Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me
Showing posts with label Lamongan. Show all posts
Showing posts with label Lamongan. Show all posts

Yeay! Akhirnya Kakak Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

with 6 comments
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ

Sempat pasrah..


Itu yang saya rasakan ketika Kakak menjadi salah satu anak yang ketinggalan jauh juz ngajinya dibanding sama teman-teman seangkatannya.



Dulu pas awal-awal mulai ngaji, dia emang sering banget diajakin ayah sambang ke rumah mbah buk-nya di Tuban, bahkan nggak cuma di awal saja, bisa dibilang hampir tiap sore. Dan karena jadwal ngajinya juga habis ashar, jadi mau ndak mau kakak bolos ngaji. Sempat kesel sama ayahnya, tapi ya kalau nggak sambang, kasihan mbah buk juga tinggal sendirian di rumah. Akhirnya saya yang harus mengalah, belajar berdamai dengan emosi dan keadaan. Tapi tetap saja, pas kenaikan kelas 5, saya balik galau lagi, lihat teman-teman kakak mulai naik tingkat dari Tilawati ke Al Qur'an. Seketika itu juga, saya mulai memberi pengertian dan bilang ke ayahnya, karena sudah kelas 5, jangan sering-sering diajak perginya, biar dia bisa lebih fokus ngaji mengejar ketertinggalan, kasihan juga kalau ketinggalan jauh sendiri.



Akhirnya setelah sedikit adu argumen sambil bermanja-manja ria #uhuk, titik terang mulai ditemukan: kita ikut sambang mbah buk-nya pas libur sabtu-minggu saja, jadi nggak sering-sering bolos. Saatitu jadwal ngajinya juga diubah dari habis ashar menjadi habis maghrib, istirahat sepulang sekolah pun bisa sedikit agak lama dan cukup untuk mempersiapkan diri menerima "pelajaran" baru, kakak mulai rajin juga dong berangkat ngajinya. Sampai suatu hari saya baru tahu, di tas ngaji kakak sudah ada Al Qur'an dan bukan lagi Tilawati. Waktu itu sudah mepet waktu sholat maghrib, jadi saya nggak bisa langsung mengintrogasi dia, karena mau jamaah di musholla, alhasil cuma bisa menebak-nebak saja. Setelah jamaah isya' dan sepulang dia ngaji, saya akhirnya bertanya ke kakak. "Kak, kok yang dibawa di tas ngaji sekarang Al Qur'an, kak? Kok bukan Tilawati?".. Soalnya terakhir saya lihat buku prestasi ngajinya itu dia masih Tilawati Juz 5 akhir, Si kakak jawab, sambil malu-malu dia bilang kalau sama ustadzah-nya sudah disuruh pindah ke Al Qur'an. Setelah saya simak baca tilawatinya, ternyata memang bacaanya sudah lumayan lancar, baca hijaiyah bersambung pun nggak putus-putus kayak dulu, meski tajwidnya masih perlu diasah lagi, tapi kata ustadzah bisa belajar pelan-pelan sambil memulai juz 1 Al Quran. Buibu, Pasti faham bagaimana bahagianya saya setelah ber-galau-galau ria karena ketertinggalannya #halah.



Kabar  bahagia nggak berhenti di situ saja, beberapa hari kemudian saya menerima kabar yang membuat hati saya kembali berbunga-bunga, setelah mendadak naik tingkat ke Al Quran, kakak katanya mau diikutkan wisuda TPQ/TPA juga. Duh.. terharu akutuuuh. Baru.. saja naik tingkat Al Quran, eh.. nggak lama kemudian dapat kabar kalau mau diikutsertakan wisuda.. campur aduk banget, takut kakak nggak bisa tes-nya, takut ini - takut itu.. tapi tetap, kebahagiaan mengalahkan segalanya.



Karena nggak lama kemudian, segala ketakutan saya terjawab ketika saya tahu ada jam ngaji tambahan setelah sholat subuh, termasuk adanya jadwal "penggemblengan" kakak selama kurang-lebih 9 bulan. Ya.. meskipun bolos tetap kadang dilakukan. Tapi saya salut sama si kakak yang seketika jadi rajin banget, tanpa "digremengi" mamah-nya dia sudah paham akan tanggung jawabnya untuk bangun pagi, sholat subuh dan dilanjut ikut ngaji.

Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ




Btw.. sudah ada yang tau proses yang harus dilakukan sebelum wisuda TPQ/TPA itu seperti apa nggak sih? Apa??? Sudah???

Okelah, meskipun sudah pada tahu, saya tetap mau cerita tentang wisuda ini #lah. Jadi seperti halnya pendidikan formal (sekolah ataupun kuliah), sebelum wisuda TPQ/TPA ini dilaksanakan, para santriwan-santriwati harus mengikuti test munaqosah. Apa itu tes munaqosah? Kalau versi cerita dari kakak, peserta test harus bisa menghafal surat-surat pendek yang terdapat pada juz 30 di Al Qur'an. Nggak semua, tergantung ustadz/ustadzah-nya minta dibacakan surat apa, jadi semacam acak gitu, kalau kakak sendiri mendapat tugas untuk membaca 4 surat, yakni: Do'a Iftitah versi panjang (Seperti yang dibaca di film Hafalan Sholat Delisa), Al-Mu'minuun, Al-Lahab dan surat terakhir adalah An Naba'.

Untuk Jadwal munaqosah-nya sendiri dilaksanakan 2 minggu sebelum wisuda, bertepatan pada hari Jumat, 1 November 2019. Saya yang saat itu nggak bisa menyaksikan langsung test munaqosah-nya, hanya bisa berdoa semoga kakak diberi kelancaran. Setelah munaqosah selesai, saatnya hari yang dinanti tiba, Wisuda XXVII Santriwan - Santriwati Taman Pendidikan Al Qur'an yang dilaksanakan pada hari Ahad, 24 November 2019 di Gedung Olah Raga kabupaten Lamongan. Duh, deg-deg-an-nya itu, lho..

Sempat mellow pas malamnya nyetrika jubah wisuda si kakak, keinget gimana dulu resahnya saya pas kakak ngajinya tertinggal jauh, dan akhirnya sadar diri juga sih, absensi kakak saja berantakan, mau sejajar sama yang rajin ngaji gimana?? Tetap sajayang penting bisa ngaji lancar, tajwidnya baik, mau butuh waktu berapa lama pun nggak masalah, toh belajar memang nggak sekali baca langsung bisa, belajar nggak pernah ada batasnya. Bahkan pepatah bilang "Belajarlah Sampai ke Negeri Cina". Dan ada juga kata-kata bijak yang mengungkapkan bahwa belajar itu tak mengenal batas usia..

Wah.. jadi panjang nih curhatnya. Baiklah sekian curhat dari mamak-mamak yang lagi bahagia banget. Proud of You Son!!


Sincerely,
Perjalanan Panjang Sebelum Ikut Munaqosah dan Wisuda TPA/TPQ










P I N D A H

with 7 comments

Setelah berbulan-bulan.. akhirnya saya pindahan /duh, opening-nya gitu banget sih, Mbak XD/.

Oke jadi sebenarnya ada kisah tersendiri dari kalimat pembuka di atas. Dulu.. banget saya pernah nulis di blog ini tentang kebimbangan saya ketika project tempat saya bekerja sudah hampir berakhir dan akan memulai project baru yang lokasinya jauh banget dari rumah. Kebimbangan tersebut muncul karena saya memang belum pernah hidup jauh dari rumah (baca; ibu XD). Nah, kalau project barunya jauh dari rumah, otomatis jauh juga dari ibu, maklum saya ini orangnya masih apa-apa ibu, jadi wajar kalau kegalauan saya saat itu nggak jauh-jauh dari "Bagaimana keseharian saya tanpa Ibu?". Tapi ternyata kebimbangan itu hanya sekadar kebimbangan sesaat, saya tetap mengikuti project yang hampir berakhir tersebut, dan project baru pun berjalan lancar tanpa saya harus pindahan.

Beda dulu, beda lagi sekarang. Setelah project yang saya maksud sebelumnya sudah berjalan dengan lancar, Bos saya kembali membuka project baru yang rencananya bulan Maret 2019 besok sudah mulai dibuka penjualannya dan tepat pada hari Kamis, 7 Februari 2019 lalu saya mendapat perintah untuk segera pindah ke kantor baru rasa lama. Kebimbangan lain pun mulai bermunculan, kalau soal ibu sudah teratasi, sekarang lebih ke kakak yang sudah mau masuk kelas 6, kalau diajak pindah nanti kasihan juga sekolahnya, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, terlebih pelajaran yang pastinya berbeda sistem pengajarannya dari sekolah lama. Saya sebagai orangtua yang agak cemas dengan situasi tersebut, akhirnya memutuskan kakak tinggal di rumah ibu untuk menyelesaikan sekolahnya lebih dulu. Toh tinggal 1 tahun ini..


Keputusan sudah diambil tinggal menyampaikan rencana tersebut yang membutuhkan waktu tepat agar kakak bisa menerimanya dengan lapang dada.

Sabtu sore dengan semilir angin laut yang syahdu, hari di mana saya biasa menghabiskan waktu berharga bersama keluarga. Saat itu kami duduk-duduk santai di belakang rumah dengan view laut yang membentang luas. Saya memulai percakapan ringan tentang kegiatan di sekolah kakak. Seperti sekolah-sekolah pada umumnya, setiap menjelang kelulusan biasanya ada rekreasi khusus untuk perpisahan kelas 6, dan sebelumnya kakak pernah bilang "Mah, besok teman-teman sekelas mau diajak rekreasi ke Malang sama Bu Guru" Pikir saya waktu itu, beneran sih, paket wisata malang murah kan banyak pilihannya, jadi nggak harus siapin budget banyak-banyak, dan lagi banyak juga wisata edukasi baru di malang yang ramah buat anak seperti Eco Green Park di mana kita bisa belajar tentang alam sekitar dan masih banyak lagi, jadi saya semakin excited kalau memang rekreasinya beneran jadi ke malang.

Oke, balik ke rencana awal, sebelum masuk ke pembahasan utama, saya tanya lagi ke kakak soal rekreasi ini, "rekreasinya jadi ke malang, kak? bulan sama tanggalnya sudah diumumkan belum?" Dan ternyata jadi dong.. Bulan maret rencana berangkat, tapi belum pasti tanggal berapa. Jawaban yang saya peroleh dari kakak membuat saya jadi agak sendu, soalnya sudah lama saya berencana nambah kursi ekstra biar bisa ikut rekreasi bareng-bareng kakak, tapi orangtua hanya bisa berencana, tetap Bu Guru lah yang menentukan segalanya. Gimana mau ikut, awal bulan depan kan saya sudah pindahan ke kantor baru, hiks. Tapi cukuplah kesedihan itu saya saja yang simpan.

Setelah berbincang tentang kegiatan sekolahnya, saya pun mulai membuka percakapan tentang kepindahan saya dan ditinggalnya kakak di rumah ibu. Sebagai anak mbarep dan meskipun umurnya baru masuk 10 tahun, kakak ini termasuk anak yang mandiri, dan dia juga anak yang bisa dengan mudah memahami keadaan. Saya bilang ke dia kalau saya, ayah, dan adiknya mau pindah ke kota, tapi sementara kakak menyelesaikan kelas 6 di rumah ibuk dulu, daripada di sana nanti susah adaptasinya, mau ujian akhir nasional juga. Saya mulai menjelaskan segala keresahan perihal sekolahnya, dan alhamdulillah dia bisa mengerti keadaan tersebut, dengan syarat darinya kalau akhir pekan saya harus pulang, tapi itu sudah masuk ke daftar rencana saya juga pastinya. Insya Allah. Saya nggak tega kalau harus berada jauh dari anak dengan jangka waktu lama, pasalnya selain saya, ini juga pertama kalinya kakak saya tinggal kerja jauh. Ya.. kadang, kita harus mengambil keputusan yang sulit agar bisa survive dalam menjalani hidup. Bismillah saja sih, semoga semua berjalan lancar, mulai dari pekerjaan sampai dengan kegiatan lainnya. Amin.



Salam ^^






Griya Permata Insani; Menghadirkan Kembali Perumahan Bersubsidi di Mojokerto

with Leave a Comment
Perumahan Subsidi Mojokerto - Griya Permata Insani


Setelah Tahun 2016 lalu PT. Cipta Griya Insani berhasil menciptakan lahan hunian dengan jumlah 1000 unit lebih di Perumahan Griya Permata Insani Tikung-Lamongan. Kini di penghujung tahun 2018 yang bertepatan pada tanggal 10 November 2018 kemarin, pengembang tersebut kembali meresmikan Perumahan dengan nama serupa, yakni Griya Permata Insani - perumahan subsidi yang terletak di Mojokerto, tepatnya di Desa Ngingas Rembyong - Kecamatan Sooko - Kabupaten Mojokerto. Menjadi pengembang di Lamongan dengan jumlah realisasi terbanyak di tahun 2017; 316 unit rumah dan mendapatkan penghargaan khusus dari BTN, PT. Cipta Griya Insani kembali menawarkan unit rumah bagi warga Mojokerto yang bisa dimiliki dengan memanfaatkan program KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) atau lebih dikenal dengan KPR subsidi yang difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Sesuai artikel yang ditulis oleh salah seorang teman blogger Bengkulu yang bernama Ria M Fasha tentang perkembangan penyerapan FLPP selama tahun 2018 ini, Program FLPP bisa dijadikan sebagai salah satu solusi atas stigma masyarakat akan sulitnya memiliki properti saat ini karena pertumbuhan nilainya yang memang tak terkendali, sementara di sisi lain kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga semakin meningkat. Dengan kisaran harga 140 jutaan dan penawaran berupa uang muka mulai 1 % dari harga jual serta suku bunga flat 5 % selama masa angsuran, program FLPP ini akan membantu masyarakat untuk memiliki hunian impian mereka, terlebih bagi kakak-kakak yang memiliki penghasilan pas-pas-an atau newlywed yang berencana memiliki rumah sederhana, tipe rumah seperti yang ditawarkan oleh Griya Permata Insani Mojokerto ini sangat cocok untuk segera dipinang, mumpung belum kehabisan, yakan.. Lalu tipe yang seperti apa dan bagaimana kah itu???

Perumahan Griya Permata Insani Mojokerto menyediakan rumah dengan 2 tipe. Yang pertama adalah tipe 30-66, luas tanah 6x11 - tipe ini adalah tipe rumah subsidi yang dibandrol dengan harga Rp. 135.000.000,-. Mengusung desain minimalis, dengan luas bagunan 30 meter, di dalamnya terdapat 2 kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Tipe selanjutnya adalah tipe 38-89 dengan luas tanah 6x16, terdapat 2 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, ruang makan, dan dapur [info tentang harga dan proses uang muka bisa langsung datang ke kantor pemasaran di alamat yang tertera pada tulisan selanjutnya]. Pengembang yang sudah berhasil mendirikan dan merealisasikan lebih dari 3000 unit rumah untuk masyarakat ini menawarkan berbagai macam kemudahan bagi calon pembeli, khususnya untuk rumah subsidi yang mematok uang muka sangat ringan; yakni senilai Rp. 7.500.000, dan dengan hanya membayar uang muka pertama sebesar Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500.000 saja, pembeli sudah bisa memilih kavling yang menjadi idaman mereka.

Berikut adalah beberapa dokumentasi yang sempat saya ambil ketika menghadiri Grand Opening Perumahan Griya Permata Insani Mojokerto di kantor pemasarannya yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 10F Kota Mojokerto;


Bagi warga Mojokerto sendiri, kedepannya semoga Perumahan Griya Permata Insani Mojokerto ini bisa memberikan manfaat dan mampu memenuhi kebutuhan warga setempat akan tempat tinggal sederhana dengan harga yang mudah dijangkau oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah. 

#BPN30dayChallenge2018 day 21, Tema Pengganti; "Pekerjaan Rumah Tangga yang Disukai".




Salam ^^


Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

with 3 comments
Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan


Baiklah, kalau dulu rumah makan/kafe hanya sekedar tempat nyaman dan bisa sementara dijadikan tempat peristirahatan, sekarang ceritanya sudah beda lagi. Kalau dulu di daerah saya, rumah makan masih bisa banyak ditemui, beda juga dengan kafe yang waktu itu cuma ada 1, namanya kafe kendil wesi yang sekarang ini sudah jarang buka atau mungkin malah sudah tutup, padahal kafe itu merupakan tempat yang paling hits pada masanya. Lalu kenapa tutup? Salah satu faktornya mungkin karena banyaknya bermunculan kafe baru yang nggak hanya menawarkan tempat nyaman untuk peristirahatan namun juga indah dipandang. Dan seperti yang kita ketahui, sekarang ini tempat yang memiliki desain interior "unik dan menarik" selalu menjadi favorit warganet tersendiri, hal ini mungkin karena jiwa narsisme mereka yang nggak mau ketinggalan untuk berbagi apa-apa yang sedang mereka lakukan melalui media sosial, tentunya dengan dukungan tempat yang presentable nan instagramable, maka sempurna lah tujuan mereka untuk menunjukkan pada dunia kenarsisan yang mereka miliki. Selain itu, jujur desain yang dimiliki kafe jaman now memang sangat bisa membuat kita untuk lebih betah berlama-lama menikmati setiap detik saat kita berada di sana, karena itu berlaku juga bagi saya. Setuju?

Oke, kali ini saya akan menuliskan review 5 kafe yang sekarang lagi hits di daerah saya, yakni di Paciran - Lamongan.

Borjuis.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Wah.. Kalau bahas soal borjuis bawaannya saya lapar mau makan ayam geprek-nya, Banana Rissole, Choco Toast Float, dan sesederhana Fried Fries pun rasanya kayak beda banget dengan kentang-kentang di kafe lain, apalagi kalau ditambah sama Ice Vanilla Late atau minuman kopi-kopian lainnya. Rasanya saya benar-benar berada pada momen paling sempurna saat itu juga. Pertama kali saya berkunjung ke sini, makanan dan minuman yang ada dalam buku menu borjuis sudah berhasil mencuri tempat tersendiri di hati saya, lidah saya itu pemilih, tapi pas menikmati jajanan di sana untuk pertama kalinya, lidah saya langsung oke aja. Selain itu meski tempatnya nggak begitu luas, tata letak meja-kursinya masih bisa membuat kita duduk berlama-lama dengan nyaman, dulu waktu pertama ke sana agak dibikin jengkel sama suara bising kendaraan, tapi sekarang sudah terbiasa, apalagi ada alunan musik yang seringkali diputar, jadi suara bising kendaraan agak mereda. Selain lidah saya yang pemilih, suami pun selalu kritis banget kalau soal makanan, tiap diajak kulineran gitu saya agak susah, takut nanti makanannya nggak sesuai sama selera suami, tapi waktu saya ajak ke borjuis ini dia ikutan jatuh hati juga. Duh, sehati banget ya suami-istri ini XD.

Sampai pada akhirnya borjuis ini jadi langganan tetap, bahkan untuk makan siang pas jam kantor, yang untungnya kafe tersebut menyediakan layanan delivery order. Kan makin bikin hati senang :').. Intinya untuk makanan, minuman, dan tempat yang dimiliki borjuis sangat saya rekomendasikan kalau ada teman-teman yang lagi main ke Paciran-Lamongan.

Warung Makan Golden.

Dulu pas saya ikut gabung jadi local guide Ekspedisi Warisan Kuliner untuk Daerah Lamongan berama mas Arie Parikesit dan tim, Golden merupakan Warung Makan yang pertama kali saya rekomendasikan. Mengingat waktu itu sasarannya memang untuk makanan khas daerah dan saya tinggalnya di wilayah Pesisir Lamongan, akhirnya saya mengajak tim Ekspedisi Warisan Kuliner untuk icip-icip makanan laut di Golden yang memang menunya hampir semua olahan laut. Waktu itu saya pesankan Garang Asem Ndas Manyung, Kare Rajungan, sama menu kecilnya ada sate udang dan oseng cumi manis. Untuk saya sendiri, biasanya kalau makan di Golden itu suka banget sama lauk oseng cumi manis plus sayur asem dan nggak ketinggalan sambal tomatnya. Rasanya? Duh, jangan ditanya! Hampir sama dengan makanan ringan yang saya kalau mau makan selalu pilih-pilih, untuk seafood pun nggak terkecuali. Jadi nggak semua ikan laut saya suka, hanya beberapa dan itu tergantung sama cara memasaknya juga. Saya meskipun orang pesisir tapi anti banget sama yang namanya amis ikan, padahal pas masih kecil nan unyu-unyu dulu, kata ibuk saya doyan banget sama ikan. Tapi untuk Golden ini aroma masakan cumi dan ikan gorengnya selalu sedap, jadi saya nggak enggan kalau mau makan ke sana. Untuk icip-icip makanan khas olahan laut Lamongan Pantura, kalian bisa mampir ke Golden ini, meskipun mengusung tema warung lesehan, tempatnya tetap nyaman banget, terus ada pohon-pohon rindang serta kursi-kursi kayu di sebelah warung juga, biasanya dimanfaatkan sama bapak-bapak buat leyeh-leyeh atau ibu-ibu buat duduk-duduk sambil ngadem di bawahnya.


Sunset Coffee Shop.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Pemandangan pantai utara yang ciamik dan batu-batu tanjung yang tertata dengan apik menjadi daya tarik tersendiri bagi Sunset Coffee Shop ini. Kalau menurut saya, meskipun rasa makanannya standar rasa kafe-kafe pada umumnya, harga makanan di sini terbilang cukup mahal, mungkin pemandangan lautnya yang bisa banget menghadirkan suasana tenang dan letak kafe yang berada di dalam area Tanjung Kodok Beach Resort merupakan salah satu faktor penyebab mahalnya harga bandrol makanan yang ditawarkan.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Mungkin trik buat sobat missqueenque kalau lagi mau main kesana, nggak usah pesen makan banyak-banyak cukup minuman saja, toh nanti kita sudah bisa menikmati pemandangan laut yang indah, apalagi pas waktu sore gitu, bisa sambil nikmati sunset yang aduhai, cocok buat para pasangan halal kalau lagi mau candle light dinner gitu, pasti romantis banget <3.

Kafe Kepo.


Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Konsep dari Kepo ini hampir sama dengan Borjuis, bedanya tempatnya lebih luas dan dia mengusung perpaduan nuansa warna pastel dan ala shabby chic gitu, jadi terlihat cerah.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Untuk menu di Kepo ini banyak sekali pilihannya, beberapa kali ke sana dengan pesanan camilan berbeda semuanya sesuai selera. Tapi sayang, untuk varian menu kopi-kopiannya saya kurang srek, rasanya kurang kuat aja, kayak kebanyakan air gitu. Selain itu, menu minuman lain menurut saya sudah sesuai takaran, rasanya pas. Untuk suasananya sendiri, karena kafe ini berada di seberang jalan yang di sisi utaranya merupakan laut biru yang membentang luas, rasanya asik aja meskipun suara kendaraan kadang bising banget soalnya letak kepo ini dekat dengan wisata bahari lamongan [WBL]


Vienna Coffee + Gallery.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan




Nah, ada sedikit cerita soal Vienna, nih. Dulu pas kafe ini baru awal mau grand opening kebetulan kan saya lagi ikut program Liga Blogger Indonesia [LBI] yang biasanya tiap tahun diadakan sama Mas Asmari nih, dan kebetulan tema pekannya review salah satu tempat makan/kafe di daerah kamu. Pikir saya, was pas banget sama grand opening kafe Vienna ini. Akhirnya saya  mencari informasi lebih detail dengan menghubungi owner yang kebetulan teman dari teman saya, dan minta izin buat review, tapi sayang banget kita belum berjodoh, ternyata dia jadwal pembukaannya pas mepet banget sama dateline tema pekan yang ditetapkan sama LBI ini. Galau dong saya.. kalau setor tulisannya telat kan saya bakal nggak dapat poin. Jadinya saya mundur dan mencoba cari referensi kafe lain dan akhirnya ketemulah saya sama si Borjuis ehehehe..

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Oke lanjut reviewnya, sebenarnya saya nggak sering-sering banget berkunjung ke Vienna ini, meskipun tempatnya super luas dan super nyaman, saya kurang cocok dengan makanannya. Berbeda dengan dua kafe; Borjuis & Kepo, yang letaknya mepet jalan raya banget sampai suara bising kendaraan kadang mengganggu, Vienna ini, selain dalamnya yang luas, lahan parkirnya juga asik, nggak mepet jalan, jadi jauh dari suara bising kendaraan. Ya.. Meskipun nggak cocok sama makanan di sana, paling engak desain tempatnya cukup memiliki daya tarik tersendiri buat saya.

Nah, itu dia 5 kafe yang bisa dikunjungi kalau lagi main-main ke Lamongan Pantura,  ada yang favorit, ada yang biasa aja. Dan kebetulan sebentar lagi kan masuk musim liburan tuh, jadi pas banget untuk dijadikan referensi atau rekomendasi buat yang mau icip-icip kulinernya arek Lamongan.

Dari ke 5 kafe tersebut, semua memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan itupun review murni sesuai versi saya, tentunya beda orang beda pendapat juga ya, kan.

#BPN30dayChallenge2018 day 7, tema; "5 Warung Makan/Restoran Favorit beserta Review-nya".

Salam :)
Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

with 7 comments
Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Jadi.. sekarang ini resto dan kafe dengan konsep yang instagram-able mulai menjamur di daerah saya, Paciran - Lamongan, mulai awal tahun 2017 kemarin banyak kafe bermunculan dan langsung penuh sesak dengan sekumpulan anak muda nan ceria di setiap sorenya, tapi nggak tau kenapa saya yang ikut senang dengan adanya perkembangan tersebut malah sama sekali belum minat buat sekadar icip-icip air putih di kafe-kafe tersebut. Oke. Sebenarnya bukan masalah nggak minat, cuma waktunya saja yang belum ada yang klop buat duduk-duduk manis di salah satu kafe tersebut.

Sampai pada pekan 14 #LBI2017 yang mengeluarkan tema tantangan "Review Rumah Makan di Daerahmu", dan di sini lah saya, menjadi bagian dari para anak muda yang sedang asik-asiknya menikmati siang mendung dengan aneka hidangan di Borjuis Food and Drink; salah satu kafe minimalis yang terletak di daerah Kranji - Paciran. Yah.. akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengambil jatah istirahat singkat saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Sesuai dengan nama Borjuis Food and Drink, kafe tersebut menyediakan beragam menu minuman dan makanan ringan, tapi yang saya tangkap dari handlettering yang menghiasi sebagian dinding kafe tersebut adalah; di sana hanya menyajikan aneka minuman dengan fokus kopi-kopian #halah. Tapi ternyata minumannya pun beragam banget, mulai dari beberapa jenis jus buah, minuman dengan tema tropical hawai seperti lemon tea, lecy tea, minuman besoda, dan tentunya nggak ketinggalan Hot/Ice mocha, cappucino, white coffe, dan ragam menu kopi-kopian lainnya, dan untuk menu makanannya sendiri ada mie borju, beef steak, chicken kebab, pizza beef untuk menu salty favour, serta banana split, pancake, waffle float dan crepes untuk menu makanan manisnya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Waktu berkunjung ke kafe tersebut saya memilih beef steak yang kelihatannya memiliki ukuran porsi cukup sebagai pengganti makan siang dan untuk minumannya alih-alih memesan minuman favorit beraroma kopi, saya lebih ingin mencoba minuman baru yakni pattaya ling di mana pada pamflet menu digambarkan dengan semangkuk minuman dengan cairan berwarna putih entah itu susu atau santan, dengan toping irisan buah-buahan segar, namun karena stok pattaya ling-nya lagi kosong, saya beralih ke lecy punch, overall makanan dan minumannya sesuai dengan lidah pemilih saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Untuk tempatnya sendiri, meskipun kadang terlalu bising dengan suara kendaraan karena jarak antar kafe dan jalan raya bisa dibilang terlalu dekat, tapi pelanggan cukup dibikin betah dengan konsep desain tempat yang seperti saya sebut sebelumnya, instagram-able. Dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan wall-art berisi kutipan-kutipan inspiratif sekaligus menarik dan penataan bangku yang rapi meski tempatnya kecil. Tampilan depan yang memilih warna monochrome sebagai background menjadi dara tarik tersendiri pagi calon pelanggan, apalagi teras yang cukup minimalis tersebut dilengkapi dengan hiasan televisi tabung dan mesin tik antik yang entah kenapa menurut saya menambah nilai seni dari kafe tersebut, ya.. meskipun cuma sedikit sih.

Buat teman-teman yang kebetulan main-main ke WBL dari arah Gresik/Surabaya atau yang sedang melewati jalur pantura Lamongan - Paciran, bisa banget mampir ke The Borjuis Food and Drink ini, letak dan harganya dijamin terjangkau, dan yang pasti bisa sedikit menghilangkan lapar dahaga ketika melakukan perjalanan jauh di siang hari. Jam operasionalnya dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Nah, sekian ulasan singkat dari saya, sampai ketemu di pekan Liga Blogger Indonesia selanjutnya.. bye-bye.. *kissbye*


Sincerely,


Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!

with Leave a Comment


Nggak seperti minggu biasanya, pagi itu pak suami tiba-tiba menyalakan mesin kendaraan dan bergegas untuk mengantar kakak pergi sekolah, tumben pikir saya, toh biasanya kakak ikut kendaraan antar-jemput dari sekolah. Tapi, kapan lagi pak suami bangun pagi pas hari libur begini. Saya nemplok saja, gitu, langsung sok manis duduk di kursi depan, padahal dianya belum tentu ngajakin saya.

Dan ternyata ke-PD-an saya nggak sia-sia, setelah kakak sampai di sekolah, kami tetap melanjutkan perjalanan, saya urun ide untuk cari udara segar di WBA (Wisata Bom Anyar) atau kalau versi resminya Pelabuhan Perikanan Brondong. Eits jangan salah, namanya memang pelabuhan perikanan, tapi.. tempatnya seriusan jauh... banget dari kata amis. Lebih mirip kayak taman bermain malah, bedanya ini merupakan taman bermain dengan background laut, bukan tanaman hijau. Alhamdulillah banget pak suami setuju dengan ide saya.

Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!


Setelah melewati pintu masuk dengan hanya membayar karcis Rp. 1.500,- mata sudah dimanjakan dengan deretan Kapal Nelayan yang berjajar rapih. Nggak jauh dari tempat parkir kapal, terdapat masjid lucu dengan taman depan yang dihiasi miniatur perahu, namanya Masjid Al Bahri. Sesaat, tempat tersebut terasa sepi, hanya terlihat hamparan laut, ladu(?), dan jalanan ber-paving yang amat panjang. Kendaraan saya melaju sangat pelan, menikmati sempurnanya ciptaan Allah yang Maha Indah. Ah, sejuknya udara dan aroma laut pagi hari benar-benar menghadirkan sensasi tenang, damai, dan rileks.

Tapi, setelah melewati jalanan utama yang sepi, mata saya tiba-tiba dikejutkan dengan keramaian orang yang ternyata lebih berpusat pada beberapa area lapang yang dikelilingi oleh stand-stand toko yang masih pada tutup. Ada yang sekedar jalan-jalan bersama keluarga, anak kecil yang begitu leluasa bermain dengan sepatu rodanya, atau dedek-dedek gemes kekinian yang duduk-duduk cantik dan nggak lupa dengan memakai pakaian super modis mulai dari atasan sampai sepatu macam nike air max KW 100 *yaiyalah harga sepatu nike air max yang asli kan mahal, Cyin. mending buat beli kuota biar bisa sebar-sebar #POTD di Instagram, ye, nggak? #eh XD*, serta beragam kegiatan menyehatkan lainnya. Saya yang tanpa persiapan alias main cuss saja, terlihat begitu kucel, jadi sedikit malu sama tampilan mereka yang mungkin sudah dipersiapkan di malam sebelumnya.



Tapi.. ya masak saya nggak turun dan memanfaatkan kesempatan yang belum tentu minggu depannya bisa saya rasakan lagi, sih? Yakali.. Khas orang bangun tidur dan belum menyentuh air sama sekali, tisu basah dan bedak tabur Qeis menjadi penyelamat saya waktu itu. Biar nggak kelihatan muka bantal banget lah ya. Masalahnya saya masih pakai baju tidur yang semalam dan bajunya lengan pendek. Duh. Bongkar-bongkar bagasi ternyata ada jaket punya pak suami dan jilbab siap pakai yang entah kapan saya tinggal di sana. Ya.. meskipun jaketnya kedodoran, tapi sama sekali bukan masalah, toh akhirnya saya bisa ikut serta menikmati suasana pagi yang cerah nan ceria tersebut.

Saya menelusuri tempat demi tempat yang ada di WBA. beberapa kegiatan begitu menarik perhatian saya, seperti; anak-anak muda dengan ide memanfaatkan area lapang untuk bermain futsal, dedek-dedek yang waktu itu main lompat tali dan seketika mengingatkan saya pada masa-masa kecil saya, bahkan muda-mudi abg yang main pdkt-pdkt-an pun nggak kalah banyak di sana. Lihat mereka kok ya, lucu-lucu.

Nah, buat kakak-kakak sekalian, barangkali ada yang punya kesempatan berkunjung ke Lamongan bagian Pantura Paciran - Brondong dan sekitarnya, WBA atau Pelabuhan Perikanan Brondong ini bisa jadi rekomendasi tempat buat hirup-hirup udara segar, loh. Selain di pagi hari untuk kegiatan olahraga, biasanya di sore hari juga ada beberapa komunitas yang unjuk gigi di sana. Ya.. meskipun nggak tiap hari ada, sih. Yang jelas tempatnya nyaman dan bikin hati senang pokoknya, sih.

Sincerely,

Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!




Griya Permata Insani: Pilihan Tepat untuk Hunian Nyaman, Murah, Namun Tetap Berkualitas.

with 9 comments
Griya Permata Insani: Pilihan Tepat untuk Hunian yang Nyaman, Murah, Namun Tetap Berkuakitas. Sungguh Hunian Idaman di Kota Lamongan

Bertepatan dengan hari kamis, 12 Mei 2016 kemarin, developer PT. Cipta Griya Insani resmi membuka penjualan untuk proyek perumahan terbarunya, yakni Griya Permata Insani, proyek rumah subsidi dengan total -/+ 1075 kaveling (update per tanggal 12 Mei 2016) yang berlokasi di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Meski masih dalam bentuk soft launching, antusias warga yang ingin memiliki salah satu kaveling di perumahan Griya Permata Insani sangat terlihat nyata. Memang, sih, di hari pertama kemarin, nggak terlalu banyak yang hadir pada acara soft launching yang diadakan di Ruko Lamongan Trade Centre Kav. B-12 tersebut, namun dari sekian tamu undangan dan beberapa warga sekitar yang datang, potensi closing-nya mencapai sekitar 50% - 75%. Kalau menurut saya itu sudah wow, ketimbang tamu bejibun tapi ujung-ujungnya php. Kan adek sedih, Bang.. :(

Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan.

with 18 comments
Griya Permata Insani: Hunian Idaman di Tikung Lamongan. Rekomendasi Rumah Subsidi.

Judulnya sudah menohok, belum? Di Tikung, bukan ditikung, ya. Tikung sendiri adalah nama kecamatan yang terletak di hati yang galau karena banyak saingan mendapatkan gebetan Kabupaten Lamongan, dan di sana juga akan berdiri sebuah proyek perumahan subsidi baru dengan lahan yang cukup luas, yakni +/- 13 hektar.

Seperti yang bisa dibaca di laman Author blog ini, saat ini saya bekerja sebagai salah satu karyawan swasta di sebuah developer properti yang sebentar lagi stok rumahnya bakal habis dan akan membuka proyek perumahan subsidi baru yang terletak di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Peluang masa kerja yang semakin panjang, namun penuh pertimbangan, itulah yang menjadi kegalauan saya. Tapi di sini saya nggak akan bahas soal perpanjangan masa kerja beserta kegalauannya. Kali ini saya akan memperkenalkan lahan properti baru tersebut di atas, yakni perumahan subsidi "Griya Permata Insani" sebuah Hunian Idaman yang terletak di Tikung. Dan tentunya akan menjadi Hunian Idaman bagi orang-orang Lamongan. 

Lamongan Kota Bahari

with 17 comments
Lamongan Kota Bahari

Lamongan Kota Bahari. Ya, Lamongan adalah Kota Bahari, mengingat potensi kelautan memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi dan pariwisata di Lamongan. Duh, saya kok jadi bahas yang berat-berat gini, ya? Jelasnya saya mau menggeser kata kunci yang nggak banget sewaktu orang mengetik kata "Lamongan Kota Apa" di kotak penelusuran Google, nggak perlu saya sebutkan kata kunci apa yang keluar, karena kalian bisa mencobanya sendiri, pokoknya bikin greget.

Jadi, kenapa saya tuliskan di awal bahwa Lamongan itu Kota Bahari? Ya.. selama ini potensi bahari/kelautan emang sangat berpengaruh bagi kehidupan warga Lamongan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah pantura, Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran. Semua mata pencaharian warga Lamongan pantura seakan berpusat pada potensi lautnya.

Lamongan dan Kenangan Tempo Doeloe

with 41 comments
Lamongan Tempo Doeloe - Hari Jadi Lamongan Poenya Acara

Lamongan Tempo Doeloe merupakan acara tahunan yang digelar setiap peringatan Hari Jadi Lamongan - HJL, yang biasanya berlangsung pada bulan juni. Acara tersebut mengangkat tema tempo dulu, yakni tema dengan kegiatan ataupun pernak-pernik khas zaman dahulu. Berbagai macam pameran kebudayaan dan wisata - kuliner dari UKM, instansi pemerintah/swasta, serta partisipasi dari komunitas di Kabupaten Lamongan, ikut memeriahkan jalannya acara.

Stand-stand bernuansa tempo dulu; dinding dari anyaman bambu serta pernak - pertik seperti piring dan gelas terbuat dari gerabah, menambah nilai seni, keunikan, juga nuansa tempo dulu yang kental selama acara berlangsung. Terdapat pula jejeran penjaja kuliner khas yang siap untuk dimakan on the spot. Mau serabih? Ada. Nogosari? Jemblem? Kucur? Ada. Nasi Boran bahkan Nasi kancil pun nggak ketinggalan untuk memanjakan lidah-lidah para pengunjung Lamongan Tempo Doeloe. Dan tentunya masih banyak kuliner tradisional lain yang sekarang ini mulai sulit ditemui dijajakan dalam acara tersebut.

Sajian Baru dari Pantura Lamongan; Kedai Es Krim Siwalan.

with 40 comments
Kedai Es Krim Siwalan Bunda.

Siang itu, menjadi siang yang sangat membahagiakan buat saya, mengingat hampir lima tahun saya selalu absen dari reuni kecil-kecilan bersama teman pesantren saya. Kedai Es Krim Siwalan Bunda yang menjadi saksi kerempongan saya bersama mereka, berbincang dari A sampai Z, mengingat kebandelan kami semasa di Pesantren. Snopy yang pertama memberi ide untuk berkumpul di Kedai Es Krim Siwalan, saya yang belum pernah mencicipi hidangan menu di kedai tersebut, tentunya sangat antusias ketika chit-chat melalui BBM berujung pada kesepakatan untuk berkumpul di sana.

Sesuai dengan namanya, menu andalan di kedai ini adalah Es Krim Siwalan dengan berbagai varian rasa, mulai dari rasa cokelat, cappucino, sampai dengan rasa duren. Siwalan (yang juga disebut buah lontar) yang biasa hanya digunakan untuk melengkapi kenikmatan Es Dawet di desa saya, ternyata bisa dikembangkan menjadi hidangan kekinian dan rasanya pun tetap nikmat. Karena saya adalah penggemar setiap makanan ataupun minuman yang memiliki hubungan dengan kopi-kopi-an, jadi siang itu saya memesan Es Krim Siwalan dengan varian cappucino. Dan benar saja Es Krim yang identik dengan tekstur lembut, dibuat berbeda dengan sedikit sentuhan buah siwalan yang dihancurkan secara kasar. Rasa manisnya yang pas disertai taburan chocochip di atasnya menambah rasa kemupengan saya untuk segera melahap habis Es Krim tersebut. Tapi sebelum melahapnya, saya memberi aba-aba pada teman-teman saya yang juga memiliki niatan sama dengan saya, "lucu dikit cekrek" "eksis dikit cekrek". Dan setelah prosesi cekrek-cekrekan selesai, kami pun dengan hikmatnya menikmati Es Krim Siwalan yang sudah terhidang manja di atas meja kami.

Kemeriahan Tujuh Belasan #RI70

with 4 comments
Hari kemerdekaan 17 Agustus sudah lewat, tapi kemeriahan-kemeriahan dalam memperingati hari kemerdekaan sampai saat ini belum juga usai, mulai dari lomba-lomba khas hari kemerdekaan sampai dengan karnaval-karnaval di setiap desa, kecamatan, dan kota. Di desa saya sendiri selama tiga hari berturut-turut ramai dengan kegiatan lomba yang wajib diikuti oleh satu sampai dua orang per-rumah, yang mengikuti lomba tersebut pun bebas, mulai dari anak TK sampai orang-orang dewasa. Lomba yang diadakan antara lain, lomba makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, lomba tangkap belut, dan beberapa lomba khas kemerdekaan lainnya. Sayang belum ada lomba panjat pinang, masalahnya.. panitia sekaligus pesertanya masih bingung, masak belum dipinang sudah dipanjat duluan #apeu.

Karnaval 17 Agustus



Jalan-Jalan ala Ekspedisi Warisan Kuliner

with 7 comments
Jalan-jalan. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan orang-orang dalam sebuah "perjalanan". Mulai dari menjelajah daerah tersembunyi agar bisa mendapatkan spot foto terbaik yang diinginkan, mengunjungi daerah tertentu hanya sekadar untuk bisa menikmati keindahan yang ditawarkan, dan juga menelusuri suatu daerah dengan tujuan untuk mencicipi beragam kuliner khas yang terdapat di daerah tersebut.

Belakangan ini, banyak orang melakukan "perjalanan" untuk bisa mencicipi beragam kuliner khas yang ada di seluruh penjuru Nusantara Indonesia. Bahkan salah seorang pegiat kuliner, Mas Arie Parikesit, saat ini sedang menjalankan program Ekspedisi Warisan Kuliner bersama tim-nya. Ekspedisi Warisan Kuliner sendiri adalah program yang diadakan dengan tujuan menelusuri warisan-warisan kuliner yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, yakni mulai dari Indonesia bagian barat, tengah, sampai Indonesia bagian timur, dengan 100 kota yang akan menjadi tujuan ekspedisi. Dalam program ini, tim ekspedisi tidak hanya sekadar jalan-jalan atau menilai enak/tidaknya suatu makanan, tim ekspedisi akan melakukan penelusuran lebih dalam lagi, mengenai sejarah, bahan otentik, dan cara pengolahan kuliner khas suatu daerah, melalui fixer (penghubung lokal) yang telah mengarahkan tim ekspedisi kepada narasumber, yang  dalam hal ini adalah sesepuh dan/atau pengolah kuliner khas yang dicicipi di setiap daerah. 

Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara "Pantura Lamongan".

with 18 comments

"Mbak kita udah di pintu masuk 2 WBL" whatsapp dari Mas Dio, salah seorang dari tim Ekspedisi Warisan Kuliner, masuk ke hp saya tepat pukul 09.59 WIB. Akhirnya, pikir saya.
Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara "Pantura Lamongan".
Foto By: Aldio Merancia
Pagi sekitar pukul 08.15 WIB saya sudah duduk dengan manis di singgasana.. Baiklah, kursi yang berada di tempat biasa saya bekerja, menunggu kedatangan Mas Arie - ahli kuliner sekaligus koordinator Ekspedisi Warisan Kuliner -, Mas Dio - penulis/blogger -, dan Mas Stephy -photographer-, yang masih berada dalam perjalanan dari Gresik menuju Paciran.

Permainan Extreme Yang Wajib Dicoba Ketika Berkunjung Ke Wisata Bahari Lamongan.

with 13 comments
Permainan di Wisata Bahari Lamongan Yang Wajib Untuk Dicoba!
Pemandangan di Wisata Bahari Lamongan
Yang Setiap Hari Bisa Saya Nikmati Dari Tempat Saya Bekerja.

Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tempat wisata yang menawarkan berbagai wahana dengan latar belakang bahari dan beberapa permainan menarik lainnya. Wisata Bahari Lamongan berdiri pada tahun 2004 di atas lahan yang dulunya merupakan objek wisata Pantai Tanjung Kodok,  berlokasi di pesisir utara Kabupaten Lamongan, tepatnya di Jl. Raya Paciran-Lamongan (Jalur Pantura Tuban-Surabaya). Banyak sekali permainan yang ditawarkan, mulai dari permainan laut juga permainan extreme yang memacu adrenalin. Berikut saya akan membahas beberapa daftar permainan extreme sekaligus permainan laut yang wajib dicoba jika berkunjung ke Wisata Bahari Lamongan.

Mengurus Persyaratan Pengajuan KPR? Apa Susahnya?

with 9 comments
Oke. Karena saya semakin dibuat pusing sama user-user yang waktu dijelasin tentang pemberkasan ngangguk-ngagguk ala iya-in-aja tapi ternyata pas balik teteeeeep aja ada berkas yang kurang. Saya bakal kasih tips dan apa aja yang diperlukan dalam melengkapi pemberkasan. Wait. Pemberkasan apa dulu, nih? Berkas buat lamaran kerja atau berkas buat disetor ke KUA? Salah dua-duanya, ya. Pemberkasan yang saya maksud di sini adalah.. Pemberkasan buat pengajuan kredit rumah atau kalau orang Bank bilang disebut KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Hati saya tergelitik buat bikin postingan ini, habis saya gemes, tiap kali saya menghadapi user, yang kalau saya jelasin amba-dawa, responnya iya-iya aja. Ternyata pas setor, banyak yang masih kurang.

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com