Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Liburan Menyenangkan Tanpa Keluar Banyak Uang?

with Leave a Comment
Tips Liburan Menyenangkan Tanpa Keluar Banyak Uang?

Liburan selalu identik dengan jalan-jalan atau bepergian ke taman hiburan, makan-makan pun kadang nggak boleh ketinggalan, dan setidaknya dibutuhkan persiapan matang dari segi fisik maupun keuangan. Nggak asik juga kan kalau pas jalan-jalan, eh.. tiba-tiba badan pegal-pegal, dan lagi ketika sedang dihadapkan dengan sovenir untuk buah tangan yang uwu-uwu, eh.. kitanya kehabisan uang. Tapi nggak selamanya liburan yang menyenangkan itu harus dengan mengeluarkan banyak uang, kok. Saya sendiri kalau hari libur gitu lebih sering di rumah dan tetap liburan saya berlangsung dengan sangat menyenangkan. 


Oke, tentunya banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan dengan hanya menghabiskan hari libur di rumah. Dan itu cukup untuk membuat hari libur kita jadi menyenangkan sehingga kita pun siap untuk menghadapi kenyataan ketika liburan akan digantikan dengan hari senin yang kadang mendebarkan ^^

Maraton film. Menikmati film keluarga di hari libur menjadi pilihan yang sangat sederhana, namun cukup membuat anak-anak excited. Jadi biasanya sebelum hari libur datang, saya sudah menyiapkan beberapa film keluarga untuk bisa dinikmati bersama anak-anak. Saya akan mengambil contoh liburan di akhir pekan /sabtu-minggu/, di mana pada hari itu kaka tetap masuk sekolah, karena hampir semua madrasah di tempat saya masih menerapkan libur di hari Jum'at. Jadi, kalau pagi pas kaka sekolah, saya nggak mau ngambil start buat mulai nonton duluan, kurang seru dan kasihan juga kalau ditinggal nonton. Siangnya pas sudah kumpul semua di rumah, saya ajak anak-anak buat istirahat tidur sebentar, lalu menjelang sore baru kita memulai sesi marathon filmnya dengan ditemani camilan-camilan favorit.

Membuat DIY atau mainan lego sama bocil juga bisa jadi hal yang menyenangkan, lo. Biasanya kita selalu mencoba bikin figur-figur baru dengan bekal tutorial di youtube. Meskipun sangat sederhana, mengisi hari libur dengan kegiatan ini bisa menciptakan kebahagiaan tersendiri buat kita, karena bisanya kalau weekdays mereka saya tinggal kerja, jadi meskipun hanya di rumah, asal kita bisa berkumpul bersama, berbagi ide dan saran ketika akan mencoba membuat sebuah figur baru dari lego, dan mendengarkan celoteh-celoteh mereka yang tanpa henti agar bisa mendapat perhatian dari saya saja sudah angat-sangat membahagiakan.

Selain kegiatan indoor - di rumah aja maksudnya hehehe.. Kadang saya ajak anak-anak kuliner kecil-kecilan di dekat rumah juga. Berbeda denga bandrol jajanan di kota-kota, harga jajanan di daerah saya itu standar daerah pinggiran banget, murah meriah, jadi nggak perlu khawatir keluar uang banyak kalau lagi ngajak anak-anak kulineran. Biar nggak bosan liburan indoor, harus tetap diselingi dengan kegiatan outdoor kan ya.. Yassalam ini indoor sama outdoor udah kayak "liburan beneran" aja, padahal cuma di dalam rumah dan luar rumah XD

Kegiatan outdoor lain adalah.. jalan-jalan ke pantai yang banyak terdapat di sekitar daerah saya, mulai dari pantai lorena, pantai pasir putih, pantai mangrove, dan beberapa pantai lainnya.. Untuk bisa menikmati pantai-pantai tersebut biasanya cuma harus bayar parkir kendaraan, dan kalaupun ada, tiket masuknya hanya berkisar Rp 10.000 - Rp. 25.000 dan itu murah banget. Meskipun di daerah saya ada juga wahana bermain skala besar seperti Wisata Bahari Lamongan atau Maharani Zoo and Goa, saya kurang srek aja kalau mau ngajak bocil main ke sana, karena taman bermain seperti itu biasanya pasti bakal penuh sesak, apalagi pas weekend, duh kasian juga bocil, kalau saya ajak capek-capek antri tiket maupun antri wahana-wahana di dalam. Tapi kalau lagi pengen liburan kayak gitu biasanya saya mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Maklum, bawa anak kecil jadi persiapannya harus matang daripada nanti pas liburan hectic sendiri, kan..

Baiklah di atas adalah liburan menyenangkan tanpa keluar banyak uang versi saya. Sebenarnya sih, itu cuma siasat saja, gimana ya.. Emaknya sudah keduluan encok kalau mau ngajak main bocil aktivitas luar rumah jauh-jauh, apalagi Qeis ini anaknya super duper aktif banget, jadi seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau mau liburan versi orang-orang yang kekinian jaman now, saya harus benar-benar memiliki persiapan yang matang, mau itu hati, fikiran, kesiapan tenaga ekstra, dan tentunya uang jajan ekstra juga. Ibu-ibu liburan menyenangkan yang paling sederhana bareng bocil biasanya seperti apakah? Share dong, biar bisa dipraktikkan di rumah juga hihihi ^^

#BPN30dayChallenge2018 day 20, Tema; "Yang Dilakukan di Hari Libur".

Salam ^^
Liburan Menyenangkan Tanpa Keluar Banyak Uang?

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

with 3 comments
Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan


Baiklah, kalau dulu rumah makan/kafe hanya sekedar tempat nyaman dan bisa sementara dijadikan tempat peristirahatan, sekarang ceritanya sudah beda lagi. Kalau dulu di daerah saya, rumah makan masih bisa banyak ditemui, beda juga dengan kafe yang waktu itu cuma ada 1, namanya kafe kendil wesi yang sekarang ini sudah jarang buka atau mungkin malah sudah tutup, padahal kafe itu merupakan tempat yang paling hits pada masanya. Lalu kenapa tutup? Salah satu faktornya mungkin karena banyaknya bermunculan kafe baru yang nggak hanya menawarkan tempat nyaman untuk peristirahatan namun juga indah dipandang. Dan seperti yang kita ketahui, sekarang ini tempat yang memiliki desain interior "unik dan menarik" selalu menjadi favorit warganet tersendiri, hal ini mungkin karena jiwa narsisme mereka yang nggak mau ketinggalan untuk berbagi apa-apa yang sedang mereka lakukan melalui media sosial, tentunya dengan dukungan tempat yang presentable nan instagramable, maka sempurna lah tujuan mereka untuk menunjukkan pada dunia kenarsisan yang mereka miliki. Selain itu, jujur desain yang dimiliki kafe jaman now memang sangat bisa membuat kita untuk lebih betah berlama-lama menikmati setiap detik saat kita berada di sana, karena itu berlaku juga bagi saya. Setuju?

Oke, kali ini saya akan menuliskan review 5 kafe yang sekarang lagi hits di daerah saya, yakni di Paciran - Lamongan.

Borjuis.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Wah.. Kalau bahas soal borjuis bawaannya saya lapar mau makan ayam geprek-nya, Banana Rissole, Choco Toast Float, dan sesederhana Fried Fries pun rasanya kayak beda banget dengan kentang-kentang di kafe lain, apalagi kalau ditambah sama Ice Vanilla Late atau minuman kopi-kopian lainnya. Rasanya saya benar-benar berada pada momen paling sempurna saat itu juga. Pertama kali saya berkunjung ke sini, makanan dan minuman yang ada dalam buku menu borjuis sudah berhasil mencuri tempat tersendiri di hati saya, lidah saya itu pemilih, tapi pas menikmati jajanan di sana untuk pertama kalinya, lidah saya langsung oke aja. Selain itu meski tempatnya nggak begitu luas, tata letak meja-kursinya masih bisa membuat kita duduk berlama-lama dengan nyaman, dulu waktu pertama ke sana agak dibikin jengkel sama suara bising kendaraan, tapi sekarang sudah terbiasa, apalagi ada alunan musik yang seringkali diputar, jadi suara bising kendaraan agak mereda. Selain lidah saya yang pemilih, suami pun selalu kritis banget kalau soal makanan, tiap diajak kulineran gitu saya agak susah, takut nanti makanannya nggak sesuai sama selera suami, tapi waktu saya ajak ke borjuis ini dia ikutan jatuh hati juga. Duh, sehati banget ya suami-istri ini XD.

Sampai pada akhirnya borjuis ini jadi langganan tetap, bahkan untuk makan siang pas jam kantor, yang untungnya kafe tersebut menyediakan layanan delivery order. Kan makin bikin hati senang :').. Intinya untuk makanan, minuman, dan tempat yang dimiliki borjuis sangat saya rekomendasikan kalau ada teman-teman yang lagi main ke Paciran-Lamongan.

Warung Makan Golden.

Dulu pas saya ikut gabung jadi local guide Ekspedisi Warisan Kuliner untuk Daerah Lamongan berama mas Arie Parikesit dan tim, Golden merupakan Warung Makan yang pertama kali saya rekomendasikan. Mengingat waktu itu sasarannya memang untuk makanan khas daerah dan saya tinggalnya di wilayah Pesisir Lamongan, akhirnya saya mengajak tim Ekspedisi Warisan Kuliner untuk icip-icip makanan laut di Golden yang memang menunya hampir semua olahan laut. Waktu itu saya pesankan Garang Asem Ndas Manyung, Kare Rajungan, sama menu kecilnya ada sate udang dan oseng cumi manis. Untuk saya sendiri, biasanya kalau makan di Golden itu suka banget sama lauk oseng cumi manis plus sayur asem dan nggak ketinggalan sambal tomatnya. Rasanya? Duh, jangan ditanya! Hampir sama dengan makanan ringan yang saya kalau mau makan selalu pilih-pilih, untuk seafood pun nggak terkecuali. Jadi nggak semua ikan laut saya suka, hanya beberapa dan itu tergantung sama cara memasaknya juga. Saya meskipun orang pesisir tapi anti banget sama yang namanya amis ikan, padahal pas masih kecil nan unyu-unyu dulu, kata ibuk saya doyan banget sama ikan. Tapi untuk Golden ini aroma masakan cumi dan ikan gorengnya selalu sedap, jadi saya nggak enggan kalau mau makan ke sana. Untuk icip-icip makanan khas olahan laut Lamongan Pantura, kalian bisa mampir ke Golden ini, meskipun mengusung tema warung lesehan, tempatnya tetap nyaman banget, terus ada pohon-pohon rindang serta kursi-kursi kayu di sebelah warung juga, biasanya dimanfaatkan sama bapak-bapak buat leyeh-leyeh atau ibu-ibu buat duduk-duduk sambil ngadem di bawahnya.


Sunset Coffee Shop.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Pemandangan pantai utara yang ciamik dan batu-batu tanjung yang tertata dengan apik menjadi daya tarik tersendiri bagi Sunset Coffee Shop ini. Kalau menurut saya, meskipun rasa makanannya standar rasa kafe-kafe pada umumnya, harga makanan di sini terbilang cukup mahal, mungkin pemandangan lautnya yang bisa banget menghadirkan suasana tenang dan letak kafe yang berada di dalam area Tanjung Kodok Beach Resort merupakan salah satu faktor penyebab mahalnya harga bandrol makanan yang ditawarkan.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Mungkin trik buat sobat missqueenque kalau lagi mau main kesana, nggak usah pesen makan banyak-banyak cukup minuman saja, toh nanti kita sudah bisa menikmati pemandangan laut yang indah, apalagi pas waktu sore gitu, bisa sambil nikmati sunset yang aduhai, cocok buat para pasangan halal kalau lagi mau candle light dinner gitu, pasti romantis banget <3.

Kafe Kepo.


Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Konsep dari Kepo ini hampir sama dengan Borjuis, bedanya tempatnya lebih luas dan dia mengusung perpaduan nuansa warna pastel dan ala shabby chic gitu, jadi terlihat cerah.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Untuk menu di Kepo ini banyak sekali pilihannya, beberapa kali ke sana dengan pesanan camilan berbeda semuanya sesuai selera. Tapi sayang, untuk varian menu kopi-kopiannya saya kurang srek, rasanya kurang kuat aja, kayak kebanyakan air gitu. Selain itu, menu minuman lain menurut saya sudah sesuai takaran, rasanya pas. Untuk suasananya sendiri, karena kafe ini berada di seberang jalan yang di sisi utaranya merupakan laut biru yang membentang luas, rasanya asik aja meskipun suara kendaraan kadang bising banget soalnya letak kepo ini dekat dengan wisata bahari lamongan [WBL]


Vienna Coffee + Gallery.

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan




Nah, ada sedikit cerita soal Vienna, nih. Dulu pas kafe ini baru awal mau grand opening kebetulan kan saya lagi ikut program Liga Blogger Indonesia [LBI] yang biasanya tiap tahun diadakan sama Mas Asmari nih, dan kebetulan tema pekannya review salah satu tempat makan/kafe di daerah kamu. Pikir saya, was pas banget sama grand opening kafe Vienna ini. Akhirnya saya  mencari informasi lebih detail dengan menghubungi owner yang kebetulan teman dari teman saya, dan minta izin buat review, tapi sayang banget kita belum berjodoh, ternyata dia jadwal pembukaannya pas mepet banget sama dateline tema pekan yang ditetapkan sama LBI ini. Galau dong saya.. kalau setor tulisannya telat kan saya bakal nggak dapat poin. Jadinya saya mundur dan mencoba cari referensi kafe lain dan akhirnya ketemulah saya sama si Borjuis ehehehe..

Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Oke lanjut reviewnya, sebenarnya saya nggak sering-sering banget berkunjung ke Vienna ini, meskipun tempatnya super luas dan super nyaman, saya kurang cocok dengan makanannya. Berbeda dengan dua kafe; Borjuis & Kepo, yang letaknya mepet jalan raya banget sampai suara bising kendaraan kadang mengganggu, Vienna ini, selain dalamnya yang luas, lahan parkirnya juga asik, nggak mepet jalan, jadi jauh dari suara bising kendaraan. Ya.. Meskipun nggak cocok sama makanan di sana, paling engak desain tempatnya cukup memiliki daya tarik tersendiri buat saya.

Nah, itu dia 5 kafe yang bisa dikunjungi kalau lagi main-main ke Lamongan Pantura,  ada yang favorit, ada yang biasa aja. Dan kebetulan sebentar lagi kan masuk musim liburan tuh, jadi pas banget untuk dijadikan referensi atau rekomendasi buat yang mau icip-icip kulinernya arek Lamongan.

Dari ke 5 kafe tersebut, semua memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan itupun review murni sesuai versi saya, tentunya beda orang beda pendapat juga ya, kan.

#BPN30dayChallenge2018 day 7, tema; "5 Warung Makan/Restoran Favorit beserta Review-nya".

Salam :)
Coffee Shop dengan Suasana Nyaman di Lamongan

Suka Makan? Kunjungi 5 Tempat Wisata Kuliner di Malang Ini!

with Leave a Comment


Wisata kuliner merupakan salah satu daya tarik Kota Malang. Kota yang setiap musim liburan selalu dipenuhi oleh wisatawan lokal dan mancanegara ini, memang dikenal memiliki beberapa jajanan dan makanan tradisional yang belum tentu ditemukan di kota lain.

Berikut merupakan 5 tempat wisata kuliner yang bisa dikunjungi ketika kamu berlibur ke kota malang, di antaranya:

Toko Oen

Sumber : perutgendut.com
Toko Oen merupakan tempat makan kuno yang sudah berdiri sejak tahun 1930. Bangunan toko ini tidak pernah berubah sejak masa penjajahan Belanda. Ketika memasuki toko, kita akan disambut dengan interior dan furnitur khas masa kolonial yang klasik.

Menu favorit pengunjung toko adalah es krim yang cita rasanya tidak pernah berubah sejak bertahun-tahun. Selain es krim, pengunjung juga dapat memesan steak, nasi goreng, dan aneka kue yang rasanya tidak kalah lezat.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

with 7 comments
Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Jadi.. sekarang ini resto dan kafe dengan konsep yang instagram-able mulai menjamur di daerah saya, Paciran - Lamongan, mulai awal tahun 2017 kemarin banyak kafe bermunculan dan langsung penuh sesak dengan sekumpulan anak muda nan ceria di setiap sorenya, tapi nggak tau kenapa saya yang ikut senang dengan adanya perkembangan tersebut malah sama sekali belum minat buat sekadar icip-icip air putih di kafe-kafe tersebut. Oke. Sebenarnya bukan masalah nggak minat, cuma waktunya saja yang belum ada yang klop buat duduk-duduk manis di salah satu kafe tersebut.

Sampai pada pekan 14 #LBI2017 yang mengeluarkan tema tantangan "Review Rumah Makan di Daerahmu", dan di sini lah saya, menjadi bagian dari para anak muda yang sedang asik-asiknya menikmati siang mendung dengan aneka hidangan di Borjuis Food and Drink; salah satu kafe minimalis yang terletak di daerah Kranji - Paciran. Yah.. akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengambil jatah istirahat singkat saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Sesuai dengan nama Borjuis Food and Drink, kafe tersebut menyediakan beragam menu minuman dan makanan ringan, tapi yang saya tangkap dari handlettering yang menghiasi sebagian dinding kafe tersebut adalah; di sana hanya menyajikan aneka minuman dengan fokus kopi-kopian #halah. Tapi ternyata minumannya pun beragam banget, mulai dari beberapa jenis jus buah, minuman dengan tema tropical hawai seperti lemon tea, lecy tea, minuman besoda, dan tentunya nggak ketinggalan Hot/Ice mocha, cappucino, white coffe, dan ragam menu kopi-kopian lainnya, dan untuk menu makanannya sendiri ada mie borju, beef steak, chicken kebab, pizza beef untuk menu salty favour, serta banana split, pancake, waffle float dan crepes untuk menu makanan manisnya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Waktu berkunjung ke kafe tersebut saya memilih beef steak yang kelihatannya memiliki ukuran porsi cukup sebagai pengganti makan siang dan untuk minumannya alih-alih memesan minuman favorit beraroma kopi, saya lebih ingin mencoba minuman baru yakni pattaya ling di mana pada pamflet menu digambarkan dengan semangkuk minuman dengan cairan berwarna putih entah itu susu atau santan, dengan toping irisan buah-buahan segar, namun karena stok pattaya ling-nya lagi kosong, saya beralih ke lecy punch, overall makanan dan minumannya sesuai dengan lidah pemilih saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Untuk tempatnya sendiri, meskipun kadang terlalu bising dengan suara kendaraan karena jarak antar kafe dan jalan raya bisa dibilang terlalu dekat, tapi pelanggan cukup dibikin betah dengan konsep desain tempat yang seperti saya sebut sebelumnya, instagram-able. Dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan wall-art berisi kutipan-kutipan inspiratif sekaligus menarik dan penataan bangku yang rapi meski tempatnya kecil. Tampilan depan yang memilih warna monochrome sebagai background menjadi dara tarik tersendiri pagi calon pelanggan, apalagi teras yang cukup minimalis tersebut dilengkapi dengan hiasan televisi tabung dan mesin tik antik yang entah kenapa menurut saya menambah nilai seni dari kafe tersebut, ya.. meskipun cuma sedikit sih.

Buat teman-teman yang kebetulan main-main ke WBL dari arah Gresik/Surabaya atau yang sedang melewati jalur pantura Lamongan - Paciran, bisa banget mampir ke The Borjuis Food and Drink ini, letak dan harganya dijamin terjangkau, dan yang pasti bisa sedikit menghilangkan lapar dahaga ketika melakukan perjalanan jauh di siang hari. Jam operasionalnya dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Nah, sekian ulasan singkat dari saya, sampai ketemu di pekan Liga Blogger Indonesia selanjutnya.. bye-bye.. *kissbye*


Sincerely,


Antara Saya dan Durian yang Menjelma Menjadi Pancake.

with 8 comments

Entah kenapa, saya begitu benci dengan buah yang mendapat sebutan "Raja Buah" tersebut. Jangankan mencicipi rasanya yang, kata orang, begitu legit menggigit itu, mencium aromanya saja saya merasa mual bahkan kepala seakan berputar.

Nggak jarang, teman kerja membeli sebuah-dua buah durian dan dimakan bersama-sama di ruang tengah tempat kerja, tapi ketika pesta durian itu berlangsung, sambil mendengarkan suara-suara mereka yang memuja dan memuji legitnya durian yang mereka makan, saya lebih memilih anteng di ruangan saya dan menutup pintu rapat-rapat, la wong mambu aroma e ae wes klenger. Mau gabung gimana, coba? Decakkan kagum dari mereka sama sekali nggak menggugah pendirian saya. Iya, SAYA BENCI DURIAN.

Sajian Baru dari Pantura Lamongan; Kedai Es Krim Siwalan.

with 40 comments
Kedai Es Krim Siwalan Bunda.

Siang itu, menjadi siang yang sangat membahagiakan buat saya, mengingat hampir lima tahun saya selalu absen dari reuni kecil-kecilan bersama teman pesantren saya. Kedai Es Krim Siwalan Bunda yang menjadi saksi kerempongan saya bersama mereka, berbincang dari A sampai Z, mengingat kebandelan kami semasa di Pesantren. Snopy yang pertama memberi ide untuk berkumpul di Kedai Es Krim Siwalan, saya yang belum pernah mencicipi hidangan menu di kedai tersebut, tentunya sangat antusias ketika chit-chat melalui BBM berujung pada kesepakatan untuk berkumpul di sana.

Sesuai dengan namanya, menu andalan di kedai ini adalah Es Krim Siwalan dengan berbagai varian rasa, mulai dari rasa cokelat, cappucino, sampai dengan rasa duren. Siwalan (yang juga disebut buah lontar) yang biasa hanya digunakan untuk melengkapi kenikmatan Es Dawet di desa saya, ternyata bisa dikembangkan menjadi hidangan kekinian dan rasanya pun tetap nikmat. Karena saya adalah penggemar setiap makanan ataupun minuman yang memiliki hubungan dengan kopi-kopi-an, jadi siang itu saya memesan Es Krim Siwalan dengan varian cappucino. Dan benar saja Es Krim yang identik dengan tekstur lembut, dibuat berbeda dengan sedikit sentuhan buah siwalan yang dihancurkan secara kasar. Rasa manisnya yang pas disertai taburan chocochip di atasnya menambah rasa kemupengan saya untuk segera melahap habis Es Krim tersebut. Tapi sebelum melahapnya, saya memberi aba-aba pada teman-teman saya yang juga memiliki niatan sama dengan saya, "lucu dikit cekrek" "eksis dikit cekrek". Dan setelah prosesi cekrek-cekrekan selesai, kami pun dengan hikmatnya menikmati Es Krim Siwalan yang sudah terhidang manja di atas meja kami.

Puas Belanja di Pasar Tradisional dengan Jajanan yang Khas

with 47 comments
Jajanan Khas Pasar Tradisional - Manfaat Belanja di Pasar Tradisional

Pasar Tradisional. Saya teringat, waktu kecil, saya selalu berlalu-lalang melewati lorong gang  yang saat ini beralih fungsi menjadi Pasar Tradisional setiap paginya. Pasar Tradisional, identik dengan berbagai ragam aroma ikan laut segar yang menguar, sayuran, rempah dan bumbu dapur, serta berjejer aneka jajanan khas pasar tradisional.

Dulunya, pasar tradisional tersebut terletak di seberang jalan besar, sehingga saya nggak bisa leluasa mencicipi jajanan yang ada di sana. Kata Ibu "awas ketabrak sepeda" kalau saya nekat menyebrang jalan untuk mendatangi pasar tradisional tersebut. Sekarang? Saya sudah besar dan Pasar Tradisional tersebut pun sudah pindah di Gang tempat bermain semasa kecil saya. Jadi, Ibu nggak perlu khawatir lagi. Ya.. meskipun setiap pergi ke sana, Ibu selalu berada nggak jauh dari jangkauan saya.

Yang Laris Manis di DigitaLife

with 12 comments
Yang Laris Manis di DigitaLife - elisa-blog.com

Yup! H-1 menjelang pergantian tahun 2015 ke tahun 2016, dan rasanya kurang kekinian berkesan kalau saya belum buat daftar postingan terlaris di tahun 2015 yang sudah menjadikan blog saya masih layak dijamah sama pengunjung, padahal saya benar-benar hiatus di awal-awal tahun 2015 karena usia kehamilan saya sudah masuk trisemester tiga dan kondisi pasca melahirkan yang bikin nggak bisa buka dashboard blogger sama sekali. Manja, hih!

Dan ini lah 7 postingan terlaris dan termanis versi DigitaLife :D

Daily Food Challenge a la Emak-Emak Facebook

with 16 comments
Berbagi itu menyenangkan. Misal dari #foodschallengedays yang belakangan ini ramai di beranda facebook saya. Dengan berbagi lewat gambar makanan (terutama hasil masakan sendiri) kita bisa dapat pengetahuan baru, tanpa sengaja, berawal dari ketertarikan kita dari gambar makanan tersebut, kita akan lebih kepo untuk bertanya-tanya "resepnya apa?" atau "cara bikinnya gimana?" dan dari rasa penasaran yang harus segera kita tahu jawabannya, kita akan lebih giat buat ngubek informasi dari teman si peng-upload gambar makanan tersebut, akhirnya dapatlah kita resep-resep baru yang bisa kita coba buat menu makan di rumah. Perut kenyang, hati senang. Dan.. Bikin hati orang senang itu merupakan amal baik, loh. Jadi.. Keep sharing dan nggak usah malu.

Kalo saya sih.. agak malu ya, soalnya nggak bisa masak, bukan nggak bisa ding. Tapi.. Belum bisa masak dengan sempurna. Kebetulan saya juga dapat colekan dari Bunda Ima buat ikut challenge ini. Dan saya baru posting 3 gambar makanan hasil dari... Beli. Apeu banget. Kemarin habis cobain resep Udang Asam Manis a la Bunda Izza, dan alhamdulillah nggak terlalu mengecewakan hasil dan rasanya.

Btw, hari ini saya masak, loh *ciegitu*. Masaknya Tumis Tahu Petis. Resepnya mudah dan nggak butuh proses lama, jadi bisa lah sebelum kerja disempatin masak dulu, mumpung hari jum'at, si kecil juga libur sekolahnya, dan waktu luang sebelum berangkat kerja sedikit lebih lama. Jadi ini penampakan dari Tumis Tahu Petis a la Saya. Check It Out.

Foods Challenge Days a la Emak-Emak Facebook
Tumis Tahu Petis a la Saya

Jalan-Jalan ala Ekspedisi Warisan Kuliner

with 7 comments
Jalan-jalan. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan orang-orang dalam sebuah "perjalanan". Mulai dari menjelajah daerah tersembunyi agar bisa mendapatkan spot foto terbaik yang diinginkan, mengunjungi daerah tertentu hanya sekadar untuk bisa menikmati keindahan yang ditawarkan, dan juga menelusuri suatu daerah dengan tujuan untuk mencicipi beragam kuliner khas yang terdapat di daerah tersebut.

Belakangan ini, banyak orang melakukan "perjalanan" untuk bisa mencicipi beragam kuliner khas yang ada di seluruh penjuru Nusantara Indonesia. Bahkan salah seorang pegiat kuliner, Mas Arie Parikesit, saat ini sedang menjalankan program Ekspedisi Warisan Kuliner bersama tim-nya. Ekspedisi Warisan Kuliner sendiri adalah program yang diadakan dengan tujuan menelusuri warisan-warisan kuliner yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, yakni mulai dari Indonesia bagian barat, tengah, sampai Indonesia bagian timur, dengan 100 kota yang akan menjadi tujuan ekspedisi. Dalam program ini, tim ekspedisi tidak hanya sekadar jalan-jalan atau menilai enak/tidaknya suatu makanan, tim ekspedisi akan melakukan penelusuran lebih dalam lagi, mengenai sejarah, bahan otentik, dan cara pengolahan kuliner khas suatu daerah, melalui fixer (penghubung lokal) yang telah mengarahkan tim ekspedisi kepada narasumber, yang  dalam hal ini adalah sesepuh dan/atau pengolah kuliner khas yang dicicipi di setiap daerah. 

Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara "Pantura Lamongan".

with 18 comments

"Mbak kita udah di pintu masuk 2 WBL" whatsapp dari Mas Dio, salah seorang dari tim Ekspedisi Warisan Kuliner, masuk ke hp saya tepat pukul 09.59 WIB. Akhirnya, pikir saya.
Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara "Pantura Lamongan".
Foto By: Aldio Merancia
Pagi sekitar pukul 08.15 WIB saya sudah duduk dengan manis di singgasana.. Baiklah, kursi yang berada di tempat biasa saya bekerja, menunggu kedatangan Mas Arie - ahli kuliner sekaligus koordinator Ekspedisi Warisan Kuliner -, Mas Dio - penulis/blogger -, dan Mas Stephy -photographer-, yang masih berada dalam perjalanan dari Gresik menuju Paciran.

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com