Personal Blog: Menuliskan Semua Kisah dan Ulasan tentang Gaya Hidup di Era Digital

About Me
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Ciri GERD yang Dirasakan Ketika Asam Lambung Naik

with Leave a Comment

Ciri-Ciri GERD Asam Lambung

GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik hingga ke kerongkongan, sehingga akan menyebabkan rasa tidak nyaman. Hal tersebut bisa terjadi karena katup lambung yang tidak berfungsi secara optimal sehingga lebih mudah terbuka.

GERD tersebut juga bisa disebabkan karena pola makan dan gaya hidup yang tidak baik. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan katup yang tidak berfungsi optimal dan mengalami berbagai ciri-ciri GERD yang dapat dirasakan yaitu:

1. Heartburn

Apabila sudah mempunyai masalah GERD, maka sebaiknya jaga pola makan dan juga kebiasaan yang dapat menyebabkan kondisi tersebut muncul kembali. Misalnya dengan menghindari makan sebelum tidur, jangan tiduran setelah makan, menghindari makanan pedas berlebihan, dan juga berbagai jenis makanan lainnya yang dapat menyebabkan asam lambung naik. Apabila hal tersebut tidak diperhatikan maka akan mengalami gejala GERD yang dirasakan yang pertama adalah heartburn. Gejala ini akan bisa membuat khawatir karena berpikir mempunyai masalah pada jantung. Karena sakit yang dirasakan adalah di bagian dada yaitu rasa seperti terbakar hingga keluarnya keringat dingin. Heartburn ini merupakan keluhan yang paling umum dirasakan bagi penderita GERD. Heartburn ini dapat dirasakan dan akan lebih parah ketika setelah makan dan juga memburuk apabila berbaring atau duduk. Rasa nyeri terbakar yang dialami tersebut disebabkan oleh asam lambung yang naik ke pipa kerongkongan.

2. Regurgitasi

Gejala GERD selanjutnya ketika sedang kambuh adalah regurgitasi. Kondisi ini merupakan rasa pahit yang dirasakan di bagian belakang mulut hingga ke tenggorokan. Regurgitasi ini juga akan lebih parah apabila setelah makan. Apabila mengalami regurgitasi ini akan membuat mulut merasa tidak enak karena terasa pahit. Seperti merasakan ada aroma dan rasa ketika akan muntah. Regurgitasi ini bisa terjadi karena membungkuk ketika makan, olahraga tanpa pemanasan, makan dalam porsi yang besar, dan karena mengonsumsi makanan tertentu yang menyebabkan mengalami regurgitasi.

3. Bau Nafas yang Tidak Sedap

Selain dapat mengalami rasa pahit di bagian mulut dan kerongkongan, hal tersebut juga akan berdampak pada bau mulut yang keluar. Ketika GERD sedang kambuh maka akan menyebabkan bau nafas yang tidak sedap. Bau nafas ini merupakan ciri dari asam lambung naik sehingga akan mengganggu ketika berinteraksi dengan orang lain. Selain bau nafas, asam lambung naik juga menyebabkan sulit untuk menelan karena seperti ada benjolan yang ada di kerongkongan. Hal ini disebut juga sebagai disfagia yaitu ketika terasa makanan yang ada di tenggorokan dan tidak segera turun ke lambung.

4. Batuk kronis

Ciri-ciri Gerd selanjutnya adalah mengalami batuk kronis. Apabila sudah mengalami batuk dalam jangka waktu lama dan telah diobati obat batuk tetapi tidak mempunyai hasil, maka hal tersebut bisa jadi karena asam lambung naik. Batuk kronis dapat dialami karena merupakan reaksi tubuh saat ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Hal tersebut merupakan pertahanan alami yang akan dilakukan tubuh. Batuk juga merupakan pertahanan bagi penderita GERD ketika asam lambung naik.

5. Panas dalam

Ciri ketika GERD kambuh yang terakhir adalah mengalami panas dalam. Hal ini juga akan diikuti dengan rasa nyeri ketika menelan makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung yang menyebabkan iritasi yang terjadi pada pita suara.

Untuk mengatasi gejala ini dan lainnya seperti di atas bisa langsung untuk mengkonsumsi Promag. Obat ini sudah dikenal ampuh sebagai obat maag, GERD, dan gangguan lambung lainnya dengan hasil optimal.

Itulah beberapa ciri yang bisa kamu rasakan saat GERD kambuh, tapi kamu bisa membaca website resmi dari promag untuk mengetahui ciri – ciri gerd yang lebih lengkap, beserta cara untuk mengatasinya jika hal tersebut sudah terjadi, dan saya akhiri sampai di sini dulu sampai jumpa lagi di pertemuan yang akan datang.


Sincerely,
Lifestyle Blogger




Slice Of Life di Tengah Coronavirus Outbreak Part 2

with Leave a Comment
Slice of Life


Setelah curhatan saya tentang Sepenggal Kehidupan di awal masa pandemi, kali ini saya akan sedikit curhat lagi tentang saya yang selalu mendapat hasil positif mulai dari rapid test, swab antigen, ataupun PCR padahal saya dalam keadaan baik-baik saja.

Jadi bertepatan pada hari Selasa di pertengahan bulan Januari 2021, sekitar jam 11 siang, tiba-tiba salah satu atasan saya datang ke kantor dan melihat teman-teman pada pakai jaket, maklum beberapa hari sebelumnya mereka memang kehujanan pas pulang kerja, dan salah satu teman saya langsung terkena flu parah, yang lain masih di tahap meriang, sementara saya masih stay cool karena Alhamdulillah di hari itu saya nggak merasakan gejala flu apapun. Melihat keadaan penghuni kantor yang pada lesu, atasan saya auto bilang;

"Loh.. Kok pada pakai jaket? Kalian sakit?"

"Ya udah besok antigen semua"

Ketika mendengar atasan memberi intruksi untuk segera melakukan swab antigen satu kantor, dan mengingat saat itu saya yang paling "sehat" sendiri, jadi saya auto sigap mencari informasi rumah sakit di Lamongan yang menyediakan swab antigen, karena dulu antigen kan masih baru dan masih susah dicarinya kan, jadi belum semua rumah sakit menyediakan antigen ini.

Setelah menghubungi 3 rumah sakit buat tanya-tanya cara pendaftaran, biaya, dan prosedur, dan administrasi yang harus disiapkan,  pilihan kami saat itu adalah melakukan antigen di RSIA Nasrul Ummah, selain administrasinya bisa diselesaikan secara online slash hanya lewat whatsapp saja, harga swab nya juga terbilang lebih ramah di kantong, ya.. meskipun nanti dapat reimburse dari kantor kan sebagai karyawan yang baik harus tetap merhatiin pengeluaran kantor juga kan..

Hari rabu berkas administrasi yang dibutuhkan sudah terkumpul dan dikirim ke tim admin RSIA, dan hari kamisnya petugas swab antigen dari RSIA datang ke kantor dengan membawa alat-alat yang dibutuhkan. Cepet banget ya prosesnya? Iya kebetulan salah satu teman kantor suaminya ada yang kerja di bagian administasi rumah sakitnya, jadi prosesnya bisa terselesaikan dengan cepat dan nggak ribet.

Oke lanjut ke cerita swab antigen..

Seperti yang saya bilang di atas, karena saya merasa sangat sehat sendiri, saya begitu PD mempersiapkan segala yang dibutuhkan, pun PD minta swab di urutan awal, waktu itu saya dapat nomor 3 kalau nggak salah. Sambil antri, sambil haha-hihi, tanpa rasa takut sedikitpun, jadi bisa dipastikan imun saya lagi bagus-bagusnya. Karena saya sendiri termasuk warga negara yang super patuh dengan prokes yang diterapkan di awal pandemi dulu, berbagai tips kesehatan saya lakukan agar saya terjaga dari virus yang membuat resah seluruh isi dunia itu.

Ketika tiba giliran saya, saya tanya-tanya ke petugas yang kebagian ambil sampel, "Pak untuk hasilnya nanti bisa langsung keluar atau gimana ya?"  petugas bilang kalau hanya perlu nunggu kurang-lebih 3 jam dan hasil bisa diambil ke RSIA dengan membawa surat pengantar beserta bukti bayarnya, tapi karena pasiennya adalah kita para emak-emak rempong nan tangguh dari Insani Land, bapak petugasnya disekap di kantor sampai hasilnya keluar dong XD

Dan ternyata... Lagi-lagi niat baik, usaha, dan rasa PD saya berbanding terbalik dengan hasil swab antigen yang saat itu sudah jelas menunjukkan kalau garis merahnya ada 2. Yak.. Saya positif. Duh rasanya nano-nano seru, saya sehat banget lo ya, bahkan teman saya yang flu-nya parah saja dia negatif? Nggak salah? Wah.. Auto anjlok imun saya waktu itu.

Tapi the show must go on kan.. Saya dan teman-teman yang mendapat hasil positif langsung pulang ke rumah masing-masing buat nerapin protokol isolasi mandiri. Karena kata petugas dari RSIA kalau gejalanya nggak parah bahkan nggak ada gejala sama sekali, nggak perlu swab PCR lagi karena hasil dari antigen sebenarnya sudah akurat, jadi kita cukup istirahat di rumah saja dan menjaga serta meningkatkan imun dengan konsumsi makanan yang lebih bernutrisi lagi.

Kita sih oke saja, tapi peraturan kantor tetaplah peraturan, kita lanjut ke PCR dan kantor mulai lockdown, kita WFH selama 2 minggu lebih karena seperti antigen, hasil PCR pun positif.  Padahal menurut saya, dana budget buat PCR nya mending dikasih ke kita yang hasil antigennya positif saja, lumayan bisa buat beli kebutuhan lain, karena selama isoman pun ternyata banyak yang harus disiapkan seperti konsumsi makanan yang lebih bernutrisi, booster vitamin d3 1000, vitamin C dan beberapa booster lainnya yang bisa dibeli di toko online kesehatan mengingat kita lagi isoman kan.

Tapi saya  bersyukur banget, karena akhirnya saya bisa istirahat agak lama di rumah, setelah berbulan-bulan jatah libur diundur terus karena mengikuti peraturan pemerintah, selain itu.. karena saya nggak mengalami gejala sama sekali, saya tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa di rumah, dengan menjaga jarak dan tentunya menerapkan protokol kesehatan.

Jadi kesimpulannya.. semua ada hikmahnya, dari hasil positif tersebut kita akhirnya memiliki waktu berkumpul dengan keluarga lebih lama, mengistirahatkan diri dan pikiran dari pekerjaan yang kadang bikin bosan juga yakan..

Oke, sekian slice of life di tengah coronavirus outbreak part 2 versi saya.. Kalau kalian sudah pernah kebagian jatah positif dari mbak nana ini belum? Sharing, yuks!

Slice of Life









Beragam Keuntungan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium Via Aido

with Leave a Comment
Keuntungan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium Via Aido


Jika sudah berbicara mengenai penyakit memang tidak ada yang tahu kapan nantinya gangguan kesehatan tersebut akan menyerang dan juga apa jenisnya. Namun satu yang pasti bahwa memang setiap orang menginginkan tubuh yang sehat, karena kesehatan adalah harta yang paling mahal harganya dibandingkan dengan apapun. Serangkaian jenis pemeriksaan akan dilakukan untuk mendiagnosa sebuah penyakit. Umumnya dokter akan menyarankan pasiennya untuk melakukan tes laboratorium guna mendapatkan hasil diagnosa dan pastinya juga pengobatan secara tepat.

Mungkin banyak di antara Kamu yang pastinya sudah tahu bahwa untuk melakukan pemeriksaan ini sendiri ada serangkaian tahap yang harus dilalui, belum lagi dengan daftar antreannya yang cukup panjang. Sehingga terkadang harus sedia banyak waktu untuk hal tersebut. Namun sekarang tak perlu repot lagi karena Aido sendiri menyediakan fasilitas baru untuk pemeriksaan laboratoriumnya. Seperti yang diketahui bahwa Aido ini sendiri termasuk aplikasi yang menyediakan beragam layanan kesehatan secara online, bukan pasien yang harus datang ke rumah sakit, melainkan tenaga medis yang akan datang ke rumah, mulai dari perawat, dokter, fisiterapis sampai dengan layanan untuk lab sekalipun.

Tentunya ada banyak keuntungan yang bisa Kamu rasakan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium via Aido ini, di antaranya adalah:

Praktis, layanan yang satu ini memang praktis digunakan, karena Kamu tinggal memilih jenis pemeriksaan yang diinginkan dan menentukan jadwal sesuai dengan waktu senggang. Nantinya akan ada petugas medis yang datang ke rumah sesuai dengan jadwal yang telah dipilih tersebut. Sangat praktis bukan jika dibandingkan dengan Kamu yang harus datang ke rumah sakit secara langsung.

Hemat waktu dan juga tenaga, selama ini untuk menikmati fasilitas atau layanan yang ada di rumah sakit memang tak dapat dipungkiri jika seandainya Kamu harus keluar banyak waktu maupun tenaga, belum dengan banyaknya antrian yang ada ditambah lagi jika seandainya lokasi rumah sakit tersebut juga jauh. Padahal tidak semua orang punya waktu luang, banyak di antaranya yang harus bekerja atau melakukan kegiatan lain. Aido Health ini dapat dipilih karena memungkinkan Kamu menghemat waktu maupun tenaga.

Lebih aman dan nyaman bagi yang sedang sakit, dengan adanya layanan yang datang ke rumah sebenarnya memungkinkan bagi pasien yang sedang sakit agar lebih merasa aman dan juga nyaman karena tak harus kesana kemari. Mengingat nantinya tenaga medis yang akan datang ke rumah Kamu langsung. apalagi di tengah kondisi pandemi virus Corona seperti sekarang ini memang fasilitas kesehatan menjadi tempat yang paling rawan untuk menularkan penyakit berbahaya tersebut, sehingga rumah adalah tempat paling aman.

Aido sudah bekerjasama dengan banyak rumah sakit berkualitas dan juga tenaga medis yang berpengalaman, sehingga nantinya kualitas layanan yang diberikan juga tidak asal-asalan, apalagi bagi masyarakat yang tengah sakit. Mereka tetap bisa mendapatkan fasilitas pemeriksaan terbaik meskipun hanya di rumah saja. Nantinya hasil juga akan langsung dikirim ke email pasien sesuai dengan layanan yang dipilih. Nantinya layanan berkesinambungan juga sudah ada rekam medis pasien yang tercatat di sana, sehingga akan lebih aman bagi Kamu.

Jadi tidak perlu ragu lagi untuk melakukan pemeriksaan laboratorium via Aido karena memang benar-benar sudah terpercaya dan berpengalaman. Ada banyak fasilitas kesehatan secara online yang bisa Kamu dapatkan di sini, jadi langsung saja download aplikasinya dan digunakan.

Gula Aren Memperkecil Hasil Reaktif Rapid? Baca Tips Ini!

with 2 comments
4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Rapid Test

Kesehatan, sekarang yang menjadi fokus utama sebagian orang di tengah masa yang serba terbatas dan nggak pasti ini adalah bagaimana cara agar tubuh bisa selalu dalam keadaan sehat, mengingat efek pandemi atau virus lain yang akan menjadi semakin seram ketika dia menyerang orang yang sedang tidak baik-baik saja. Contohnya saya sendiri. Bukan, meski saya telah melakukan rapid dan hasil test-nya adalah reaktif IgG, ketika melakukan SWAB hasil yang saya peroleh bukanlah positif. Dan itu cukup membuat saya stres, saya benar-benar dibuat penasaran dengan penyebab hasil reaktif dari rapid test yang saya sudah saya ikuti.

Selain saya, ada beberapa teman saya yang juga mendapat hasil reaktif setelah melakukan rapid test, padahal mereka sama sekali nggak merasakan gejala-gejala yang banyak dialami para kasus positif, atau tanda-tanda ketika virus corona menyerang daya tahan tubuh seseorang. Dan setelah sedikit mendengar cerita dari mereka, hasil reaktif yang mereka terima kemungkinan disebabkan oleh alasan-alasan sebagai berikut;

1. Merasa Cemas, Panik, dan Takut 
Rasa cemas, panik, dan takut biasanya membuat seseorang menjadi lebih rentan untuk terserang berbagai macam penyakit, dan tentunya berpengaruh pada kesehatan mental kita juga yang menjadi salah satu faktor penyebab turunnya imun atau daya tahan tubuh. Jadi meskipun merasa super sehat ketika akan melakukan rapid test, kalau sebelum tes kita keduluan cemas, panik, atau takut, akhirnya kita bisa stres sendiri dan berpengaruh pada lemahnya imun kita. Jadi kita harus stay positive. Biar hasilnya juga positif, positif bersih dari virus-virus yang bisa menyerang imunitas tubuh kita. Terutama virus yang saat ini menjadi momok menyeramkan bagi orang di belahan dunia mana pun, virus corona.

2. Begadang Sampai Pagi 
Nah, ini juga benar-benar nggak baik ya, terlebih di tengah pandemi yang membuat orang rentan merasa stres karena fikiran mereka yang bekerja lebih ekstra dari hari-hari biasa, entah itu berfikir tentang masa depan yang serba nggak pasti ataupun tentang gebetan yang ghosting lagi ghosting lagi, jangan sampai tingkat ke-stres-an semakin bertambah karena kurangnya waktu tidur, jadi.. kalau kamu ada agenda untuk melakukan rapid test dalam waktu dekat, pola tidur harus benar-benar dijaga, Gaes! 

3. Kurang Konsumsi Buah dan Sayur
Seperti yang sudah kita tau, sayur dan buah merupakan salah satu sumber serat yang berperan penting dalam tubuh. Lalu apa jadinya kalau kandungan serat dalam tubuh kita kurang? Dari beberapa artikel yang saya baca di website halodoc, dampak kurang serat pada tubuh dapat membuat kita menjadi lebih mudah lelah dan juga mual karena kurang lancarnya BAB. Lagi-lagi.. hal tersebut berpengaruh juga pada kesehatan mental kita, kalau istilah bekennya sih Physically and Mentally Exhausted. Dan kenapa kesehatan mental juga kembali dibawa-bawa? Oke, bayangin aja kamu nggak bisa BAB berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Stres nggak tuh? Jadi balik lagi.. kalau kamu kurang konsumsi sayur dan buah yang notabene banyak mengandung serat, perpaduan antara tubuh yang mudah lelah dan stres karena sulit BAB bakal menurunkan daya tahan tubuhmu secara drastis. Oke ini pengalaman pribadi sebelum saya melakukan rapid test sih, jadi.. terserah kalian mau percaya atau enggak :)

4. Minum Kopi Berlebihan 
Ehem, jadi.. sudah pada tau kan, kalau minum kopi berlebihan itu merupakan kebiasaan yang buruk? #uhuk, apalagi kalau minum kopinya terus-menerus sebelum melakukan rapid test, duh, sudah kandungan kafeinnya bisa bikin asam lambung menangis, ditambah konsumsi gula dalam kopi yang berlebihan juga. Meskipun sekarang sudah banyak varian kopi yang mengganti gula pasir dengan gula aren, tetap saja, ketika akan melakukan rapid test konsumsi kopi harus benar-benar dikondisikan. Selain bisa bikin mata melek semalaman, paginya pun kita akan merasa lelah karena kurang tidur dan seketika akan membuat daya tahan tubuh kita melemah.

Btw, kenapa sekarang banyak kedai kopi yang menawarkan varian kopi gula aren? Karena gula aren sendiri dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan strukturnya yang baik untuk tubuh. Emang apa saja sih manfaatnya. Berikut beberapa manfaat gula aren yang saya baca di artikel halodoc:
  • Jika dibandingkan dengan gula putih, jenis gula ini akan menjadi salah satu pilihan tepat bagi orang yang sedang menjalankan diet gula.
  • Selain itu gula aren juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh
  • Gula Aren dipercaya bisa menurunkan glukosa atau kadar gula dalam darah yang sangat memicu penyakit diabetes
  • Memberi pasokan tenaga dengan kandungan kalori yang ada di dalamnya
  • Sarat dengan antioksidan yang bisa menangkal dampak negatif dari radikal bebas, sekaligus mampu menjaga kekebalan tubuh
Nah, kayaknya gula aren ini cocok juga dikonsumsi sebagai pengganti gula pasir kalau kamu akan melakukan rapid test, karena.. siapa sangka kandungan gula aren bisa memberi pasokan tenaga dan menjaga kekebalan tubuh juga kan? Mungkin karena cara pengolahannya yang alami, jadi manfaatnya juga tetap alami karena tidak adanya "campur tangan" dari bahan kimia. Tapi tetap.. balik lagi.. konsumsi secukupnya, karenaaa.. apapun yang berlebihan itu enggak baik bagi tubuh ;)

Oke, sekian dulu cerita saya yang mendapat hasil reaktif ketika melakukan rapid test, dan alhamdulillah negatif setelah di-SWAB. Anyway.. Ada nggak dari kalian yang pernah  dapat hasil reaktif padahal merasa sehat-sehat saja? Sharing juga dong kemungkinan penyebabnya apa?! 


Gula Aren untuk menjaga kekebalan tubuh








Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak

with 16 comments

Tips Cegah Corona

Keresahan akan corona outbreak akhirnya berhasil membuat saya kembali curhat di blog ini. Keresahan tentang physical distance, quarantine, lockdown, dan istilah-istilah asing lainnya yang menjadi booming di tengah merajalelanya wabah ini namun seakan kurang cukup untuk bisa menyampaikan makna sesungguhnya dari pesan tersebut. Antara masyarakatnya yang masih menganggap remeh, atau karena tuntutan hidup yang memang harus terus berjalan bagi pejuang sesuap nasi. 

Pekerja. Tentu saja ada berbagai macam reaksi pekerja dalam menghadapi situasi yang menegangkan ini, ada pekerja yang seharusnya dengan leluasa bisa memilih untuk #DiamDiRumah tapi mereka justru melanjutkan buka lapak tanpa peduli pada situasi-kondisi, ada pula pekerja yang benar-benar khawatir dan ingin #DiamDiRumah atau paling enggak #KerjaDariRumah demi sedikit membantu memutus penyebaran virus corona agar nggak semakin meluas tapi terhalang kebijakan atau karena kerjaannya memang nggak bisa dibawa pulang. Mau resign? Yakali, menentukan keputusan seperti ini nggak segampang membalik telapak tangan, Nder.. 

Selanjutnya, kembali ke alasan saya menulis postingan kali ini; curhat, curhat mengenai kegiatan saya selama melakoni pekerjaan di tengah wabah yang semakin parah. First of all, kalau belum tau saya kerja di industri apa, mungkin bisa mengintip di laman profil saya. 

Pertama kali kasus COVID-19 positif 1 dan 2 dipublikasikan oleh Bapak Presiden, jujur saya masih terbilang santai, menjalani kegiatan pergi dan pulang kerja pakai ojol seperti hari-hari biasa, pun makan siang di luar seakan semua sedang baik-baik saja. Bahkan sekitar 1 minggu setelah kasus konfirmasi tersebut diumumkan, kantor masih mengadakan agenda realisasi serah-terima kunci yang saat itu mengumpulkan 50+ orang, tapi pikir saya, dan mungkin user yang ikut agenda realisasi beserta notaris dan pihak bank-nya juga mikir kalau "belanda masih jauh", jadi nggak apa-apa lah lanjut realisasi, toh jauh hari user juga sudah melengkapi persyaratannya, daripada membatalkan undangan dan berujung nggak kebagian kuota KPR Subsidi, lebih baik menyiapkan alat pelindung diri dan banyak berdoa saja minta perlindungan Allah SWT. 

Alhamdulillah agenda realisasi berjalan lancar, dan tiba lah waktu saya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga, mengingat banyaknya user dari luar kota yang berhubungan face-to-face dengan saya pas realisasi, konsumsi vitamin C, yogurt, dan meminum air hangat jelas menjadi andalan selama akhir pekan demi kembalinya sistem imun yang sempat terganggu [read: mikirin agenda realisasi di tengah corona], sembari bermain dengan bocil sekaligus memindai lini masa Twitter yang penuh dengan update informasi tentang corona. Yang saya perhatikan saat itu adalah akun-akun yang digawangi oleh dokter mulai banyak bermunculan dan membagikan info terkait Covid-19, tapi satu yang selalu saya ingat: CUCI TANGAN PAKAI SABUN! Yak, intruksi itulah yang akhirnya selalu saya gemborkan ke anak-anak, ibu-bapak, dan adik-adik saya, nggak lupa membagikan berbagai info grafik yang berisi tips apa saja yang harus dilakukan selama corona outbreak. 
Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Senin tiba, kasus positif bertambah, ODP dan PDP mulai bermunculan, serta simpang-siur langkah pemerintah dalam menangani pandemik ini membuat saya sedikit kacau. Beberapa warga twitter dan media online pun ada yang membagikan hasil penelitian tentang virus corona yang bisa bertahan hidup selama berjam-jam di benda mati, mulai dari kayu, stainless, kaca, plastik dan beberapa benda mati lainnya, yang paling membuat saya stress adalah virus tersebut juga bisa bertahan hidup pada uang kertas... sementara... [tolong bacanya sambil dagdigdug berasa penasaran gitu ya, Gaes]. .. pada saat agenda realisasi, saya menerima begitu banyak pembayaran tunai dari user. Down? Banget! Tapi show must go on.. Bos saya senin datang dan jelas saya harus membuat rekap laporan biaya realisasi sekaligus serah-terima uang tersebut, dan meski sudah ada konfirmasi kasus positif, saat itu saya belum begitu peduli dengan pemakaian masker, mengingat gencarnya himbauan dari Bapak Yuri selaku Jubir penanganan Corona, bahkan WHO yang juga nggak merekomendasikan penggunaan masker bagi yang merasa badannya sehat karena akan mengganggu supply masker bagi yang benar-benar membutuhkan. Dan tentu, sebagai warga negara yang baik saya nurut dong nggak pakai masker. Tapi setelah membaca hasil penelitian tentang siklus hidup corona pada benda mati tersebut..  seketika saya kembali drop. Jelas saya langsung kepikiran kalau- kalau tanpa saya sadari saya adalah seorang carrier mengingat agenda realisasi yang saya ikuti sebelumnya mengumpulkan begitu banyak orang bahkan ada yang dari luar kota juga,  dan apakah uang tunai yang saya terima tanpa pelindung diri yang kurang [read: masker] itu benar-benar steril? Mbuhlah.. Akhirnya saya kembali pasrah dengan keadaan, tapi.. 

Yamasa baru berjuang setengah jalan sudah kalah duluan? Oke, waktunya kembali menyusun strategi untuk memulihkan pikiran saya yang sebelumnya bener-bener drop hanya karna uang kertas. Heran, kan, biasanya kalau pegang uang banyak itu yang ada hati berbunga-bunga, eh ini malah drop XD. Skip. 

Strategi saya saat itu adalah dengan mengurangi konsumsi berita negatif yang disebabkan oleh corona dan mengisinya dengan informasi yang lebih positif seperti penemuan - penemuan alat deteksi virus, jenis makanan apa yang harus dikonsumsi untuk menjaga imunitas tubuh, jumlah kasus yang sudah sembuh, dan tentu nggak ketinggalan info mengenai tanda-tanda yang menunjukkan infeksi gejala virus corona itu bagaimana, biar bisa antisipasi kalau-kalau orang di sekitar ada yang mengalami gejala tersebut, ya maklum Negara kita lagi masuk musim batuk-pilek juga kan, jadi harus tetap waspada.

Slice of Life di Tengah Coronavirus Outbreak
Credit: twitter @AnissSaadah / @InfoLMG

Salah satu website kesehatan yang menjadi sumber informasi mengenai COVID-19 bagi saya sendiri adalah Halodoc, mengingat sebelumnya ada mutual twitter yang retweet percakapan tentang bagaimana penularan virus saat terjadi banjir di layanan Chat dengan Dokter di aplikasinya — iya, selain harus antisipasi terhadap virus corona, beberapa daerah di tempat tinggal saya juga mengalami banjir setelah turun hujan 3 hari berturut-turut —, alhasil saya juga penasaran apa saja fitur yang ada di dalamnya dan ikut mengunduh Halodoc di playstore. Karena baru pertama kali menggunakan aplikasi kesehatan seperti Halodoc ini, jadi agak takjub juga sih, karena ternyata layanan yang ada di sana beragam dan membantu sekali, bahkan ada layanan chat dengan dokter yang menawarkan konsultasi gratis juga, tapi kalau menurut saya untuk hasil konsultasi yang maksimal dan biar nggak malu kalau banyak tanya, dengan membayar sekian rupiah pun sepertinya worth it, dan nilai plus lainnya adalah.. Dokternya muda-muda, Gaes [bacanya sambil bisik-bisik ya]. 


Dengan strategi sederhana ala saya ini, paling enggak seimbang lah asupan antara berita positif dan negatif yang dikonsumsi, tetap update perkembangan sekaligus bisa mengontrol emosi jiwa dan raga biar nggak terus-terusan stress baca berita negative vibes dari virus corona yang nggak ada habisnya. Toh salah satu faktor agar imun tetap kuat itu harus selalu berfikir positif dan tetap bahagia. Jadi... JANGAN LUPA BAHAGIA GAES!! Jangan lupa minum vitamin dan suplemen makanan juga, yaaa! 

Last.. Sebenarnya saya penasaran juga sih gimana cerita atau strategi teman-teman yang masih harus bekerja keluar rumah sementara corona outbreak masih menghantui ini.. Gimana? Cerita dong!


Sincerely,





5 Hal Sederhana Agar Kesehatan Jasmani dan Rohani Tetap Terjaga

with 1 comment
5 Hal Sederhana Agar Kesehatan Jasmani dan Rohani Tetap Terjaga

Tema tentang tips hidup sehat ini sebenarnya jauh dari "menu" saya sehari-hari. Diet makanan? Nggak pernah sama sekali, apapun makanan yang saya suka, saya selalu mengonsumsinya tanpa memerhatikan sebab-akibat terhadap tubuh di kemudian hari. Olahraga pun saya nggak memilik jadwal tertentu untuk melakukannya, paling sekedar jalan-jalan pagi biasa. Tapi setidaknya saya tetap melakukan hal-hal sederhana ini untuk menjaga jasmani serta rohani saya agar tetap sehat dan berada dalam  lingkup yang positif.

Send Me Your Questions Here!

elisa.fariesta@gmail.com

. . . . . .