Personal Blog

Personal Lifestyle Blogger, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Mengatasi Galau Akibat Kemahalan Beli Sembako di Pasar.

with 8 comments
cek harga sembako mudah pakai aplikasi boneprice
Source: Traditional Market

Jadwal saya setiap sabtu-minggu pagi adalah mengunjungi pasar tradisional yang terletak nggak jauh dari rumah. Entah itu untuk membeli sarapan, icip jajanan pasar, atau hanya sekadar ngekor ibuk yang lagi belanja sembako. Saya sendiri sebagai mahmudah memang jarang belanja sembako di pasar tradisional, alasannya simple, saya paling malas kalau harus melakukan transaksi tawar-menawar yang ribet, di mana calon pembeli dan penjual harus berbasa-basi dengan sikap manisnya masing-masing.

Dari sekian banyak pengunjung pasar, hampir semua melakukan proses tawar-menawar setiap mau membeli barang yang diinginkan. Bisa dibilang, kegiatan tawar-menawar ini sudah jadi kebiasaan, jadwal rutin ibu-ibu setiap datang ke pasar. Kecuali saya. Iya, kecuali saya. Kenapa? Karena kalau barang yang ditawarkan menurut saya mahal, ya, dadah. Kalau murah saya baru beli. Tapi tergantung kualitas, kuantitas, dan kebutuhan. Beda saya, beda pula Ibuk saya. Ibuk merupakan salah satu pembeli yang paling diwaspadai sama penjual, waspada karena kalau nawar barang paling makjleb, bisa hampir 25% dari harga yang ditawarkan, dan di situ saya merasa malu. Iya, malu kalau ibuk nawarnya kebangetan macam itu. Tapi bukan tanpa alasan juga ibuk kalau nawar selalu jauh dari harga yang ditawarkan, pasalnya ibuk sendiri selalu rutin cek harga sembako dari penjual yang satu ke penjual yang lain, dan sudah pasti ibuk bakal ambil harga terendah lah, ya. Cek sembako dari satu penjual ke penjual lain di pasar yang lumayan njelimet letak kiosnya. Nggak capek, buk? Saya sih, yang notabene cuma ngekor, ampun capeknya, belum lagi pas musim hujan gini, becek iya, dusel-duselan iya. Tapi, ya.. tahu sendiri lah, bagaimana galaunya wanita pas beli barang kemahalan meski selisihnya cuma lima ratus perak.

cara mudah menawar sembako di pasar tanpa ribet

Sabtu, 26 November 2016.

"El, besok ke pasar, ya, stok sembako ibuk sudah minta diisi ulang" saya yang baru selesai mandiin Qeis langsung saja meng-iya-kan, toh besok libur kerja. Kemudian dimulai lah percakapan ringan namun mendalam khas ibu dan anak, mulai dari hardisk laptop saya yang rusak dan datanya (read; KDrama) hilang semua T.T, pampers Qeis yang mulai nggak muat, sampai ngomongin tetangga sebelah yang habis beli bawang dengan harga super murah. "Kemarin pas Om Yash pergi gathering ke Malang, harga bawang merah di Pasar Lawang sih masih Rp. 34.000,- nggak tahu sekarang berapa. Bisa dilihat di internet, nggak?" Nampaknya ibuk mulai sedikit canggih, sekarang dikit-dikit minta dilihatin di internet XD, saya sebagai anak yang berbakti (nggak mau jadi korban pelampiasan omelan ibuk pas beli sembakonya kemahalan) ya langsung saja manfaatin aplikasi pencarian di  hp, maklum, ibuk saya masih gaptek. Saya mulai dari kata kunci "Cek Sembako" dan munculah satu-persatu artikel yang mengulas tentang rincian harga sembako mulai dari bawang sampai cabe-cabean, selain banyaknya artikel, ternyata ada juga aplikasi android yang bisa digunakan untuk cek harga sembako, daripada setiap mau nge-cek mesti browsing dulu, saya inisiatif saja install salah satu aplikasi tersebut, dan setelah saya telusuri, info yang terdapat dalam aplikasi yang saya pasang, nggak jauh beda dengan harga sembako di pasaran. Daftar harganya pun update tiap hari, bisa lah buat jadi patokan kalau mau belanja sembako lagi.

Minggu, 27 November 2016

Langit pagi ini tampak begitu kelabu, "Jadi ke pasarnya, Buk?" Ibuk yang sudah nyusun daftar belanja dari kemarin jelas nggak mau batalin rencananya "Jadi, lah, toh hujannya cuma gerimis aja, bentar lagi juga reda." setelah mendengar jawaban dari ibuk, tanpa membantah saya segera bergegas; nyiapin perlengkapan Qeis dan etc. Beberapa menit kemudian, saya dihadapkan dengan suasana pasar yang lumayan sesak, dan sisa-sisa gerimis tadi pagi membasahi pelataran pasar, membuat saya enggan untuk memasuki pasar. Tapi.. toh sudah dapat bekal info harga sembako dari hasil penelusuran di aplikasi Boneprice jadi mungkin ibuk nanti lebih menghemat waktu, yakali sudah sesak, becek, mau muter-muter bandingin harga sembako juga, belum lagi kalau nanti Qeis rewel di dalam pasar, bisa pucing palabeb. Tanpa diduga, semua sesuai perkiraan, harga bawang merah di pasar nggak terpaut jauh dengan yang ada di daftar harga sembako di Boneprice, selisihnya terbilang wajar karena harga di aplikasi tersebut merujuk ke pasar-pasar kota besar, sedang saya kan cuma orang pinggiran oooyayooo yang kalau belanja juga pasti di pasar yang bener-bener tradisional, dan yang jelas selisih harganya pun malah lebih murah, namanya juga desa, paling enggak, kami sudah dapat bekal patokan harga. Lebih puasnya lagi, saya nggak capek-capek ngekorin ibuk njelimet di pasar buat cek harga sembako satu-persatudi tiap kios, mayan terhindar dari drama becek-becek-an dan tangisan Qeis kalau sudah merasa bosan.

cek harga sembako mudah pakai aplikasi boneprice
Source; Traditional Market


Seperti yang saya bilang sebelumnya. Beda saya, beda pula ibuk saya. Kalau Boneprice memudahkan ibuk buat cek harga sembako, saya lebih dimudahkan lagi kalau mau belanja online XD. Pasalnya pada aplikasi tersebut juga terdapat fitur Smart Catalog yang menghimpun banyak toko online atau e-commerce dan dari sana saya bisa melihat perbandingan harga barang dari masing-masing toko online atau e-commerce. Hal tersebut layaknya ladang emas bagi saya yang lebih doyan belanja lewat online, gimana nggak ladang emas, nggak perlu capek-capek, iya, hemat waktu, banget, eh, sudah disediakan "kios" dengan pilihan harga barang pula. Ladang emas banget, kan?!

Dengan begitu canggihnya teknologi sekarang ini, kadang nggak sedikit juga orang yang lebih memilih untuk menerapkan cara yang natural; cek TKP langsung, ngubek pasar, tawar-menawar sana-sini. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut bisa menghadirkan suasana atau kesan tersendiri, selain kegiatan jual-beli, tawar-menawar, mengobrol dengan orang-orang sekitar yang sedang berbelanja juga bisa jadi terapi menghilangkan stres. Buibu sendiri, kalau mau cek harga sembako pilih cara yang bagai mana? On the line atau cek TKP langsung, neh? XD


Sincerely,
cara mudah menawar sembako di pasar tanpa ribet pakai aplikasi boneprice

8 comments:

  1. Aku sih gak pernah nawar. Selain gak tegaan juga gak bisa nentuin harga yang tepat.

    ReplyDelete
  2. Zaman sekarang, semua jadi lebih mudah. :v

    ReplyDelete
  3. Saya cukup beli di minimarket saja :'D

    ReplyDelete
  4. Senang ya bisa kenal boneprice. Sangat berguna buat emak2 seperti saya

    ReplyDelete
  5. Jadi nggak takut kemahalan lagi nih

    ReplyDelete
  6. Bener deh, belanja kalo udah mahal rasanya mau ngesot aja di pasar. Huhuhu. Makasih solusinya. Hehehehe.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete
  7. Belanjanya di pasar mana mbak? Kali ja bisa ketemu secara saya Lamongan juga

    ReplyDelete

Spamming? Nope!

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com