Tuesday, March 14, 2017

Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu

Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Siang dengan panas terik yang cukup menyengat, jalanan penuh dengan lalu-lalang kendaraan yang berjalan pelan menunggu giliran, ditambah kerumunan orang-orang berbaris acak sampai melanggar bahu jalan demi sebuah antrian. Itulah gambaran tampak depan sebuah bangunan yang saya lihat ketika kendaraan yang saya tumpangi masih sibuk mencari tempat parkir yang kosong. Maklum, tempat yang saya kunjungi kali ini memang nggak menyediakan tempat parkir khusus. Tapi jelas itu menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk menambah mata pencaharian. Ya, menyediakan lahan parkir yang memanfaatkan lorong jalan sepi ataupun area depan ruko yang waktu itu saya lihat banyak yang tutup. Setelah kendaraan terparkir dengan aman, saya langsung bergabung dalam antrian untuk mendapatkan tiket masuk sebuah bangunan yang berdiri megah di hadapan saya.
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Lawang Sewu. Begitu orang-orang menyebutnya. Setiap mendengar nama Lawang Sewu, yang masuk dalam pikiran saya adalah Zaman Penjajahan Belandaacara televisi "Dunia Lain", dan seperti rumor yang beredar kebanyakan; "Mistis". Dan, di sini lah saya sekarang, akan menjelajah bangunan yang bernama Lawang Sewu dan melihat sendiri apa saja yang ada di dalamnya. Setelah mendapatkan tiket masuk dengan harga 10K untuk  dewasa dan 5K untuk anak-anak, saya menuju ke pos pengecekan tiket di entrance yang kedua, area lapang membentang dikelilingi banguan berlantai 3 dengan pohon besar yang rindang di tengahnya langsung menyambut kedatangan saya selaku tamu agung. Tanpa diduga, bapak suami tiba-tiba langsung mengambil posisi nyaman, bergabung dengan pengunjung lain, ketika mengetahui ada live musik keroncong di bawah pohon rindang tersebut. Maklum, bisa dibilang suam itu orangnya penikmat keroncong banget XD. Karena terlalu asik mendengarkan musik keroncong dengan suasana yang tenang meskipun ramai pengunjung waktu itu, membuat saya malah mager saking ayemnya. Tapi, yamasak jauh-jauh ke Lawang Sewu dari Lamongan cuma mau nikmatin live musik keroncong? Yakali.. Saya pun bergegas dengan sedikit malas buat melanjutkan tujuan awal, yakni mengelilingi bangunan-bangunan di dalam area Lawang Sewu tersebut (meskipun kemarin belum sepenuhnya eksplor, gegara bocil yang ngajak kejar-kejaran dari sana ke sono dan keburu capek duluan waks :()
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Bingung dengan rute awal yang harus diambil, saya memasuki salah satu pintu secara acak, yakni pintu yang berada di ujung, tepat di bawah salah satu bagunan yang memiliki tinggi berbeda dari dua bangunan di samping kanan-kirinya. Setelah beberapa langkah dari pintu, terdapat tangga yang menghubungkan lantai 1 dan 2 bangunan tersebut, tampak penuh dengan pengunjung, tentunya saya lebih memilih untuk melangkah ke pintu lain yang berada di sebelah kiri tangga untuk memasuki ruang panjang dengan sekat dan dengan masing-masing pintu yang menghubungkan tiap ruangan, di beberapa ruangan tersebut terdapat bingkai figura yang menampilkan sedikit cuplikan sejarah Lawang Sewu. Selain cuplikan-cuplikan sekilas, terdapat juga beberapa ruang yang sengaja diisolasi/dikunci(?), seperti bekas ruang tahanan dan bunker penyimpanan yang katanya memang nggak bisa dibuka dari "sananya".



Setelah puas mengelilingi sisi kiri bangunan, saya mengambil kesempatan ketika tangga yang saya sebutkan sebelumnya terlihat lumayan lenggang. Demi memenuhi rasa penasaran saya, Meskipun nggak bisa menelusuri lebih lanjut setiap ruangan yang berada di lantai 2 karena terdapat rantai besi yang menjadi pembatas antara anak tangga paling atas dan lantai 2, saya cukup dimanjakan oleh pemandangan berupa kaca besar dengan ornamen relief penuh warna yang konon katanya kaca warna tersebut sudah dibuat sekitar puluhan tahun lalu tapi sama sekali nggak luntur warnanya meski berhadapan langsung dengan sinar matahari, dan jangan ditanya bagaimana bagusnya kaca tersebut ketika saya melihatnya dari dalam dengan pencahayaan yang remang-remang. Menurut salah satu pemandu tour di sana, ornamen relief yang terdapat dalam kaca warna itu sebenarnya memiliki makna tersendiri yang juga berbeda-beda dari masing reliefnya. Jadi.. makna dari setiap gambar pada empat ornamen relief kaca di gedung Lawang Sewu adalah;
- Mozaik kaca inlay pertama melambangkan kemakmuran dan keindahan alam Jawa beserta isinya, yang bermakna semua adalah milik kekukasaan Hindia Belanda.
- Mozaik kaca inlay yang kedua bercerita tentang Kota Semarang dan Batavia pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada waktu itu.
- Mozaik kaca inlay yang ketiga menggambarkan Kota Semarang dan Batavia sebagai pusat perdagaangan laut atau maritim. Seolah-olah pemerintahan Hindia Belanda ingin menceritakan kebesaran armada maritimnya.
- Mozaik kaca inlay yang keempat adalah gambar dua orang perempuan yang menggambarkan sosok Dewi Fortuna dan Dewi Venus. Sosok Dewi Fortuna atau dewi keberuntungan yang tergambar pada relief kaca inlay menyiratkan makna bahwa pemerintahan Hindia Belanda selalu diberkahi dengan keberuntungan. Kemudian sosok Dewi Venus atau dewi kecantikan dan cinta kasih yang terbentuk dalam kaca inlay menyiratkan bahwa pemerintahan Hindia Belanda mengharapkan selalu datangnya kejayaan. (kacainlay.com)
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu



Setelah puas menikmati ornamen relief pada kaca tersebut, saya kemudian melangkah menuju pintu lain yang terletak di sebelah kanan tangga, di mana pada salah satu ruangannya terdapat semacam tangga bawah tanah, mengutip info dari pemandu wisata di sana, tangga tersebut berfungsi untuk menuju ruang tahanan bawah tanah, tapi waktu itu tangga tersebut dipenuhi dengan air pasang, yang entah dari mana asalnya, sehingga tempat itu terlihat seperti sumur, dan fyi air tersebut juga menurut informasi pemandu lagi nih, ya, bisa surut juga, tapi saya kurang jelas kapan pastinya waktu pasang-surut air yang menggenangi tangga tersebut. Setelah sedikit berkeliling di bangunan depan dengan 3 bagian tersebut, saya kembali memasuki bangunan lain yang letaknya paling belakang. Setelah melewati satu ruangan dengan tangga penghubung lainnya, suam ngajak keluar, katanya sih, auranya agak gimanaaa gitu, takutnya bocil kenapa-napa, harap maklum, suam saya itu parno-an. Saya yang tentunya sependapat sama dia, nurut saja.

Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dan kembali pada area lapang yang menampilkan live musik keroncong tadi. Menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para seniman dengan duduk-duduk cantik dengan para pengunjung lain sampai benar-benar merasa puas..
Share:

Tuesday, March 7, 2017

Tentang Agregator dari Sudut Pandang Awam

Tentang Agregator dari Sudut Pandang Awam
Source: Google Image
Banyak cara mempromosikan blog selain melalui sosial media. Begitulah kesimpulan yang saya dapat dari fakta yang menunjukkan bahwa begitu banyak wadah yang bisa dimanfaatkan untuk membagikan link tulisan kita. Entah itu dari yang paling mudah seperti sosial media, aplikasi chatting yang sekarang ini sudah menyediakan fitur berbagi status, atau seperti agregator berita yang sudah banyak membuka platform menulisnya sendiri dengan segala manfaatnya, sementara timsesnya juga seakan berlomba serta mencoba meminang para blogger untuk bergabung ke dalam platform menulis dari masing-masing agregator.

Share:

Monday, March 6, 2017

Mood Booster adalah Kolaborasi Unit CBX dan Langit Musik yang Berhasil Menemukan "Musiknya Hidupku"

Akhir-akhir ini saya lagi suka dengerin salah satu OST dari Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo, drama saeguk yang tayang menjelang akhir tahun 2016 dan ending-nya berhasil bikin sebagian k-drama lovers nggak bisa move on. 11-12 sama ending-nya, sebagian dari OST-nya pun bikin orang nggak bisa move on. Sebenarnya hampir dari semua OST memiliki alunan musik yang begitu enak dinikmati, tapi ada satu OST yang begitu sangat menarik perhatian saya, sehingga saya benar-benar mencari tahu siapa penyanyi dan apa judul dari OST tersebut. Dan final dari hasil pencarian saya adalah; For You (너를 위해) yang dinyanyikan oleh Sub Unit CBX dengan formasi 3 member dari EXO; Chen, Baekhyun, dan Xiaumin. Masing-masing vokalis benar-benar memiliki karakter suara yang khas, dan dari karakter berbeda tersebut, mereka berhasil menyanyikan lagu For You dengan indah dan enak didengar telinga saya.

Berawal dari For You, akhirnya saya searching lagu lain yang dinyanyikan oleh EXO-CBX tersebut. Melalui Langit Musik, saya menemukan fakta bahwa EXO-CBX sudah memiliki 1st Mini Album; Hey Mama! dengan 5 lagu yang semuanya sungguh saya suka.. saya suka.. *upin-ipin style* *cih!*. Dan, bisa dibilang, lagu-lagu dari CBX ini menjadi wujud dari "Musiknya Hidupku" selama 2 minggu ke belakang yang merupakan minggu paling riweuh di akhir bulan. Kolaborasi antara CBX dan Langit Musik benar-benar berhasil menjadi mood booster dan teman yang menyemangati saya dalam menyelesaikan tanggungan akhir bulan yang seakan membuat saya susah untuk sekadar bernafas lega.

Share:

Monday, February 27, 2017

Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial

 Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial, strategi menghadapi pembaca generasi millenial. Tips digital parenting.


Dalam beberapa artikel yang ada, Gen Y atau Generasi Millenial merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebut para generasi yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000. Karakteristik dari generasi millenial sendiri cenderung lebih aktif, kreatif, serta memiliki keinginan atau kemampuan dalam menggunakan kecanggihan teknologi semaksimal mungkin. Bisa kita lihat banyaknya pengguna teknologi dari generasi tersebut yang mulai memanfaatkan penggunaan media sosial sebagai sarana berbagi pengalaman dan informasi, sarana untuk menyalurkan hobi, serta sarana dalam melakukan riset bagi sebagian orang.

Tak terkecuali para ibu muda masa kini yang begitu antusias dalam mengumpulkan informasi melalui banyaknya artikel parenting yang tersebar, sebagai pedoman dalam memberi perawatan terbaik bagi anak mereka. Dari beberapa karakter generasi millenial dan antusiasme ibu muda masa kini tersebut, bisa dibilang bahwa teknologi memiliki pengaruh yang lumayan penting dalam penerapan gaya parenting generasi millenial. 

Lalu seperti apa dan bagaimana cara generasi millenial dalam menerapkan gaya parenting dengan dukungan teknologi?

- Gadget. Ibu muda dari generasi millenial cenderung lebih memilih untuk memperkenalkan cara menggunakan teknologi seperti gadget dalam memenuhi hiburan serta menambah pengetahuan si kecil. Saya sendiri kadang berlaku demikian, beberapa alasannya sih, biar si kecil mainnya di rumah saja, kalau siang kan panas, tuh, terus bisa mantau juga apa saja yang dia lakukan saat menggunakan gadget, serta berapa lama waktu yang digunakan untuk dia bermain sehingga nggak mengganggu istirahat siangnya. Bukan berarti mengekang, toh, masing-masing sudah seharusnya sesuai porsi, antara bermain sebagai hiburan, belajar untuk menambah pengetahuan, dan istirahat sebagai upaya menjaga ketahanan badan. Tapi hal tersebut juga harus seimbang, karena pada dasarnya tugas seorang ibu adalah mengarahkan atau membimbing, namun kebebasan anak dalam menentukan pilihan juga tetaplah yang utama. Selama hal tersebut baik, rasanya bukan masalah.

- Open Minded. Memiliki keterbukaan pemikiran dalam memberi dan menerima informasi tentang cara mengasuh atau merawat anak. Jadi sebagai ibu muda generasi millenial yang dikenal super hati-hati dalam menerapkan cara parenting pada anak-anaknya, mereka tentu nggak hanya menelan satu-dua artikel secara mentah, melainkan selalu siap menerima opini berbeda sebagai pembanding untuk kemudian disaring, karena bisa dipastikan akan ada banyak informasi metode parenting berbeda. Dan sudah seharusnya sebagai ibu, kita bisa menyesuaikan ragam informasi yang diterima dengan kondisi anak sebenarnya. Tentunya dengan keterbukaan seperti itu, akan membuat seorang ibu lebih bijaksana dalam menentukan gaya parenting terbaik bagi anaknya.

- Cashless. Dalam memenuhi kebutuhan si kecil, ibu muda generasi millenial cenderung lebih memilih belanja secara online dengan pembayaran CC atau bank transfer daripada harus berpayah-payah ngajak anak keliling pasar dan membayar secara tunai, belum lagi kalau si kecil rewel karena bosan berdesak-desakan di dalam pasar. Hal ini dianggap lebih efektif dan efisien, mengingat e-commerce sekarang juga sudah sangat begitu mudah digunakan. Tapi nggak harus setiap belanja juga, sih. Kalau menurut saya, mengajak anak ke pasar juga penting untuk dilakukan, dari sana kita bisa sedikit demi sedikit mengenalkannya bagaimana cara bersosialisasi secara "guyub dan rukun".

- Media Sosial. Melalui media sosial, segala bentuk rupa aktifitas dan keadaan orang dapat diketahui hanya dengan melihat layar HP. Ada satu ketika kiriman dari teman di grup Buibu facebook yang membahas tentang MPASI bertanya "anak saya susah pup nih, sudah 5 hari belum pup. Kasian :(. Buibu yang pernah punya masalah serupa bisa share solusi atau pengalamannya? Setelah pertanyaan tersebut muncul, bisa dipastikan akan banyak yang berkumpul untuk menyampaiakan beragam pengalaman serta solusi. Tentunya si penanya harus benar-benar pandai untuk memilih jawaban yang sesuai dengan keadaan anaknya. Di sini peran media sosial akan sangat membantu dalam mencari solusi dari masalah yang dihadapai ibu muda generasi millenial.

Sebagai blogger yang notabene masuk dalam generasi millenial, ibu muda, dan juga ikut serta menerapkan beberapa cara di atas. Dalam menerbitkan tulisan perihal parenting, saya rasa harus benar-benar sesuai pengalaman. Karena seperti yang sudah tertulis di atas, generasi millenial itu orangnya aktif, dalam hal ini ibu muda yang aktif dalam mencari informasi tentang parenting serta kreatif dalam menentukan artikel mana yang akan dijadikan pedoman gaya parenting. Jadi.. bukan nggak mungkin nantinya salah seorang dari sekian banyak ibu muda generasi millenial tersesat dalam tulisan parenting yang kita hasilkan, untuk membuat mereka tertarik dan membaca tulisan lebih lanjut, biasanya akan lebih mudah difahami kalau tulisannya dikemas dengan gaya curhat. Kenapa curhat? Karena pada dasarnya generasi millenial itu orangnya juga kepo, jadi kalau baca tulisan yang berbau-bau curhat gitu pasti pada antusias, tapi tetap kembali pada keabsahan tulisan juga, jangan sampai kita buat artikel hoax tanpa tahu kebenarannya.

Sincerely,

 Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial, strategi menghadapi pembaca generasi millenial. Tips digital parenting.







Share:

Tuesday, February 21, 2017

Kriteria Wisata Halal

Pertama kali mendengar nama "wisata halal" hal yang masuk dalam pikiran saya adalah wisata religi; wisata yang destinasinya mengunjungi tempat-tempat religius. Tapi pada kenyataannya wisata halal berbeda dengan wisata religi. Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang bukan hanya tempatnya saja yang memiliki unsur religi, melainkan pelayanannya pun harus mengacu pada aturan-aturan syariah Islam.

Seringnya ketika saya melihat orang-orang melakukan wisata religi seperti mengunjungi pesarean Sunan Drajat maupun Sunan Bonang, masih banyak, bahkan hampir semua kaum adam dan hawa berbaur jadi satu baik yang muhrim maupum belum muhrim. Dan itu jelas sedikit berbeda dengan kriteria yang masuk dalam sistem pelayanan wisata halal. Lalu apa saja bentuk dan kriteria yang terdapat dalam wisata halal?

Berikut adalah kriteria-kriteria wisata halal yang telah ditetapkan oleh CrescentRating dalam GMTI atau Global Muslim Travel Index selaku lembaga independen yang mengurusi masalah pariwisata halal.



Kriteria tersebut di atas tentunya akan meliputi hal-hal seperti pelayanan penginapan yang harus menyajikan makanan ataupun minuman yang nggak mengandung alkohol serta memiliki label halal dari pemerintahan (MUI). Fasilitas seperti kolam renang, spa, restoran juga dikemas secara terpisah antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim atau yang nyaman untuk wisata keluarga.

Selain itu penyedia jasa transportasi juga wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Dan nggak lupa bagi pemandu wisatanya juga harus bisa menyesuaikan diri; pakaian dan menjaga perilaku sesuai wisatawan muslim.

Di tempat saya sendiri terbilang cukup mudah dalam menemukan destinasi wisata religi, namun untuk menentukan destinasi tersebut masuk dalam kategori wisata halal masih ada beberapa yang perlu dibenahi agar memenuhi kriteria sesuai GMTI tersebut di atas.

Source: Kompasiana


Sincerely,

Share:

Tuesday, February 14, 2017

Tentang Memberi dan Menerima Melalui Blog

Saat ini blogger merupakan salah satu profesi yang layak untuk diperhitungkan, saya lihat, beberapa teman blogger dengan yakin memutuskan untuk resign dari profesinya sebagai full time worker kemudian beralih menjadi full time blogger, saya sendiri kagum dan percaua bahwa pilihan tersebut sudah melalui berbagai macam pertimbangan. Salah satu pertimbangan tersebut mungkin karena mereka lebih nyaman dengan profesi blogger yang memiliki sistem lebih fleksibel. Pekerjaannya, pun penghasilannya.

Menjadi blogger sendiri dituntut untuk ulet, kreatif, dan up-to-date, kalau enggak, bisa tertinggal jauh dari dunia persilatan. Tapi, kadang semaksimal apapun saya mencoba menghasilkan tulisan yang "baik dan benar" saya masih saja merasa ada yang kurang, melihat teman-teman blogger lain yang begitu detail ketika menyuguhkan sebuah tulisan, membuat saya merasa ciut. Bahkan sampai sekarang saya masih merasakan hal tersebut, padahal saya sadar, nggak ada faedahnya membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Karena pada dasarnya, setiap tulisan itu memiliki perannya masing-masing, bisa berperan sebagai pelengkap tulisan lain yang masih belum sempurna, ataupun menjadi wujud proses "gift and take".

Ya, seperti kata d'masiv "tak ada manusia yang terlahir sempurna" blogger pun juga nggak luput dari kekurangan. Tapi saya tetap mencoba untuk optimis bahwa setiap tulisan yang saya hasilkan pasti akan memberi manfaat atau info yang dibutuhkan bagi pembaca blog saya, dan masing-masing pembaca juga nggak menutup kemungkinan akan melihat dari sudut pandang berbeda yang nantinya akan ada beragam info penting dari tulisan saya yang bisa diberikan atau diambil oleh pembaca.
Selain memberikan sedikit manfaat dari tulisan saya yang pas-pas-an, saya juga bisa menerima manfaat dari blogger lain. Misal seperti blogger project: Collaborative Blogging cetusan Kumpulan Emak Blogger yang saya ikuti sekarang ini, dari sana saya bisa mendapat inspirasi atau ide tulisan ketika mood menulis saya lagi apa banget, sementara batas waktu menyetor tulisan untuk Liga Blogger Indonesia akan segera tiba.

Pada akhirnya, selama saya masih bisa melalui proses memberi dan menerima tersebut, saya akan tetap menulis dan menulis, selanjutnya saya akan melakukan evaluasi agar bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi dan lebih banyak memberi bermanfaat pada pembaca blog saya. Amin!
Share:

Monday, February 13, 2017

Cara Praktis Menghadapi HOAX!

Cara Praktis Menghadapi HOAX!
Headline, salah satu poin penting yang bisa menjadi penentu apakah seseorang akan melanjutkan untuk membaca isi dari artikel atau melewati artikel begitu saja. Banyak kita temui portal berita yang mengemas headline artikel secara heboh, sehingga sangat menarik minat seseorang untuk membuka link yang disebarkan. Namun, tak sedikit dari headline heboh tersebut penuh dengan tipu daya; judulnya ABC isi artikelnya XYZ, di situ pembaca akan merasa kecewa, waktu yang digunakan untuk membaca jadi sia-sia, kuota yang terlanjur dimakan data, pun manfaat yang didapat nggak sesuai yang dikira. 

Selain penulisan headline yang heboh, poin lain yang begitu menarik perhatian netizen adalah soal isu agama, politik, kesehatan, parenting, dan isu kemanusiaan. Ketika sekumpulan buibu berdebat soal mitos-mitos working mom vs stay-at-home mom, atau gambar-gambar penuh luka dengan caption yang juga penuh duka agar netizen memberi komentar amin kemudian bisa masuk surga, atau debat mengenai tokoh politik idola, dan ragam hot issue lainnya. Semua seakan terbawa dan rela menyisihkan waktu berharga hanya demi bisa memenangkan argumen masing-masing melalui kolom kecil di layar gadget mereka, padahal apa yang diperdebatkan sendiri belum jelas kebenarannya.

Share:

Tuesday, February 7, 2017

Berkenalan dengan Little Hippo Cloth-Diapers

Berkenalan dengan Little Hippo Cloth-Diapers

"Buat anak kok pakai coba-coba." Kira-kira seperti itu tagline salah satu minyak penghangat tubuh bayi. Memang, menentukan segala keperluan; pakaian, bedak, baby cream, sampai dengan pospak/clodi buat anak itu harus yang benar-benar sempurna. Tapi.. bagaimana kita tahu produk Y cocok dengan kulit bayi dan produk X bikin iritasi kalau nggak dicoba lebih dulu produknya? Jadi, sekarang ini, saya nggak hanya berpatok pada berapa banyak "bintang" yang diberi buibu pada suatu produk saja, melainkan dengan teliti mencoba sendiri produk-produk tersebut.

Pospak, sebagai working mom bisa dibilang, benda tersebut merupakan benda yang sangat berjasa dalam membantu meringankan pekerjaan rumah saya. Iya, saya pilih pospak yang nggak ramah lingkungan, pun nggak ramah sama isi dompet juga. Selama ini belum berani pilih clodi buat Qeis salah satu alasannya, sih, takut nggak cocok lah, nanti iritasi lah, apa lah, tapi.. seperti  yang saya tulis sebelum ini, kalau nggak dicoba dulu, mana tahu cocok enggaknya, yakan? Akhirnya beberapa hari yang lalu saya coba memilih salah satu clodi untuk dipakai Qeis, karena memang sengaja pilih clodi buat meringankan anggaran untuk pospak, saya maunya pilih clodi murah tapi berkualitas *emang ada gitu?*

Share:

Monday, February 6, 2017

Berkenalan dengan 5 Pejuang Liga Blogger Indonesia 2017

Berkenalan dengan 5 Pejuang Liga Blogger Indonesia 2017

Nggak terasa, Liga Blogger Indonesia - LBI sudah jalan satu bulan saja, memasuki pekan ke 5 di bulan penuh cinta ini LBI memberi titah untuk mengulas minimal 3 peserta LBI tahun ini. Dan sesuai dengan LBI yang memasuki musim ke 5 dan tantangan yang juga memasuki pekan ke 5, maka saya juga memutuskan bakal mengulas 5 blogger yang menjadi peserta LBI 2017 kali ini. 

Berkenalan dengan 5 Pejuang Liga Blogger Indonesia.

www.ririekhayan.com

Pemilik Kidung Kinanthi bernama Ririe Khayan yang merupakan pemenang LBI musim 4, Blog Kidung Kinanthi sendiri berisi tentang lifestyle yakni ragam gaya hidup. Dapat dilihat di sana banyak sekali artikel bermanfaat seperti info kesehatan, kuliner, wisata, serta sesuai dengan tagline yang diusung "Life is Flowing in its Story Leaving History" Mbak Ririe juga mengabadikan setiap momen kesehariannya melalui tulisan dalam Kidung Kinanthi tersebut. Template blog yang digunakan terbilang simple, karena ketika saya masuk pada homepage, di sana saya bisa langsung melihat tulisan terbaru dengang jelas, sayang untuk footer dan sidebar-nya masing kurang sesuai dengan tinggi postingan yang ditampilkan pada homepage. Karena bisa jadi pengunjung akan berhenti di tampilan postingan, dan malas untuk scroll lebih jauh ke bawah, di mana pada footer dan sidebar terdapat banyak info mengenai akun sosial dan grup blogger yang penting juga buat pengunjung yang belum tau akan info tesebut atau bagi pengunjung yang ingin mengenal Mbak Ririe lebih dekat lagi.
Share:

Tuesday, January 31, 2017

Ketika Semangat Ngeblog Menurun.

Tips Ketika Semangat Ngeblog Menurun.


Belakangan mood ngeblog saya lagi di atas angin, selalu siap menulis tapi perlu usaha yang lumayan buat menemukan ide dan waktu nulisnya. Jadi.. maaf kalau artikel di blog www.elisa-blog.com akhir-akhir ini agak mengecewakan karena komposisinya yang kurang maksimal. Tapi, meski begitu, sebagai salah satu pejuang Liga Blogger Indonesia yang mewajibkan pesertanya menulis posting paling enggak dua kali seminggu, saya tetap berusaha mengisi kekosongan di blog ini.

Biasanya hal pertama yang saya lakukan kalau lagi nggak ada ide buat nulis adalah  blogwalking.. Ya! Dari blogwalking kadang saya bisa dapat ilham gitu, inspirasi dari tulisan blogger satu dan blogger lain, atau kalau enggak review film / drama korea juga bisa jadi solusi, tapi.. berhubung hardisk laptop saya baru saja mengalami kecelakaan, rencana  awal yang mau review film ini-itu jadi gagal, filmnya raib, Boo.

Share:

Monday, January 30, 2017

Terima Kasih, Startup!



Bicara soal start up, sekarang ini di Indonesia sudah banyak berkembang start up dengan beberapa penggagas kaum muda belia penuh semangat dan talenta. Bagi mereka yang kaya akan ide kreatif dengan ulet memaksimalkan manfaat kecanggihan teknologi serta jaringan internet yang ada saat ini. Tapi Btw, apa sih, start up itu? Menurut sumber informasi dari Wikipedia.org, startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut startup karena perusahaan tersebut belum lama beroperasi, dengan sekitar usia 3 tahun dengan tim kerja yang nggak lebih dari 30 orang, dan tentunya sebagian besar merupakan perusahaan yang masih berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Startup sendiri lebih mengacu pada perusahaan dalam versi digital atau online, salah satu contoh perusahaan startup adalah e-commerce yang saat ini semakin membludak keberadaannya di Indonesia.

Saya sendiri sebagai makhluk tuhan yang paling syeksyih menjadi salah satu penikmat kemudahan-kemudahan yang dihadirkan oleh kecanggihan teknologi, merasa sangat terbantu dengan berkembangnya ragam startup tersebut. Mulai dari kebutuhan dalam bidang edukasi, hiburan terlebih jasa, semua dapat saya penuhi hanya dengan sekali duduk. Mau belanja? Buka e-commerce, mau belajar? banyak kok, startup yang menyediakan informasi penting dan terkini, mau nonton drama korea? gampang! streaming saja pakai siinih. Nah, kan, hanya dengan diam di tempat, semua kebutuhan rohani dan jasmani saya bisa terpenuhi melalui ide-ide kreatif para penggagas startup tersebut *sembah*.

Salah satu startup di Indonesia yang sudah menunjukkan kesuksesannya adalah forum komunitas kaskus, di sana terdapat banyak sekali kasak-kusuk yang syarat informasi bermanfaat, seperti artikel bisnis, suara pelanggan, teknologi, pendidikan, dan ragam tema artikel lain, selain artikel, kaskus juga menyediakan fitur kegiatan jual-beli online, serta forum diskusi antar member. Saya sendiri sempat dua kali membuat akun di forum tersebut, tapi akun tinggal lah akun, thread-nya macam rumah angker.

Beralih ke startup developer dalam bentuk e-commerce. E-commerce sendiri merupakan kegiatan perdagangan yang meliputi aktivitas jual-beli, promosi, serta sistem transaksi barang dan jasa melalui perangkat elektronik. E-commerce yang sudah pernah saya jajal adalah lazada, zalora, shoope, dan bukalapak. Masing-masing memberikan pengalaman tersendiri dan dua di antaranya menjadi e-commerce langganan ketika saya mager sementara sedang membutuhkan beberapa barang. Memutuskan untuk menjadi pelanggan tetap shoope dan bukalapak, tentunya bukan tanpa alasan, selain bisa langsung tanya-tanya dengan penjual melalui fitur chat, kedua e-commerce tersebut juga menyediakan fitur nego, meskipun negonya nggak bisa banyak-banyak banget, namanya emak-emak pantang kalau belanja nggak pakai nawar.

Sisi positif lain dari berkembangnya startup yang semakin pesat adalah; hal tersebut bisa menjadi inspirasi bagi insan kreatif lainnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain maupun ladang emas bagi dirinya sendiri. Tentunya sudah banyak sharing informasi yang bisa dilihat melalui internet, dan dari bekal info tersebut mereka bisa menciptakan startup lainnya. 

*sek sek, iki mbakas opo toh? XD* *nanya adminnya LBI* *dan pasti dijawab "gampang kok itu, nggak usah dipikirin* *tyendyang* *eh*



Share: