Saturday, April 29, 2017

Suka Makan? Kunjungi 5 Tempat Wisata Kuliner di Malang Ini!



Wisata kuliner merupakan salah satu daya tarik Kota Malang. Kota yang setiap musim liburan selalu dipenuhi oleh wisatawan lokal dan mancanegara ini, memang dikenal memiliki beberapa jajanan dan makanan tradisional yang belum tentu ditemukan di kota lain.

Berikut merupakan 5 tempat wisata kuliner yang bisa dikunjungi ketika kamu berlibur ke kota malang, di antaranya:

Toko Oen

Sumber : perutgendut.com
Toko Oen merupakan tempat makan kuno yang sudah berdiri sejak tahun 1930. Bangunan toko ini tidak pernah berubah sejak masa penjajahan Belanda. Ketika memasuki toko, kita akan disambut dengan interior dan furnitur khas masa kolonial yang klasik.

Menu favorit pengunjung toko adalah es krim yang cita rasanya tidak pernah berubah sejak bertahun-tahun. Selain es krim, pengunjung juga dapat memesan steak, nasi goreng, dan aneka kue yang rasanya tidak kalah lezat.
Share:

Tuesday, April 18, 2017

Mudahnya Bertransaksi Hanya dengan FinTech Aplikasi

Mudahnya Bertransaksi Hanya dengan FinTech Aplikasi Android PayTren

Mengulas tentang pertumbuhan teknologi yang semakin canggih memang nggak bakal pernah ada habisnya, terlebih teknologi digital yang katakanlah saat ini memiliki peran yang begitu besar terhadap kelangsungan dalam bidang pendidikan, informasi, hiburan, dan bisnis perbelanjaan online nasional. Dengan banyaknya aktifitas dalam dunia digital teknologi, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pertumbuhan layanan berbasis teknologi digital lainnya, salah satunya seperti FinTech. FinTech sendiri menurut pemahaman saya adalah sistem layanan keuangan yang ikut menghadirkan kemudahan dalam mengatur keuangan, transaksi, dan proses finansial lainnya dalam bentuk digital teknologi.

Seperti hari biasa, saat itu saya sedang menikmati alunan musik sambil sedikit merapikan data pekerjaan yang memang harus saya laporkan setiap hari kamis, beberapa user/calon user keluar-masuk kantor untuk membayar tagihan uang muka, atau sekedar bertanya tentang info stok kavling yang masih tersedia, sampai ada salah satu calon user yang sedikit mengajak saya berbincang di luar informasi yang ditanyakan sebelumnya. Calon user tersebut menjelaskan kepada saya tentang sebuah aplikasi android yang bergerak dalam bidang financial technology, nama aplikasi tersebut adalah PayTren, "wah mbaknya "jualan" juga ternyata" pikir saya. Sebenarnya saya kurang begitu tertarik dengan penjelasan tersebut, tapi demi tata krama kehidupan dan sopan santun antar sesama, saya dengan seksama mendengarkan penjelasan dari mbaknya mengenai apa saja yang bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi FinTech bernama PayTren tersebut.

Seperti halnya aplikasi atau website yang bergerak dalam bidang teknologi finansial lainnya, PayTren dapat menyuguhkan kemudahan-kemudahan dalam melakukan transaksi bulanan seperti pembayaran kredit pinjaman, asuransi syariah, tagihan listrik, PDAM, TV kabel, bisa juga untuk pembelian token listrik, pulsa prabayar, voucher game, bahkan untuk pembelian tiket pesawat sekalipun. Selain transaksi pembayan dan pembelian beberapa item di atas, pada aplikasi PayTren juga terdapat fitur yang memungkinkan pengguna untuk membeli aneka kuliner atau kebutuhan rumah tangga lain yang terdapat dalam daftar mitra PayTren tersebut. Jadi bisa dibilang juga, dengan aplikasi ini, pengguna bisa menjalankan bisnis berupa pelayanan jasa pembayaran dan pembelian dari fitur yang disediakan dengan begitu mudah.

Daebak banget nggak sih, ragam layanan yang ditawarkan. Saya yang awalnya agak ogah-ogahan dengerin penjelasan dari Mbak PayTren jadi sedikit memasang telinga biar bisa menangkap lebih jelas pembicaraan tentang PayTren tersebut. Ya.. meskipun pada akhirnya saya juga sama sekali nggak minat, atau mungkin belum minat, untuk bergabung dalam jajaran pengguna PayTren. Tapi paling enggak saya jadi tahu, apa itu PayTren, dan bagaimana sebuah aplikasi FinTech bekerja. Dari sini saya jadi pengen berkata kasar ke orang yang suka bilang "main hp mulu, kerjanya kapan?" Ckckck. Dan poin yang paling penting dari percakapan saya dengan Mbak PayTren adalah... *drumbroll*... Saya jadi punya bahan buat ngerjain tantangan tema pekan ke 15 Liga Blogger Indonesia kali ini. Oke, sekian bahasan tentang FinTech a.k.a Financial Technology kali ini. Mari bertemu pada postingan tema #LBI2017 pekan selanjutnya.. *kissbye*

Sincerely,
Mudahnya Bertransaksi Hanya dengan FinTech Aplikasi Android PayTren



Share:

Tuesday, April 11, 2017

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Jadi.. sekarang ini resto dan kafe dengan konsep yang instagram-able mulai menjamur di daerah saya, Paciran - Lamongan, mulai awal tahun 2017 kemarin banyak kafe bermunculan dan langsung penuh sesak dengan sekumpulan anak muda nan ceria di setiap sorenya, tapi nggak tau kenapa saya yang ikut senang dengan adanya perkembangan tersebut malah sama sekali belum minat buat sekadar icip-icip air putih di kafe-kafe tersebut. Oke. Sebenarnya bukan masalah nggak minat, cuma waktunya saja yang belum ada yang klop buat duduk-duduk manis di salah satu kafe tersebut.

Sampai pada pekan 14 #LBI2017 yang mengeluarkan tema tantangan "Review Rumah Makan di Daerahmu", dan di sini lah saya, menjadi bagian dari para anak muda yang sedang asik-asiknya menikmati siang mendung dengan aneka hidangan di Borjuis Food and Drink; salah satu kafe minimalis yang terletak di daerah Kranji - Paciran. Yah.. akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengambil jatah istirahat singkat saya.


Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Sesuai dengan nama Borjuis Food and Drink, kafe tersebut menyediakan beragam menu minuman dan makanan ringan, tapi yang saya tangkap dari handlettering yang menghiasi sebagian dinding kafe tersebut adalah; di sana hanya menyajikan aneka minuman dengan fokus kopi-kopian #halah. Tapi ternyata minumannya pun beragam banget, mulai dari beberapa jenis jus buah, minuman dengan tema tropical hawai seperti lemon tea, lecy tea, minuman besoda, dan tentunya nggak ketinggalan Hot/Ice mocha, cappucino, white coffe, dan ragam menu kopi-kopian lainnya, dan untuk menu makanannya sendiri ada mie borju, beef steak, chicken kebab, pizza beef untuk menu salty favour, serta banana split, pancake, waffle float dan crepes untuk menu makanan manisnya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Waktu berkunjung ke kafe tersebut saya memilih beef steak yang kelihatannya memiliki ukuran porsi cukup sebagai pengganti makan siang dan untuk minumannya alih-alih memesan minuman favorit beraroma kopi, saya lebih ingin mencoba minuman baru yakni pattaya ling di mana pada pamflet menu digambarkan dengan semangkuk minuman dengan cairan berwarna putih entah itu susu atau santan, dengan toping irisan buah-buahan segar, namun karena stok pattaya ling-nya lagi kosong, saya beralih ke lecy punch, overall makanan dan minumannya sesuai dengan lidah pemilih saya.

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink

Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Coffeshop; Borjuis Food and Drink


Untuk tempatnya sendiri, meskipun kadang terlalu bising dengan suara kendaraan karena jarak antar kafe dan jalan raya bisa dibilang terlalu dekat, tapi pelanggan cukup dibikin betah dengan konsep desain tempat yang seperti saya sebut sebelumnya, instagram-able. Dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan wall-art berisi kutipan-kutipan inspiratif sekaligus menarik dan penataan bangku yang rapi meski tempatnya kecil. Tampilan depan yang memilih warna monochrome sebagai background menjadi dara tarik tersendiri pagi calon pelanggan, apalagi teras yang cukup minimalis tersebut dilengkapi dengan hiasan televisi tabung dan mesin tik antik yang entah kenapa menurut saya menambah nilai seni dari kafe tersebut, ya.. meskipun cuma sedikit sih.

Buat teman-teman yang kebetulan main-main ke WBL dari arah Gresik/Surabaya atau yang sedang melewati jalur pantura Lamongan - Paciran, bisa banget mampir ke The Borjuis Food and Drink ini, letak dan harganya dijamin terjangkau, dan yang pasti bisa sedikit menghilangkan lapar dahaga ketika melakukan perjalanan jauh di siang hari. Jam operasionalnya dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Nah, sekian ulasan singkat dari saya, sampai ketemu di pekan Liga Blogger Indonesia selanjutnya.. bye-bye.. *kissbye*


Sincerely,


Share:

Monday, April 10, 2017

Hujan Kenangan di Museum Trowulan


Museum, selalu memunculkan rasa kagum dibarengi dengan penasaran tersendiri bagi pengunjungnya. Kagum karena koleksi benda unik yang tertata apik dan menjadi daya tarik di sana, dan penasaran dengan sejarah apa yang menjadikan benda tersebut layak masuk dalam kriteria benda yang menjadi koleksi di sebuah museum.

Hujan deras mengiringi perjalanan saya waktu itu, tempat yang menjadi tujuan terakhir dari akhir pekan singkat saya di Mojokerto adalah museum trowulan - atau ada juga yang menyebutnya museum mojopahit - yang termasuk dalam visit list pada perjalanan waktu itu. Museum Trowulan sendiri merupakan museum yang menyimpan berbagai macam benda peninggalan pada masa kerajaan mojopahit yang berpusat di desa Trowulan - Mojokerto. Selain peninggalan pada masa kerajaan mojopahit, di sana juga terdapat koleksi benda peninggalan dari beberapa kerajaan lain yang berdiri di Jawa Timur  seperti kerajaan airlangga, kahuripan, kediri, dan kerajaan singhasari.
Share:

Monday, April 3, 2017

Prediksi Tren Blogger Indonesia 2017


Belakangan saya jarang banget update tulisan di blog, nggak tau apa jadinya kalau saya nggak ikut Liga Blogger Indonesia musim 5 kali ini, mungkin blog ini sudah seperti rumah tua dengan lampu teras yang redup dan berkedip-kedip. Dan di sini lah, akhirnya.. Liga Blogger Indonesia sudah masuk pekan ke-13 dengan semangat yang kian anjlok, di mana dengan tema tantangan di setiap pekan selama tahun 2017 sudah berhasil menyumbang tulisan-tulisan nggak jelas di blog saya.

Kalau di Liga Blogger Musim 4 kemarin, menjelang akhir Maret seperti ini sudah hampir mencapai puncak klasemen, LBI musim 5 sekarang bakal melalui pekan yang lebih panjang dan mungkin bisa berakhir sampai pada Agustus 2017 mendatang dan itu akan menjadi slaha satu pemicu semangat saya untuk tetap menghidupkan aktivitas blog ini. Di trisemester kali ini tim LBI memberi tantangan pekan ke-13 dengan tema "Tren Blogger Indonesia 2017" yang dulunya tema tersebut keluar pada tantangan pekan 2 di LBI musim 4. Tentunya akan ada banyak sekali pilihan tema yang bisa menjadi tren blogger 2017 kali ini.

Tapi kali ini saya bakal mengulas 5 dari sekian banyak tema blog yang sudah pasti akan terus menjadi tren sepanjang masa sesuai dengan kebutuhan para pembaca. Jadi.. apa sih yang masih dan akan menjadi Tren Blogger Indonesia 2017 versi DigitaLife? Terhitung sudah 3 bulan kita melalui tahun 2017 ini, dan selama itu, menurut saya, tema yang masih dan menjadi tren di kalangan blogger adalah; travel, parenting, kuliner, tecno dan personal yang nggak bisa ditinggal di tiap tahunnya.

Travel. Seperti yang kita tahu, virus traveling sekarang ini mudah sekali menyebar dan menular, ada Si A upload foto di wisata hits ini, besoknya Si B tetiba sudah ada di sana juga, dan berlanjut ke Si C, B, X, dst, dst. Hal tersebut merupakan kesempatan bagi Blogger yang mengemas tema travel blog untuk membuat ulasan-ulasan mengenai suatu tempat wisata, karena semakin banyak virus travel yang menular, maka semakin banyak juga informasi yang dibutuhkan orang yang tertular virus tersebut dalam mencapai keinginannya untuk menyejajarkan diri di antara makhluk-mahkluk hits lainnya #halah. Selain itu, traveling sendiri juga bisa menjadi self healing bagi saya, kamu dan kalian setelah puas-sepuas-puasnya menjalani rumitnya hidup ini #apeu.

Parenting. Menjadi sangat penting ketika sekarang ini banyak sekali tersebar sekumpulan mamah muda dengan kecanggihan luar biasa yang sedang membutuhkan info seputar kebutuhan pendidikan atau perawatan paripurna untuk buah hati mereka. Ya, bahkan banyak saya temui forum-forum khusus bunda dan mamah sekalian yang mengulas artikel entah itu mengenai rekomendasi pendidikan, MPASI terbaik atau cara tepat untuk bunda yang memberi ASIP pada buah hatinya dst. Saya sendiri pernah mempraktikkan tips yang saya temukan di sebuah artikel tentang mengobati bapil pada balita usia 7 bulan secara alami, dan terbukti cara itu manjur banget. Dan mungkin dari 1-2 atau bahkan lebih banyak lagi tips dari sebuah artikel yang berhasil memenuhi kebutuhan informasi akan parenting tersebutlah, blog dengan tema parenting akan selalu ramai dikunjungi.

Culinary. Kadang traveling saja kurang lengkap kalau belum coba makanan khas dari tempat yang sedang kita kunjungi, blog dengan tema kuliner bisa menjadi pelengkap dari travel blog dengan menyajikan ulasan-ulasan tentang makanan wajib coba ketika kita berkunjung ke suatu tempat. Tapi bukan hanya terpaku pada rekomendasi makanan saja, sih, karena blog kuliner dengan fokus resep juga nggak kalah ramai. Apalagi bagi newlywed, byuh.. mereka yang lagi semangat-semangatnya melayani suami dengan menyajikan kreasi masakan yang super enak pasti bakal searching, browsing dan googling #halah resep makanan yang menjadi favorit suami. Selain newlywed buat kamu yang dalam masa pedekate sama camer bisa juga tuh, dicoba car-cari resep makanan favorit camer, biar dapat nilai A plus #yakali..

Techno. Kalau blog dengan tema satu ini sih, nggak perlu diragukan lagi eksistensinya mengingat melambungnya ragam gadget dengan kecanggihan yang menggiurkan penggunanya yang juga nggak kalah canggih, yang kadang saking canggihnya sampai kebablasan dan malah bikin gadget eror XD. Bagi sebagian pengguna mungkin akan melakukan pertolongan pertama dengan mencari info mengenai penanganan awal yang dibutuhkan dengan ciri kerusakan pada gadget, tentunya lagi-lagi tulisan blogger akan menjadi sangat bermafaat bagi mereka. Selain fokus terhadap service, blog tekno dengan fokus pada artikel tentang ulasan spesifikasi dan harga gadget, juga bisa dipastikan akan ramai pengunjung. Maklum, "kepuasan" manusia itu seakan nggak ada habisnya, sedikit saja ada barang baru dengan spesifikasi yang lebih keren, jari-jari gadget addict bakal dengan lincah memainkan keyboard gadgetnya untuk mengumpulkan info dari barang yang menjadi incarannya.

Personal. Terlepas dari ke-4 tren di atas, blog dengan tema personal saya yakin akan tetap bersinar. Curhat sana-sini, menceritakan pengalaman hidup yang tak seindah drama korea, akan selalu memiliki tempat tersendiri bagi pembaca, entah itu untuk diambil hikmahnya, atau hanya sekedar dijadikan bahan tertawaan. Tapi yang jelas, hanya kita para personal blogger yang mampu menjadi tempat berbagi untuk sebagian orang yang nggak mampu atau belum begitu berani membagikan pengalaman pribadi yang hanya berakhir pada buku diari. Bahkan sekarang banyak saya baca tulisan-tulisan blogger hits mengenai pengalaman pribadinya yang disampaikan secara frontal, dan meski hal tersebut berpotensi menjadi viral sebagai isu sensitif, namun apa yang disampaikan kadang memang benar begitu adanya.

Lima tema di atas adalak prediksi tren blog tahun 2017 dari saya yang akhir-akhir ini jarang menjamah blog XD. Tapi meski jarang, saya tetap mengikuti arus timeline teman-teman blogger di media sosial, kok, jadi mungkin dari hasil prediksi tersebut bisa sesuai, meski nggak menutup kemungkinan melenceng juga sih, Ehehehe. Btw, kalau menurut kalian, blog dengan tema apa nih yang bakal jadi tren di tahun 2017 ini?


Sincerely,

Share:

Tuesday, March 28, 2017

Serba-Serbi Reputasi Online

Source: Google
Selain personal branding, hal lain yang juga perlu dan harus diperhatikan oleh seorang blogger adalah reputasi online. Ya, bukan hanya di dunia nyata, dalam dunia maya pun kita harus menjaga reputasi agar bisa memberi kesan positif pada orang-orang yang terhubung dengan kita melalui online.

Status media sosial kadang menjadi salah satu poin yang menjadi acuan ketika seseorang ingin melihat lebih jauh tentang kita, karena.. itu lah yang saya lakukan ketika hasrat stalker saya mulai memuncak #halah dan berakhir dengan membaca status atau rentetan kiriman seseorang yang menjadi target saya. Maka dari itu, meskipun kadang bermain media sosial terasa sangat menyenangkan, bahkan sampai bikin lupa tanggunggan, bebas membagikan atau melakukan apapun layaknya burung yang terbang di angkasa luas, kita harus bisa melakukan kontrol diri, tetap bijaksana dalam mengelola media sosial yang akan menjadi salah satu poin penting dalam menyajikan riwayat reputasi online kita, sederhanya perihal konten yang akan kita bagikan, jangan sampai mengandung isu-isu sensitif atau informasi tertentu yang bakal bikin kita menyesal di kemudian hari karena bisa merusak riwayat reputasi online kita.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui reputasi online seseorang adalah dengan mengetikkan nama orang tersebut di kolom pencarian google, bukan rahasia lagi kalau kemudahan akses internet sekarang ini juga bisa dibilang sangat berpengaruh pada banyaknya riwayat aktifitas atau informasi tentang seseorang yang tersebar, entah itu informasi yang positif ataupun negatif. Kalau positif sih, itu memang harus, ya, tapi kalau yang tersebar justru informasi dari sisi negatif, hal tersebut tentunya akan menjadi cela pada reputasi online kita. Kalau toh, konten negatif tentang kita itu memang murni milik kita, misal pas zaman masih al4y kita sering upload foto atau status yang "dae-to-the-baks" kita jelas memiliki akses untuk menghapus konten tersebut sendiri, lah.. kalau konten itu punya orang lain yang entah karena alasan apa nyebar informasi negatif tentang kita bagaimana, dong? Tenang.. karena masalah ada itu untuk diselesaikan. Kita bisa menghapus/menghilangkan informasi negatif tersebut melalui pengajuan kepada google, meskipun konten negatif tersebut milik orang lain, dengan memenuhi S&K yang bisa dilihat di artikel "Menghapus Informasi di Google" di website google support.

Selain dua cara tersebut, yang paling mudah dalam mengetahui reputasi online seseorang adalah dengan membaca resume biodata yang tertera di profil media sosial mereka. Misal saya yang menamakan diri saya sebagai Blogger, maka saya menambahkan informasi kemampuan atau pekerjaan saya sebagai Blogger di akun-akun media sosial saya. Selain itu, menggunakan nama atau username yang sama di semua media sosial juga akan mempermudah seseorang untuk mengingat siapa kita. Dan yang terpenting adalah melengkapi informasi yang terdapat pada biodata media sosial kita, mulai dari info pendidikan, pekerjaan, bahkan kegiatan, film, atau musik yang disukai.

Saya sendiri sebelum menulis blogpost ini, sekilas mengecek nama saya di penelusuran google, dan karena selama 2016 kemarin mengikuti program arisan link yang diadakan oleh salah satu grup blogger, yang mengharuskan beberapa blogger yang tergabung di arisan tersebut membuat ulasan tentang blogger terpilih, jadi lah, ketika menelusuri nama saya di google yang keluar adalah ragam tulisan keren dari teman-teman blogger yang membantu membangun reputasi online milik saya. Terima kasih, Chingu-yaaa! #halah. Btw, kalian sudah coba cek riwayat reputasi online belum?

Sincerely,







Share:

Tuesday, March 14, 2017

Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu

Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Siang dengan panas terik yang cukup menyengat, jalanan penuh dengan lalu-lalang kendaraan yang berjalan pelan menunggu giliran, ditambah kerumunan orang-orang berbaris acak sampai melanggar bahu jalan demi sebuah antrian. Itulah gambaran tampak depan sebuah bangunan yang saya lihat ketika kendaraan yang saya tumpangi masih sibuk mencari tempat parkir yang kosong. Maklum, tempat yang saya kunjungi kali ini memang nggak menyediakan tempat parkir khusus. Tapi jelas itu menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk menambah mata pencaharian. Ya, menyediakan lahan parkir yang memanfaatkan lorong jalan sepi ataupun area depan ruko yang waktu itu saya lihat banyak yang tutup. Setelah kendaraan terparkir dengan aman, saya langsung bergabung dalam antrian untuk mendapatkan tiket masuk sebuah bangunan yang berdiri megah di hadapan saya.
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Lawang Sewu. Begitu orang-orang menyebutnya. Setiap mendengar nama Lawang Sewu, yang masuk dalam pikiran saya adalah Zaman Penjajahan Belandaacara televisi "Dunia Lain", dan seperti rumor yang beredar kebanyakan; "Mistis". Dan, di sini lah saya sekarang, akan menjelajah bangunan yang bernama Lawang Sewu dan melihat sendiri apa saja yang ada di dalamnya. Setelah mendapatkan tiket masuk dengan harga 10K untuk  dewasa dan 5K untuk anak-anak, saya menuju ke pos pengecekan tiket di entrance yang kedua, area lapang membentang dikelilingi banguan berlantai 3 dengan pohon besar yang rindang di tengahnya langsung menyambut kedatangan saya selaku tamu agung. Tanpa diduga, bapak suami tiba-tiba langsung mengambil posisi nyaman, bergabung dengan pengunjung lain, ketika mengetahui ada live musik keroncong di bawah pohon rindang tersebut. Maklum, bisa dibilang suam itu orangnya penikmat keroncong banget XD. Karena terlalu asik mendengarkan musik keroncong dengan suasana yang tenang meskipun ramai pengunjung waktu itu, membuat saya malah mager saking ayemnya. Tapi, yamasak jauh-jauh ke Lawang Sewu dari Lamongan cuma mau nikmatin live musik keroncong? Yakali.. Saya pun bergegas dengan sedikit malas buat melanjutkan tujuan awal, yakni mengelilingi bangunan-bangunan di dalam area Lawang Sewu tersebut (meskipun kemarin belum sepenuhnya eksplor, gegara bocil yang ngajak kejar-kejaran dari sana ke sono dan keburu capek duluan waks :()
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu


Bingung dengan rute awal yang harus diambil, saya memasuki salah satu pintu secara acak, yakni pintu yang berada di ujung, tepat di bawah salah satu bagunan yang memiliki tinggi berbeda dari dua bangunan di samping kanan-kirinya. Setelah beberapa langkah dari pintu, terdapat tangga yang menghubungkan lantai 1 dan 2 bangunan tersebut, tampak penuh dengan pengunjung, tentunya saya lebih memilih untuk melangkah ke pintu lain yang berada di sebelah kiri tangga untuk memasuki ruang panjang dengan sekat dan dengan masing-masing pintu yang menghubungkan tiap ruangan, di beberapa ruangan tersebut terdapat bingkai figura yang menampilkan sedikit cuplikan sejarah Lawang Sewu. Selain cuplikan-cuplikan sekilas, terdapat juga beberapa ruang yang sengaja diisolasi/dikunci(?), seperti bekas ruang tahanan dan bunker penyimpanan yang katanya memang nggak bisa dibuka dari "sananya".



Setelah puas mengelilingi sisi kiri bangunan, saya mengambil kesempatan ketika tangga yang saya sebutkan sebelumnya terlihat lumayan lenggang. Demi memenuhi rasa penasaran saya, Meskipun nggak bisa menelusuri lebih lanjut setiap ruangan yang berada di lantai 2 karena terdapat rantai besi yang menjadi pembatas antara anak tangga paling atas dan lantai 2, saya cukup dimanjakan oleh pemandangan berupa kaca besar dengan ornamen relief penuh warna yang konon katanya kaca warna tersebut sudah dibuat sekitar puluhan tahun lalu tapi sama sekali nggak luntur warnanya meski berhadapan langsung dengan sinar matahari, dan jangan ditanya bagaimana bagusnya kaca tersebut ketika saya melihatnya dari dalam dengan pencahayaan yang remang-remang. Menurut salah satu pemandu tour di sana, ornamen relief yang terdapat dalam kaca warna itu sebenarnya memiliki makna tersendiri yang juga berbeda-beda dari masing reliefnya. Jadi.. makna dari setiap gambar pada empat ornamen relief kaca di gedung Lawang Sewu adalah;
- Mozaik kaca inlay pertama melambangkan kemakmuran dan keindahan alam Jawa beserta isinya, yang bermakna semua adalah milik kekukasaan Hindia Belanda.
- Mozaik kaca inlay yang kedua bercerita tentang Kota Semarang dan Batavia pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada waktu itu.
- Mozaik kaca inlay yang ketiga menggambarkan Kota Semarang dan Batavia sebagai pusat perdagaangan laut atau maritim. Seolah-olah pemerintahan Hindia Belanda ingin menceritakan kebesaran armada maritimnya.
- Mozaik kaca inlay yang keempat adalah gambar dua orang perempuan yang menggambarkan sosok Dewi Fortuna dan Dewi Venus. Sosok Dewi Fortuna atau dewi keberuntungan yang tergambar pada relief kaca inlay menyiratkan makna bahwa pemerintahan Hindia Belanda selalu diberkahi dengan keberuntungan. Kemudian sosok Dewi Venus atau dewi kecantikan dan cinta kasih yang terbentuk dalam kaca inlay menyiratkan bahwa pemerintahan Hindia Belanda mengharapkan selalu datangnya kejayaan. (kacainlay.com)
Mencari Tau apa yang ada di Lawang Sewu



Setelah puas menikmati ornamen relief pada kaca tersebut, saya kemudian melangkah menuju pintu lain yang terletak di sebelah kanan tangga, di mana pada salah satu ruangannya terdapat semacam tangga bawah tanah, mengutip info dari pemandu wisata di sana, tangga tersebut berfungsi untuk menuju ruang tahanan bawah tanah, tapi waktu itu tangga tersebut dipenuhi dengan air pasang, yang entah dari mana asalnya, sehingga tempat itu terlihat seperti sumur, dan fyi air tersebut juga menurut informasi pemandu lagi nih, ya, bisa surut juga, tapi saya kurang jelas kapan pastinya waktu pasang-surut air yang menggenangi tangga tersebut. Setelah sedikit berkeliling di bangunan depan dengan 3 bagian tersebut, saya kembali memasuki bangunan lain yang letaknya paling belakang. Setelah melewati satu ruangan dengan tangga penghubung lainnya, suam ngajak keluar, katanya sih, auranya agak gimanaaa gitu, takutnya bocil kenapa-napa, harap maklum, suam saya itu parno-an. Saya yang tentunya sependapat sama dia, nurut saja.

Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dan kembali pada area lapang yang menampilkan live musik keroncong tadi. Menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para seniman dengan duduk-duduk cantik dengan para pengunjung lain sampai benar-benar merasa puas..
Share:

Tuesday, March 7, 2017

Tentang Agregator dari Sudut Pandang Awam

Tentang Agregator dari Sudut Pandang Awam
Source: Google Image
Banyak cara mempromosikan blog selain melalui sosial media. Begitulah kesimpulan yang saya dapat dari fakta yang menunjukkan bahwa begitu banyak wadah yang bisa dimanfaatkan untuk membagikan link tulisan kita. Entah itu dari yang paling mudah seperti sosial media, aplikasi chatting yang sekarang ini sudah menyediakan fitur berbagi status, atau seperti agregator berita yang sudah banyak membuka platform menulisnya sendiri dengan segala manfaatnya, sementara timsesnya juga seakan berlomba serta mencoba meminang para blogger untuk bergabung ke dalam platform menulis dari masing-masing agregator.

Share:

Monday, March 6, 2017

Mood Booster adalah Kolaborasi Unit CBX dan Langit Musik yang Berhasil Menemukan "Musiknya Hidupku"

Akhir-akhir ini saya lagi suka dengerin salah satu OST dari Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo, drama saeguk yang tayang menjelang akhir tahun 2016 dan ending-nya berhasil bikin sebagian k-drama lovers nggak bisa move on. 11-12 sama ending-nya, sebagian dari OST-nya pun bikin orang nggak bisa move on. Sebenarnya hampir dari semua OST memiliki alunan musik yang begitu enak dinikmati, tapi ada satu OST yang begitu sangat menarik perhatian saya, sehingga saya benar-benar mencari tahu siapa penyanyi dan apa judul dari OST tersebut. Dan final dari hasil pencarian saya adalah; For You (너를 위해) yang dinyanyikan oleh Sub Unit CBX dengan formasi 3 member dari EXO; Chen, Baekhyun, dan Xiaumin. Masing-masing vokalis benar-benar memiliki karakter suara yang khas, dan dari karakter berbeda tersebut, mereka berhasil menyanyikan lagu For You dengan indah dan enak didengar telinga saya.

Berawal dari For You, akhirnya saya searching lagu lain yang dinyanyikan oleh EXO-CBX tersebut. Melalui Langit Musik, saya menemukan fakta bahwa EXO-CBX sudah memiliki 1st Mini Album; Hey Mama! dengan 5 lagu yang semuanya sungguh saya suka.. saya suka.. *upin-ipin style* *cih!*. Dan, bisa dibilang, lagu-lagu dari CBX ini menjadi wujud dari "Musiknya Hidupku" selama 2 minggu ke belakang yang merupakan minggu paling riweuh di akhir bulan. Kolaborasi antara CBX dan Langit Musik benar-benar berhasil menjadi mood booster dan teman yang menyemangati saya dalam menyelesaikan tanggungan akhir bulan yang seakan membuat saya susah untuk sekadar bernafas lega.

Share:

Monday, February 27, 2017

Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial

 Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial, strategi menghadapi pembaca generasi millenial. Tips digital parenting.


Dalam beberapa artikel yang ada, Gen Y atau Generasi Millenial merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebut para generasi yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000. Karakteristik dari generasi millenial sendiri cenderung lebih aktif, kreatif, serta memiliki keinginan atau kemampuan dalam menggunakan kecanggihan teknologi semaksimal mungkin. Bisa kita lihat banyaknya pengguna teknologi dari generasi tersebut yang mulai memanfaatkan penggunaan media sosial sebagai sarana berbagi pengalaman dan informasi, sarana untuk menyalurkan hobi, serta sarana dalam melakukan riset bagi sebagian orang.

Tak terkecuali para ibu muda masa kini yang begitu antusias dalam mengumpulkan informasi melalui banyaknya artikel parenting yang tersebar, sebagai pedoman dalam memberi perawatan terbaik bagi anak mereka. Dari beberapa karakter generasi millenial dan antusiasme ibu muda masa kini tersebut, bisa dibilang bahwa teknologi memiliki pengaruh yang lumayan penting dalam penerapan gaya parenting generasi millenial. 

Lalu seperti apa dan bagaimana cara generasi millenial dalam menerapkan gaya parenting dengan dukungan teknologi?

- Gadget. Ibu muda dari generasi millenial cenderung lebih memilih untuk memperkenalkan cara menggunakan teknologi seperti gadget dalam memenuhi hiburan serta menambah pengetahuan si kecil. Saya sendiri kadang berlaku demikian, beberapa alasannya sih, biar si kecil mainnya di rumah saja, kalau siang kan panas, tuh, terus bisa mantau juga apa saja yang dia lakukan saat menggunakan gadget, serta berapa lama waktu yang digunakan untuk dia bermain sehingga nggak mengganggu istirahat siangnya. Bukan berarti mengekang, toh, masing-masing sudah seharusnya sesuai porsi, antara bermain sebagai hiburan, belajar untuk menambah pengetahuan, dan istirahat sebagai upaya menjaga ketahanan badan. Tapi hal tersebut juga harus seimbang, karena pada dasarnya tugas seorang ibu adalah mengarahkan atau membimbing, namun kebebasan anak dalam menentukan pilihan juga tetaplah yang utama. Selama hal tersebut baik, rasanya bukan masalah.

- Open Minded. Memiliki keterbukaan pemikiran dalam memberi dan menerima informasi tentang cara mengasuh atau merawat anak. Jadi sebagai ibu muda generasi millenial yang dikenal super hati-hati dalam menerapkan cara parenting pada anak-anaknya, mereka tentu nggak hanya menelan satu-dua artikel secara mentah, melainkan selalu siap menerima opini berbeda sebagai pembanding untuk kemudian disaring, karena bisa dipastikan akan ada banyak informasi metode parenting berbeda. Dan sudah seharusnya sebagai ibu, kita bisa menyesuaikan ragam informasi yang diterima dengan kondisi anak sebenarnya. Tentunya dengan keterbukaan seperti itu, akan membuat seorang ibu lebih bijaksana dalam menentukan gaya parenting terbaik bagi anaknya.

- Cashless. Dalam memenuhi kebutuhan si kecil, ibu muda generasi millenial cenderung lebih memilih belanja secara online dengan pembayaran CC atau bank transfer daripada harus berpayah-payah ngajak anak keliling pasar dan membayar secara tunai, belum lagi kalau si kecil rewel karena bosan berdesak-desakan di dalam pasar. Hal ini dianggap lebih efektif dan efisien, mengingat e-commerce sekarang juga sudah sangat begitu mudah digunakan. Tapi nggak harus setiap belanja juga, sih. Kalau menurut saya, mengajak anak ke pasar juga penting untuk dilakukan, dari sana kita bisa sedikit demi sedikit mengenalkannya bagaimana cara bersosialisasi secara "guyub dan rukun".

- Media Sosial. Melalui media sosial, segala bentuk rupa aktifitas dan keadaan orang dapat diketahui hanya dengan melihat layar HP. Ada satu ketika kiriman dari teman di grup Buibu facebook yang membahas tentang MPASI bertanya "anak saya susah pup nih, sudah 5 hari belum pup. Kasian :(. Buibu yang pernah punya masalah serupa bisa share solusi atau pengalamannya? Setelah pertanyaan tersebut muncul, bisa dipastikan akan banyak yang berkumpul untuk menyampaiakan beragam pengalaman serta solusi. Tentunya si penanya harus benar-benar pandai untuk memilih jawaban yang sesuai dengan keadaan anaknya. Di sini peran media sosial akan sangat membantu dalam mencari solusi dari masalah yang dihadapai ibu muda generasi millenial.

Sebagai blogger yang notabene masuk dalam generasi millenial, ibu muda, dan juga ikut serta menerapkan beberapa cara di atas. Dalam menerbitkan tulisan perihal parenting, saya rasa harus benar-benar sesuai pengalaman. Karena seperti yang sudah tertulis di atas, generasi millenial itu orangnya aktif, dalam hal ini ibu muda yang aktif dalam mencari informasi tentang parenting serta kreatif dalam menentukan artikel mana yang akan dijadikan pedoman gaya parenting. Jadi.. bukan nggak mungkin nantinya salah seorang dari sekian banyak ibu muda generasi millenial tersesat dalam tulisan parenting yang kita hasilkan, untuk membuat mereka tertarik dan membaca tulisan lebih lanjut, biasanya akan lebih mudah difahami kalau tulisannya dikemas dengan gaya curhat. Kenapa curhat? Karena pada dasarnya generasi millenial itu orangnya juga kepo, jadi kalau baca tulisan yang berbau-bau curhat gitu pasti pada antusias, tapi tetap kembali pada keabsahan tulisan juga, jangan sampai kita buat artikel hoax tanpa tahu kebenarannya.

Sincerely,

 Teknologi dan Gaya Parenting Generasi Millenial, strategi menghadapi pembaca generasi millenial. Tips digital parenting.







Share:

Tuesday, February 21, 2017

Kriteria Wisata Halal

Pertama kali mendengar nama "wisata halal" hal yang masuk dalam pikiran saya adalah wisata religi; wisata yang destinasinya mengunjungi tempat-tempat religius. Tapi pada kenyataannya wisata halal berbeda dengan wisata religi. Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang bukan hanya tempatnya saja yang memiliki unsur religi, melainkan pelayanannya pun harus mengacu pada aturan-aturan syariah Islam.

Seringnya ketika saya melihat orang-orang melakukan wisata religi seperti mengunjungi pesarean Sunan Drajat maupun Sunan Bonang, masih banyak, bahkan hampir semua kaum adam dan hawa berbaur jadi satu baik yang muhrim maupum belum muhrim. Dan itu jelas sedikit berbeda dengan kriteria yang masuk dalam sistem pelayanan wisata halal. Lalu apa saja bentuk dan kriteria yang terdapat dalam wisata halal?

Berikut adalah kriteria-kriteria wisata halal yang telah ditetapkan oleh CrescentRating dalam GMTI atau Global Muslim Travel Index selaku lembaga independen yang mengurusi masalah pariwisata halal.



Kriteria tersebut di atas tentunya akan meliputi hal-hal seperti pelayanan penginapan yang harus menyajikan makanan ataupun minuman yang nggak mengandung alkohol serta memiliki label halal dari pemerintahan (MUI). Fasilitas seperti kolam renang, spa, restoran juga dikemas secara terpisah antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim atau yang nyaman untuk wisata keluarga.

Selain itu penyedia jasa transportasi juga wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Dan nggak lupa bagi pemandu wisatanya juga harus bisa menyesuaikan diri; pakaian dan menjaga perilaku sesuai wisatawan muslim.

Di tempat saya sendiri terbilang cukup mudah dalam menemukan destinasi wisata religi, namun untuk menentukan destinasi tersebut masuk dalam kategori wisata halal masih ada beberapa yang perlu dibenahi agar memenuhi kriteria sesuai GMTI tersebut di atas.

Source: Kompasiana


Sincerely,

Share: