya. Kalau postingan sebelum ini membahas tema tentang alasan mengesampingkan gengsi demi terjalinnya silaturrahmi dengan segala manfaat yang akan diberikan, kali ini saya akan menuliskan cerita halal bihalal keluarga pada ramadhan 1440 hijriah atau lebih tepatnya lebaran tahun 2019 ini yang diadakan di rumah.

Istilah halal bihalal sendiri, sesuai dengan yang saya kutip dari website goodnewsfromindonesia adalah: "berasal dari kalimat 'thalabu halal bi thariqin halal' yang artinya mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Dan berdasarkan tinjauan bahasa, kata halal diambil dari kata halla atau halala yang memiliki makna; menyelesaikan masalah / meluruskan benang kusut / mencairkan yang membeku / melepaskan ikatan yang membelenggu. Oleh karena itu, halal bihalal dimaknai sebagai bentuk menyambungkan kembali apa-apa yang terputus" goodnewsfromindonesia

Meski merupakan moment lebaran yang paling dinanti, tradisi halal bihalal ternyata hanya ada di Indonesia lho. Dan itu tercetus pada masa kepresidenan Soekarno, sudah lama banget ternyata, ya. Mungkin karena itu juga yang menyebabkan tradisi halal bihalal ini menjadi tradisi yang kental dan turun-temurun dan seakan terasa lebih afdhol kalau dilaksanakan setiap kali lebaran.

Oke, lanjut cerita halal bihalal versi keluarga saya.

Seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya, halal bihalal keluarga di hari pertama lebaran is a must, dan untuk lebaran tahun 2019 ini, rumah mertua yang terpilih menjadi tempatnya, karena mertua tinggal sendiri, saya dan suami yang kebagian tugas wara-wiri nyiapin alat yang dibutuhkan serta tambahan belanjaan yang kurang. Karena tempat kerja saya beda kota sama mertua dan nggak bisa bolak-balik setiap hari, jadi kebutuhan pokok buat masak-memasak sudah pesan ke mbak ipar 1 minggu sebelum lebaran, sisanya yang kurang tinggal saya belanjakan pas udah masuk libur lebaran. Jujur, baru nyiapin segala gono-gini saja sudah nervous nggak karuan, takut masih ada yang kurang. But the event must go on.. Siapin saja semaksimal mungkin, biarkan sodara-sodara yang menilai plus-minus-nya.



Sementara mengabaikan rasa tidak PD yang kayaknya sudah akut banget ini, saya mencoba koordinasi sama mbak sepupu yang sudah mahir dalam acara-acara keluarga semacam ini. Pertama tentang alat-alat yang dibutuhkan dan yang harus saya siapkan untuk acara halal bihalal:

  • Karpet: kita halal bihalalnya lesehan saja, jadi sedia karpet biar nggak dingin, buat para sesepuh ada kursi ruang tamu yang sementara ditempatkan di luar, di bawah pohon kelengkeng, jadi semriwing.
  • Seperangkat alat sound system, microphone beserta Mc-nya: ini biar selama acara berlangsung, yang bawa acara, yang kasih sambutan, dan urutan kegiatan lain seperti qiro'atul qur'an, games, mini drama, doa bersama dll bisa berjalan mulus tanpa harus teriak-teriak. Maklum, banyak bocil jadi ya biar nggak boros suara karena saut-sautan teriak sama mereka, sound system dan mic adalah koentji.
  • Menu Prasmanan: Dari awal, karena saya sudah paham kalau setiap acara halal bihalal kayak gini, daging kambing nggak pernah  ketinggalan di keluarga ini, meski tetap disediakan menu bakso ayam, opor ayam, dan tahu-tempe, bau apek tetaplah bau apek, puyeng-puyeng deh kepala, dan ternyata dari sepupu ada usulan ditambahi ikan laut. Sebagai warga pantura dan kebimbangan yang berujung kecewa karena saya sudah punya pikiran dikasih ikan laut tapi nggak segera saya realisasikan.. Malam takbir saya baru hubungi ibuk di rumah, untungnya kemarin sempat beli ikan 2 box. Dijadikanlah ikan-ikan tersebut menjadi ikan asap. Beres.
  • Seperangkat alat prasmanan; Masalah lauk beres, tinggal piring, gelas, sendok, dan pecah-belah lain yang nantinya akan dijadikan wadah untuk lauk-lauk tersebut. Untuk gelasnya sendiri, saya pakai gelas plastik yang sekarang banyak dijual di toko-toko plastik, jumlah piring dan sendoknya disesuaikan lah sama total anggota keluarga  yang hadir, dan untuk wadah lauknya, karena saya pakai 3 menu berbau kambing, jadi harus menyiapkan wadah yang bisa tahan panas, dan 2 wadah untuk menu bakso ayam plus opor ayam, 2 wadah untuk tahu-tempe dan ikan asap, plus 1 wadah untuk sambel kecapnya. 
  • Toples, jajanan, mineral, dan buah untuk suguhan: seperti pada umumnya, acara kumpul-kumpul tanpa camilan pasti terasa kurang lengkap, bukan? Tapi sebenarnya ini bukan sesuatu yang rumit, toh saya sudah pesan paket nastar, katengel, dan sebangsanya beserta toples-toples mini yang uwuw. Jadi.. it's completed!

Setelah semua alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan sudah komplit, sekarang saatnya menyusun run-down acara agar keberlangsungan halal-bihalal bisa berjalan lancar dan nggak macet-macetan layaknya arus mudik lebaran..

Jadi, selalu ada run down acara yang seru setiap halal bihalal keluarga dilaksanakan, selain tilawatil quran, sambutan sesepuh, dan doa bersama, ada juga fun game yang harus diikuti dengan menunjuk salah satu dari anggota dari masing-masing keluarga (budhe, bulek, sepupu, dll) tapi ada juga yang dengan senang hati dan bersedia unjuk gigi dengan menampilkan suguhan menarik tanpa harus diminta. 



Generasi muda keluarga dari suami memang terbilang bermental pemberani dan memiliki kreativitas tinggi. Sebagai "orang luar" dalam keluarga tersebut, saya nggak terlalu "ikut campur" dalam segala tetek-bengek yang ada di dalamnya, seperti halnya run down acara halal bihalal kali ini, para keponakan ternyata sudah menyiapkan kegiatan apa saja yang akan mengisi acara halal bihalalnya. Dan sampai saat ini saya sangat bersyukur atas ide-ide kreatif mereka yang menjadikan acara halal bihalal bisa berjalan lancar dan menyenangkan.

Jadi run down acara halal bihalalnya  meliputi;

  • Tilawati Quran; Tilawatil Qur'an sendiri seringnya dibacakan oleh keponakan yang masih usia madrasah, jadi 2 orang akan dipilih untuk membaca salah satu surat alqur'an beserta maknanya.
  • Fun Game; Sambung-Menyambung Cerpen/puisi (?), jadi sambung-menyambung cerpen/puisi ini berkisah tentang 4 orang pemuda yang berperan sebagai; pujangga cinta, preman, pemulung, dan ustadz gaul yang menceritakan kisah hidupnya, di mana kisah hidup mereka itu jomplang banget, jatuhnya kocak dan bikin tertawa [jujur saya susah jelasin deskripsinya kayak gimana atau nama tepat dari pertunjukan ini XD. Ada yang tau nama tepatnya nggak, sih?]. Selanjutnya adalah tebak kata, di mana dalam 1 tim terdapat 2 orang yang dipilih dari masing-masing anggota keluarga. Seperti game tebak kata pada umumnya, 1 orang memeragakan gerakan yang berhubungan dengan kata yang disediakan, lucunya di sini adalah ketika para sesepuh meragakan gerakan yang ambigu, sehingga terlihat kocak bagi anggota keluarga lain, tapi generasi muda masih bisa menjawab dengan benar. Kan keren. Salah satu wujud dari kuatnya ikatan keluarga maybe?
  • Sambutan Tuan Rumah dan Sesepuh; Ramah tamah pada umumnya, namun masih sedikit menyentuh emosi ketika mereka menyampaikan harapan-harapan serta doa bagi anggota keluarga agar selalu dalam kebaikan, kesehatan, serta keberkahan.
  • Do'a Bersama; Doa di hari suci penuh kemenangan yang mengharap segala pengampunan, rahmat, serta ridho dari yang maha kuasa. Di mana setelah do'a bersama, tisu-tisu akan segera melakukan tugasnya untuk mengusap air mata yang berjatuhan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah yang maha kuasa, serta menjadi wujud dari penyesalan akan setiap kesalahan yang pernah dilakukan secara sengaja maupun nggak sengaja. 
  • Salam-salaman; atau lebih tepatnya disebut sungkeman (?) seakan dan memang menjadi ritual lebaran yang harus dilakukan, terlebih kepada kedua orangtua kita. Jadi sesi sungkeman ini biasanya dimulai dari keluarga tertua dan berlanjut sampai ke yang paling kecil.
  • Makan-makan; setelah saling bermaafan, agenda selanjutnya adalah... Mengisi kembali perut yang kosong. Makan-makan, ritual lain yang wajib dilakukan setiap halal bihalal lebaran. Yakan.. Habis teriak-teriak nge-game, sesi doa bersama dan sungkeman yang menguras emosi jiwa dan raga, makan-makan adalah ritual pengembali mood yang paling tepat, kan...
  • Penentuan Acara Halal Bihalal Ramadhan Tahun Depan; Nah, ini yang bikin excited. Jadi dari hasil usulan sepupu-sepupu, halal bihalal tahun depan rencananya bakal berupa rekreasi bersama. Kalau sesuai liburan lebaran sebelum-sebelumnya sih, mereka lebih sering ke daerah magetan-madiun, tapi belum tau juga sih jadi enggaknya. Apapun itu.. Pokoknya yang terbaik lah demi silaturrahmi keluarga agar tetap terjaga. Ya nggak? :)
  • Penutupan. Kenyang. Senang.
Terlepas dari keberadaannya yang dijadikan sebagai tradisi turun-temurun, sesuai kutipa yang saya tulis di atas, halal bihalal juga merupakan salah satu tradisi yang sangat bermanfaat bagi kita untuk mempererat silaturrahmi keluarga. Yang awalnya pernah merasa berselisih paham dan enggan untuk bertegur sapa akhirnya berkumpul juga pada acara halal bihalal keluarga, saudara jauh yang jarang bertatap muka pun bisa bertemu dan bisa memulai percakapan-percakapan ringan sampai akhirnya nggak canggung untuk saling bercanda tawa bersama.

Nah, di atas adalah cerita halal bihalal rutin versi keluarga saya, kalau halal bihalal versi kalian bagaimana???


Salam ^^
Cerita Lebaran; Menjadi Tuan Rumah Halal Bihalal Keluarga



Mengesampingkan "Gengsi" demi Terjalinnya Silaturahmi

with Leave a Comment
Lebaran merupakan hari spesial, hari di mana setiap umat muslim di seluruh alam semesta ini merayakan kemenangan setelah 30 hari melawan hawa nafsu, menahan lapar dan dahaga, serta melakukan kebaikan demi kebaikan dalam menjalankan segala perintah tuhan Allah SWT yang dalam 30 hari tersebut pahala untuk setiap amal baik yang dikerjakan akan dilipat gandakan.

Kegiatan Sederhana Sebagai Media Terapi Self Healing.

with 5 comments
Kegiatan Sederhana Sebagai Media Terapi Self Healing.
Cr. Pixabay

Setiap orang pasti pernah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya yang kadang bisa menyebabkan luka dan meninggalkan trauma. Bahkan bagi sebagian orang, permasalahan seperti saldo pulsa yang tetiba tersisa 0 rupiah karena lupa kalau masa berlaku paket internet sudah habis pun bisa menjadi boomerang tersendiri yang sungguh sangat meresahkan hati dan pikiran, dan nggak menutup kemungkinan bisa berimbas pada stabilitas emosi juga. Sama halnya dengan penyebab luka serta trauma yang datangnya tak disangka-sangka, penawar untuk kembali menenangkan emosi pun kadang bisa kita temukan secara tak terduga.

P I N D A H

with 7 comments

Setelah berbulan-bulan.. akhirnya saya pindahan /duh, opening-nya gitu banget sih, Mbak XD/.

Oke jadi sebenarnya ada kisah tersendiri dari kalimat pembuka di atas. Dulu.. banget saya pernah nulis di blog ini tentang kebimbangan saya ketika project tempat saya bekerja sudah hampir berakhir dan akan memulai project baru yang lokasinya jauh banget dari rumah. Kebimbangan tersebut muncul karena saya memang belum pernah hidup jauh dari rumah (baca; ibu XD). Nah, kalau project barunya jauh dari rumah, otomatis jauh juga dari ibu, maklum saya ini orangnya masih apa-apa ibu, jadi wajar kalau kegalauan saya saat itu nggak jauh-jauh dari "Bagaimana keseharian saya tanpa Ibu?". Tapi ternyata kebimbangan itu hanya sekadar kebimbangan sesaat, saya tetap mengikuti project yang hampir berakhir tersebut, dan project baru pun berjalan lancar tanpa saya harus pindahan.

Beda dulu, beda lagi sekarang. Setelah project yang saya maksud sebelumnya sudah berjalan dengan lancar, Bos saya kembali membuka project baru yang rencananya bulan Maret 2019 besok sudah mulai dibuka penjualannya dan tepat pada hari Kamis, 7 Februari 2019 lalu saya mendapat perintah untuk segera pindah ke kantor baru rasa lama. Kebimbangan lain pun mulai bermunculan, kalau soal ibu sudah teratasi, sekarang lebih ke kakak yang sudah mau masuk kelas 6, kalau diajak pindah nanti kasihan juga sekolahnya, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, terlebih pelajaran yang pastinya berbeda sistem pengajarannya dari sekolah lama. Saya sebagai orangtua yang agak cemas dengan situasi tersebut, akhirnya memutuskan kakak tinggal di rumah ibu untuk menyelesaikan sekolahnya lebih dulu. Toh tinggal 1 tahun ini..


Keputusan sudah diambil tinggal menyampaikan rencana tersebut yang membutuhkan waktu tepat agar kakak bisa menerimanya dengan lapang dada.

Sabtu sore dengan semilir angin laut yang syahdu, hari di mana saya biasa menghabiskan waktu berharga bersama keluarga. Saat itu kami duduk-duduk santai di belakang rumah dengan view laut yang membentang luas. Saya memulai percakapan ringan tentang kegiatan di sekolah kakak. Seperti sekolah-sekolah pada umumnya, setiap menjelang kelulusan biasanya ada rekreasi khusus untuk perpisahan kelas 6, dan sebelumnya kakak pernah bilang "Mah, besok teman-teman sekelas mau diajak rekreasi ke Malang sama Bu Guru" Pikir saya waktu itu, beneran sih, paket wisata malang murah kan banyak pilihannya, jadi nggak harus siapin budget banyak-banyak, dan lagi banyak juga wisata edukasi baru di malang yang ramah buat anak seperti Eco Green Park di mana kita bisa belajar tentang alam sekitar dan masih banyak lagi, jadi saya semakin excited kalau memang rekreasinya beneran jadi ke malang.

Oke, balik ke rencana awal, sebelum masuk ke pembahasan utama, saya tanya lagi ke kakak soal rekreasi ini, "rekreasinya jadi ke malang, kak? bulan sama tanggalnya sudah diumumkan belum?" Dan ternyata jadi dong.. Bulan maret rencana berangkat, tapi belum pasti tanggal berapa. Jawaban yang saya peroleh dari kakak membuat saya jadi agak sendu, soalnya sudah lama saya berencana nambah kursi ekstra biar bisa ikut rekreasi bareng-bareng kakak, tapi orangtua hanya bisa berencana, tetap Bu Guru lah yang menentukan segalanya. Gimana mau ikut, awal bulan depan kan saya sudah pindahan ke kantor baru, hiks. Tapi cukuplah kesedihan itu saya saja yang simpan.

Setelah berbincang tentang kegiatan sekolahnya, saya pun mulai membuka percakapan tentang kepindahan saya dan ditinggalnya kakak di rumah ibu. Sebagai anak mbarep dan meskipun umurnya baru masuk 10 tahun, kakak ini termasuk anak yang mandiri, dan dia juga anak yang bisa dengan mudah memahami keadaan. Saya bilang ke dia kalau saya, ayah, dan adiknya mau pindah ke kota, tapi sementara kakak menyelesaikan kelas 6 di rumah ibuk dulu, daripada di sana nanti susah adaptasinya, mau ujian akhir nasional juga. Saya mulai menjelaskan segala keresahan perihal sekolahnya, dan alhamdulillah dia bisa mengerti keadaan tersebut, dengan syarat darinya kalau akhir pekan saya harus pulang, tapi itu sudah masuk ke daftar rencana saya juga pastinya. Insya Allah. Saya nggak tega kalau harus berada jauh dari anak dengan jangka waktu lama, pasalnya selain saya, ini juga pertama kalinya kakak saya tinggal kerja jauh. Ya.. kadang, kita harus mengambil keputusan yang sulit agar bisa survive dalam menjalani hidup. Bismillah saja sih, semoga semua berjalan lancar, mulai dari pekerjaan sampai dengan kegiatan lainnya. Amin.



Salam ^^






Motivasi Diri di Penghujung Tahun 2018

with 5 comments
Motivasi Diri di Penghujung Tahun 2018

One day one post program dengan tag #BPN30DayChallenge2018 yang digagas oleh Blogger Perempuan Network merupakan bentuk sambutan awal yang positif bagi saya yang di penghujung tahun 2018 ini akhirnya memutuskan untuk kembali ikut meramaikan laju perkembangan dunia blog. Setelah bosan berlama-lama dengan kegiatan itu-itu saja, dan yang menurut saya kurang berfaedah /meskipun mendapat kesenangan hati tersendiri tapi tetap nggak boleh keterusan sampai lupa diri/. Sementara tugas dari pekerjaan utama juga sedang longgar-longgarnya, DAN... daripada pusing mikir komplainan user yang nggak ada habisnya dan kadang nggak masuk di akal.. Bagi saya, blog kembali menjadi pilihan menarik dan tepat demi kembali terciptanya kedamaian hati serta terkontrolnya emosi diri #halah.

Jadi selama 30 hari mengikuti #BPN30DayChallenge2018ini, banyak sekali poin penting yang saya peroleh dan tentunya bisa dijadikan sebagai pengingat serta motivasi agar semangat nge-blog semakin membuncah. Dari yang awalnya "duh lama nggak ngikutin tren blogging, terus mau nulis apa?" "tulisannya sudah enak dibaca nggak, ya? kok kaku gini :(" dan berbagai kegelisahan lainnya, sampai akhirnya saya menemukan repost dari salah satu teman blogger di feed instagram-nya yang membagikan gambar tentang challenge BPN ini. Wah.. Rasanya semesta ikut meng-amin-kan niat saya untuk kembali berjibaku dengan dunia tulis-menulis ini.

Blog sendiri merupakan tempat yang tepat bagi saya yang dulu pas zaman masih uwu-uwu hobi banget coret-coret halaman belakang buku pelajaran, sampai pernah didatangi bapak guru terus buku catatan saya diambil dan hasil coretannya dibaca dengan sangat lantang di depan kelas, cuma coretan lirik lagu, sih, tapi tetap kan, kebayang malunya bagaimana? Selain melakukan kegiatan yang disukai, menulis blog juga bisa dijadikan sebagai media untuk aktualisasi diri. Apa itu aktualisasi diri? Aktualisasi diri adalah ketepatan seseorang dalam menempatkan diri sesuai dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya.

Dalam sebuah teori psikologi, aktualisasi diri juga merupakan suatu bentuk dari kebutuhan akan "pemenuhan keberadaan diri (self fulfillment)" dengan menyalurkan kemampuan serta potensi diri secara maksimal (src; brainly). Seperti kata pepatah; sambil menyelam minum air, selama melakukan kegiatan ngeblog, kita juga bisa mengembangkan kemampuan yang sudah ada atau bahkan menemukan potensi tersembunyi lain yang tanpa sadar selama ini kita miliki, sehingga potensi-potensi tersebut juga busa disalurkan serta dimanfaatkan secara tepat dan maksimal.

Sejatinya, belajar menghargai diri sendiri juga merupakan salah satu poin positif yang secara nggak langsung bisa kita teladani dari menulis blog. Bijak dalam menghadapi setiap drama kehidupan, karena banyaknya kata atau kalimat positif maupun negatif yang setiap hari dikonsumsi membuat saya sedikit-banyak mengerti bagaimana hukum sosial itu berlaku, hal tersebut seakan mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, pun menggerakkan jari-jari dalam menuangkan segala uneg-uneg di blog maupun social media, membuat saya belajar bagaimana agar diri ini bisa menjadi pribadi santun yang pada dasarnya, bisa dibilang bersikap santun juga merupakan salah satu bentuk lain dari menghargai diri sendiri.

Dengan memperkaya pengetahuan akan dasar-dasar norma dalam bersosial serta budaya dari ragam tulisan teman-teman blogger, kemudian menyerap setiap pesan positif serta mempraktikannya melalui sikap dan perilaku baik yang sebenarnya memang harus kita tanamkan dalam kehidupan setiap harinya, nggak menutup kemungkinan, orang lain juga akan menghargai kita dengan tidak berbicara kasar dan berperilaku baik ke kita juga.

Menulis blog bisa menjadi ladang rizki bagi kita yang mau berusaha dengan serius menekuni kegiatan tersebut. Rizki dalam bentuk sosial maupun finansial. Bertambahnya lingkaran pertemanan, menunjukkan kepada kita akan banyaknya pelajaran hidup. Asam-manis kehidupan yang terjadi di sekitar, tentunya bisa menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa bersyukur, bijak dalam menghadapi setiap permasalahan dan mengambil setiap keputusan, serta mengajak kita untuk intropeksi diri, memperbaiki segala khilaf yang pernah dilakukan.

Di sini saya percaya bahwa setiap blogger pasti memiliki wawasan luas karena kegiatan blogging yang menuntut mereka untuk sering-sering membaca dan memahami setiap persoalan yang ada, selain itu, mereka juga harusnya memiliki pikiran terbuka yang mampu menyerap setiap hal positif serta menyaring hal negatif yang nantinya bisa dijadikan sebagai konten bermanfaat bagi para pembaca.

Dari segi finansial sendiri, untuk blogger pasti sudah paham akan hal ini, bahkan ada dari mereka yang memutuskan untuk menjadi full-time blogger dengan pendapatan yang saya yakin lebih dari cukup. Tapi, ya... itu tadi, menjadi full-time blogger sendiri menurut saya bukan sesuatu yang instan dan mudah, karena demi pencapaian yang besar, banyak juga hal besar yang harus dipelajari. Untuk saat ini, salah satu hal rumit yang ingin saya pelajari sendiri adalah tentang analytics dan adsense, setelah melihat sepak terjang teman saya yang bergelut di bidang internet marketing dan dunia ads, membuat mata saya terbuka lebar akan kemungkinan yang bisa dicapai selama kita mau terus dan terus belajar (read; adsense saya dijalankan sama dia dan hasilnya benar-benar nggak menipu! Kan saya jadi pengen :/).

Namun hal tersebut nggak serta-merta membuat saya berpikir sempit dengan membuat judul tulisan memancing seperti "3 Cara Instan Jadi Viral. Nomor 2 Paling Mudah dan Cepat!" Padahal isinya ya gitu-gitu bae. Berbeda untuk media massa online yang menganggap wajar dalam melakukan trik tersebut, tapi menurut saya itu kurang baik bagi kita para blogger (--"). Selain itu, untuk menarik pengunjung kita harus bisa menghindarkan diri dari membuat artikel asal-asalan ataupun dengan seenaknya copy-paste sana-sini, blogger itu pantang melakukan plagiat. Karena semua itu butuh proses berupa usaha dan do'a, nantinya hasil yang didapat pun Insya Allah nggak menghianati setiap proses yang sudah dilalui.

Baiklah, sekian tulisan akhir tahun sebagai pengingat serta motivasi bagi saya agar bisa kembali istiqomah merangkai kata dan kalimat yang semoga saja bermanfaat di setiap laman blog tercinta. Semangat menjemput tahun baru 2019 untuk teman-teman semua!! Wish you all nothing but  healthy and happiness!!

Salam ^^
Motivasi Diri di Penghujung Tahun 2018

Target Blogging di Tahun 2019

with 1 comment
Target Blogging di Tahun 2019

Satu hal yang utama dan yang sudah berkali-kali saya tulis dalam setiap tema #BPN30DayChallenge2018 yang berhubungan dengan blogging. Saya harus mengembalikan KONSISTENSI saya dalam mengelola, mengayomi, serta memelihara blog ini agar nggak lagi terjatuh dalam kegelapan yang sama karena saking lamanya nggak berpenghuni. Target saya sendiri nggak muluk-muluk, bisa mengisi blog ini dengan tulisan baru sesuai blog planner yang akan saya siapkan tanpa dihantui rasa malas saja saya bakal bahagiiiaaa syekali. Toh, memang pada dasarnya saya ingin kembali memanfaatkan waktu luang yang saya miliki dengan sebaik mungkin, dan untuk sementara ini blog merupakan salah satu media yang bisa menampung semua uneg-uneg, terlepas penting nggak pentingnya tulisan yang saya buat.


Selanjutnya.. oke ini sedikit memalukan, selama ngeblog dari tahun 2014 sampai sekarang ini, sebenarnya salah satu hal yang sangat saya nantikan adalah.. Sekali... saja, semoga saya bisa ikut kopdar atau acara yang biasanya diikuti oleh para blogger, acara apapun itu. Tapi kadang saya sadar diri, sih. Memang sulit bagi saya kalau mau ikut acara seperti itu, mengingat saya sendiri kadang nggak bisa secara bebas daftar ikut acara sana-sini, selalu saja ada yang harus dipertimbangkan. Bahkan pernah, dulu pas ada acara dari salah satu brand smartphone di Surabaya, saya sudah excited banget mau ikutan, email konfirmasi kedatangan sudah saya kirim, dan ternyata.. semua rencana saya GAGAL. Astaga.. sedih, kecewa campur aduk jadi satu. Dan mulai dari situ saya sadar diri, mungkin situasi dan kondisi memang nggak berpihak kepada saya. Tapi boleh lah, berharap suatu saat nanti saya dipertemukan secara langsung dengan teman-teman blogger keren di luar sana. Amin..

Selain Konsistensi dan Event Blogger, target saya selanjutnya adalah memakmurkan blog ini agar bisa kembali dilirik oleh para agensi yang baik hati dan suka bagi-bagi rizki berupa job review, backlink project, ataupun content placements. Tentunya karena saya sudah lama hiatus, saya harus membangun blog ini mulai dari nol lagi, kalau dulu terakhir saya berkecimpung di dunia blog awal tahun 2017, para pemberi job masih memperhitungkan jumlah DA PA, sekarang mungkin sudah berbeda. Jadi.. mari kita kembali berbenah dan belajar lagi.

Tapi jujur, sih, saya belum berpikiran jauh sampai ngurusin yang begituan. Fokus saya saat ini hanya bagaimana caranya agar penyakit malas tidak kembali menyerang saya. Toh, nantinya kalau misal sudah rizki nggak bakal lari kemana, untuk saat ini saya hanya ikut submit di beberapa form link yang dibagikan oleh tim BP. Selanjutnya.. saya akan menjalani proses reborn ini dengan santai, biar nggak cepat tegang dan nggak cepat bosan juga. Bismillah!!

#BPN30dayChallenge2018 day 30, Tema "Target Blogging di Tahun 2019"

Salam ^^
Target Blogging di Tahun 2019

Kebahagiaan Sederhana di Sekitar Kita

with Leave a Comment
Kebahagiaan Sederhana di Sekitar Kita

Manusia memiliki begitu banyak pilihan dalam menjalani hidup. Ada yang begitu saja menjalani setiap kisahnya dengan mengikuti kemana arus mengalir, susah dan senang dijadikan sebagai racikan kehidupan yang memang mau nggak mau harus kita rasakan setiap pahit, asam, dan manisnya. Namun ada juga orang-orang yang nggak peduli dengan kemungkinan kecil yang bisa dijadikan sebagai sumber kebahagiaan dan hanya berfokus pada setiap memori suram sehingga luka dan duka yang pada dasarnya bisa dengan mudah kita lupakan, jadi semakin membekas dan sulit untuk ditinggalkan. Tugas sederhananya adalah bagaimana cara kita agar bisa menyadari bahwa sumber kebahagiaan sebenarnya bisa kita ciptakan dan kemungkinan hanya berkisar di sekitar kita.

Township; Belajar Berternak, Berkebun, dan Menata Kota dengan Menyenangkan

with 5 comments
Review dan Rekomendasi Mobile Game Township; Belajar Berternak, Berkebun, dan Menata Kota dengan Menyenangkan

Mobile game online saat ini sudah bukan merupakan sesuatu yang rumit lagi buat saya, dulu pernah mainin game dengan genre aksi-petualangan bérnama clash of clan dan karena saking nggak telatennya jadi suka kesel sendiri tiap benteng sudah mulai berdiri, eh.. tiba-tiba diserang sama lawan, roboh lagi kan. Setelah main COC, lama nggak pengen coba main mobile game lagi, meski Mobile Legends sama PUBG sedang dalam masa jaya-jayanya, saya sama sekali nggak tertarik buat main game dengan tema aksi perang-perangan kayak gitu lagi. Mungkin karena saya orangnya nggak suka sama yang namanya kekerasan kali ya /apa hubungannya coba XD/.

The Thrilling Memories; Tersesat di Antara Indahnya Karang dan Luasnya Lautan

with Leave a Comment
The Thrilling Memories; Tersesat di Antara Indahnya Karang dan Luasnya Lautan

Kenangan masa kecil merupakan kenangan yang paling berharga bagi saya, kenangan yang di dalamnya hanya ada kebahagiaan, taunya cuma main, main, dan sedikit belajar, iya, sebebas itu masa kecil saya. Kalau ditanya soal kenangan masa kecil yang paling melekat, saya bakal jawab ragam permainan tradisionalnya yang selalu bikin saya jadi seperti orang sibuk, hari-hari isinya main... terus... istirahat sekolah main obak sodor, pulang sekolah istirahat sebentar terus main orang-orangan kertas, saya menyebutnya rawongan (kalau di daerah teman-teman kira-kira namanya apa, ya?), pulang ngaji main lompat tali, pokoknya adaaa aja jadwal padat merayap yang harus saya susun dengan baik agar bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan #halah. Maklum anak kecil zaman dulu kan masih nggak kenal apa itu galau mikirin paketan habis sementara music video favorit sebentar lagi bakal rilis.


Zaman saya madrasah dulu, bisa dibilang saya itu termasuk atlit permainan tradisional pada zamannya *iyain aja*. Kenapa? Soalnya saya itu suka menang kalau lagi main-main gitu, girang banget kalau kebagian kasih hukuman ke yang kalah. Kaki jenjang dan tangan yang panjang menjadi salah satu faktor pendukung kemenangan saya. Dari mulai lompat tali yang selalu berada di urutan teratas, obak sodor dengan tim handal yang selalu keluar sebagai pemenang, blentik pun pernah saya cicipi kemenangannya, padahal permainan blentik itu semacam khusus buat anak laki-laki. Dan tau sendiri kan, siapa sih anak kecil yang nggak senang kalau di setiap permainan dia selalu menang?

Selain kenangan bermain permainan tradisional yang mungkin sekarang ini sudah hampir habis terkikis oleh zaman, saya punya kenangan yang paling mendebarkan lain yang kalau bukan anak yang super duper bandel, nggak bakalan ngalamin kenangan ini.

Jadi dulu itu, sore sehabis ngaji gitu biasanya saya nggak langsung pulang, main dulu kan sama teman, terus rumah saya kan di daerah pesisir pantura tuh, kebetulan kalau sore pas air laut surut banyak yang turun ke laut buat nyari kerang, saya yang waktu itu masih nggak paham mana timur ke barat selatan ke utara, mau aja diajakin turun sama teman saya buat nyari kerang, padahal skill mencari kerang saya juga nol besar.

Akhirnya sore itu kita berdua yakin untuk turun ke laut, mainan air, tiap lihat lubang kecil diintip siapa tau ada kerang di dalamnya tapi ternyata nihil, akhirnya cuma muter-muter laut buat cari batu karang kecil yang syantik-syantik, mengagumi eksotisnya pemandangan laut yang airnya sedang surut, sambil jalan-jalan sambil mainan pasir di tengah laut juga, kalau sudah ada hp kayak zaman sekarang ini, nih, pasti sudah banyak foto kenangannya. Tanpa terasa kita berdua sudah berada di tengah-tengah laut yang saya dan teman saya jadi bingung, mana titik poin pertama kita turun tadi. Waktu sudah semakin sore sementara kita benar-benar tersesat di tengah laut dalam keadaan buta arah, oke, sampai sini rasanya pengen ketawa sendiri, kenapa juga dulu saya begitu nekatnya turun laut tanpa rasa takut.

Sementara kita sudah kayak orang yang hopeless, jalan ke kiri nggak tau menuju mana, jalan ke arah kanan juga rasanya semua tempat itu isinya cuma air, sampai akhirnya kita maju terus lurus pantang mundur dan ketemulah kita dengan anak lelaki seumuran kita yang sama-sama sedang cari kerang juga, dan ternyata dia teman sekelas kita. Lega? BANGET!. Astagah... Bayangin aja ya, tersesat di tengah laut, terus kalau tiba-tiba air lautnya mendadak pasang kan nggak ada lucu-lucunya. Setelah cerita ke teman cowok tadi, akhirnya kita diarahkan buat pulang lewat jalur darat saja, mengingat sudah sore banget menjelang maghrib, dan air laut juga tanda-tanda sudah mau penuh lagi. Kita langsung nurut aja, toh teman cowok tadi memang lebih hafal rute lautnya kayak gimana. Maghrib sampai rumah? Dijewer sana-sini sama bapak-ibuk #ngakak. Sebandel itu ternyata masa kecil saya astaga... XD

Oke, kayaknya itu deh, kenangan masa kecil yang benar-benar paling mengharukan, mendebarkan, dan memang sangat patut untuk dikenang. Kalau punya teman-teman kenangan paling berkesannya bagaimana? Cerita, yuk!

#BPN30dayChallenge2018 day 25, Tema "Kenangan Masa Kecil".

Salam ^^
The Thrilling Memories; Tersesat di Antara Indahnya Karang dan Luasnya Lautan

Next To Do List; 5 Keinginan yang Belum Tercapai

with 1 comment
Next To Do List; 5 Keinginan yang Belum Tercapai

Manusia boleh berencana, tapi kalau nggak disertai dengan usaha apalah daya XD Jadi seperti yang saya tulis di postingan Your Zodiac describe Your Personality, libra itu jago banget kalau di suruh ngayal-ngayal gitu, jadi nggak kaget kalau keinginan saya bisa banyaaak banget. Tapi kalau ditanya keinginan pokok namun sederhana yang belum tercapai.. Inilah 5 keinginan yang kelihatannya B aja tapi saya kok berat banget mau ngelakuinnya sehingga belum juga tercapai sampai saat ini;

Menerapkan hidup sehat: diet makanan dan berolahraga setiap hari

Bisa dibilang saya itu pemakan segala makanan kecuali yang nggak saya suka, dan biasanya nggak kira-kira juga kalau saya lagi suka sama satu menu, saya bakal makan menu itu secara terus-menerus sampai lupa kalau mengonsumsi sesuatu secara berlebihan itu nggak baik. Dan karena tipe makanan yang saya suka itu kebanyakan yang fast food dan yang manis-manis, makanan yang cenderung lebih banyak mengandung toxic ketimbang nutrisi baiknya, kadang saya jadi mikir, kapan ya bisa mulai hidup sehat sepenuhnya, merhatiin zat baik yang akan dikonsumsi, jadi nggak was-was nanti kalau sudah berumur. Tapi itu susah.. tetap aja kalau ketemu makanan favorit langsung lahap, dan disamping itu juga, karena saya berusaha banget buat nambah berat badan, jadi saya makannya nggak pilih-pilih, mumpung saya suka jadi ya makan saja. Selain makanan saya juga pengen banget rajin olahraga, minimal lari pagi lah, kalau nggak bisa setiap hari paling enggak pas akhir pekan sudah cukup buat saya, tapi lagi, kenapa saya susaaah banget bangun pagi kalau libur kerja gitu, padahal pengen juga punya badan yang fit nggak mudah capek, tapi.. seperti yang sudah saya bilang di atas, manusia boleh berencana tapi kalau tanpa disertai dengan usaha apalah daya :/

Berani mengendarai sepeda motor sendiri

Ini nih, sesuatu yang seharusnya wajib biar nggak keteteran kalau lagi butuh apa-apa. Saya nggak berani ngendarain motor apalagi kendaraan roda empat sendiri, latihan naik motor itu sudah saya lakukan sejak kelas 4 madrasah dan sampai sekarang masih belum berani bawa motor sendiri, di situ kadang saya merasa sedih, lihat ibu-ibu dengan lihainya nyelip kanan nyelip kiri, bikin hati ini teriris #halah. Tapi semua kembali pada diri masing-masing sih, ya. Mungkin karena saya orangnya mudah kaget dan kurang berani menghadapi kendaraan-kendaraan besar di jalan, jadinya meskipun sudah bisa ngendarain motor tapi tetap saja nggak berani kemana-mana sendiri, harus nunggu diantar suami kalau mau ke mana-mana.

Menerapkan ilmu parenting sepenuh hati

Belakangan saya mulai follow akun parenting di instagram, banyak sekali proses parenting yang ternyata sangat sederhana namun terlewat begitu saja oleh saya. Kurangnya ilmu tentang dunia parenting membuat saya merasa selalu ada yang kurang dalam pola asuh anak yang sudah saya terapkan. Selain akun parenting yang ada di instagram, beberapa hari ini saya juga kepo sama program komunitas ibu profesional yang banyak diikuti teman-teman blogger, meskipun nggak terjun ikut secara langsung, saya mendapat banyak sekali pengetahuan baru tentang parenting dari postingan-postingan mereka, yang sekarang sudah mulai saya praktikan sedikit demi sedikit. Bagi saya, agar nggak terlalu larut dalam pemikiran tentang cara parenting yang sudah saya praktikan, maka saya harus menambah ilmu parenting dari berbagai komunitas tersebut, sebagai penyeimbang pun sebagai pengingat bahwa memang setiap ibu itu memiliki pola yang berbeda dalam mengasuh anak dan meyakinkan diri sendiri akan tidak adanya ibu yang sempurna, karena ksempurnaan sesungguhnya hanya milik Sang Pencipta.

Memperkuat konsistensi dalam diri

Konsistensi menjadi hal yang sangat penting apabila kita memiliki sebuah angan-angan yang ingin dicapai, jadi bukan cuma berkhayal saja. Saya itu orangnya mudah jatuh cinta pun mudah bosan juga, setiap melakukan sesuatu selalu yang setengah-setengah, jadi hasilnya selalu kurang maksimal. Tapi tentunya saya nggak mau dong kayak gitu terus. Kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan baru menjadi pencapaian akhir tahun yang sangat melegekan buat saya, tugas saya selanjutnya adalah memperkuat konsistesi dalam diri saya semoga nggak lagi mikir buat hiatus kembali.

Berangkat ke Tanah Suci

Hampir setiap muslim pasti memiliki keinginan yang sama, berkunjung ke tanah suci untuk melaksanakan rukun islam yang ke 5, atau kalau masih belum mampu untuk pergi ber-haji, umroh bisa menjadi pilihan lebih dulu, sembari menabung untuk perjalanan haji setelahnya. Tentunya harus dengan rajin-rajin menabung, mengurangi kebiasaan beli barang-barang yang SAMA SEKALI NGGAK PENTING, Kpop stuff misalnya #uhuk. 

Baiklah, ke 5 poin di atas adalah sesuatu yang benar-benar ingin segera saya capai. Semoga alam semesta ikut meng-amin-kan..

#BPN30dayChallenge2018 day 24, Tema "5 Keinginan yang Belum Tercapai".


Salam ^^
Next To Do List; 5 Keinginan yang Belum Tercapai

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com