Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Memanfaatkan Wisata Lokal Sebagai Konten Media Sosial

with 1 comment
Memanfaatkan Wisata Lokal Sebagai Konten Media Sosial

Ketika galeri hp isinya cuma gambar hasil screenshot timeline twitter, feed instagram, dan percakapan-percakapan kocak yang un-faedah.. itu adalah tanda bahwa kamu butuh piknik!!

Ya. Belakangan saya dibikin heran sama galeri hp yang isinya cuma beragam screenshot-an nggak jelas, mau update instagram sampai kebingungan nggak ada gambar yang apik.. Padahal sekarang ini, kalau sesuai dengan berbagai tips dan tutorial yang pernah saya baca, menciptakan konten untuk media sosial itu bukanlah sesuatu yang sulit, kamu kepikiran lagi pengen makan bakso saja sudah bisa dijadikan sebagai konten XD. Namun, namanya dunia media sosial ya, yang segalanya ingin terlihat "woah" di mata para followers, banyak yang memilih untuk lebih memperlihatkan imej sosialita secara maksimal yang terkesan mahal. Kalau versi saya, menciptakan konten itu nggak harus "wah-wah" banget sih, ya, toh sekarang ini justru konsep hidup secara minimalis yang sedang hype, dan.. boleh juga dong hal tersebut diterapkan dalam kehidupan bermedia sosial. Misal nih ya, kita pengennya membagikan konten bertema traveling tipis-tipis nan minimalis, sudah banyak kok tempat wisata instagramable dan nggak harus menjadikan kantong kembang-kempis.


Taman Hutan Kota Keputih Surabaya
credit: Love Suroboyo Fanpage
Dan.. bicara soal tempat wisata yang instragamable dengan budget minimalis, saya akan menjadikan kota Surabaya sebagai salah satu kota tujuan yang tepat bagi saya yang notabene adalah warga negara Indonesia yang tinggalnya di Lamongan, mengingat pada akhir 2018 lalu, Surabaya terpilih sebagai salah satu kota terindah di dunia, tentu nggak perlu ragu lagi dong, apa saja keindahan yang dapat ditemukan di sana.. dengan  keelokan tata kota, tempat wisata kuliner berkonsep ruang terbuka seperti Food Junction Grand Pakuwon, serta banyaknya taman ramah lingkungan yang tersebar di beberapa daerah seperti Taman Keputih atau Taman Ekspresi , menjadikan Surabaya masuk dalam daftar kota tujuan sempurna untuk kita mengumpulkan konten ciamik sebanyak-banyaknya.

Selain berbagai tujuan wisata menarik yang ditawarkan, transportasi menuju Surabaya pun nggak harus mengeluarkan banyak biaya, jadi.. meskipun banyak pilihan tiket pesawat ke Surabaya dan promo di e-commerce tiket pesawat seperti pegipegi pun lagi menarik-menariknya, tapi maap, dari Lamongan nggak ada itu bandara buat menuju ke Surabaya adanya stasiun kereta aja XD, mau nggak mau harus pasrah dan merelakan tiket-tiket tersebut bisa dimanfaatkan sama mereka yang memang berhak, sanggup, dan membutuhkan, saya cukup naik mobil atau kereta lah.

Promo Tiket Pesawat Surabaya


Tapi.. meski nggak lagi berencana bepergian menggunakan pesawat dalam waktu dekat ini, gara-gara sekilas lihat tabel promo bulan juli di website pegipegi, saya jadi kepoin yang lain, ternyata banyak sekali tawaran tiket pesawat murah ke Surabaya dan sering juga e-commerce tiket pesawat memanfaatkan promo tersebut untuk menarik minat user, bahkan.. sesuai dengan yang saya pantau melalui tabel promo pegipegi ini, setiap 1 minggu ada 2 kali promo untuk perjalanan Jakarta-Surabaya. Ehem.. angan-angan buat jalan ke Jakarta jadi kembali membuncah kan kalau kayak gini..

Baiklah, sekian untuk bahas masalah per-tiket-an, toh nggak tau juga mau naik pesawat lagi apa enggak XD. Intinya.. Menciptakan konten media sosial itu nggak harus mahal kok, kalaupun mau mempertahankan konsep dan konsitensi tema, misal lebih ke arah traveling.. kita bisa memanfaatkan atau mengeksplore wisata-wisata lokal atau yang terjangkau di sekitar kita, pun yang terjangkau dengan isi kantong kita. Nggak mau dong kalau jadi korban bully kaum milenial pada era media sosial saat ini. Gaya sosialita, jalan-jalan keliling dunia, tapi hutang di mana-mana. Pffft!!



Salam ^^

Memanfaatkan Wisata Lokal Sebagai Konten Media Sosial

P I N D A H

with 7 comments

Setelah berbulan-bulan.. akhirnya saya pindahan /duh, opening-nya gitu banget sih, Mbak XD/.

Oke jadi sebenarnya ada kisah tersendiri dari kalimat pembuka di atas. Dulu.. banget saya pernah nulis di blog ini tentang kebimbangan saya ketika project tempat saya bekerja sudah hampir berakhir dan akan memulai project baru yang lokasinya jauh banget dari rumah. Kebimbangan tersebut muncul karena saya memang belum pernah hidup jauh dari rumah (baca; ibu XD). Nah, kalau project barunya jauh dari rumah, otomatis jauh juga dari ibu, maklum saya ini orangnya masih apa-apa ibu, jadi wajar kalau kegalauan saya saat itu nggak jauh-jauh dari "Bagaimana keseharian saya tanpa Ibu?". Tapi ternyata kebimbangan itu hanya sekadar kebimbangan sesaat, saya tetap mengikuti project yang hampir berakhir tersebut, dan project baru pun berjalan lancar tanpa saya harus pindahan.

Beda dulu, beda lagi sekarang. Setelah project yang saya maksud sebelumnya sudah berjalan dengan lancar, Bos saya kembali membuka project baru yang rencananya bulan Maret 2019 besok sudah mulai dibuka penjualannya dan tepat pada hari Kamis, 7 Februari 2019 lalu saya mendapat perintah untuk segera pindah ke kantor baru rasa lama. Kebimbangan lain pun mulai bermunculan, kalau soal ibu sudah teratasi, sekarang lebih ke kakak yang sudah mau masuk kelas 6, kalau diajak pindah nanti kasihan juga sekolahnya, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, terlebih pelajaran yang pastinya berbeda sistem pengajarannya dari sekolah lama. Saya sebagai orangtua yang agak cemas dengan situasi tersebut, akhirnya memutuskan kakak tinggal di rumah ibu untuk menyelesaikan sekolahnya lebih dulu. Toh tinggal 1 tahun ini..


Keputusan sudah diambil tinggal menyampaikan rencana tersebut yang membutuhkan waktu tepat agar kakak bisa menerimanya dengan lapang dada.

Sabtu sore dengan semilir angin laut yang syahdu, hari di mana saya biasa menghabiskan waktu berharga bersama keluarga. Saat itu kami duduk-duduk santai di belakang rumah dengan view laut yang membentang luas. Saya memulai percakapan ringan tentang kegiatan di sekolah kakak. Seperti sekolah-sekolah pada umumnya, setiap menjelang kelulusan biasanya ada rekreasi khusus untuk perpisahan kelas 6, dan sebelumnya kakak pernah bilang "Mah, besok teman-teman sekelas mau diajak rekreasi ke Malang sama Bu Guru" Pikir saya waktu itu, beneran sih, paket wisata malang murah kan banyak pilihannya, jadi nggak harus siapin budget banyak-banyak, dan lagi banyak juga wisata edukasi baru di malang yang ramah buat anak seperti Eco Green Park di mana kita bisa belajar tentang alam sekitar dan masih banyak lagi, jadi saya semakin excited kalau memang rekreasinya beneran jadi ke malang.

Oke, balik ke rencana awal, sebelum masuk ke pembahasan utama, saya tanya lagi ke kakak soal rekreasi ini, "rekreasinya jadi ke malang, kak? bulan sama tanggalnya sudah diumumkan belum?" Dan ternyata jadi dong.. Bulan maret rencana berangkat, tapi belum pasti tanggal berapa. Jawaban yang saya peroleh dari kakak membuat saya jadi agak sendu, soalnya sudah lama saya berencana nambah kursi ekstra biar bisa ikut rekreasi bareng-bareng kakak, tapi orangtua hanya bisa berencana, tetap Bu Guru lah yang menentukan segalanya. Gimana mau ikut, awal bulan depan kan saya sudah pindahan ke kantor baru, hiks. Tapi cukuplah kesedihan itu saya saja yang simpan.

Setelah berbincang tentang kegiatan sekolahnya, saya pun mulai membuka percakapan tentang kepindahan saya dan ditinggalnya kakak di rumah ibu. Sebagai anak mbarep dan meskipun umurnya baru masuk 10 tahun, kakak ini termasuk anak yang mandiri, dan dia juga anak yang bisa dengan mudah memahami keadaan. Saya bilang ke dia kalau saya, ayah, dan adiknya mau pindah ke kota, tapi sementara kakak menyelesaikan kelas 6 di rumah ibuk dulu, daripada di sana nanti susah adaptasinya, mau ujian akhir nasional juga. Saya mulai menjelaskan segala keresahan perihal sekolahnya, dan alhamdulillah dia bisa mengerti keadaan tersebut, dengan syarat darinya kalau akhir pekan saya harus pulang, tapi itu sudah masuk ke daftar rencana saya juga pastinya. Insya Allah. Saya nggak tega kalau harus berada jauh dari anak dengan jangka waktu lama, pasalnya selain saya, ini juga pertama kalinya kakak saya tinggal kerja jauh. Ya.. kadang, kita harus mengambil keputusan yang sulit agar bisa survive dalam menjalani hidup. Bismillah saja sih, semoga semua berjalan lancar, mulai dari pekerjaan sampai dengan kegiatan lainnya. Amin.



Salam ^^






Liburan Menyenangkan Tanpa Keluar Banyak Uang?

with Leave a Comment
Tips Liburan Menyenangkan Tanpa Keluar Banyak Uang?

Liburan selalu identik dengan jalan-jalan atau bepergian ke taman hiburan, makan-makan pun kadang nggak boleh ketinggalan, dan setidaknya dibutuhkan persiapan matang dari segi fisik maupun keuangan. Nggak asik juga kan kalau pas jalan-jalan, eh.. tiba-tiba badan pegal-pegal, dan lagi ketika sedang dihadapkan dengan sovenir untuk buah tangan yang uwu-uwu, eh.. kitanya kehabisan uang. Tapi nggak selamanya liburan yang menyenangkan itu harus dengan mengeluarkan banyak uang, kok. Saya sendiri kalau hari libur gitu lebih sering di rumah dan tetap liburan saya berlangsung dengan sangat menyenangkan. 


Oke, tentunya banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan dengan hanya menghabiskan hari libur di rumah. Dan itu cukup untuk membuat hari libur kita jadi menyenangkan sehingga kita pun siap untuk menghadapi kenyataan ketika liburan akan digantikan dengan hari senin yang kadang mendebarkan ^^

Maraton film. Menikmati film keluarga di hari libur menjadi pilihan yang sangat sederhana, namun cukup membuat anak-anak excited. Jadi biasanya sebelum hari libur datang, saya sudah menyiapkan beberapa film keluarga untuk bisa dinikmati bersama anak-anak. Saya akan mengambil contoh liburan di akhir pekan /sabtu-minggu/, di mana pada hari itu kaka tetap masuk sekolah, karena hampir semua madrasah di tempat saya masih menerapkan libur di hari Jum'at. Jadi, kalau pagi pas kaka sekolah, saya nggak mau ngambil start buat mulai nonton duluan, kurang seru dan kasihan juga kalau ditinggal nonton. Siangnya pas sudah kumpul semua di rumah, saya ajak anak-anak buat istirahat tidur sebentar, lalu menjelang sore baru kita memulai sesi marathon filmnya dengan ditemani camilan-camilan favorit.

Membuat DIY atau mainan lego sama bocil juga bisa jadi hal yang menyenangkan, lo. Biasanya kita selalu mencoba bikin figur-figur baru dengan bekal tutorial di youtube. Meskipun sangat sederhana, mengisi hari libur dengan kegiatan ini bisa menciptakan kebahagiaan tersendiri buat kita, karena bisanya kalau weekdays mereka saya tinggal kerja, jadi meskipun hanya di rumah, asal kita bisa berkumpul bersama, berbagi ide dan saran ketika akan mencoba membuat sebuah figur baru dari lego, dan mendengarkan celoteh-celoteh mereka yang tanpa henti agar bisa mendapat perhatian dari saya saja sudah angat-sangat membahagiakan.

Selain kegiatan indoor - di rumah aja maksudnya hehehe.. Kadang saya ajak anak-anak kuliner kecil-kecilan di dekat rumah juga. Berbeda denga bandrol jajanan di kota-kota, harga jajanan di daerah saya itu standar daerah pinggiran banget, murah meriah, jadi nggak perlu khawatir keluar uang banyak kalau lagi ngajak anak-anak kulineran. Biar nggak bosan liburan indoor, harus tetap diselingi dengan kegiatan outdoor kan ya.. Yassalam ini indoor sama outdoor udah kayak "liburan beneran" aja, padahal cuma di dalam rumah dan luar rumah XD

Kegiatan outdoor lain adalah.. jalan-jalan ke pantai yang banyak terdapat di sekitar daerah saya, mulai dari pantai lorena, pantai pasir putih, pantai mangrove, dan beberapa pantai lainnya.. Untuk bisa menikmati pantai-pantai tersebut biasanya cuma harus bayar parkir kendaraan, dan kalaupun ada, tiket masuknya hanya berkisar Rp 10.000 - Rp. 25.000 dan itu murah banget. Meskipun di daerah saya ada juga wahana bermain skala besar seperti Wisata Bahari Lamongan atau Maharani Zoo and Goa, saya kurang srek aja kalau mau ngajak bocil main ke sana, karena taman bermain seperti itu biasanya pasti bakal penuh sesak, apalagi pas weekend, duh kasian juga bocil, kalau saya ajak capek-capek antri tiket maupun antri wahana-wahana di dalam. Tapi kalau lagi pengen liburan kayak gitu biasanya saya mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Maklum, bawa anak kecil jadi persiapannya harus matang daripada nanti pas liburan hectic sendiri, kan..

Baiklah di atas adalah liburan menyenangkan tanpa keluar banyak uang versi saya. Sebenarnya sih, itu cuma siasat saja, gimana ya.. Emaknya sudah keduluan encok kalau mau ngajak main bocil aktivitas luar rumah jauh-jauh, apalagi Qeis ini anaknya super duper aktif banget, jadi seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau mau liburan versi orang-orang yang kekinian jaman now, saya harus benar-benar memiliki persiapan yang matang, mau itu hati, fikiran, kesiapan tenaga ekstra, dan tentunya uang jajan ekstra juga. Ibu-ibu liburan menyenangkan yang paling sederhana bareng bocil biasanya seperti apakah? Share dong, biar bisa dipraktikkan di rumah juga hihihi ^^

#BPN30dayChallenge2018 day 20, Tema; "Yang Dilakukan di Hari Libur".

Salam ^^
Liburan Menyenangkan Tanpa Keluar Banyak Uang?

Berkunjung Ke Kota Para Nabi & Membuat Es dari Butiran Salju?

with Leave a Comment
Berkunjung Ke Kota Para Nabi & Membuat Es dari Butiran Salju?

Piknik merupakan salah satu cara paling mujarab dalam menyegarkan kembali isi pikiran yang sedang buram. Tahu sendiri, kan, kalau fikiran dalam keadaan nggak kondusif seperti itu, kadang bisa menyebabkan timbulnya ke-baper-an yang mendalam, cuma dengar suara nyamuk aja bawaannya pengen langsung nge-gas. Meluangkan waktu sejenak untuk mengistirahatkan fikiran adalah satu-satunya cara agar kita bisa lebih tenang dan kembali semangat dalam menghadapi cobaan hidup yang berat #halah. Bisa dengan hanya menonton drama korea /teteup/, baca buku, menulis curhat dari sabang sampai merauke di blog, atau melakukan piknik kecil-kecilan.


Tentunya setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menumbuhkan kembali semangat dalam dirinya. Misal nih, ya.. Kita sedang banyak sekali deadline namun di saat yang sama juga kita sedang berada di waktu bagian males-malesnya, semangat seakan ngajakin mainan petak-umpet gitu, lalu bagaimana agar kita bisa memenangkan permainan petak-umpet tersebut? Tenang, istirahat sejenak, sebagai pengalih, lakukan hal yang menurut kamu nggak bikin semakin stress, fokuskan fikiran, ingat kembali apa saja yang menjadi tanggung jawab, tujuan atau impian yang belum sempat terpenuhi. Perlahan, kemauan dalam diri akan memancing semangat agar segera keluar dari persembunyiannya.

Bicara soal impian, setiap orang pasti punya tempat, kota atau negara yang dijadikan sebagai destinasi wisata impian. Kalau saya sendiri, kota yang benar-benar ingin saya datangi adalah kotanya para nabi, kota di mana kiblatnya orang islam berada di sana, Mekkah. Bukan hanya sekedar jalan-jalan untuk menyegarkan jasmani kita, saya yakin, berkunjung ke kota Mekkah pasti akan memberikan kedamaian hati tersendiri, banyaknya tempat wisata religi dengan unsur-unsur sejarah islam akan meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam bagi kita. Apalagi selain jalan-jalan sambil menikmati indahnya alam ciptaan Allah SWT, kita juga bisa melaksanakan perintah Sang Khalik yang dijelaskan pada Rukun Islam yang ke 5. Tentunya, bukan hanya jasmani saja, rohani kita juga akan ikut merasakan semangat, motivasi, dan ketenangan hati setelahnya.

Selain ke tanah suci, saya juga pengeeen banget main ke kota atau negara yang sewaktu musim dingin akan turun butiran-butiran es dengan warna putihnya yang begitu indah. Ice land misalnya, sekalian lihat auroranya yang super duper syantik. Atau paling enggak yang di wilayah Asia. Korea, sekalian main ke SUM barangkali bisa ketemu dedek-dedek exo. Halu. Jadi saya itu kadang ngayal "duh itu saljunya buat bikin es campur atau es mochaccino pasti enak", "itu salju digadoin pasti seger". Tapi.. Dulu sempat baca salah satu tulisan travel blogger, jadi dia itu pernah nyobain bikin es pake salju terus dikasih sirup gitu aja, saljunya bukan yang ambil dari bawah loh, ya, dia nyediain tempat sendiri buat nampung salju yang turun langsung dari atas, eh it's turn out dia perutnya jadi sakit. Saya lupa sih nama blog dan pemiliknya. Tapi meski begitu saya masih aja penasaran gimana ya rasanya makan salju XD.

Tentunya selain kota-kota di Negara lain, menyaksikan eksotisnya alam Indonesia tetap menjadi wishlist yang utama. Apalagi habis baca postingan teman-teman tentang Wonderful Indonesia bikin saya makin cinta, dan makin pengen mengelilinginya.

#BPN30dayChallenge2018 day 13, Tema; " Negara / Kota / Tempat Wisata Impian".

Salam ^^
Berkunjung Ke Kota Para Nabi & Membuat Es dari Butiran Salju?

Hujan Kenangan di Museum Trowulan

with 2 comments

Museum, selalu memunculkan rasa kagum dibarengi dengan penasaran tersendiri bagi pengunjungnya. Kagum karena koleksi benda unik yang tertata apik dan menjadi daya tarik di sana, dan penasaran dengan sejarah apa yang menjadikan benda tersebut layak masuk dalam kriteria benda yang menjadi koleksi di sebuah museum.

Hujan deras mengiringi perjalanan saya waktu itu, tempat yang menjadi tujuan terakhir dari akhir pekan singkat saya di Mojokerto adalah museum trowulan - atau ada juga yang menyebutnya museum mojopahit - yang termasuk dalam visit list pada perjalanan waktu itu. Museum Trowulan sendiri merupakan museum yang menyimpan berbagai macam benda peninggalan pada masa kerajaan mojopahit yang berpusat di desa Trowulan - Mojokerto. Selain peninggalan pada masa kerajaan mojopahit, di sana juga terdapat koleksi benda peninggalan dari beberapa kerajaan lain yang berdiri di Jawa Timur  seperti kerajaan airlangga, kahuripan, kediri, dan kerajaan singhasari.

Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu

with 3 comments
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Siang dengan panas terik yang cukup menyengat, jalanan penuh dengan lalu-lalang kendaraan yang berjalan pelan menunggu giliran, ditambah kerumunan orang-orang berbaris acak sampai melanggar bahu jalan demi sebuah antrian. Itulah gambaran tampak depan sebuah bangunan yang saya lihat ketika kendaraan yang saya tumpangi masih sibuk mencari tempat parkir yang kosong. Maklum, tempat yang saya kunjungi kali ini memang nggak menyediakan tempat parkir khusus. Tapi jelas itu menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk menambah mata pencaharian. Ya, menyediakan lahan parkir yang memanfaatkan lorong jalan sepi ataupun area depan ruko yang waktu itu saya lihat banyak yang tutup. Setelah kendaraan terparkir dengan aman, saya langsung bergabung dalam antrian untuk mendapatkan tiket masuk sebuah bangunan yang berdiri megah di hadapan saya.
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Lawang Sewu. Begitu orang-orang menyebutnya. Setiap mendengar nama Lawang Sewu, yang masuk dalam pikiran saya adalah Zaman Penjajahan Belandaacara televisi "Dunia Lain", dan seperti rumor yang beredar kebanyakan; "Mistis". Dan, di sini lah saya sekarang, akan menjelajah bangunan yang bernama Lawang Sewu dan melihat sendiri apa saja yang ada di dalamnya. Setelah mendapatkan tiket masuk dengan harga 10K untuk  dewasa dan 5K untuk anak-anak, saya menuju ke pos pengecekan tiket di entrance yang kedua, area lapang membentang dikelilingi banguan berlantai 3 dengan pohon besar yang rindang di tengahnya langsung menyambut kedatangan saya selaku tamu agung. Tanpa diduga, bapak suami tiba-tiba langsung mengambil posisi nyaman, bergabung dengan pengunjung lain, ketika mengetahui ada live musik keroncong di bawah pohon rindang tersebut. Maklum, bisa dibilang suam itu orangnya penikmat keroncong banget XD. Karena terlalu asik mendengarkan musik keroncong dengan suasana yang tenang meskipun ramai pengunjung waktu itu, membuat saya malah mager saking ayemnya. Tapi, yamasak jauh-jauh ke Lawang Sewu dari Lamongan cuma mau nikmatin live musik keroncong? Yakali.. Saya pun bergegas dengan sedikit malas buat melanjutkan tujuan awal, yakni mengelilingi bangunan-bangunan di dalam area Lawang Sewu tersebut (meskipun kemarin belum sepenuhnya eksplor, gegara bocil yang ngajak kejar-kejaran dari sana ke sono dan keburu capek duluan waks :()
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Bingung dengan rute awal yang harus diambil, saya memasuki salah satu pintu secara acak, yakni pintu yang berada di ujung, tepat di bawah salah satu bagunan yang memiliki tinggi berbeda dari dua bangunan di samping kanan-kirinya. Setelah beberapa langkah dari pintu, terdapat tangga yang menghubungkan lantai 1 dan 2 bangunan tersebut, tampak penuh dengan pengunjung, tentunya saya lebih memilih untuk melangkah ke pintu lain yang berada di sebelah kiri tangga untuk memasuki ruang panjang dengan sekat dan dengan masing-masing pintu yang menghubungkan tiap ruangan, di beberapa ruangan tersebut terdapat bingkai figura yang menampilkan sedikit cuplikan sejarah Lawang Sewu. Selain cuplikan-cuplikan sekilas, terdapat juga beberapa ruang yang sengaja diisolasi/dikunci(?), seperti bekas ruang tahanan dan bunker penyimpanan yang katanya memang nggak bisa dibuka dari "sananya".



Setelah puas mengelilingi sisi kiri bangunan, saya mengambil kesempatan ketika tangga yang saya sebutkan sebelumnya terlihat lumayan lenggang. Demi memenuhi rasa penasaran saya, Meskipun nggak bisa menelusuri lebih lanjut setiap ruangan yang berada di lantai 2 karena terdapat rantai besi yang menjadi pembatas antara anak tangga paling atas dan lantai 2, saya cukup dimanjakan oleh pemandangan berupa kaca besar dengan ornamen relief penuh warna yang konon katanya kaca warna tersebut sudah dibuat sekitar puluhan tahun lalu tapi sama sekali nggak luntur warnanya meski berhadapan langsung dengan sinar matahari, dan jangan ditanya bagaimana bagusnya kaca tersebut ketika saya melihatnya dari dalam dengan pencahayaan yang remang-remang. Menurut salah satu pemandu tour di sana, ornamen relief yang terdapat dalam kaca warna itu sebenarnya memiliki makna tersendiri yang juga berbeda-beda dari masing reliefnya. Jadi.. makna dari setiap gambar pada empat ornamen relief kaca di gedung Lawang Sewu adalah;
- Mozaik kaca inlay pertama melambangkan kemakmuran dan keindahan alam Jawa beserta isinya, yang bermakna semua adalah milik kekukasaan Hindia Belanda.
- Mozaik kaca inlay yang kedua bercerita tentang Kota Semarang dan Batavia pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada waktu itu.
- Mozaik kaca inlay yang ketiga menggambarkan Kota Semarang dan Batavia sebagai pusat perdagaangan laut atau maritim. Seolah-olah pemerintahan Hindia Belanda ingin menceritakan kebesaran armada maritimnya.
- Mozaik kaca inlay yang keempat adalah gambar dua orang perempuan yang menggambarkan sosok Dewi Fortuna dan Dewi Venus. Sosok Dewi Fortuna atau dewi keberuntungan yang tergambar pada relief kaca inlay menyiratkan makna bahwa pemerintahan Hindia Belanda selalu diberkahi dengan keberuntungan. Kemudian sosok Dewi Venus atau dewi kecantikan dan cinta kasih yang terbentuk dalam kaca inlay menyiratkan bahwa pemerintahan Hindia Belanda mengharapkan selalu datangnya kejayaan. (kacainlay.com)
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu



Setelah puas menikmati ornamen relief pada kaca tersebut, saya kemudian melangkah menuju pintu lain yang terletak di sebelah kanan tangga, di mana pada salah satu ruangannya terdapat semacam tangga bawah tanah, mengutip info dari pemandu wisata di sana, tangga tersebut berfungsi untuk menuju ruang tahanan bawah tanah, tapi waktu itu tangga tersebut dipenuhi dengan air pasang, yang entah dari mana asalnya, sehingga tempat itu terlihat seperti sumur, dan fyi air tersebut juga menurut informasi pemandu lagi nih, ya, bisa surut juga, tapi saya kurang jelas kapan pastinya waktu pasang-surut air yang menggenangi tangga tersebut. Setelah sedikit berkeliling di bangunan depan dengan 3 bagian tersebut, saya kembali memasuki bangunan lain yang letaknya paling belakang. Setelah melewati satu ruangan dengan tangga penghubung lainnya, suam ngajak keluar, katanya sih, auranya agak gimanaaa gitu, takutnya bocil kenapa-napa, harap maklum, suam saya itu parno-an. Saya yang tentunya sependapat sama dia, nurut saja.

Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dan kembali pada area lapang yang menampilkan live musik keroncong tadi. Menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para seniman dengan duduk-duduk cantik dengan para pengunjung lain sampai benar-benar merasa puas..

Kriteria Wisata Halal

with 5 comments
Pertama kali mendengar nama "wisata halal" hal yang masuk dalam pikiran saya adalah wisata religi; wisata yang destinasinya mengunjungi tempat-tempat religius. Tapi pada kenyataannya wisata halal berbeda dengan wisata religi. Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang bukan hanya tempatnya saja yang memiliki unsur religi, melainkan pelayanannya pun harus mengacu pada aturan-aturan syariah Islam.

Seringnya ketika saya melihat orang-orang melakukan wisata religi seperti mengunjungi pesarean Sunan Drajat maupun Sunan Bonang, masih banyak, bahkan hampir semua kaum adam dan hawa berbaur jadi satu baik yang muhrim maupum belum muhrim. Dan itu jelas sedikit berbeda dengan kriteria yang masuk dalam sistem pelayanan wisata halal. Lalu apa saja bentuk dan kriteria yang terdapat dalam wisata halal?

Berikut adalah kriteria-kriteria wisata halal yang telah ditetapkan oleh CrescentRating dalam GMTI atau Global Muslim Travel Index selaku lembaga independen yang mengurusi masalah pariwisata halal.



Kriteria tersebut di atas tentunya akan meliputi hal-hal seperti pelayanan penginapan yang harus menyajikan makanan ataupun minuman yang nggak mengandung alkohol serta memiliki label halal dari pemerintahan (MUI). Fasilitas seperti kolam renang, spa, restoran juga dikemas secara terpisah antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim atau yang nyaman untuk wisata keluarga.

Selain itu penyedia jasa transportasi juga wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Dan nggak lupa bagi pemandu wisatanya juga harus bisa menyesuaikan diri; pakaian dan menjaga perilaku sesuai wisatawan muslim.

Di tempat saya sendiri terbilang cukup mudah dalam menemukan destinasi wisata religi, namun untuk menentukan destinasi tersebut masuk dalam kategori wisata halal masih ada beberapa yang perlu dibenahi agar memenuhi kriteria sesuai GMTI tersebut di atas.

Source: Kompasiana


Sincerely,

Ada Wisata Bahari Baru di Tuban. Namanya Kambang Putih Tuban Park.

with 5 comments
Selalu gagal ambil foto icon tiap berkunjung ke suatu tempat. Dan inilah akhirnya.. gambar hasil comot di sini. *curcol*

Siang itu langit tampak begitu kelabu, namun nggak menyurutkan semangat bocil untuk mendatangi tempat wisata yang baru diresmikan beberapa bulan lalu di Kabupaten Tuban. Kota yang seringkali menjadi tujuan saya dan keluarga untuk menghabiskan akhir pekan. 

Kambang Putih Tuban Park, tempat wisata bahari yang asri. Meskipun terletak di pesisir utara, kambang putih park ini cukup jauh dari kata panas. Di sepanjang jalan dari pintu masuk parkir, cek tiket sampai lokasi wahana, pepohonan rindang turut serta mengelilingi. Tiket masuknya sendiri terbilang cukup murah, hanya Rp. 35.000/orang; dewasa maupun anak-anak, saya kurang jelas tiket berlaku mulai usia berapa, tapi Qeis (15 bulan) waktu itu nggak dikenakan tiket, entah karena saking mungilnya dia atau bagaimana. Dan tiket tersebut sudah termasuk tiket terusan (tanpa bayar lagi kalau mau naik beberapa permainan). Untuk tiket parkirnya pun cukup bayar Rp. 5.000,- saja.

Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!

with Leave a Comment


Nggak seperti minggu biasanya, pagi itu pak suami tiba-tiba menyalakan mesin kendaraan dan bergegas untuk mengantar kakak pergi sekolah, tumben pikir saya, toh biasanya kakak ikut kendaraan antar-jemput dari sekolah. Tapi, kapan lagi pak suami bangun pagi pas hari libur begini. Saya nemplok saja, gitu, langsung sok manis duduk di kursi depan, padahal dianya belum tentu ngajakin saya.

Dan ternyata ke-PD-an saya nggak sia-sia, setelah kakak sampai di sekolah, kami tetap melanjutkan perjalanan, saya urun ide untuk cari udara segar di WBA (Wisata Bom Anyar) atau kalau versi resminya Pelabuhan Perikanan Brondong. Eits jangan salah, namanya memang pelabuhan perikanan, tapi.. tempatnya seriusan jauh... banget dari kata amis. Lebih mirip kayak taman bermain malah, bedanya ini merupakan taman bermain dengan background laut, bukan tanaman hijau. Alhamdulillah banget pak suami setuju dengan ide saya.

Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!


Setelah melewati pintu masuk dengan hanya membayar karcis Rp. 1.500,- mata sudah dimanjakan dengan deretan Kapal Nelayan yang berjajar rapih. Nggak jauh dari tempat parkir kapal, terdapat masjid lucu dengan taman depan yang dihiasi miniatur perahu, namanya Masjid Al Bahri. Sesaat, tempat tersebut terasa sepi, hanya terlihat hamparan laut, ladu(?), dan jalanan ber-paving yang amat panjang. Kendaraan saya melaju sangat pelan, menikmati sempurnanya ciptaan Allah yang Maha Indah. Ah, sejuknya udara dan aroma laut pagi hari benar-benar menghadirkan sensasi tenang, damai, dan rileks.

Tapi, setelah melewati jalanan utama yang sepi, mata saya tiba-tiba dikejutkan dengan keramaian orang yang ternyata lebih berpusat pada beberapa area lapang yang dikelilingi oleh stand-stand toko yang masih pada tutup. Ada yang sekedar jalan-jalan bersama keluarga, anak kecil yang begitu leluasa bermain dengan sepatu rodanya, atau dedek-dedek gemes kekinian yang duduk-duduk cantik dan nggak lupa dengan memakai pakaian super modis mulai dari atasan sampai sepatu macam nike air max KW 100 *yaiyalah harga sepatu nike air max yang asli kan mahal, Cyin. mending buat beli kuota biar bisa sebar-sebar #POTD di Instagram, ye, nggak? #eh XD*, serta beragam kegiatan menyehatkan lainnya. Saya yang tanpa persiapan alias main cuss saja, terlihat begitu kucel, jadi sedikit malu sama tampilan mereka yang mungkin sudah dipersiapkan di malam sebelumnya.



Tapi.. ya masak saya nggak turun dan memanfaatkan kesempatan yang belum tentu minggu depannya bisa saya rasakan lagi, sih? Yakali.. Khas orang bangun tidur dan belum menyentuh air sama sekali, tisu basah dan bedak tabur Qeis menjadi penyelamat saya waktu itu. Biar nggak kelihatan muka bantal banget lah ya. Masalahnya saya masih pakai baju tidur yang semalam dan bajunya lengan pendek. Duh. Bongkar-bongkar bagasi ternyata ada jaket punya pak suami dan jilbab siap pakai yang entah kapan saya tinggal di sana. Ya.. meskipun jaketnya kedodoran, tapi sama sekali bukan masalah, toh akhirnya saya bisa ikut serta menikmati suasana pagi yang cerah nan ceria tersebut.

Saya menelusuri tempat demi tempat yang ada di WBA. beberapa kegiatan begitu menarik perhatian saya, seperti; anak-anak muda dengan ide memanfaatkan area lapang untuk bermain futsal, dedek-dedek yang waktu itu main lompat tali dan seketika mengingatkan saya pada masa-masa kecil saya, bahkan muda-mudi abg yang main pdkt-pdkt-an pun nggak kalah banyak di sana. Lihat mereka kok ya, lucu-lucu.

Nah, buat kakak-kakak sekalian, barangkali ada yang punya kesempatan berkunjung ke Lamongan bagian Pantura Paciran - Brondong dan sekitarnya, WBA atau Pelabuhan Perikanan Brondong ini bisa jadi rekomendasi tempat buat hirup-hirup udara segar, loh. Selain di pagi hari untuk kegiatan olahraga, biasanya di sore hari juga ada beberapa komunitas yang unjuk gigi di sana. Ya.. meskipun nggak tiap hari ada, sih. Yang jelas tempatnya nyaman dan bikin hati senang pokoknya, sih.

Sincerely,

Jalan-jalan ke Wisata Bom Anyar, Yuk!




Arisan Link: Tips Menuju Puncak Bersama Anak-anak

with 3 comments

Bepergian dengan anak seringkali dibutuhkan tenaga sekaligus persiapan perlengkapan ekstra, tentunya dengan tetap menyesuaikan tempat yang menjadi tujuan seperti apa. Mendaki gunung adalah salah satu destinasi wisata outdoor yang ingin saya lakukan bersama pasukan alit saya. Selain untuk menunjukkan bagaimana indahnya alam Indonesia, kegiatan tersebut juga bisa melatih kesabaran dan kegigihan mereka.

Tapi.. kalau ingat kejadian-kejadian yang sering diberitakan mengenai pendaki, kegiatan tersebut seakan identik dengan medan yang "berbahaya", harus menaiki jalanan yang menanjak, belum lagi kalau kondisi jalannya terjal, licin, dan lain sebagainya. Rasanya kurang sesuai kalau harus ngajak bocil buat melakukan kegiatan outdoor tersebut. Lah, menghadapi masalah jalan saja sudah bikin pusing, gimana mau ngajak bocil coba? Tapi, meskipun realisasinya belum bisa terwujud, adakalanya saya kepo dan akhirnya ngubek google buat baca-baca pengalaman mereka yang pernah naik gunung dan mengajak pasukan alitnya.

Mencari Kedamaian di Alila Ubud

with 7 comments
Fasilitas Alila Ubud, Penginapan Nyaman dan Tentram,

Rutinitas pekerjaan sehari-hari sering membuat pikiran terasa penuh. Deadline pekerjaan, perselisihan dengan rekan kerja, konflik keluarga, dan masalah lainnya membuat kita perlu sejenak mengasingkan diri dan mencari kedamaian agar tubuh dan pikiran kembali segar. Mungkin bisa dengan cara berlibur dan ke Bali dan menikmati tenangnya beragam penginapan di Bali. Salah satunya adalah Hotel Alila Ubud, di sini kita akan dengan mudah menemukan tempat-tempat wisata alam yang sesuai untuk berkontemplasi/menenangkan pikiran.

Penginapan yang terletak di Desa Melinggih Kelod, Payangan, Kabupaten Gianyar Bali ini memang sangat cocok untuk dipergunakan sebagai tempat peristirahatan yang sempurna. Berada di tepi bukit dan sungai Ayung, Alila Ubud menjanjikan panorama pemandangan alam yang luar biasa indah, dengan suara fauna seperti burung-burung dan monyet, serta gemericik air yang bagaikan nyanyian surgawi.

Terapi Ikan di Goa Ngerong Tuban

with 3 comments
Manfaat dan Dampak Negatif Terapi Ikan,

Saya dan keluarga seringnya menghabiskan akhir pekan di rumah, kalaupun mau jalan-jalan, yang menjadi tempat tujuan nggak pernah jauh dari kota sendiri. Tiga hari sebelum akhir pekan kemarin, saya dan suami berencana mencari udara segar, untuk tempat, biasanya menyesuaikan situasi dan kondisi, dan Goa Ngerong menjadi tujuan minggu itu. Tanpa persiapan baju ganti, saya nekat datang ke sana, fikir saya, pasti nanti bakal ada stand oleh-oleh di sana, dan ternyata memang ada salah satu stand yang menjual pakaian, jadi nggak perlu khawatir buat basah-basahan. Etapi.. Goa kok pake basah-basahan segala, sih? Iya, jadi ada semacam sendang kecil yang mengalir dari dalam goa sampai di depan mulut goa dan terhubung langsung dengan kali di luar area wisata Goa Ngerong, yang dimanfaat pengunjung sebagai arena basah-basahan.

Sendang yang berada di depan mulut goa memiliki kedalaman yang lumayan dangkal, sehingga anak-anak bisa bebas basah-basahan dengan tetap memerhatikan keselamatan, ada yang berenang ada juga yang memilih menyewa perahu karet untuk dinaiki, di sisi lain sendang dengan kedalaman lumayan (-/+ 3 Meter), remaja dan orang dewasa juga nggak ketinggalan ikut membasahi tubuh mereka dengan airnya yang tampak menyegarkan. Selain disuguhi pemandangan sendang dengan airnya yang biru dan jernih, pengunjung juga akan sangat dimanjakan dengan gerombolan ikan cantik yang lalu-lalang menyelami air dari ujung ke ujung sendang.



Manfaat dan Dampak Negatif Terapi Ikan,

Saya sendiri begitu menikmati kunjungan pertama saya di Goa Ngerong, selagi suami dan dua bocil menikmati segarnya air dengan berendam dan berenang, saya memilih untuk kum-kum lucu di pinggir sendang, ada manfaat lain selain mendapat udara segar serta disuguhi pemandangan sendang dan goa yang mengagumkan, dengan modal Rp. 15.000,-; untuk tiket masuk 2 orang dewasa, 2 anak beserta biaya parkir mobil, saya juga bisa menikmati terapi ikan yang biasanya banyak dilakukan di spa-spa dengan biaya puluhan hingga ratusan ribu itu. Ya, sembari lalu-lalang, ikan-ikan tersebut juga memberi saya terapi dengan gigitannya yang geli-geli nikmat di kaki. Gimana nggak seneng, cobak?

Satu cerita dari ibu-ibu pengunjung yang duduk di sebelah saya selama kum-kum, dia bilang kalau hampir setiap minggu pagi sampai siang, dia dan kedua putrinya selalu berkunjung ke Goa Ngerong, padahal jarak antara rumahnya yang berada di Tuban Kota dengan Goa Ngerong yang terletak di Rengel, salah satu desa di timur kota Tuban terbilang lumayan jauh. Namun dia tetap semangat mendatanginya hanya untuk kum-kum dan menikmati terapi yang diberikan oleh ikan-ikan di sana. "Enak, Mbak. Efek gigitan ikan bisa membuang sel kulit mati dan menghilangkan penyakit" kata Ibu tersebut. Saya yang sudah merasakan sendiri hasilnya, tentu saja percaya.

Manfaat dan Dampak Negatif Terapi Ikan,

Menurut informasi yang saya peroleh dari beberapa sumber dan bahkan warga setempat, ada mitos yang beranggapan bahwa ikan-ikan yang ada di Goa Ngerong adalah titisan dari Putri di zaman kerajaan dulu, dan barang siapa yang mengambil kemudian memakan ikan tersebut, akan ditimpa kesialan (sakit sampai dengan meninggal). Namun, belum lama ini saya juga membaca artikel versi ilmiah yang menyebutkan bahwa, beberapa penyebab mereka yang tiba-tiba sakit/meninggal setelah memakan ikan di sana adalah karena ikan-ikan tersebut memakan kotoran kelelawar yang mengandung salah satu zat beracun, sehingga daging ikan juga bisa saja sudah terkontaminasi racun. Wallahua'lam, sih. Tapi, ya, fikir saya, kok tega sih, orang-orang itu mengambil bahkan sampai memakan ikan lucu nan tak berdosa itu. Biarkan mereka menjalankan tugas mereka sebagai penghibur pengunjung goa. Dan memang nggak seharusnya pengunjung mengganggu serta merusak maha karya yang begitu indahnya.


Terapi Ikan memiliki banyak sekali manfaat, di luar penelitian yang beranggapan bahwa dari terapi ikan tersebut, bisa saja mendatangkan penyakit akibat virus yang menyebar di air selama proses terapi. Tapi, mengingat ikan-ikan di Goa Ngerong berada pada sendang dengan sumber air mengalir, saya optimis saja bahwa penyakit-penyakit yang dimaksud akan terbawa arus sejauh air mengalir, dan semoga penelitian tersebut nggak beneran terjadi pada saya dan orang-orang yang menikmati terapi ikan di sana. Amin. Karena, menurit saya akan terlalu sayang untuk melewatkan manfaat yang bisa didapat seperti; melancarkan sirkulasi darah, meregangkan otot kaki, menjaga kesehatan kulit kaki, menenangkan fikiran, hingga membuat tidur lebih nyenyak.



Maklum saja, sendi-sendi kaki sendiri memiliki hubungan dan peran yang sangat penting bagi daya tahan tubuh. Ditambah lagi dengan suasana alam yang sejuk dan menyegarkan, tentunya akan membuat fikiran kita lebih rileks. Dan, memungkinkan juga bagi saya untuk lebih siap menghadapi pekerjaan di hari senin tanpa melalui masa sindrom hari senin kebanyakan. Ya, nggak?

Sincerely,
Manfaat dan Dampak Negatif Terapi Ikan,













Tips dan Info Wisata: Mengajarkan Etika Berwisata Sedari Dini

with 5 comments
Tips dan Info Wisata: Mengajarkan Etika Berwisata Sedari Dini

Siang itu, hembus udara segar begitu terasa menyapu halus anak rambut di kepala. Saya dan para krucil mulai melangkah menuju entrance Maharani Zoo dan Goa, di setiap lorong jalan yang saya lewati, di sana terdapat pelang kecil yang berisi tentang tips dan info wisata dan tentunya beberapa aturan tak tertulis lain yang harus kami patuhi, demi keselamatan diri dan hal-hal yang tak diingini menimpa objek wisata yang ada.

Yang Laris Manis di DigitaLife

with 12 comments
Yang Laris Manis di DigitaLife - elisa-blog.com

Yup! H-1 menjelang pergantian tahun 2015 ke tahun 2016, dan rasanya kurang kekinian berkesan kalau saya belum buat daftar postingan terlaris di tahun 2015 yang sudah menjadikan blog saya masih layak dijamah sama pengunjung, padahal saya benar-benar hiatus di awal-awal tahun 2015 karena usia kehamilan saya sudah masuk trisemester tiga dan kondisi pasca melahirkan yang bikin nggak bisa buka dashboard blogger sama sekali. Manja, hih!

Dan ini lah 7 postingan terlaris dan termanis versi DigitaLife :D

Sedikit Buah Tangan dari Akhir Pekan yang Panjang

with 7 comments
Malindo Swimming Poll - Lowayu Gresik

Minggu, 27 Desember 2015.

Waktu itu jarum jam menunjukkan pukul 12 lebih beberapa menit, mobil yang kami tumpangi berjalan pelan di bawah terik matahari siang yang tampak malu-malu tertutup mendung kelabu. "Kita ke pantai Pasir Putih Gresik aja, ya?" tanya saya ke para krucils yang sedang ribut di jok belakang. "Ah.... nang Malindo ae loh, Mbak... " seloroh adik saya yang paling bungsu. Baiklah, jadi Malindo ini adalah semacam tempat pemandian kolam renang, di mana kolam renang tersebut pasti bakal terisi penuh pada musim liburan begini. Galau. "Ke Pasir Putih aja, nanti bisa kum-kum di laut, lebih enak, airnya mengalir langsung, jadi biar pun terisi banyak orang, airnya tetap bersih." saya coba beri penjelasan kepada adik saya, eh... Ezha malah ngerengek minta ke Malindo juga. Yasyudahlah, apa mau di kata, toh saya ngajak Abang jalan-jalan juga buat nyenengin para krucils.

Air Terjun Coban Canggu - Pacet

with 17 comments
Waktu itu.. jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 lewat 15 menit, mobil yang saya tumpangi melaju pelan melewati kelokan jalan dengan berjejer muda-mudi yang sedang asik menikmati kopi di warung-warung tenda di sepanjang pinggiran jalan yang menanjak. Pemandangan terlihat indah dari atas bukit, membuat saya semakin tidak sabar untuk segera turun dari mobil, bergabung bersama pengendara lain yang menyempatkan diri untuk berhenti dan menikmati keindahan yang disuguhkan oleh alam sekaligus mengabadikan setiap detailnya melalui gambar. Ya, pemandangan gunung yang menjulang menembus awan biru, dengan pohon-pohon hijau nan teduh sebagai penghiasnya. Setelah berhasil mengambil beberapa gambar yang sempurna, saya kembali melanjutkan perjalanan. 


Air Terjun Coban Canggu.



Jalan-Jalan ala Ekspedisi Warisan Kuliner

with 7 comments
Jalan-jalan. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan orang-orang dalam sebuah "perjalanan". Mulai dari menjelajah daerah tersembunyi agar bisa mendapatkan spot foto terbaik yang diinginkan, mengunjungi daerah tertentu hanya sekadar untuk bisa menikmati keindahan yang ditawarkan, dan juga menelusuri suatu daerah dengan tujuan untuk mencicipi beragam kuliner khas yang terdapat di daerah tersebut.

Belakangan ini, banyak orang melakukan "perjalanan" untuk bisa mencicipi beragam kuliner khas yang ada di seluruh penjuru Nusantara Indonesia. Bahkan salah seorang pegiat kuliner, Mas Arie Parikesit, saat ini sedang menjalankan program Ekspedisi Warisan Kuliner bersama tim-nya. Ekspedisi Warisan Kuliner sendiri adalah program yang diadakan dengan tujuan menelusuri warisan-warisan kuliner yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, yakni mulai dari Indonesia bagian barat, tengah, sampai Indonesia bagian timur, dengan 100 kota yang akan menjadi tujuan ekspedisi. Dalam program ini, tim ekspedisi tidak hanya sekadar jalan-jalan atau menilai enak/tidaknya suatu makanan, tim ekspedisi akan melakukan penelusuran lebih dalam lagi, mengenai sejarah, bahan otentik, dan cara pengolahan kuliner khas suatu daerah, melalui fixer (penghubung lokal) yang telah mengarahkan tim ekspedisi kepada narasumber, yang  dalam hal ini adalah sesepuh dan/atau pengolah kuliner khas yang dicicipi di setiap daerah. 

Perjalanan "Komplit" Menuju Taman Safari Prigen.

with 2 comments
Teman-teman terlihat panik ketika bis yang kami naiki tiba-tiba berhenti tepat setelah melewati bundaran yang di tengah-tengahnya terdapat patung badak -atau kuda nil, entah saya lupa- bermandikan air mancur di depan gapura menuju alas Taman Safari Prigen.  Tentu saja, pikiran negatif seketika menguasai mereka, bukan nggak mungkin kalau tiba-tiba saja ada Gajah, Badak, dan yang lebih parahnya lagi, Singa datang mendekat kemudian mencabik-cabik bis yang kami naiki, tapi syukurlah, karena itu hanya terjadi di khayalan mereka saja. Setelah beberapa menit Pak Sopir mencari tahu letak kesalahan sekaligus memperbaiki kerusakannya, pelan-pelan, bis kembali berjalan.
Perjalanan "Komplit" Menuju Taman Safari Prigen.
Tangan siapa ini?

Libur Lebaran di Pantai Mangrove Tuban.

with 15 comments
Selamat pagi semua... Bagaimana libur lebaran kalian? Sudah main ke mana saja? Atau.. Selama mengisi libur lebaran, dan bagi yang di rumah saja, sudah habis kue lebaran berapa toples? Hmmhh.. Saya, sih, karena orangnya nggak terlalu doyan, ya, sama kue-kue lebaran, jadinya cuma habis 4 toples saja, Monde Butter Cookies, Putri Salju, Astorr Cokelat, sama Pastel Kering. Sedikit banget, nggak, sih? Kalah banyak sama kalian, ya?
Libur Lebaran di Pantai Mangrove Tuban.
Pantai Mangrove. Mana Mangrovenya?
Jadi.. Hari kamis kemarin saya sama Abang sempat main-main ke Pantai Tasikharjo atau bagi warga Tuban sendiri biasa menyebutnya dengan Pantai Mangrove, di Jenu-Tuban. Sekedar mengisi libur lebaran, yang memang saya habiskan di Tuban, Abang yang pada hari-hari biasa sangat sulit buat diajak jalan-jalan, tiba-tiba saja ngajakin saya, "Yuk, kita kemana?" katanya waktu itu, otomatis saya senang dan tanpa mikir sekali-dua kali lagi, langsung saya iya-in saja ajakan Abang. Dan jadilah, Pantai Mangrove yang menjadi pilihan kami untuk memenuhi "Yuk, kita kemana?" nya Abang waktu itu.

Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara "Pantura Lamongan".

with 18 comments

"Mbak kita udah di pintu masuk 2 WBL" whatsapp dari Mas Dio, salah seorang dari tim Ekspedisi Warisan Kuliner, masuk ke hp saya tepat pukul 09.59 WIB. Akhirnya, pikir saya.
Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara "Pantura Lamongan".
Foto By: Aldio Merancia
Pagi sekitar pukul 08.15 WIB saya sudah duduk dengan manis di singgasana.. Baiklah, kursi yang berada di tempat biasa saya bekerja, menunggu kedatangan Mas Arie - ahli kuliner sekaligus koordinator Ekspedisi Warisan Kuliner -, Mas Dio - penulis/blogger -, dan Mas Stephy -photographer-, yang masih berada dalam perjalanan dari Gresik menuju Paciran.

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com