Personal Blog

Lifestyle, Parenting, Review, Culinary, Travel, Tips and more...

About Me

Kisah Disabilitas Dalam Selembar Layar Kaca.

with 19 comments
Disabilitas atau Difabel adalah suatu istilah yang meliputi gangguan; masalah pada fungsi tubuh dan strukturnya, Keterbatasan Aktivitas; kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, dan Pembatasan Partisipasi; masalah yang dialami individu dalam keterlibatan situasi kehidupan.
Sekarang ini teknologi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, entah itu bagi Non-Disabilitas ataupun Penyandang Disabilitas. Penyandang Disabilitas yang notabene memiliki kebutuhan khusus dalam bersosialisasi dengan dunia di sekitarnya, terkadang mengalami hal yang kurang berkenan, dalam hal ini kurangnya rasa empati Non-Disabilitas terhadap mereka para penyandang Disabilitas. Tanpa mereka tahu, mungkin ada sesuatu spesial dalam diri Penyandang Disabilitas tersebut, yang malah nggak dimiliki oleh kaum Non-Disabilitas.

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusian. 
Dalam postingan kali ini, saya akan menuliskan 2 judul film yang berkisah tentang orang-orang Penyandang Disabilitas dengan segala perjuangan dan prestasi yang dimiliknya. Tentunya kisah Disabilitas yang memiliki pesan moral berbeda-beda, dan pesan moral tersebut akan disampaikan melalui kecanggihan teknologi berupa perpaduan gambar dan suara. Ya, Dunia Film. Sebuah kisah disabilitas dalam selembar layar kaca, begitu saya menyebutnya #iniapasih.

Film adalah lakon hidup atau gambar bergerak yang biasa disimpan dalam media seluloid tipis dalam bentuk gambar negatif, yang seiring dengan perkembangan teknologi sekarang, film juga dapat disimpan dan diputar/dilihat secara langsung melalui teknologi digital.
Sebelumnya, saya akan sedikit menuliskan tentang bagaimana film bisa sampai menjadi media penyampai pesan. Perkembangan Film memang nggak jauh dari adanya teknologi fotograf, karena film sendiri merupakan hasil dari inovasi teknologi fotograf di mana yang awalnya hanya bisa menghasilkan sebuah gambar, menjadi urutan gambar yang bergerak melalui beragam teknik pengambilan gambar dari berbagai jenis kamera. Selanjutnya gambar bergerak dikembangkan menjadi sebuah film hitam-putih tanpa suara. Nggak berhenti sampai di situ, teknologi film tetap disempurnakan mengikuti perkembangan teknologi yang ada, hingga sampai saat ini, fim memiliki karakter spesial dengan audio dan visual. Karakter audio-visual tersebut menjadikan film sebagai media yang bisa memberikan rangsangan terhadap indera penglihat (mata) melalui gambar dan warna, serta Indera pendengar (telinga) melalui suara, sehingga dapat menghadirkan pengalaman tersendiri bagi penikmatnya. Efek pengalaman tersebut menjadikan film memiliki peran khusus sebagai media penyampai pesan bagi penikmatnya.

Nah, dari peran teknologi per-film-an sebagai media penyampai pesan tersebut, beberapa kisah tentang Penyandang Disabilitas yang kadang diperlakukan dengan cara yang nggak seharusnya pun mulai dipublikasikan agar dapat menggugah kesadaran dan rasa peduli kaum Non-Disabilitas terhadap Penyandang Disabilitas.

Berikut 2 contoh kisah Disabilitas yang sudah berhasil masuk dalam selembar layar kaca, Film. XD

1. Taare Zameen Par

Film Bollywod. Film yang rilis pada tahun 2007 tersebut di-produseri oleh Amir Khan yang juga ikut bermain di dalamnya. Mengisahkan seorang anak kecil bernama Ishaan yang selalu melihat dunia dengan imajinasinya, dia juga seorang Penyandang Disabilitas atau memiliki kebutuhan khusus dalam hal menulis dan membaca (Disleksia), keterbatasan tersebut membuat Ishaan selalu mendapat nilai jelek di setiap pelajarannya, yang akhirnya membuat guru-gurunya geram dan Ishaan dicap sebagai anak pemalas, nakal, dan idiot. Sampai akhirnya ada seorang guru bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan) yang melatih Ishaan untuk belajar Membaca, Menulis, Melukis dan Menghitung sedikit demi sedikit dengan cara naik turun tangga. Hingga akhirnya Ishaan bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya nggak bisa dia lakukan, layaknya anak-anak lain. Cara pembelajaran yang unik.

2. My Idiot Brother

Jujur, baru lihat trailer-nya saja mata saya sudah mbrebes mili. Film ini berkisah tentang Angel dan Kakaknya yang bernama Hendra seorang Penyandang Disabilitas. Karena Kakak dengan kebutuhan khusus tersebut, Angel sering dijadikan bahan ejekan oleh teman-temannya, sehingga dia merasa menyesal dan benci dengan keadaan yang sudah menimpa Kakaknya. Meski Hendra memiliki dunia imajinasinya sendiri, dan sikap Angel yang nggak bisa menerima kenyataan bahwa Dia adalah seorang Penyandang Disabilitas, bukan berarti Hendra nggak perduli dengan Angel.  Hendra tetap menyayangi Angel, layaknya rasa sayang seorang kakak normal terhadap adiknya.

Dari kedua film tersebut, orang akan menangkap pesan moral dari sudut pandangnya masing-masing. Mulai dari semangat juang, kasih sayang terhadap sesama dan prestasi-prestasi lain yang terdapat di dalamnya. Dan tentunya, akan menjadi pengingat bagi kita, Non-Disabilitas, yang kadang merasa "lebih" dibanding mereka para Penyandang Disabilitas.

Sekian kisah Disabilitas dan Teknologi dari saya. Semoga bisa sedikit memberi manfaat bagi para pembaca. Salam #LBI2016 #halah.

Sumber: Wikipedia

Sincerely, 

penyampaian-pesan-moral-kisah-disabilitas-melalui-teknologi-film.html

19 Komentar:

Tyaseta Rabita Nugraeni Sardjono said...

saya bantu angkat deh haaap
oh film ya. mantab
@guru5seni8
http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

Diary Khansa said...

Sebenernya ini bisa menyambung dengan tema teknologi kalau awalnya nggak langsung ngomongin film tentang penyandang disabilitas. Misalnya, sedikit cerita tentang definisi film. Lalu, melalui pesatnya perkembangan dunia perfilman dan alat pendukungnya, film bisa dijadikan media ampuh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kaum difabel. Salah duanya adalah film yang Mbak sebutin. Hehehehe, gitu sih #soksokan #maafkeun. Padahal aku juga bingung nulis apa. Tetep semangat Mbak!!! Btw My Idiot Brother yang nyanyi Afgan. Tapi, aku ga suka dengan kata "idiot". Entah kenapa :/

Diah Dwi Arti said...

saya juga bingung nih mbak mau nulis apa. hehe.

belum pernah lihat filmnya sih tapi betul deh kadang anak difabel dapat perlakuan kurang baik dari teman sekolahnya.

@diahdwiarti

andhikamppp said...

kalau di taree zamen par.

anak kecil itu lebih tepatnya mengidap penyakit disleksia.

yg kalau ga salah itu penyakit yg penderitanya kesulitan menerima informasi baru, ga bisa denger suara berisik, dan gagap aksara.

cmiiw

saya udh nnton filmnya dan emang kerennn

GE MAULANI said...

My Idiot Brother emang sukses bikin nangis, apalagi endingnya. Gak nyangka gambar yang selama ini ditempel-tempelin Hendra bisa jadi kayak tangan kakak yang mengenggam tangan adiknya. Di kehidupan nyata bahkan banyak sekali kaum Difabel yang menginspirasi dan bisa berprestasi lebih dari kaum non Difabel. Membuktikan bahwa perbedaan yang mereka miliki bukan penghalang untuk berprestasi.

@gemaulani

ahliah citra said...

My brother itu... sadness. Tapi hu'um setuju sama mba funny ga suka kata idiot nya

Dini Febia said...

Dan di dunia nyata juga lebih banyak :D

Elisa said...

Aaakk.. Terima kasih, Mbak Lucu XD

Sarannya bermanfaat banget, ini saya lagi ngumpulin info seputar teknologi film, sesuai saran dari, Mbak Lucu. :*

Ria Fasha said...

kayaknya dua film ini aku pernah tonton deh,,,
menginspirasi banget...
@chikarein

Perempuan November said...

aku kok ya belum nonton kedua film ini ya. iiih...gak updae aku ya.
iya sig, kadang lewat film, novel atau karya lainnya, kita baru nyadar kalau mereka yang punya kekurangan fisik itu nggak seharusnya kita pandang sebelah mata :)

xapinos.blogspot.com said...

yg taare zaman par keren banget,,
dari film itu gue jd ngefens sama amir khan,,
@aleksdejavu

Yuniari Nukti said...

Keduanya film baguus dan saya belum pernah lihat haha..
Baca komen-komen diatas jadi penasaran sama film My Idiot Brother. Tapi kayaknya Taaree Zameen Par juga bagus. Browsing, aah.. makasih infonya Mbak :)

Rahmah Chemist said...

Saya belum kesampaian nonton My Idiot Brother, cuma sekilas-kilas aja di PC teman

@amma_chemist

Nuniek KR said...

aku baru liat my idiot brother aja, yang India pernah liat trailernya...cuma aku belom nonton, suka baper :'(

@onlykharisma

nurul rahma said...

Hmmm, bener jugak yaaa. Media film bisa jadi sarana efektif biar kita semakin membaur dgn sodara2 yg difabel

@nurulrahma
bukanbocahbiasa(dot)com

Fillia Barden said...

Kalau ngomongin film secara khusus dalam perannya membantu mendukung awarnessvttg difabel, masih banyak film bagus lainnya yang berdasarkan kisah nyata. Coba nonton Temple Grandin. Jangan lupa juga kalo The Imitation Game yang akhir tahun lalu keluar itu juga berkisah ttg seotang dengan different ability yang berhasil memecahkan kode rahasia Jerman. Aku sempat ke museumnya, gak jauh dari tempatku tinggal. 😆

Fillia | www.womanofcourage.net

Elisa said...

Makasih buat masukannya, Mbak.. Ini cuma contoh sederhananya saja. Kebetulan 2 judul film itu yang agak familiar. Mungkin nanti saya cari tahu lagi buat 2 judul rekomendasi dari, Mbaknya. :)

Salam kenal. :D

Marfa Umi said...

My idiot brother favoritku itu mba^^

@umimarfa

Blogger Medan - aizeindra.id said...

Film keren kak, suka idiot brother. Kenak di alur ceritanya

You Can Contact Me

elisa.fariesta@gmail.com