Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me
Showing posts with label Properti. Show all posts
Showing posts with label Properti. Show all posts

P I N D A H

with 7 comments

Setelah berbulan-bulan.. akhirnya saya pindahan /duh, opening-nya gitu banget sih, Mbak XD/.

Oke jadi sebenarnya ada kisah tersendiri dari kalimat pembuka di atas. Dulu.. banget saya pernah nulis di blog ini tentang kebimbangan saya ketika project tempat saya bekerja sudah hampir berakhir dan akan memulai project baru yang lokasinya jauh banget dari rumah. Kebimbangan tersebut muncul karena saya memang belum pernah hidup jauh dari rumah (baca; ibu XD). Nah, kalau project barunya jauh dari rumah, otomatis jauh juga dari ibu, maklum saya ini orangnya masih apa-apa ibu, jadi wajar kalau kegalauan saya saat itu nggak jauh-jauh dari "Bagaimana keseharian saya tanpa Ibu?". Tapi ternyata kebimbangan itu hanya sekadar kebimbangan sesaat, saya tetap mengikuti project yang hampir berakhir tersebut, dan project baru pun berjalan lancar tanpa saya harus pindahan.

Beda dulu, beda lagi sekarang. Setelah project yang saya maksud sebelumnya sudah berjalan dengan lancar, Bos saya kembali membuka project baru yang rencananya bulan Maret 2019 besok sudah mulai dibuka penjualannya dan tepat pada hari Kamis, 7 Februari 2019 lalu saya mendapat perintah untuk segera pindah ke kantor baru rasa lama. Kebimbangan lain pun mulai bermunculan, kalau soal ibu sudah teratasi, sekarang lebih ke kakak yang sudah mau masuk kelas 6, kalau diajak pindah nanti kasihan juga sekolahnya, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, terlebih pelajaran yang pastinya berbeda sistem pengajarannya dari sekolah lama. Saya sebagai orangtua yang agak cemas dengan situasi tersebut, akhirnya memutuskan kakak tinggal di rumah ibu untuk menyelesaikan sekolahnya lebih dulu. Toh tinggal 1 tahun ini..


Keputusan sudah diambil tinggal menyampaikan rencana tersebut yang membutuhkan waktu tepat agar kakak bisa menerimanya dengan lapang dada.

Sabtu sore dengan semilir angin laut yang syahdu, hari di mana saya biasa menghabiskan waktu berharga bersama keluarga. Saat itu kami duduk-duduk santai di belakang rumah dengan view laut yang membentang luas. Saya memulai percakapan ringan tentang kegiatan di sekolah kakak. Seperti sekolah-sekolah pada umumnya, setiap menjelang kelulusan biasanya ada rekreasi khusus untuk perpisahan kelas 6, dan sebelumnya kakak pernah bilang "Mah, besok teman-teman sekelas mau diajak rekreasi ke Malang sama Bu Guru" Pikir saya waktu itu, beneran sih, paket wisata malang murah kan banyak pilihannya, jadi nggak harus siapin budget banyak-banyak, dan lagi banyak juga wisata edukasi baru di malang yang ramah buat anak seperti Eco Green Park di mana kita bisa belajar tentang alam sekitar dan masih banyak lagi, jadi saya semakin excited kalau memang rekreasinya beneran jadi ke malang.

Oke, balik ke rencana awal, sebelum masuk ke pembahasan utama, saya tanya lagi ke kakak soal rekreasi ini, "rekreasinya jadi ke malang, kak? bulan sama tanggalnya sudah diumumkan belum?" Dan ternyata jadi dong.. Bulan maret rencana berangkat, tapi belum pasti tanggal berapa. Jawaban yang saya peroleh dari kakak membuat saya jadi agak sendu, soalnya sudah lama saya berencana nambah kursi ekstra biar bisa ikut rekreasi bareng-bareng kakak, tapi orangtua hanya bisa berencana, tetap Bu Guru lah yang menentukan segalanya. Gimana mau ikut, awal bulan depan kan saya sudah pindahan ke kantor baru, hiks. Tapi cukuplah kesedihan itu saya saja yang simpan.

Setelah berbincang tentang kegiatan sekolahnya, saya pun mulai membuka percakapan tentang kepindahan saya dan ditinggalnya kakak di rumah ibu. Sebagai anak mbarep dan meskipun umurnya baru masuk 10 tahun, kakak ini termasuk anak yang mandiri, dan dia juga anak yang bisa dengan mudah memahami keadaan. Saya bilang ke dia kalau saya, ayah, dan adiknya mau pindah ke kota, tapi sementara kakak menyelesaikan kelas 6 di rumah ibuk dulu, daripada di sana nanti susah adaptasinya, mau ujian akhir nasional juga. Saya mulai menjelaskan segala keresahan perihal sekolahnya, dan alhamdulillah dia bisa mengerti keadaan tersebut, dengan syarat darinya kalau akhir pekan saya harus pulang, tapi itu sudah masuk ke daftar rencana saya juga pastinya. Insya Allah. Saya nggak tega kalau harus berada jauh dari anak dengan jangka waktu lama, pasalnya selain saya, ini juga pertama kalinya kakak saya tinggal kerja jauh. Ya.. kadang, kita harus mengambil keputusan yang sulit agar bisa survive dalam menjalani hidup. Bismillah saja sih, semoga semua berjalan lancar, mulai dari pekerjaan sampai dengan kegiatan lainnya. Amin.



Salam ^^






Griya Permata Insani; Menghadirkan Kembali Perumahan Bersubsidi di Mojokerto

with Leave a Comment
Perumahan Subsidi Mojokerto - Griya Permata Insani


Setelah Tahun 2016 lalu PT. Cipta Griya Insani berhasil menciptakan lahan hunian dengan jumlah 1000 unit lebih di Perumahan Griya Permata Insani Tikung-Lamongan. Kini di penghujung tahun 2018 yang bertepatan pada tanggal 10 November 2018 kemarin, pengembang tersebut kembali meresmikan Perumahan dengan nama serupa, yakni Griya Permata Insani - perumahan subsidi yang terletak di Mojokerto, tepatnya di Desa Ngingas Rembyong - Kecamatan Sooko - Kabupaten Mojokerto. Menjadi pengembang di Lamongan dengan jumlah realisasi terbanyak di tahun 2017; 316 unit rumah dan mendapatkan penghargaan khusus dari BTN, PT. Cipta Griya Insani kembali menawarkan unit rumah bagi warga Mojokerto yang bisa dimiliki dengan memanfaatkan program KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) atau lebih dikenal dengan KPR subsidi yang difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Sesuai artikel yang ditulis oleh salah seorang teman blogger Bengkulu yang bernama Ria M Fasha tentang perkembangan penyerapan FLPP selama tahun 2018 ini, Program FLPP bisa dijadikan sebagai salah satu solusi atas stigma masyarakat akan sulitnya memiliki properti saat ini karena pertumbuhan nilainya yang memang tak terkendali, sementara di sisi lain kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga semakin meningkat. Dengan kisaran harga 140 jutaan dan penawaran berupa uang muka mulai 1 % dari harga jual serta suku bunga flat 5 % selama masa angsuran, program FLPP ini akan membantu masyarakat untuk memiliki hunian impian mereka, terlebih bagi kakak-kakak yang memiliki penghasilan pas-pas-an atau newlywed yang berencana memiliki rumah sederhana, tipe rumah seperti yang ditawarkan oleh Griya Permata Insani Mojokerto ini sangat cocok untuk segera dipinang, mumpung belum kehabisan, yakan.. Lalu tipe yang seperti apa dan bagaimana kah itu???

Perumahan Griya Permata Insani Mojokerto menyediakan rumah dengan 2 tipe. Yang pertama adalah tipe 30-66, luas tanah 6x11 - tipe ini adalah tipe rumah subsidi yang dibandrol dengan harga Rp. 135.000.000,-. Mengusung desain minimalis, dengan luas bagunan 30 meter, di dalamnya terdapat 2 kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Tipe selanjutnya adalah tipe 38-89 dengan luas tanah 6x16, terdapat 2 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, ruang makan, dan dapur [info tentang harga dan proses uang muka bisa langsung datang ke kantor pemasaran di alamat yang tertera pada tulisan selanjutnya]. Pengembang yang sudah berhasil mendirikan dan merealisasikan lebih dari 3000 unit rumah untuk masyarakat ini menawarkan berbagai macam kemudahan bagi calon pembeli, khususnya untuk rumah subsidi yang mematok uang muka sangat ringan; yakni senilai Rp. 7.500.000, dan dengan hanya membayar uang muka pertama sebesar Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500.000 saja, pembeli sudah bisa memilih kavling yang menjadi idaman mereka.

Berikut adalah beberapa dokumentasi yang sempat saya ambil ketika menghadiri Grand Opening Perumahan Griya Permata Insani Mojokerto di kantor pemasarannya yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 10F Kota Mojokerto;


Bagi warga Mojokerto sendiri, kedepannya semoga Perumahan Griya Permata Insani Mojokerto ini bisa memberikan manfaat dan mampu memenuhi kebutuhan warga setempat akan tempat tinggal sederhana dengan harga yang mudah dijangkau oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah. 

#BPN30dayChallenge2018 day 21, Tema Pengganti; "Pekerjaan Rumah Tangga yang Disukai".




Salam ^^


Griya Permata Insani: Pilihan Tepat untuk Hunian Nyaman, Murah, Namun Tetap Berkualitas.

with 9 comments
Griya Permata Insani: Pilihan Tepat untuk Hunian yang Nyaman, Murah, Namun Tetap Berkuakitas. Sungguh Hunian Idaman di Kota Lamongan

Bertepatan dengan hari kamis, 12 Mei 2016 kemarin, developer PT. Cipta Griya Insani resmi membuka penjualan untuk proyek perumahan terbarunya, yakni Griya Permata Insani, proyek rumah subsidi dengan total -/+ 1075 kaveling (update per tanggal 12 Mei 2016) yang berlokasi di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Meski masih dalam bentuk soft launching, antusias warga yang ingin memiliki salah satu kaveling di perumahan Griya Permata Insani sangat terlihat nyata. Memang, sih, di hari pertama kemarin, nggak terlalu banyak yang hadir pada acara soft launching yang diadakan di Ruko Lamongan Trade Centre Kav. B-12 tersebut, namun dari sekian tamu undangan dan beberapa warga sekitar yang datang, potensi closing-nya mencapai sekitar 50% - 75%. Kalau menurut saya itu sudah wow, ketimbang tamu bejibun tapi ujung-ujungnya php. Kan adek sedih, Bang.. :(

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan.

with 18 comments
Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Judulnya sudah menohok, belum? Di Tikung, bukan ditikung, ya. Tikung sendiri adalah nama kecamatan yang terletak di hati yang galau karena banyak saingan mendapatkan gebetan Kabupaten Lamongan, dan di sana juga akan berdiri sebuah proyek perumahan subsidi baru dengan lahan yang cukup luas, yakni +/- 13 hektar.

Seperti yang bisa dibaca di laman Author blog ini, saat ini saya bekerja sebagai salah satu karyawan swasta di sebuah developer properti yang sebentar lagi stok rumahnya bakal habis dan akan membuka proyek perumahan subsidi baru yang terletak di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Peluang masa kerja yang semakin panjang, namun penuh pertimbangan, itulah yang menjadi kegalauan saya. Tapi di sini saya nggak akan bahas soal perpanjangan masa kerja beserta kegalauannya. Kali ini saya akan memperkenalkan lahan properti baru tersebut di atas, yakni perumahan subsidi "Griya Permata Insani" sebuah Hunian Idaman yang terletak di Tikung. Dan tentunya akan menjadi Hunian Idaman bagi orang-orang Lamongan. 

Tips Membeli Rumah dengan KPR FLPP - Program Subsidi Pemerintah

with 7 comments
Tips Membeli Rumah dengan KPR FLPP - Program Subsidi Pemerintah

Seiring dengan angka pertumbuhan manusia, tingkat kebutuhan akan hunian pun semakin berkembang. Ini yang menjadikan developer real estate mulai berlomba membebaskan lahan untuk dijadikan sebagai perumahan. Perumahan sendiri banyak jenisnya, mulai dari jenis RSH untuk kalangan menengah, sampai dengan jenis Residence untuk kalangan atas atau dalam istilah kerennya disebut kaum elit politik. Harga maksimal untuk RSH atau rumah yang memperoleh KPR FLPP - subsidi pemerintah di Jawa Timur per bulan Januari 2016 adalah 116 Jt dengan minimal downpayment 1% dari harga jual, dan karena ini adalah Rumah dengan KPR FLPP atau bantuan subsidi dari pemerintah, jadi angsuran tiap bulannya pun sangat ringan dengan menggunakan bunga 5% flat selama masa angsuran.

Tapi.. Ada tapinya. User (calon pembeli) harus tetap tanggap dalam menentukan rumah subsidi yang akan dibeli. Dalam tulisan ini, Saya akan sedikit memberi beberapa tips membeli rumah dengan KPR FLPP atau subsidi dari pemerintah.

Mengurus Persyaratan Pengajuan KPR? Apa Susahnya?

with 9 comments
Oke. Karena saya semakin dibuat pusing sama user-user yang waktu dijelasin tentang pemberkasan ngangguk-ngagguk ala iya-in-aja tapi ternyata pas balik teteeeeep aja ada berkas yang kurang. Saya bakal kasih tips dan apa aja yang diperlukan dalam melengkapi pemberkasan. Wait. Pemberkasan apa dulu, nih? Berkas buat lamaran kerja atau berkas buat disetor ke KUA? Salah dua-duanya, ya. Pemberkasan yang saya maksud di sini adalah.. Pemberkasan buat pengajuan kredit rumah atau kalau orang Bank bilang disebut KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Hati saya tergelitik buat bikin postingan ini, habis saya gemes, tiap kali saya menghadapi user, yang kalau saya jelasin amba-dawa, responnya iya-iya aja. Ternyata pas setor, banyak yang masih kurang.

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com